gamerwk.com
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
gamerwk.com
No Result
View All Result

Review Midnight Murder Club – Keseruan Mabar, Kacau, Seru, Tapi Hanya Sementara

Taufik by Taufik
September 11, 2025
in Konsol, PC, PlayStation 5, Review
0
Midnight Murder Club datang sebagai game multiplayer yang tidak biasa, menggabungkan elemen horor, ketegangan, dan komedi dalam satu paket.

Midnight Murder Club datang sebagai game multiplayer yang tidak biasa, menggabungkan elemen horor, ketegangan, dan komedi dalam satu paket.

Share ke FacebookShare ke TwitterShare ke Telegram

Midnight Murder Club datang sebagai game multiplayer yang tidak biasa, menggabungkan elemen horor, ketegangan, dan komedi dalam satu paket yang penuh kejutan. Alih-alih membangun cerita panjang atau memberi pemain deretan cutscene membosankan, game ini langsung melempar pemain ke dalam mansion gelap nan mencekam, tempat paranoia dan rasa takut jadi senjata utama.

Namun di balik atmosfer yang bikin merinding itu, game ini diam-diam juga penuh kekacauan lucu. Setiap ronde bisa berubah jadi pertunjukan panik, teriak-teriak, dan tawa pecah saat rencana gagal total karena satu kesalahan kecil. Midnight Murder Club bukan tentang menang, tapi tentang kekacauan tak terduga yang lahir dari interaksi pemain. Simak review kami selengkapnya!

Gameplay yang Cepat Terasa Repetitif

Secara konsep, gameplay-nya brutal sekaligus sederhana. Pemain hanya dibekali revolver, pisau, dan senter, lalu dijebloskan ke dalam mansion yang benar-benar gelap gulita. Menyalakan senter adalah penyelamat sekaligus bumerang—membantu melihat sekitar tapi langsung membocorkan posisi kita ke musuh. Dilema konstan inilah yang jadi inti pengalaman bermainnya. Jalan buta tanpa senter dan berharap tidak bertabrakan dengan musuh, atau ambil risiko menyalakan cahaya demi beberapa detik kejelasan.

Sistem tembaknya pun sengaja dibuat old-school. Tidak ada iron sight, tidak ada peluru tak terbatas, dan tidak ada kesempatan kedua. Satu headshot bisa langsung menjatuhkan, sementara reload revolver sangat lambat. Setiap peluru terasa sangat berharga, menembak membabi buta hanya akan membuat kita jadi korban pemain yang lebih sabar dan menunggu momen sempurna. Sensasinya mengingatkan pada game shooter klasik 90-an seperti Quake atau GoldenEye 007, di mana refleks mentah dan posisi licik lebih penting daripada sistem level atau senjata beraksesori.

Nilai replayability muncul dari betapa tak terduganya setiap pertandingan. Game ini mendorong pemain untuk mengatur jebakan, melakukan pengintaian, atau mengelabui musuh. Bisa saja memancing lawan dengan membuka pintu lalu sembunyi di bayangan, atau menyalakan senter sejenak untuk memancing perhatian lalu mengendap dari sisi lain. Namun, umur panjang game ini sangat bergantung pada variasi mode yang tersedia.

Ragam Mode Permainan

Free-for-All

Ini adalah mode paling dasar dan paling murni dari Midnight Murder Club. Semua pemain bertarung sendiri-sendiri sampai tinggal satu orang yang bertahan. Atmosfer paranoia di sini terasa paling kuat—setiap bunyi pintu atau lantai berderit bisa berarti kematian. Setiap ronde punya cerita kecil sendiri tentang siapa yang berhasil mengecoh siapa.

Team Deathmatch

Mode ini membagi pemain jadi dua tim berisi tiga orang dan adu skor tertinggi. Di sini ada twist menarik karena kita bisa menghidupkan kembali rekan satu tim yang tumbang. Bergerak bersama tim terasa menenangkan tapi juga berbahaya, karena semakin banyak orang, semakin bising, dan itu bisa jadi undangan empuk untuk disergap lawan.

Thief in the Night

Alih-alih sekadar membunuh, di mode ini pemain berlomba mengumpulkan relic dan menyimpannya ke dalam brankas. Konsepnya terdengar simpel, tapi dalam prakteknya jadi kacau karena mansion terlalu gelap dan luas. Pemain sering kebingungan mencari arah, jadi mode ini terasa kurang intuitif dibanding Free-for-All. Tapi saat semua tim bertemu di brankas dengan relic di tangan, kekacauan yang tercipta bisa sangat seru.

Headhunters

Mode ini membuat satu tim bertugas melindungi totem sementara tim lainnya mencoba menghancurkannya. Kadang bisa jadi menegangkan, kadang malah terasa tidak seimbang. Karena beberapa mekanik memberi tim penyerang visibilitas lebih, rasa ketegangan khas “bersembunyi dalam gelap” jadi sedikit hilang di sini.

Graveyard Shift

Ini adalah mode yang mendekati “kampanye” co-op. Pemain bisa melawan gelombang musuh AI bersama teman atau sendirian, menyelesaikan berbagai objektif seperti mengambil artefak atau bertahan hidup. Sayangnya, tanpa sistem progres atau cerita yang menarik, mode ini cepat terasa membosankan dan lebih cocok dianggap sebagai tempat latihan.

Wildcards 

Inilah mode paling gila dan paling menghibur. Sebelum ronde dimulai, semua pemain mendapat kartu modifier acak yang bisa mengubah jalannya pertandingan total. Bisa saja semua pemain jadi kecil dan bersuara cempreng, atau ada kartu yang membuat pemain meledak jika diam terlalu lama.

Ada juga yang meninggalkan jejak cahaya saat berjalan, atau menambahkan efek suara kentut yang bisa membocorkan posisi. Wildcards menggabungkan paranoia dengan komedi kacau, dan menjadi mode yang paling sering dipilih pemain.

Midnight Murder Club

Sayangnya, di luar Wildcards, mode lainnya terasa cepat membosankan. Free-for-All dan Team Deathmatch solid tapi standar, Thief in the Night membingungkan, Headhunters kadang terasa tidak seimbang, dan Graveyard Shift cepat kehilangan daya tarik. Apalagi, hanya ada satu map yaitu Wormwood Manor, sehingga semua mode lama-lama terasa sama.

Multiplayer dan Sistem yang Kurang Rewarding

Midnight Murder Club paling seru dimainkan bersama teman. Ada fitur Guest Pass yang sangat brilian—cukup satu orang membeli game, lalu bisa mengundang lima teman lainnya secara gratis. Ini membuat membentuk lobi penuh jadi jauh lebih mudah tanpa semua orang harus beli game-nya.

Masalah muncul saat mencoba matchmaking publik. Butuh waktu lama untuk mengisi lobi, pemain sering keluar di tengah game, dan hampir semua orang memilih Wildcards sehingga mode lain jarang dimainkan. Tanpa teman untuk diajak main bareng, pengalaman game ini kehilangan banyak pesonanya. Graveyard Shift memang bisa jadi alternatif, tapi karena objektifnya berulang dan AI yang membosankan, rasanya lebih seperti pekerjaan rumah daripada hiburan.

Midnight Murder Club

Masalah lain yang cukup besar adalah tidak adanya sistem progres, kosmetik, atau battle pass. Tanpa insentif seperti level, hadiah kosmetik, atau misi harian, bermain dalam jangka panjang terasa tidak ada tujuannya. Padahal fitur seperti itu bisa membuat pemain lebih termotivasi untuk terus kembali.

Visual dan Audio Tajem

Secara visual, game ini sederhana tapi efektif. Gaya desainnya terinspirasi era 60-an, penuh furnitur antik, benda-benda okultisme, dan lorong remang-remang yang menciptakan atmosfer menegangkan. Tekstur dan model karakternya memang tidak terlalu detail, tapi karena sebagian besar waktu dihabiskan dalam kegelapan, kekurangan ini hampir tidak terasa.

Audio justru menjadi kekuatan utama. Setiap suara punya peran penting—langkah kaki, pintu berderit, dan tembakan yang bergema memaksa pemain terus waspada. Ada fitur proximity chat yang membuat suara pemain hanya terdengar jika jaraknya dekat. Ini bisa berubah jadi jumpscare dadakan ketika mendengar bisikan musuh di balik pintu. Sayangnya, karena matchmaking publik sangat sulit, fitur ini jadi jarang bisa dinikmati penuh.

Di PlayStation 5, kontroler DualSense menambah imersi lewat adaptive trigger dan getaran halus yang membuat setiap tembakan terasa lebih hidup.

Midnight Murder Club

Kesimpulan

Midnight Murder Club adalah eksperimen unik dalam desain multiplayer yang mengandalkan ketegangan, paranoia, dan humor absurd. Mekanik senter yang sederhana tapi brilian menciptakan momen gameplay di mana keputusan kecil seperti menyalakan cahaya, berbisik di mikrofon, atau membuka pintu bisa jadi penentu kemenangan atau kekalahan. Wildcards jadi mode bintang yang menyuntikkan kekacauan dan tawa yang jarang bisa ditemukan di game lain.

Namun, keterbatasannya cukup terasa. Hanya ada satu map, tidak ada sistem progres atau kosmetik, dan matchmaking publik yang lambat membuat pemain sulit bertahan lama. Guest Pass memang mempermudah main bareng teman, tapi di luar itu game ini terasa dangkal.

Midnight Murder Club bukan game yang akan dimainkan berbulan-bulan untuk mengejar level atau ranking. Ini lebih cocok dianggap sebagai game pesta—dimainkan beberapa jam bersama teman untuk tertawa, berteriak, lalu pindah ke game lain. Dalam peran itu, game ini berhasil bersinar. Dengan harga murah sekitar sepuluh dolar dan Guest Pass, semoga ke depannya pengembang bisa menambahkan lebih banyak konten agar game ini bisa tumbuh lebih besar.

Game Midnight Murder Club sudah resmi dirilis untuk PlayStation 5 dan PC. Kamu bisa kunjungi situs resminya DI SINI untuk berbagai informasi lebih lanjut.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.

Hi guys, kami akhirnya sudah punya akun X dan YouTube resmi! Langsung saja follow:
 
Follow @GamerwkID
 

Jangan lupa untuk cek channel TikTok kami!
@gamerwk_id
Tags: Midnight Murder ClubPCPlayStation 5Review
ShareTweetShare
Previous Post

Sony Rilis PlayStation Family App, Orang Tua Bisa Kontrol PS5 Langsung dari HP

Next Post

Review Borderlands 4 – Looter Shooter yang Lebih Gila, Lebih Rapi, Lebih Seru

Related Posts

Cygames telah meresmikan brand barunya yang diberi nama CygamesEdge serta Where the Winds Fall sebagai game debutnya
Berita

Cygames Resmikan Brand Baru Bernama CygamesEdge dan Game Pertama Timnya

September 4, 2026
Xbox bakal mulai membatasi waktu main lewat cloud gaming buat pelanggan Game Pass. Katanya karena hardware makin naik.
Android

Xbox Cloud Gaming Bakal Dibatasi Maksimal 15 Jam per Bulan

September 4, 2026
Sony ikut meramaikan hype GTA lewat hardware baru yang diperlihatkan dalam rangkaian State of Play berupa DualSense.
Berita

Sony Umumkan DualSense Edisi GTA 6 Seharga 1,5 Juta Rupiah

September 4, 2026
Pearl Abyss resmi ngumumin Charting the Unknown, DLC cerita pertama buat Crimson Desert yang ternyata nggak perlu ditunggu lama.
Berita

Crimson Desert Dapatkan DLC Eksplorasi Bawah Laut dan Naval Combat

September 4, 2026
Wawancara Final Fantasy Resonance – Pentingnya Membangkitkan Pesona Klasik yang Dirindukan Fans!
Konsol

Wawancara Final Fantasy Resonance – Pentingnya Membangkitkan Pesona Klasik yang Dirindukan Fans!

September 4, 2026
Konami kemarin malam resmi mengumumkan proyek game original barunya yang dikemas sebagai action adventure berjudul Rhapsody in Scarlet
Berita

Rhapsody in Scarlet Diumumkan, Game Action Adventure Original Terbaru dari Konami

September 4, 2026
Next Post
Review Borderlands 4 ini akan membahas sistem gameplay, sensasi gunplay, atmosfer narasi, dan eksplorasi dunia yang menarik.

Review Borderlands 4 - Looter Shooter yang Lebih Gila, Lebih Rapi, Lebih Seru

Discussion about this post

FACEBOOK KAMI

YOUTUBE KAMI

TWITTER/X KAMI

Follow @GamerwkID

UPDATE MOBILE GAMES

Blizzard kini sudah memulai fase soft launch untuk game mobile Overwatch Rush di beberapa wilayah Asia Tenggara termasuk Indonesia

Overwatch Rush Sudah Memasuki Fase Soft Launch di Indonesia

by Fadhil
September 4, 2026
0

Blizzard kini sudah memulai fase soft launch untuk game mobile Overwatch Rush di beberapa wilayah Asia Tenggara termasuk Indonesia.

Xbox bakal mulai membatasi waktu main lewat cloud gaming buat pelanggan Game Pass. Katanya karena hardware makin naik.

Xbox Cloud Gaming Bakal Dibatasi Maksimal 15 Jam per Bulan

by Taufik
September 4, 2026
0

Xbox bakal mulai membatasi waktu main lewat cloud gaming buat pelanggan Game Pass. Mulai November, setiap paket Game Pass cuma...

Tanpa diduga, Studiobside telah mengumumkan lanjutan CounterSide yang EOS minggu lalu lewat game baru berjudul COUNTERSIDE:A [ANTEXILIAN]

CounterSide Umumkan Game Barunya yang Diberi Judul COUNTERSIDE:A [ANTEXILIAN]

by Fadhil
September 2, 2026
0

Tanpa diduga, Studiobside telah mengumumkan lanjutan CounterSide yang EOS minggu lalu lewat game baru berjudul COUNTERSIDE:A .

Akses pra-registrasi untuk BLEACH Mirrors High kini sudah tersedia via platform Google Play dan App Store

Pra-Registrasi BLEACH Mirrors High Sudah Dibuka yang Janjikan Banyak Reward Menarik!

by Fadhil
September 2, 2026
0

Akses pra-registrasi untuk BLEACH Mirrors High kini sudah tersedia via platform Google Play dan App Store.

Baru sebulan sejak rilis, Suikoden STAR LEAP sudah siap mendapatkan update besar yang langsung dipuji pemain Jepang.

Baru Sebulan Rilis, Update Besar Suikoden STAR LEAP Dipuji Pemain Jepang

by Taufik
September 2, 2026
0

Baru sebulan sejak rilis, Suikoden STAR LEAP sudah siap mendapatkan update besar yang langsung dipuji pemain Jepang. Game free-to-play yang...

  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd