Menjelang Tokyo Game Show dalam beberapa hari lagi, sesuai tradisi pihak penyelenggara sore ini telah terlebih dulu mengadakan Japan Game Awards 2025 sebagai momen apresiasi bagi para kreator serta kontributor terbesar di industri game. Ini adalah ajang penghargaan dari kementrian perdagangan, ekonomi, dan industri dari pemerintah Jepang yang tidak hanya terbatas pada game-game garapan developer lokal di negerinya saja, tapi juga game internasional lain yang ikut mendapat perhatian kuat selama satu tahun terakhir. Sebagai bagian dari sesi liputan ke Tokyo Game Show, tim kami kebetulan juga sudah menghadiri langsung ajang penghargaan ini yang diadakan di Iino Hall, Chiyoda-ku, Tokyo.

Khusus untuk ajang kali ini telah melalui proses seleksi 3021 game yang rilis di Jepang mulai dari 1 April 2024 sampai 31 Mei 2025, di mana para pemenang terpilih lewat hasil voting yang dimulai pada 9 Juni sampai 18 Juli lalu. Game yang masuk nominasi memang lumayan meningkat drastis dari tahun lalu yang berada di angka 1731 saja, jadi ada kompetisi yang lebih sengit. Secara total ada tujuh kategori utama pada ajang penghargaan kali ini termasuk Breakthrough Award dan Movement Award yang merupakan dua kategori tambahan dari tahun kemarin.

Untuk penghargaan pertama sendiri adalah Minister of Economy, Trade and Industry Award yang diserahkan kepada Nintendo Switch 2. Penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan yang diberi oleh pemerintah atas kontribusi brand pada perkembangan industri game, dan Nintendo Switch 2 memang sudah mencatatkan rekor debut konsol baru yang sangat sukses sembari menjaga relevansi kuat untuk konsol generasi sebelumnya. Dan selanjutnya untuk kategori bawaan dari tahun lalu yaitu Breakthrough Award berhasil dimenangkan oleh Clair Obscur: Expedition 33 dari Sandfall Interactive dan Movement Award yang berhasil dimenangkan Pokémon Trading Card Game Pocket.
Selanjutnya ada Award for Excellence yang dimenangkan oleh banyak game sekaligus. Berikut ini adalah list lengkap pemenangnya:
- Metaphor: ReFantazio
- Urban Myth Dissolution Center
- Romancing SaGa 2 REVENGE OF THE SEVEN
- Dragon Quest III HD-2D Remake
- Dynasty Warriors: Origin
- TokyoXtremeRacer
- Like a Dragon: Pirate Yakuza in Hawaii
- Monster Hunter Wilds
- The Hundred Line -Last Defense Academy-
- FANTASY LIFE i: The Girl Who Steals Time
- Elden Ring Nightreign

Kemudian beralih ke Special Award, menariknya kategori ini tidak dimenangkan oleh game melainkan platform marketplace yaitu PlayStation Store. Ini mungkin berhubungan dengan kontribusi besar platformnya pada ekonomi game di Jepang, khususnya untuk penjualan game konsol rumahan secara digital. Selanjutnya beralih ke Game Designers Award, untuk yang satu ini mereka melibatkan para kreator ternama dalam proses votingnya hingga akhirnya berujung pada terpilihnya INDIKA dari Odd Meter sebagai pemenang. Sama seperti tahun lalu, pemenang untuk kategori ini masih datang dari game buatan developer luar Jepang.

Dan akhirnya untuk kategori terakhir sekaligus penghargaan terbesar Grand Award jatuh pada Metaphor: ReFantazio. Sebagai salah satu calon Game of the Year sekaligus RPG terbaik di tahun lalu, game ini masih meninggalkan kesan kuat bagi banyak orang berkat kualitasnya yang sudah mengikuti standar modern Atlus. Ini tentunya membuka ruang besar bagi Studio Zero untuk kembali bereksperimen dengan franchisenya termasuk mengeksplor game sejenis di masa depan.

Kami ingin mengucapkan selamat untuk para pemenang dan semoga ini bisa semakin mendorong mereka untuk terus menciptakan game-game berkualitas, termasuk juga sebagai motivasi bagi para kreator lain untuk terus berkarya di industri kreatif. Ini bukanlah ajang penghargaan terakhir dari eventnya, karena nanti masih ada Japan Game Awards 2025: Future Division yang sudah dijadwalkan pada 28 September mendatang.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id












Discussion about this post