gamerwk.com
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
gamerwk.com
No Result
View All Result

[TGS 2025] Wawancara Dragon Quest I & II HD-2D Remake dengan Masaaki Hayasaka – Antara Nostalgia dan Inovasi!

Fadhil by Fadhil
September 26, 2025
in Konsol, Nintendo Switch, Nintendo Switch 2, PC, PlayStation 5, Wawancara, Xbox Series S, Xbox Series X
0
Rangkuman wawancara kami dengan Masaaki Hayasaka selaku produser Dragon Quest I & II HD-2D Remake dari ajang Tokyo Game Show 2025

Rangkuman wawancara kami dengan Masaaki Hayasaka selaku produser Dragon Quest I & II HD-2D Remake dari ajang Tokyo Game Show 2025

Share ke FacebookShare ke TwitterShare ke Telegram

Masih dari ajang Tokyo Game Show 2025, tim kami juga berkesempatan duduk bersama Masaaki Hayasaka selaku produser Dragon Quest I & II HD-2D Remake untuk membahas lebih dalam soal gamenya. Menjelang rilisnya di bulan depan, Hayasaka berbagi insight menarik mengenai bagaimana timnya berusaha memodernisasi dua RPG klasik ini tanpa kehilangan pesona aslinya.

Dua game ini punya tempat istimewa dalam sejarah JRPG, yang mana Dragon Quest I sudah memulai debutnya sejak 1986 hingga menjadi salah satu pondasi format JRPG, sementara Dragon Quest II memperluas formula itu dengan sistem party dan dunia yang lebih luas. Kini hampir empat dekade kemudian, keduanya mendapat sentuhan HD-2D yang mengikuti jejak sukses remake Dragon Quest III.

Masaaki Hayasaka – Produser Dragon Quest I & II HD-2D Remake

Menemukan Keseimbangan Antara Tradisional dan Modern

Tantangan utama sebuah remake adalah memuaskan penggemar lama sekaligus menarik pemain baru. Hayasaka menjelaskan konsep inti mereka, “Konsep utama untuk game ini adalah berani mengubah banyak hal dari versi original tanpa mengubah intinya.”

Karena seri original Dragon Quest I dan II cukup ringkas, tim sempat khawatir soal volume konten. “Sejak awal, kami mendengar kekhawatiran dari fans, seperti ‘bagaimana kalau remake ini tetap terasa sekecil seri originalnya?” kata Hayasaka. Kekhawatiran itu tidak hanya dari fans lama. Pemain baru yang terbiasa dengan game modern juga mengharapkan konten lebih dalam.

Karena itu Hayasaka mengatakan, “Untuk memenuhi ekspektasi kedua kelompok ini, kami merasa sangat penting tidak hanya melakukan perubahan besar, tapi juga menambah volume konten agar cukup untuk standar game modern. Tentu kami juga berhati-hati agar jangan sampai inti aslinya hilang dan malah berubah jadi game yang sama sekali berbeda.”

Hasilnya, konten remake ini justru lebih besar dari Dragon Quest III HD-2D. “Awalnya kami mengantisipasi fans akan khawatir soal volume, tapi setelah kami perlihatkan, ternyata hasilnya lebih besar daripada DQ3. Jadi menurut kami sudah lebih dari cukup,” tambahnya.

Menyatukan Trilogi Erdrick

Untuk pertama kalinya, Dragon Quest I dan II diperlakukan sebagai paket berkelanjutan dengan kerangka waktu trilogi Erdrick: DQ3 → DQ1 → DQ2. “Kami menjadikannya sebagai kerangka narasi yang menyambungkan ketiga judul. Jadi meskipun tiap game bisa berdiri sendiri, kami menambahkan elemen yang membuat pemain bisa benar-benar merasakan keterhubungan antarjudul,” jelas Hayasaka.

Meski bisa dimainkan dalam urutan apa saja, tim merekomendasikan mulai dari Dragon Quest III. “Dari perspektif pengembang, kami percaya urutan itu akan membuat pemain paling merasakan ikatan antarjudul dalam trilogi Erdrick,” katanya.

Belajar dari Remake Dragon Quest III

Pengalaman di DQ3 HD-2D banyak membantu, terutama dalam menghadapi beragam ekspektasi penggemar. “Semakin terkenal seri originalnya, semakin beragam pula ekspektasi soal remake. Dan ini bukan hanya dari pemain, tapi juga dari tim pengembang sendiri, karena kami semua tumbuh bersama Dragon Quest. Mustahil memenuhi semua permintaan, jadi kami harus mencari solusi terbaik yang bisa memberi kebahagiaan terbesar bagi banyak orang, sambil mempertimbangkan batas waktu dan teknis.”

Untuk DQ1 & II, tingkat perubahan bahkan lebih luas dibanding DQ3, sehingga proses memilih ide jadi lebih sulit. Tapi Hayasaka menegaskan, “Kami mengembangkan game ini dengan keyakinan bahwa inilah pendekatan terbaik yang akan memberi kebahagiaan terbesar bagi banyak orang.”

Kolaborasi dengan Yuji Horii

Selama pengembangan, Yuji Horii selaku pencipta Dragon Quest ikut terlibat langsung. “Secara umum, kami mengajukan semua draft skenario kepada Horii-san. Soal atmosfer dan pacing, beliau memainkan build kami di berbagai tahap mulai dari mock-up awal, versi parsial, sampai build lebih lengkap. Kami selalu melanjutkan pengembangan dengan memasukkan feedback dari beliau. Jadi, ada keterhubungan yang sangat erat sepanjang proses,” kata Hayasaka.

Membuat Game yang Lebih Ramah untuk Semua Pemain

Versi original Dragon Quest I dikenal lumayan sulit, tapi remake ini mengatasi hal itu dengan menyesuaikan sistem pertempuran, menambah variasi mantra dan peralatan, serta memperbaiki balance. “Kami sadar sebagian fans menganggap Dragon Quest I sangat menantang. Karena itu, kami sepenuhnya menyeimbangkan ulang sistem pertempuran agar pemain merasa lebih nyaman,” jelas Hayasaka.

Fitur baru yang diambil dari feedback DQ3 juga hadir seperti opsi menampilkan lokasi peti harta, menunjukkan kelemahan musuh, dan berbagai update kualitas hidup lainnya. Semua ini membuat game terasa lebih ramah tanpa mengurangi tantangan inti.

Peningkatan Visual dan Sisi Teknis

Secara visual, tim melangkah lebih jauh dibanding DQ3 HD-2D. Salah satu tambahan yang menonjol adalah gerakan diagonal untuk sprite karakter. “Dalam DQ3 kami tidak bisa mewujudkannya karena keterbatasan, tapi kali ini berhasil kami masukkan. Selain itu, kualitas background juga meningkat, misalnya lantai kastil kini punya efek cermin. Tim background memanfaatkan pengalaman dari DQ3 untuk menciptakan hasil yang lebih baik,” kata Hayasaka. Tim developer memilih melanjutkan fondasi dari DQ3 daripada membangun ulang dari nol, agar bisa merilis judul ini lebih cepat.

Karakter dan Cerita Baru

Tambahan besar ada di Dragon Quest II, di mana Princess of Cannock kini bisa dimainkan. “Kami selalu ingin menambahkan sesuatu yang baru, entah itu job atau karakter. Setelah berdiskusi dengan Horii-san, kami sepakat bahwa Princess of Cannock adalah pilihan tepat, ini bisa menambah bobot cerita dan tidak punya hubungan langsung dengan Erdrick,” jelas Hayasaka. Skenario yang diperluas juga membuat tiap karakter lebih banyak bicara, sehingga cerita mereka bisa digali lebih dalam.

Tantangan Produksi dan Antisipasi Anniversary ke-40

Ketika ditanya seberapa sulit dibanding DQ3, Hayasaka menjawab jujur, “Saya akan bilang kalau keduanya sama-sama menantang. Dengan DQ3, itu adalah judul HD-2D pertama kami, jadi butuh waktu lama hanya untuk menetapkan arah grafis. Sementara di DQ1 & II, arah visual sudah jelas, tapi menyesuaikan skenario yang jauh lebih besar sangat menguras waktu dan tenaga. Jadi, bebannya sama berat meski jalurnya berbeda.”

Dengan ulang tahun ke-40 Dragon Quest tahun depan, remake ini terasa lebih istimewa. “Kalau orang menganggap ini hadiah ulang tahun, tidak ada yang lebih membahagiakan bagi kami,” kata Hayasaka sambil tersenyum. “Tahun ini adalah ulang tahun ke-39, dan tahun depan ke-40. Itu pencapaian besar, dan saya yakin pihak atas sudah menyiapkan sesuatu yang sangat menarik.”

Apa yang Menanti di Masa Depan?

Ketika ditanya soal masa depan HD-2D, Hayasaka menjawab hati-hati. “Kami baru saja mengumumkan judul lain dengan HD-2D, jadi saya rasa gaya ini tidak terbatas pada seri tertentu. Kami juga pernah punya Octopath Traveler dengan HD-2D. Apakah pemain bisa berharap judul Dragon Quest lain akan kembali dengan gaya ini? Itu keputusan orang-orang penting di atas saya. Tapi saya percaya HD-2D semakin bersinar ketika dipakai untuk game retro. Itu pasti akan menarik.”

Menutup wawancara, dia menegaskan harapannya agar penggemar lama juga mencoba remake ini. “Kami berharap terutama pemain yang pernah memainkan versi originalnya bisa mencoba remake ini. Karena ada cukup banyak perubahan skenario, mereka yang sudah akrab dengan judul lama mungkin akan terkejut dengan perbedaan di sini. Kami ingin pengalaman itu terasa segar dan baru.”

Jika tertarik dengan gamenya, Dragon Quest I & II HD-2D Remake akan rilis pada 30 Oktober mendatang di PlayStation 5, Xbox Series, Nintendo Switch, dan PC. Kebetulan Square Enix juga ikut memberi konfirmasi kalau gamenya akan kebagian mendapat versi Nintendo Switch 2 bersamaan dengan konsol generasi sebelumnya. Untuk detail lengkap dan terupdate dari trilogi remake seri Dragon Quest pertama bisa kamu cek lewat website resminya DI SINI.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.

Hi guys, kami akhirnya sudah punya akun X dan YouTube resmi! Langsung saja follow:
 
Follow @GamerwkID
 

Jangan lupa untuk cek channel TikTok kami!
@gamerwk_id
Tags: Dragon Quest I & II HD-2D RemakeInterviewNintendo SwitchNintendo Switch 2PCPS5Square EnixTGS 2025WawancaraXbox Series
ShareTweetShare
Previous Post

Goddess Order Redeem Code – Banyak Hadiah Menarik

Next Post

[TGS 2025] Nyobain KILLER INN – Kombinasi TPS dan Social Deduction yang Menarik!

Related Posts

Simak review terbaru kami untuk Farming Simulator 26 yang kali ini lebih dimaksimalkan untuk sisi aksesibilitas
Android

Review Farming Simulator 26 – Lebih Kasual dengan Progression Adiktif, Meski dengan Ragam Kekurangan Juga!

Ace Combat 8 menjadi salah satu proyek terbesar yang sedang digarap Project Aces setelah tujuh tahun sejak perilisan Ace Combat 7.
Konsol

Wawancara Ace Combat 8 dengan Bandai Namco – Menjadi Lebih Realistis dan Dinamis Disaat yang Sama!

June 4, 2026
Berikut ini adalah impresi kami setelah memainkan versi preview awal dari Ace Combat 8: Wings of Theve
Konsol

Nyobain Ace Combat 8: Wings of Theve – Keseruan Baru Dibalik Wajah Familiar!

June 4, 2026
Jadwal rilis Avatar Legends: The Fighting Game kini sudah diundur hingga mendekati akhir bulan Juli nanti
Berita

Avatar Legends: The Fighting Game Ditunda Rilisnya ke Juli 2026

June 4, 2026
Halaman resmi Persona 4 Revival di Xbox Store telah mencantumkan rating ESRB jelang beberapa hari sebelum pengadaan Xbox Games Showcase
Berita

Persona 4 Revival Resmi Dapatkan Rating Mature 17+

June 4, 2026
Pengumuman God of War Laufey di State of Play kemarin memang langsung jadi bahan perbincangan dan belom ada jadwal rilis.
Berita

Jadwal Rilis God of War Laufey Dikabarkan Tidak Akan Lama

June 4, 2026
Next Post
Impresi singkat kami setelah menjajal demo KILLER INN di Tokyo Game Show 2025 yang ternyata benar-benar sangat fresh di genrenya

[TGS 2025] Nyobain KILLER INN - Kombinasi TPS dan Social Deduction yang Menarik!

Discussion about this post

FACEBOOK KAMI

YOUTUBE KAMI

TWITTER/X KAMI

Follow @GamerwkID

UPDATE MOBILE GAMES

Pendiri Zynga, Mark Pincus, punya pendapat yang mungkin bakal memancing perdebatan di kalangan developer game.

Pendiri Zynga Sebut Developer Jangan Takut Meniru Game Lain yang Sudah Terbukti Sukses

by Taufik
June 4, 2026
0

Pendiri Zynga, Mark Pincus, punya pendapat yang mungkin bakal memancing perdebatan di kalangan developer game. Menurutnya, developer seharusnya tidak terlalu...

Menyusul rilisnya di Nintendo Switch, kini Pokémon Champions sudah dalam tahap persiapan untuk tiba di platform mobile

Pokémon Champions Tetapkan Jadwal Rilis untuk Versi Android dan iOS

by Fadhil
June 4, 2026
0

Menyusul rilisnya di Nintendo Switch, kini Pokémon Champions sudah dalam tahap persiapan untuk tiba di platform mobile.

Game mobile DIGIMON UP berhasil mencapai milestone pra-registrasi baru yang diikuti campaign susulan dengan lebih banyak reward menarik

DIGIMON UP Kembali Dipamerkan, Pra-Registrasi Sudah Tembus 500 Ribu Pemain!

by Fadhil
June 2, 2026
0

Game mobile DIGIMON UP berhasil mencapai milestone pra-registrasi baru yang diikuti campaign susulan dengan lebih banyak reward menarik.

TV TOKYO Holdings mulai memberi sinyal kalau franchise Naruto kemungkinan bakal mendapatkan beberapa game baru.

TV Tokyo Tegaskan Naruto Bakal Dapat Game yang Lebih Niat

by Taufik
June 2, 2026
0

Ada kabar menarik buat fans Naruto. TV TOKYO Holdings mulai memberi sinyal kalau franchise Naruto kemungkinan bakal mendapatkan beberapa game...

Akhirnya kami dapat kesempatan buat nyobain langsung Alpha Test global Honor of Kings versi global. Mari simak detailnya!

Preview Honor of Kings: World Global versi Alpha Test — Terasa Menjanjikan dan Penuh Potensi

by Taufik
May 26, 2026
0

Akhirnya kami dapat kesempatan buat nyobain langsung Alpha Test global Honor of Kings: World, game open-world terbaru dari TiMi Studio...

  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd