Kembali ke ajang Tokyo Game Show 2025, kami telah berkesempatan mencoba langsung KILLER INN yang merupakan game survival multiplayer baru dengan gabungan antara shooter dan elemen social deduction. Setelah memainkan demonya selama 30 menit, terasa jelas kalau game ini ingin membuat pemain terus bertanya-tanya mengenai siapa yang bisa dipercaya?

KILLER INN membawa 24 pemain dalam satu match mematikan yang berlangsung semalam penuh. Pemain dibagi ke dalam beberapa peran di mana ada yang menjadi serigala (pembunuh), ada yang menjadi domba (korban), dan beberapa peran rahasia lainnya untuk memperkaya suasana bermain. Serigala harus menyamar di antara semua pemain sambil menunggu momen tepat untuk menyerang. Sementara itu domba tidak sepenuhnya jadi korban lemah, karena mereka bisa mengumpulkan petunjuk seperti rambut, sidik jari, atau potongan pakaian untuk mengungkap siapa pembunuhnya.
Game ini memberikan tujuan yang jelas sesuai peran masing-masing:
- Domba harus kabur dari area permainan atau menemukan dan menyingkirkan para serigala.
- Serigala harus mencegah domba melarikan diri atau membunuh mereka semua.
Sebelum kekacauan dimulai, para pemain bisa memilih role yang memberikan kemampuan khusus. Apa pun perannya, semua orang perlu mengumpulkan sumber daya seperti pil untuk bertahan hidup dan koin untuk membeli equipment. Serigala biasanya berburu item tempur seperti granat dan jebakan, sedangkan domba lebih fokus pada item penyembuhan dan equipment untuk kabur. Para pemain juga bisa mengambil misi sampingan dari NPC untuk mendapatkan koin tambahan agar bisa membeli equipment yang lebih baik.

Dalam versi demonya, kami sempat mencoba bermain sebagai serigala. Tujuannya terdengar sederhana yaitu menghabisi para domba , tapi tantangan sebenarnya adalah menjaga diri agar tidak sampai ketahuan. Setiap kali membunuh, kami harus cepat-cepat membersihkan jejak dengan menghapus darah dan menghancurkan barang bukti. Kalau sampai ketahuan, maka permainan akan langsung berakhir di saat itu juga.
Game ini menggunakan QTE untuk aksi pembunuhan diam-diam. Baik penyerang maupun korban harus menekan tombol sesuai instruksi dan jika berhasil maka serangan berjalan mulus, tapi kalau gagal maka identitas serigala bisa langsung terbongkar. Menariknya serigala juga bisa pura-pura membantu domba menyelesaikan puzzle atau mencari kunci untuk kabur, sebelum akhirnya mendapat kesempatan untuk mengkhianati mereka di saat terakhir. Lebih mengejutkan lagi, ternyata serigala bisa membunuh sesama serigala, sesuatu yang kami alami sendiri karena tanpa sengaja menghabisi rekan satu tim.

KILLER INN berhasil menciptakan suasana di mana tidak ada satu pun orang bisa benar-benar dipercaya, sesuatu yang bahkan tidak umum di genre sejenis. Setiap aksi yang dilakukan terasa berisiko,setiap pemain bisa jadi musuh, dan setiap petunjuk baru bisa mengubah jalannya permainan. Perpaduan antara adu psikologis dan gameplay action membuatnya terasa fresh dan penuh kejutan.
Game ini menemukan titik manis antara social deduction dan ketegangan survival. Gameplay yang ditawarkan penuh kekacauan, penuh kebohongan, dan membuat pemain terus waspada dari awal hingga akhir. Entah jadi domba yang berusaha kabur atau serigala yang merencanakan langkah berikutnya, setiap sesi match selalu terasa berbeda.
KILLER INN saat ini masih dalam tahap pengembangan aktif untuk platform PC, tapi belum ada kepastian mengenai jadwal rilisnya. Sambil menunggu, kamu sudah bisa wishlist gamenya lebih dulu di Steam.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id












Discussion about this post