gamerwk.com
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
gamerwk.com
No Result
View All Result

[TGS 2025] Nyobain Phantom Blade Zero – Ternyata Bukan Cuma Soulslike Biasa

Taufik by Taufik
October 10, 2025
in Konsol, PC, PlayStation 5, Review
0
Pada Tokyo Game Show 2025, kami mendapatkan kesempatan nyobain Phantom Blade Zero dengan berbagai detail baru yang menarik.

Pada Tokyo Game Show 2025, kami mendapatkan kesempatan nyobain Phantom Blade Zero dengan berbagai detail baru yang menarik.

Share ke FacebookShare ke TwitterShare ke Telegram

Pada Tokyo Game Show 2025, kami mendapatkan kesempatan nyobain Phantom Blade Zero. Dari menit pertama bermain, terasa jelas kalau game ini sudah jauh lebih matang, lebih responsif, dan lebih pede dengan gaya uniknya sendiri. Game ini adalah campuran antara Action RPG dan Soulslike, tetapi dibungkus dengan nuansa wuxia yang super stylish.

Dalam demo, tingkat kesulitan disetel ke Gamechanger (setara normal) dan kita langsung diajak eksplorasi serta melawan tiga boss besar. Hal pertama yang terasa adalah gerakan karakter yang sangat halus serta visual dipoles sampai terlihat seperti adegan film wuxia.  Seperti apa detailnya? Mari simak artikelnya!

Pertarungan  Tegang, Stylish, dan Penuh Strategi

Bagian terbaik dari game ini jelas sistem pertarungannya. Karakter utama bisa membawa dua senjata utama dan dua senjata Phantom Edge sekunder, dan setiap senjata utama punya Sha-Chi gauge, semacam stamina yang menentukan kapan pemain bisa parry atau dodge. Ketika Sha-Chi habis, pemain tidak bisa bertahan, tetapi berganti senjata langsung mengisi ulang gauge, menciptakan ritme tarung yang agresif dan fleksibel.

Pemain bisa bebas berganti longsword, dual blades, whipsword, serpent blade, atau ring blade, dan masing-masing punya animasi counter serta execution yang unik. Lalu ada sistem Precise Parry dan Precise Dodge. Jika musuh mengeluarkan serangan warna biru (Brutal Move), parry tepat waktu akan memicu Ghostep, counter yang menyedot Sha-Chi musuh. Jika musuh keluar warna merah (Killer Move), serangan itu tidak bisa ditahan dan wajib dihindari. Begitu paham pola musuh, pertarungan jadi seperti tarian silat penuh gaya.

Yang menarik, combo dalam game ini tidak asal spam. Serangan ringan dan berat bisa dirangkai, tetapi animasinya punya tempo, jadi pemain harus menunggu timing yang pas sebelum melanjutkan combo. Hal ini membuat pertarungan melawan boss terasa lebih defensif dan penuh timing, tetapi melawan musuh biasa justru jadi ajang untuk pamer combo keren.

Ada juga Concentration Mode, semacam mode fokus. Saat diaktifkan, gerakan pemain melambat tetapi otomatis menahan sebagian besar serangan musuh, dengan biaya Sha-Chi yang terus berkurang. Jadi pilihan antara menyerang atau bertahan benar-benar terasa penting. Ketika Sha-Chi musuh habis, pemain bisa melakukan execution dengan animasi finisher yang luar biasa keren dan berbeda tiap senjata.

Ritme pertarungan Phantom Blade Zero berada di tengah-tengah: tidak seberat Soulslike klasik, tetapi tidak seliar ARPG biasa. Rasanya seperti aliran antara agresif dan defensif, dan momen ketika Sha-Chi habis lalu pemain langsung mengeluarkan senjata kedua dan lanjut menyerang tanpa henti benar-benar menggambarkan inti game ini: pertarungan yang terasa seperti tarian kematian yang indah sekaligus brutal.

Tiga Boss yang Bukan Sekadar Musuh, Tapi Pertunjukan

Bos pertama, Wan Jun “Coppermaul,” adalah raksasa dengan palu besar yang serangannya luas. Yang membuatnya keren adalah sistem counter dinamis. Setiap animasi serangannya bisa dipatahkan dengan Ghostep yang berbeda-beda tergantung timing. Contoh paling gokil: saat ia mengayunkan palu, parry tepat waktu membuat karakter pemain melompat ke gagang palu, lalu menebas dari atas dengan gaya super sinematik. Rasanya seperti adegan film yang tiba-tiba muncul karena refleks kita sendiri.

Bos kedua, Red Wraith, bertarung di atas menara tinggi. Gerakannya cepat dan duel pedangnya mengingatkan pada adegan hutan bambu dari Crouching Tiger, Hidden Dragon. Menariknya, pertarungan ini sepenuhnya opsional. Bisa dilewati. Fakta bahwa boss sekeren ini tidak diwajibkan menunjukkan kepercayaan diri developer dalam memberi pemain kebebasan.

Phantom Blade Zero

Bos terakhir, Chief Disciple of the Seven Stars, adalah klimaks gila demo ini. Ia mengendalikan tujuh boneka yang membentuk berbagai formasi selama pertarungan. Setelah fase pertama, suasana berubah total. Ia terangkat ke udara oleh empat tali merah dan menjadi boneka itu sendiri. Latar berubah merah, musik erhu bercampur riff metal, dan serangannya menjadi brutal tanpa jeda. Tekanan mentalnya luar biasa.

Phantom Blade Zero

Dan di sinilah kejutan terbesar: kalau pemain melewatkan Red Wraith sebelumnya, ia akan muncul dan bertarung bersama boss ini. Artinya, pemain harus melawan dua boss lincah sekaligus, masing-masing dengan pola sendiri, dalam arena yang penuh tekanan. Kekacauan total, tetapi terasa sangat seru dan menegangkan. Pertarungan ini adalah definisi “sakit tapi nikmat”.

Visual Berkualitas dan Presentasi Gila Detail

Dari sisi visual, Phantom Blade Zero memberikan kesan produksi kelas atas. Arsitektur dunia terasa detail, pencahayaan multilayer, refleksi halus, kabut atmosferik, dan animasi senjata yang penuh gaya. Semua ini membuat dunia wuxia gelap terasa hidup.

Yang lebih penting, demo berjalan sangat stabil tanpa penurunan frame. Umpan balik serangan pedang, efek partikel, hingga suara senjata saling bersentuhan terasa berat dan nyata. Semua elemen visual tidak hanya keren, tetapi juga mendukung gameplay dan intensitas pertarungan.

Phantom Blade Zero

Kesimpulan

Secara keseluruhan, Phantom Blade Zero menunjukkan lompatan kualitas yang sangat besar. Sistem pertarungan semakin dalam, mekanik Sha-Chi dan Ghostep semakin halus, pergantian senjata terasa natural, dan desain boss menunjukkan kreativitas tinggi. Visualnya tidak hanya cantik, tetapi menguatkan identitas wuxia yang jarang dieksekusi sebaik ini di game modern.

Jika pengembang terus menyempurnakan aliran combo dan responsivitas boss, Phantom Blade Zero berpotensi keluar dari bayang-bayang Soulslike dan berdiri sebagai standar baru ARPG fantasi timur. Setelah Black Myth: Wukong membuka jalan, game ini bisa menjadi penerus yang mendorong genre ini lebih jauh lagi.

Demo ini bukan hanya membangun harapan, tetapi juga memberikan rasa percaya. Phantom Blade Zero bukan sekadar game yang stylish, tetapi punya kedalaman sistem, visi artistik, dan jiwa seni bela diri yang kuat. Jika versi finalnya setara atau bahkan lebih baik dari demo ini, kita mungkin sedang menyaksikan lahirnya salah satu game action paling ikonik dalam generasi ini.

Phantom Blade Zero belum memiliki jadwal rilis tapi yang pasti game tersebut akan rilis untuk PS5 dan PC. Kamu bisa kunjungi situs resminya DI SINI untuk berbagai informasi lebih lanjut.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.

Hi guys, kami akhirnya sudah punya akun X dan YouTube resmi! Langsung saja follow:
 
Follow @GamerwkID
 

Jangan lupa untuk cek channel TikTok kami!
@gamerwk_id
Tags: Hands-OnPhantom Blade ZeroPreviewTGS 2025Tokyo Game Show 2025
ShareTweetShare
Previous Post

Roguelike: Game yang Kalo Mati, Justru Bikin Nagih!

Next Post

Review Early Access Ratatan Early – Pembuktian Hebat Sang Suksesor Spiritual!

Related Posts

Simak review terbaru kami untuk Farming Simulator 26 yang kali ini lebih dimaksimalkan untuk sisi aksesibilitas
Android

Review Farming Simulator 26 – Lebih Kasual dengan Progression Adiktif, Meski dengan Ragam Kekurangan Juga!

Ace Combat 8 menjadi salah satu proyek terbesar yang sedang digarap Project Aces setelah tujuh tahun sejak perilisan Ace Combat 7.
Konsol

Wawancara Ace Combat 8 dengan Bandai Namco – Menjadi Lebih Realistis dan Dinamis Disaat yang Sama!

June 4, 2026
Berikut ini adalah impresi kami setelah memainkan versi preview awal dari Ace Combat 8: Wings of Theve
Konsol

Nyobain Ace Combat 8: Wings of Theve – Keseruan Baru Dibalik Wajah Familiar!

June 4, 2026
Jadwal rilis Avatar Legends: The Fighting Game kini sudah diundur hingga mendekati akhir bulan Juli nanti
Berita

Avatar Legends: The Fighting Game Ditunda Rilisnya ke Juli 2026

June 4, 2026
Halaman resmi Persona 4 Revival di Xbox Store telah mencantumkan rating ESRB jelang beberapa hari sebelum pengadaan Xbox Games Showcase
Berita

Persona 4 Revival Resmi Dapatkan Rating Mature 17+

June 4, 2026
Pengumuman God of War Laufey di State of Play kemarin memang langsung jadi bahan perbincangan dan belom ada jadwal rilis.
Berita

Jadwal Rilis God of War Laufey Dikabarkan Tidak Akan Lama

June 4, 2026
Next Post
Simak review terbaru kami untuk versi Early Access Ratatan yang merupakan suksesor spiritual dari franchise legendaris Patapon

Review Early Access Ratatan Early - Pembuktian Hebat Sang Suksesor Spiritual!

Discussion about this post

FACEBOOK KAMI

YOUTUBE KAMI

TWITTER/X KAMI

Follow @GamerwkID

UPDATE MOBILE GAMES

Pendiri Zynga, Mark Pincus, punya pendapat yang mungkin bakal memancing perdebatan di kalangan developer game.

Pendiri Zynga Sebut Developer Jangan Takut Meniru Game Lain yang Sudah Terbukti Sukses

by Taufik
June 4, 2026
0

Pendiri Zynga, Mark Pincus, punya pendapat yang mungkin bakal memancing perdebatan di kalangan developer game. Menurutnya, developer seharusnya tidak terlalu...

Menyusul rilisnya di Nintendo Switch, kini Pokémon Champions sudah dalam tahap persiapan untuk tiba di platform mobile

Pokémon Champions Tetapkan Jadwal Rilis untuk Versi Android dan iOS

by Fadhil
June 4, 2026
0

Menyusul rilisnya di Nintendo Switch, kini Pokémon Champions sudah dalam tahap persiapan untuk tiba di platform mobile.

Game mobile DIGIMON UP berhasil mencapai milestone pra-registrasi baru yang diikuti campaign susulan dengan lebih banyak reward menarik

DIGIMON UP Kembali Dipamerkan, Pra-Registrasi Sudah Tembus 500 Ribu Pemain!

by Fadhil
June 2, 2026
0

Game mobile DIGIMON UP berhasil mencapai milestone pra-registrasi baru yang diikuti campaign susulan dengan lebih banyak reward menarik.

TV TOKYO Holdings mulai memberi sinyal kalau franchise Naruto kemungkinan bakal mendapatkan beberapa game baru.

TV Tokyo Tegaskan Naruto Bakal Dapat Game yang Lebih Niat

by Taufik
June 2, 2026
0

Ada kabar menarik buat fans Naruto. TV TOKYO Holdings mulai memberi sinyal kalau franchise Naruto kemungkinan bakal mendapatkan beberapa game...

Akhirnya kami dapat kesempatan buat nyobain langsung Alpha Test global Honor of Kings versi global. Mari simak detailnya!

Preview Honor of Kings: World Global versi Alpha Test — Terasa Menjanjikan dan Penuh Potensi

by Taufik
May 26, 2026
0

Akhirnya kami dapat kesempatan buat nyobain langsung Alpha Test global Honor of Kings: World, game open-world terbaru dari TiMi Studio...

  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd