Tim kami mulai hari ini telah meliput langsung ajang IGDX 2025 yang berlangsung di Bali, dan dari kesempatan inilah kami sudah berjumpa langsung dengan Fajrul FN selaku pimpinan developer Eksil Team dibalik Acts of Blood. Bagi yang mungkin masih asing dengan namanya, ini adalah game action beat ’em up terbaru yang semakin menarik perhatian, apalagi sejak pamerannya di ajang Summer Game Fest 2025 lalu.
Dari kesempatan inilah kami telah mengadakan sesi wawancara dengannya yang dimulai dengan pengenalan, “Nama saya Fajrul. Saya creative developer dari Eksil Team, dan kami sedang mengembangkan game berjudul Acts of Blood. Saya mulai proyek ini di akhir 2023, jadi sekarang sudah berjalan hampir satu setengah tahun.”

Terinspirasi dari film laga Indonesia seperti The Raid dan The Night Comes for Us, dia mengungkapkan kalau game ini dibangun oleh tim beranggotakan sekitar sepuluh orang lintas negara. Fajrul menjelaskan, “Saya yang memulai proyek ini dan mengajak teman-teman berbakat untuk bergabung. Saya fokus ke pengembangan, programming, desain, sementara teman-teman lain mengerjakan musik, animasi, voice over, dan aset lainnya.”
Momentum Emas Dari Email yang Dikira Penipuan
Momentum besar datang lewat sebuah pesan tak terduga dari Geoff Keighley. Bagi yang sudah aktif mengikuti industri ini pasti sudah kenal dengannya, karena dia adalah penyelenggara dibalik beberapa event game terbesar di setiap tahun mulai dari Summer Game Fest, gamescom, hingga The Game Awards. Mengejutkannya Keighley ternyata mengirim email langsung kepada Fajrul, yang mana dia sampai menganggap kalau pesan itu adalah scam.
Thank you for giving us this opportunity to showcase our game on the biggest stage @geoffkeighley @summergamefest 🤝 pic.twitter.com/wHzkbq7N9v
— Fajrul | Wishlist Acts of Blood on Steam! (@Fajrul97) June 6, 2025
“Geoff Keighley sendiri yang email saya, dan saya kira itu scam,” ujarnya sambil tertawa. “Kalau lihat isi emailnya, dia nggak kenalin diri dengan jelas. Jadi saya langsung mikir, ‘Ah ini scam.’” Tapi setelah mengecek Twitter, dia menyadari Geoff sudah sampai follow akunnya. “Saya baru sadar kalau itu beneran Geoff Keighley. Besoknya saya balas email itu, dan dia bilang ingin memberi bantuan.”
Fajrul langsung memanfaatkan peluang emas tersebut. “Saya tanya apakah kami bisa dapat slot di Summer Game Fest, lalu dia jawab kalau ada trailer, maka bisa tinggal kirim saja dan mereka akan tayangkan.” Dia menduga Geoff menemukan proyeknya melalui media sosial. “Saya rasa dia nemu dari Twitter. Dia kan aktif banget di sana, mungkin dari repost atau semacamnya.”
Efek Domino Setelah Summer Game Fest
Penayangan trailer Acts of Blood di Summer Game Fest menjadi titik balik besar. Hanya dalam tiga hari di momen puncaknya, wishlist game mereka di Steam melonjak hingga 30.000. Angka tersebut terus tumbuh stabil hingga menembus 170.000 wishlist per Oktober 2025. “Setelah itu, efek dominonya makin besar karena banyak influencer besar seperti MoistCr1TiKaL dan TheRadBrad ikut mainin game ini,” kata Fajrul.
Dampak dari sorotan internasional itu ternyata tidak membuat tim merasa terbebani. “Kami dari awal memang punya mindset untuk fokus bikin game,” ujarnya. “Kami nggak terlalu mikirin ekspektasi orang luar. Kami cuma peduli sama gamenya dan merilisnya dengan baik, jadi itu nggak terlalu bikin stres.”
Langkah Terukur untuk Persiapan Rilis
Kesuksesan viral itu membuka jalan menuju kerjasama dengan publisher. “Kami sudah punya publisher dan sudah menandatangani kontrak, tapi masih menunggu pendanaannya turun,” ujar Fajrul. Kesepakatan itu sebenarnya sudah terjalin sebelum pameran gamenya di Summer Game Fest, tapi event tersebut seolah semakin memantapkan prosesnya. “Summer Game Fest itu semacam bonus. Setelah tampil di sana, publisher jadi lebih semangat untuk tanda tangan.”

Tim mereka kini menargetkan rilis pada kuartal ketiga hingga keempat tahun depan. “Kami targetnya sekitar Q3 – Q4 tahun depan. Pastinya sebelum atau setelah GTA 6, karena game itu bakal menyedot semua perhatian. Jadi kami akan sesuaikan dengan jadwal rilisnya.”
Proyek Sampingan yang Jadi Kesempatan Besar
Menariknya, Acts of Blood hingga kini masih dikerjakan sebagai proyek sampingan. “Saya masih kerja full-time, dan beberapa anggota tim juga,” kata Fajrul. “Jadi proyek ini dikerjakan sebagai side project.”

Fajrul sendiri telah bekerja lima tahun di industri game sebagai 3D artist. “Saya awalnya 3D artist, bukan programmer. Saya baru belajar programming di Unreal Engine pada 2023, dan dari situlah Acts of Blood lahir sebagai proyek belajar saya.” Gaya visual dan atmosfer game ini sangat berbeda dari pekerjaannya sehari-hari yang lebih berkutat pada style kartunis.
Cerita Sederhana, Tapi dengan Aksi Tanpa Kompromi
Acts of Blood mengusung cerita balas dendam sederhana. “Ceritanya dasar banget yaitu tentang balas dendam,” ujar Fajrul. “Kami tahu pemain game beat-’em-up biasanya tidak terlalu peduli dengan cerita. Mereka cuma ingin mukul orang di dalam game.” Kisahnya berpusat pada Hendra, seorang mahasiswa yang keluarganya dibunuh oleh kelompok kriminal. Dia kemudian memburu para pelaku satu per satu dalam serangkaian level yang mirip dengan game Sifu.

“Buat orang-orang yang nunggu game seperti Sleeping Dogs dan Sifu, saya rasa mereka akan suka game ini,” ujarnya. “Kami juga terinspirasi dari Jackie Chan Stuntmaster di PS1, terutama dari suasana levelnya. Game ini semacam surat cinta untuk para fans untuk game-game action tersebut.”
Tonggak Baru untuk Game Indonesia?
Lebih dari sekedar viral, Fajrul percaya Acts of Blood punya makna lebih besar bagi industri game lokal. “Saya rasa ini game pertama dari Indonesia, bahkan Asia Tenggara, yang mengusung konsep beat-’em-up grounded seperti ini,” ujarnya. “Saya pikir ini akan jadi sejarah tersendiri untuk industri game Indonesia.”
Dari sebuah proyek passion, undangan dari email yang sempat dikira scam, hingga menjadi salah satu game Indonesia paling diantisipasi saat ini, perjalanan Acts of Blood nemang menunjukkan bagaimana ambisi, konsistensi, dan sedikit keberuntungan bisa membawa karya lokal ke panggung global.
Jika tertarik dengan gamenya, Acts of Blood saat ini masih dalam tahap pengembangan aktif untuk platform PC dengan rencana rilis di 2026 nanti. Untuk sementara kamu sudah bisa menjajal versi demo atau wishlist gamenya lebih dulu di Steam.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id












Discussion about this post