gamerwk.com
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
gamerwk.com
No Result
View All Result

[GCAxTHGS25] Wawancara dengan Glen Schofield – Otak Dibalik Dead Space & Sledgehammer Games

Taufik by Taufik
October 19, 2025
in Industri, PC, Wawancara
0
Dibalik game legendaris Dead Space ada sosok yang namanyaGlen Schofield dan kami mendapatkan kesempatan wawancara dengannya.

Dibalik game legendaris Dead Space ada sosok yang namanyaGlen Schofield dan kami mendapatkan kesempatan wawancara dengannya.

Share ke FacebookShare ke TwitterShare ke Telegram

Kalau kamu suka game horor yang unik, kemungkinan besar kamu udah pernah main Dead Space. Nah, di balik game legendaris Dead Space ada sosok yang namanya nggak kalah ikonik: Glen Schofield dan kami mendapatkan kesempatan wawancara dengannya. Dia bukan cuma pencipta Dead Space, tapi juga pernah ikut mendirikan Sledgehammer Games, studio yang bikin beberapa seri Call of Duty.

Dalam obrolan santai kali ini, Glen banyak cerita soal perjalanan kariernya, filosofi di balik pembuatan horor, sampai hal-hal unik yang jarang diketahui orang. Dari kisah masa mudanya yang cuma pengen bikin gambar untuk Game Boy, sampai akhirnya menciptakan salah satu game paling menegangkan sepanjang masa. Seperti apa detailnya? Mari simak artikelnya!

Dari Coretan Pensil ke Dunia Horor Luar Angkasa

Kalau bicara tentang sosok yang meninggalkan jejak besar di dunia game horor modern, nama Glen Schofield pasti nggak bisa dilewatkan. Pria yang dikenal sebagai pencipta Dead Space dan mantan co-founder Sledgehammer Games ini adalah contoh nyata gimana seseorang bisa mengubah passion jadi karya legendaris. “Saya ini pembuat game,” katanya santai. “Saya suka mendesain, bercerita, menggambar, dan bikin sesuatu dari nol.” Dari awal kariernya sebagai ilustrator sampai akhirnya memimpin tim besar di industri AAA, perjalanan Glen penuh momen yang menarik dan inspiratif.

Glen bercerita kalau semuanya berawal dari dunia seni. Ia menempuh pendidikan di Pratt Institute, New York, dan awalnya bekerja sebagai ilustrator. “Waktu itu komputer pribadi baru mulai muncul,” kenangnya. “Saya bahkan kerja bikin demo untuk IBM PC pertama di dunia.” Lucunya, dari pekerjaan itulah kariernya mulai melesat, bahkan sebelum ia tahu betul apa itu PC gaming. Ia juga bilang kalau dari situlah ia bertemu istrinya, yang kala itu bekerja sebagai engineer di proyek yang sama. “Nggak ada mouse waktu itu, jadi saya gambar pakai keyboard dan perintah. Tapi dari situ semua berkembang.”

Suatu hari, Glen mendapat proyek kecil untuk menggambar cover game Game Boy. Saat membuka isi game-nya, ia berpikir, “Saya bisa bikin kayak gini juga.” Dari situ, minatnya pada dunia pengembangan game mulai tumbuh. Ia nekat datang ke sebuah studio kecil di New Jersey, dan akhirnya diterima jadi karyawan ke-12 di sana. “Kantornya di atas salon rambut, jadi setiap hari kita nyium bau bahan kimia,” ujarnya sambil tertawa. Tapi dari tempat kecil itu, karier Glen tumbuh pesat sampai akhirnya ia pindah ke California dan bekerja di Capcom.

Ekspresi Diri Tanpa Tato

A new shelter in place painting. Acrylic on canvas. I also added some “in progress” pieces. pic.twitter.com/hDUuaAOKIU

— . (@GlenSchofield) May 2, 2020

Buat Glen, seni bukan cuma soal gambar atau desain game, tapi juga soal cara dia mengekspresikan diri. Saat ditanya tentang gaya khasnya yang penuh dengan rantai dan kalung, ia mengaku itu bagian dari kepribadiannya. “Saya nggak punya tato. Sebagai seniman, saya tahu kalau saya punya tato, saya bakal ngeliatin terus dan mikirin kesalahannya. Jadi saya pilih cara lain buat ekspresi diri,” katanya.

Ia menambahkan kalau tradisi memakai rantai emas udah ada sejak kecil. “Saya tumbuh di East Coast, New York dan New Jersey. Banyak orang di sana pakai rantai emas, dan saya kebawa sampai sekarang. Tapi saya ini orangnya suka berlebihan, jadi ya begini jadinya.” Glen tertawa, tapi jelas kalau di balik gaya nyentriknya, ada sisi personal yang kuat dan otentik.

Membangun Ketegangan Tanpa Aturan

Sebagai sosok di balik Dead Space, Glen dikenal sebagai maestro horor interaktif. Baginya, tantangan terbesar dalam membuat horor di game adalah bagaimana menakuti pemain tanpa bisa mengontrol kamera. “Di film, kamu tahu penonton bakal ngelihat ke arah mana. Di game, kamu nggak tahu pemain lagi ngelihat ke mana. Jadi harus cari cara lain buat bikin takut,” jelasnya.

Salah satu pelajaran penting yang Glen pelajari adalah bahwa rasa takut justru muncul dari ketidakpastian. “Kalau mereka nggak ngelihat momen jumpscare-nya, nggak apa-apa. Kadang malah lebih bagus, karena mereka bakal lihat akibatnya setelahnya,” katanya. Ia juga menolak ide bahwa horor harus punya aturan ketat. “Saya percaya nggak ada aturan di horor. Kalau saya bikin pemain kaget, dan dua detik kemudian saya bikin lagi, ya biarin aja. Justru itu bikin mereka nggak bisa nebak kapan takut berikutnya datang.”

Dari Alien ke Dead Space

Inspirasi Glen untuk Dead Space lahir dari kecintaannya pada film sci-fi dan horor klasik. Ia tumbuh besar sebagai penggemar berat Alien karya Ridley Scott dan film-film John Carpenter seperti The Thing. “Saya mulai sebagai penggemar sci-fi, baru kemudian tertarik dengan horor,” jelasnya. “Film kayak Alien itu ngasih saya ide: gimana kalau kita bikin versi game-nya, tapi dengan elemen horor psikologis dan ketegangan yang lebih dalam.”

Menurutnya, genre sci-fi horor masih jarang dieksplorasi secara maksimal. “Nggak banyak film atau game yang ngambil tema itu. Paling cuma beberapa kayak Alien atau The Thing, dan itu pun hasil lisensi. Jadi waktu bikin Dead Space, saya tahu ini adalah kesempatan untuk bikin sesuatu yang baru di genre itu.”

Glen bahkan sempat bercanda tentang game klasik DOOM. “Dulu DOOM yang pertama itu menakutkan banget, padahal grafiknya sederhana. Sekarang sih udah berubah jadi penembak gila-gilaan, tapi dulu? Kita buka ventilasi aja bisa kaget setengah mati,” katanya sambil tertawa mengenang era 90-an.

Tidak Ada Rumus Pasti dalam Menciptakan Ketakutan

Waktu ditanya soal tips membuat game horor yang efektif, Glen langsung berpikir sebentar lalu berkata, “Semua orang merasa tahu cara bikin horor, tapi kenyataannya nggak sesederhana itu.” Menurutnya, membangun ketakutan itu soal ritme dan eksperimen. “Kamu harus banyak latihan. Coba dulu pakai prototipe sederhana, bikin versi kotak putih, tes reaksinya. Kalau timing-nya salah, ubah lagi sampai pas.”

Baginya, horor adalah seni yang mengandalkan intuisi. Nggak ada formula pasti yang menjamin pemain bakal takut, karena setiap orang punya cara berbeda dalam merespons rasa tegang. “Yang penting terus eksperimen dan jangan takut gagal,” katanya. “Kamu bisa bikin adegan paling serem di kepala kamu, tapi kalau timing-nya off satu detik aja, efeknya hilang.”

Lebih dari Sekadar Pembuat Game

Big day! I was awarded an Honorary Doctorate from The Academy of Art University in San Fran for my career in games. Very honored and humbled. I sincerely thank the University for this. pic.twitter.com/LmmqCBmXct

— . (@GlenSchofield) May 20, 2022

Selain dikenal sebagai kreator game horor, Glen juga seorang seniman sejati. Ia pernah mengadakan beberapa pameran seni tunggal di San Francisco, dan tetap melukis di sela-sela aktivitasnya di industri game. “Saya udah menggambar sejak umur empat tahun,” katanya bangga. “Sampai sekarang, setiap kali saya punya waktu luang, saya pasti menggambar.”

Yang menarik, Glen ternyata juga seorang Eagle Scout, tingkatan tertinggi di organisasi Boy Scouts Amerika. “Saya bahkan masuk daftar seratus Eagle Scout paling terkenal, dan nama saya ada di sebelah Spielberg,” ujarnya sambil tertawa. “Pertama kali ketemu Spielberg, saya bilang, ‘Kita sama-sama Eagle Scout,’ dan itu yang kita bicarain sepanjang pertemuan.”

Selain itu, Glen Schofield juga punya dua gelar doktor kehormatan atas kontribusinya di dunia game dan perannya sebagai mentor bagi banyak pengembang muda. “Saya suka bercanda sama tim saya, bilang, panggil saya Dokter Glen, tapi nggak ada yang mau,” katanya sambil tertawa kecil.


Nah, itulah wawancara kami dengan Glen Schofield. Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.

Hi guys, kami akhirnya sudah punya akun X dan YouTube resmi! Langsung saja follow:
 
Follow @GamerwkID
 

Jangan lupa untuk cek channel TikTok kami!
@gamerwk_id
Tags: gamescom asia x Thailand Game Show 2025Glen SchofieldInterviewWawancara
ShareTweetShare
Previous Post

[GCAxTHGS25] Wawancara Marvel Rivals dengan Danny Koo – Dari PvP ke Mode Zombie PvE yang Menarik

Next Post

[GCAxTHGS25] gamescom asia x Thailand Game Show 2025 Catat Rekor Pengunjung dan Acara Penghargaan Meriah

Related Posts

Xbox bakal mulai membatasi waktu main lewat cloud gaming buat pelanggan Game Pass. Katanya karena hardware makin naik.
Android

Xbox Cloud Gaming Bakal Dibatasi Maksimal 15 Jam per Bulan

September 4, 2026
Pearl Abyss resmi ngumumin Charting the Unknown, DLC cerita pertama buat Crimson Desert yang ternyata nggak perlu ditunggu lama.
Berita

Crimson Desert Dapatkan DLC Eksplorasi Bawah Laut dan Naval Combat

September 4, 2026
Wawancara Final Fantasy Resonance – Pentingnya Membangkitkan Pesona Klasik yang Dirindukan Fans!
Konsol

Wawancara Final Fantasy Resonance – Pentingnya Membangkitkan Pesona Klasik yang Dirindukan Fans!

September 4, 2026
Konami kemarin malam resmi mengumumkan proyek game original barunya yang dikemas sebagai action adventure berjudul Rhapsody in Scarlet
Berita

Rhapsody in Scarlet Diumumkan, Game Action Adventure Original Terbaru dari Konami

September 4, 2026
Rev. NOiR bagi segudang detail baru yang dibagikan lewat ajang presentatiPlayStation State of Play serta Konami Press Start kemarin malam
Berita

Rev. NOiR Kembali Dipamerkan dengan Banyak Detail Baru!

September 4, 2026
Capcom akhirnya memamerkan trailer perdana Monster Hunter Wilds: Ascendance yang terlihat epik dan penuh beragam detail menarik
Berita

Monster Hunter Wilds: Ascendance Pamer Trailer Perdana yang Ungkap Beragam Konten Menarik

September 4, 2026
Next Post
Penutupan acara berlangsung meriah lewat Thailand Game Awards 2025, di mana Clair Obscur: Expedition 33 menjadi Game of the Year 2025.

[GCAxTHGS25] gamescom asia x Thailand Game Show 2025 Catat Rekor Pengunjung dan Acara Penghargaan Meriah

Discussion about this post

FACEBOOK KAMI

YOUTUBE KAMI

TWITTER/X KAMI

Follow @GamerwkID

UPDATE MOBILE GAMES

Blizzard kini sudah memulai fase soft launch untuk game mobile Overwatch Rush di beberapa wilayah Asia Tenggara termasuk Indonesia

Overwatch Rush Sudah Memasuki Fase Soft Launch di Indonesia

by Fadhil
September 4, 2026
0

Blizzard kini sudah memulai fase soft launch untuk game mobile Overwatch Rush di beberapa wilayah Asia Tenggara termasuk Indonesia.

Xbox bakal mulai membatasi waktu main lewat cloud gaming buat pelanggan Game Pass. Katanya karena hardware makin naik.

Xbox Cloud Gaming Bakal Dibatasi Maksimal 15 Jam per Bulan

by Taufik
September 4, 2026
0

Xbox bakal mulai membatasi waktu main lewat cloud gaming buat pelanggan Game Pass. Mulai November, setiap paket Game Pass cuma...

Tanpa diduga, Studiobside telah mengumumkan lanjutan CounterSide yang EOS minggu lalu lewat game baru berjudul COUNTERSIDE:A [ANTEXILIAN]

CounterSide Umumkan Game Barunya yang Diberi Judul COUNTERSIDE:A [ANTEXILIAN]

by Fadhil
September 2, 2026
0

Tanpa diduga, Studiobside telah mengumumkan lanjutan CounterSide yang EOS minggu lalu lewat game baru berjudul COUNTERSIDE:A .

Akses pra-registrasi untuk BLEACH Mirrors High kini sudah tersedia via platform Google Play dan App Store

Pra-Registrasi BLEACH Mirrors High Sudah Dibuka yang Janjikan Banyak Reward Menarik!

by Fadhil
September 2, 2026
0

Akses pra-registrasi untuk BLEACH Mirrors High kini sudah tersedia via platform Google Play dan App Store.

Baru sebulan sejak rilis, Suikoden STAR LEAP sudah siap mendapatkan update besar yang langsung dipuji pemain Jepang.

Baru Sebulan Rilis, Update Besar Suikoden STAR LEAP Dipuji Pemain Jepang

by Taufik
September 2, 2026
0

Baru sebulan sejak rilis, Suikoden STAR LEAP sudah siap mendapatkan update besar yang langsung dipuji pemain Jepang. Game free-to-play yang...

  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd