gamerwk.com
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
gamerwk.com
No Result
View All Result

[GCAxTHGS25] Wawancara Island of Hearts dengan Para Aktrisnya – Ketika Cinta dan Drama Bertemu di Pulau Tropis

Taufik by Taufik
October 21, 2025
in PC, Wawancara
0
Itulah Island of Hearts, game interaktif romantis yang menghadirkan enam karakter perempuan dengan kepribadian yang benar-benar berbeda.

Itulah Island of Hearts, game interaktif romantis yang menghadirkan enam karakter perempuan dengan kepribadian yang benar-benar berbeda.

Share ke FacebookShare ke TwitterShare ke Telegram

Bayangin sebuah pulau tropis yang penuh rahasia, kepribadian unik, dan potensi drama yang bisa meledak kapan aja. Itulah Island of Hearts, game interaktif romantis yang menghadirkan enam karakter perempuan dengan kepribadian yang benar-benar berbeda. Setiap karakter punya cerita, emosi, dan sisi misteriusnya sendiri yang bikin pemain pengin tahu lebih banyak.

Tapi yang bikin menarik, para aktris di balik karakter-karakter ini ternyata banyak “memainkan diri mereka sendiri”. Dari influencer yang nyablak, DJ yang dominan, sampai perawat yang lembut, semuanya membawa sedikit bagian dari kehidupan nyata mereka ke dalam dunia digital ini.

Dalam wawancara bersama keenam pemerannya yaitu Babyg, Leah, Ms Puiyi, Debbie, Nahyun, dan Ayako, mereka berbagi pengalaman soal gimana rasanya memerankan karakter di Island of Hearts. Bukan cuma tentang akting, tapi juga soal jadi diri sendiri di dunia virtual, tantangan bahasa, sampai pengalaman seru (dan sedikit menyeramkan) saat syuting di Phuket, Thailand.

Mengenal Enam Hati di Pulau Cinta

Masing-masing pemeran datang dari latar belakang yang berbeda, dan itu terasa banget di karakter mereka. Babyg, influencer asal Hong Kong, langsung ngakak waktu ditanya tentang perannya. “Aku cuma jadi diriku sendiri. Karakterku di game itu sama persis kayak aku di dunia nyata — nakal, sedikit gila, dan penuh energi,” katanya sambil tertawa. Ia menggambarkan karakternya sebagai seseorang yang “sassy dan sedikit berbahaya,” tapi dengan cara yang menyenangkan.

Leah, yang memerankan Lily, justru kebalikannya. “Aku orangnya pemalu dan pendiam, jadi karakternya cocok banget sama aku,” katanya pelan. “Aku nggak terlalu suka bersosialisasi, tapi karakter ini bikin aku bisa menunjukkan sisi diriku yang tenang dan lembut.”

Lalu ada Ms Puiyi, nama besar dari Malaysia yang dikenal sebagai aktris, DJ, dan produser musik. Di game ini, dia jadi Emily, seorang dokter yang tegas dan penuh percaya diri. “Emily itu tipe karakter yang ingin ditaklukkan pemain,” ujarnya sambil tersenyum menggoda. “Kalau kamu berani, coba taklukkan aku di game.”

Sementara itu, Debbie membawa energi cerah lewat karakter Gabby, teman yang positif dan santai. “Gabby itu orang yang nggak suka drama, tapi aku nggak bisa bilang hal yang sama tentang gadis-gadis lain,” candanya. Nahyun, streamer dan perawat asal Sydney, memainkan karakter Mia, sosok lembut dan penyayang. “Aku sudah terbiasa jadi orang yang peduli dan tenang, jadi peranku datang secara alami,” katanya.

Terakhir, Ayako, aktris berdarah Jepang-Malaysia, memerankan Chloe, karakter kompleks yang datang ke pulau dengan trauma masa lalu. “Dia benci semua pria dan datang mencari cinta baru. Tapi dalam prosesnya, dia malah menemukan hal yang lebih dalam tentang dirinya,” jelas Ayako.

Tantangan Akting dan Persiapan di Pulau

Bagi sebagian besar dari mereka, akting di Island of Hearts adalah pengalaman baru yang seru sekaligus menantang. Ayako mengaku cukup percaya diri karena karakter Chloe mirip dengan dirinya yang sporty, berani, dan independen. “Aku nonton video YouTube buat belajar cara menghafal dialog. Ini pengalaman pertamaku akting, tapi ternyata hasilnya alami banget,” katanya.

Sementara Nahyun punya tantangan sendiri karena harus berakting dalam bahasa Inggris. “Bahasa Inggris bukan bahasa pertamaku, jadi awalnya susah banget,” katanya jujur. “Aku latihan terus tiap ada waktu, baca skrip berkali-kali sampai akhirnya lancar.”

Debbie menambahkan bahwa beberapa adegan cukup sulit karena harus dilakukan dalam satu pengambilan panjang tanpa potongan. “Tapi kru-nya luar biasa. Mereka tahu karakter mana yang cocok buat kita, jadi semuanya terasa natural,” ujarnya. “Waktu syuting, kita benar-benar bersenang-senang, dan pemain bisa merasakannya nanti saat main game.”

Ms Puiyi bahkan memuji produksi Island of Hearts yang profesional. “Aku kaget banget, nggak ada lembur! Semuanya tepat waktu dan nyaman,” katanya sambil tertawa. “Ini pengalaman syuting luar negeri yang jauh lebih menyenangkan dibanding sebelumnya. Apalagi kali ini aku bisa jadi diriku sendiri tanpa riasan horor seperti waktu syuting film sebelumnya.”

Pengalaman Tak Terlupakan di Phuket

Syuting Island of Hearts berlangsung selama sebulan penuh di Phuket, Thailand. Selama itu, para pemeran punya banyak cerita menarik, mulai dari makanan, wisata, sampai hal-hal yang sedikit mistis.

Babyg mengaku jatuh cinta pada keramahan penduduk lokal. “Orang Thailand itu jujur dan baik banget. Dan mango sticky rice mereka tuh luar biasa enak, aku bisa makan itu tiga kali sehari,” katanya sambil tertawa. Leah malah menemukan kafe unik yang bikin dia terpana. “Ada animal café yang isinya bukan cuma kucing atau anjing, tapi juga singa dan monyet. Di Singapura nggak ada yang kayak gitu,” ceritanya.

Sementara Debbie paling senang dengan suasana pantai. “Makanannya enak, pantainya indah, dan kita sempat naik jet ski buat syuting,” ujarnya semangat. “Kita juga sempat lihat parade di kota Phuket, orang-orangnya heboh banget, suasananya seru dan penuh warna.”

Tapi nggak semuanya manis. Nahyun sempat cerita tentang pengalaman agak menyeramkan di vila tempat mereka menginap. “Kami baru tahu ternyata vila itu pernah kena dampak tsunami dua puluh tahun lalu,” katanya pelan. “Beberapa dari kami ngalamin hal aneh, kayak mimpi buruk dan kejadian kecil yang bikin merinding.”

Sementara Ayako mengaku pengalaman paling berkesan buatnya justru saat belajar Muay Thai di sela waktu kosong. “Di luar Thailand susah banget nemuin tempat latihan tradisional kayak gitu, jadi aku nggak mau melewatkannya,” katanya.

Cinta di Dunia Virtual

Menariknya, saat ditanya apakah mereka mau pacaran dengan karakter yang mereka perankan, sebagian besar malah menolak. Ayako ngakak waktu jawab, “Nggak mungkin aku pacaran sama karakternya, dia benci semua laki-laki!” Sementara Debbie bilang kalau dirinya lebih cocok jadi teman baik. “Aku nggak bakal pacaran sama diriku sendiri, tapi aku pengen hang out bareng gadis-gadis lain, mereka seru banget.”

Nahyun beda lagi. “Aku pasti pacaran sama Mia,” katanya sambil tersenyum. “Dia terlalu baik dan hangat, susah nemuin cewek kayak gitu di dunia nyata.” Babyg malah dengan jujur bilang, “Aku nggak bakal pilih karakternya sendiri, dia gila! Tapi kalau boleh, aku pilih Ms Puiyi. Karakternya seksi banget, main bareng aja bikin jantung deg-degan.”

Ms Puiyi sendiri menjawab dengan gaya khasnya. “Aku bakal pacaran sama semuanya. Aku pengin tahu semua akhir ceritanya,” katanya sambil tertawa. “Ini kayak koleksi, harus dapet semuanya.”

Antara Karakter dan Kehidupan Nyata

Menariknya, banyak dari mereka merasa karakter di game ini mencerminkan sisi asli mereka. Ayako bahkan bilang kalau Chloe “itu aku banget” karena sama-sama petualang dan sudah capek dengan drama pria. Nahyun setuju, “Yang bikin lucu, karakterku juga seorang perawat, dan aku memang pernah jadi perawat beneran di Sydney.”

Debbie mengaku Gabby cukup mirip dirinya, walau sedikit lebih konyol di game. Sementara Ms Puiyi merasa justru menemukan sisi baru dalam dirinya saat memainkan Emily. “Aku nggak tahu aku bisa jadi wanita se-spicy itu sebelum syuting ini,” katanya sambil tertawa.

Babyg dengan jujur bilang Sophia sangat mirip dirinya di dunia nyata. “Aku memang toxic dan gila,” katanya. “Aku heran gimana produser tahu soal hubungan-hubunganku yang ribet ini.”

Syuting di Surga Tropis

Phuket menjadi lokasi utama syuting, dan pengalaman itu ternyata meninggalkan banyak kenangan seru. Debbie menggambarkan Thailand sebagai “rumah kedua” karena suasananya yang ramah dan makanannya yang luar biasa. “Kita bahkan tiap hari order GrabFood buat nyobain semua menu Thai,” ceritanya.

Babyg sampai ketagihan mango sticky rice, sementara Nahyun jatuh cinta pada Pad Thai. Ayako justru paling menikmati bagian olahraga air dan latihan Muay Thai selama di sana. “Aku bahkan sempat sparing sedikit, itu keren banget,” katanya.

Salah satu momen paling berkesan buat mereka adalah saat menyaksikan parade Gay Pride di Phuket. “Warna-warni, penuh kebahagiaan, dan semua orang menari di jalan,” ujar Debbie. “Aku sampai video call keluarga biar mereka bisa lihat betapa indahnya.”

Tantangan di Balik Kamera

Meski terlihat ceria di layar, proses syuting ternyata tidak semudah yang terlihat. Cuaca menjadi tantangan utama. “Hujan sering banget, dan kasihan buat para cewek yang harus syuting di luar,” kata Ms Puiyi. Debbie menambahkan kalau serangga juga jadi musuh sehari-hari. “Kita selalu semprot repellent tiap hari!”

Nahyun punya tantangan yang lebih personal. “Aku lama nggak pacaran, jadi agak canggung pas harus ngomong soal ‘pacar nonton aku’,” ujarnya. “Tapi aku mulai mikir, yaudah, nanti gamer yang main kan bakal ‘jadi pacarku’.”

Ayako mengaku kesulitan karena harus memerankan karakter yang orientasinya berbeda dari dirinya. “Aku harus improvisasi dan benar-benar memahami emosinya,” katanya. Sementara Babyg berjuang dengan bahasa Inggrisnya. “Aku takut banget lupa dialog dan bikin syuting molor,” katanya. “Tapi akhirnya aku bisa juga.”

Romansa, Komedi, dan “Bikini Logic”

Island of Hearts memang dikenal lewat promosi yang sensual, tapi sang penulis naskah, Vincent, menjelaskan kalau esensinya bukan di sana. “Kami ingin game ini fokus ke sisi komedi dari romansa, bukan cuma yang romantis.”

Sutradara JianHao menambahkan bahwa keunikan game ini ada pada keberagaman para pemainnya. “Mereka datang dari berbagai negara dan punya jutaan penggemar online. Jarang banget ada proyek yang menyatukan influencer Asia dalam satu dunia seperti ini,” katanya bangga.

Dan soal pertanyaan apakah bakal banyak adegan bikini di game, Vincent menjawab santai, “Ya iyalah, kita syuting di Phuket, masa mereka pakai jaket?”

Favorit dan Mimpi Berikutnya

Setiap pemeran punya adegan favorit masing-masing. Debbie paling suka bagian saat mereka semua bermain di pantai. Ayako setuju karena “syuting di air dan berlari di pasir itu fun banget.” Nahyun justru suka ending bahagianya, sementara Leah malah menikmati adegan bad ending miliknya. “Seru banget, walau sedih,” katanya.

Soal proyek berikutnya, para aktris ini juga punya impian unik. Ms Puiyi ingin menjajal komedi, Nahyun dan Leah ingin main film horor, sementara Babyg ingin tampil di film aksi “biar kelihatan keren.” Debbie pengin main di film sci-fi, dan Ayako tetap ingin mengekplorasi romansa.

Cinta di Pulau, Tapi Siapa yang Kamu Pilih?

Kalau disuruh memilih karakter favorit, para pemeran juga punya selera yang berbeda-beda. Ayako memilih Emily, “karena dia paling seksi,” katanya. Nahyun malah ingin “merasakan hubungan toxic” dengan karakter Babyg. Sementara Babyg sendiri memilih Lily yang pemalu. “Aku belum pernah ngobrol sama cewek pendiam, pasti menantang!” ujarnya.

Di akhir, semuanya sepakat kalau Island of Hearts bukan cuma tentang pacaran virtual, tapi juga tentang memahami diri sendiri. “Di game ini, kamu bukan cuma berinteraksi dengan karakter, tapi juga bisa refleksi tentang hubungan, kepercayaan, dan cinta,” kata Ms Puiyi dengan senyum hangat.

Island of Hearts terasa seperti perpaduan antara romansa tropis, humor ringan, dan drama personal. Sebuah pengalaman interaktif yang menggoda, lucu, dan kadang bikin baper—tapi juga mengingatkan kita kalau bahkan di dunia virtual, cinta tetap butuh keberanian untuk dijalani.

Pesan dari Para Gadis Pulau

Menjelang akhir, para pemeran berbagi pesan buat para pemain yang bakal menjelajahi Island of Hearts. Babyg menyarankan untuk “main dengan hati” dan nikmatin setiap pilihan. Leah berharap pemain bisa mencoba semua karakter karena tiap gadis punya cerita dan kepribadian yang berbeda.

Ms Puiyi memberi saran teknis buat pengalaman maksimal. “Main di ruangan agak gelap biar terasa nyata, kayak lagi di bioskop,” katanya. “Kalau bisa, pakai headset atau VR biar lebih imersif.” Debbie menambahkan, “Coba main beberapa kali, karena setiap pilihan bisa kasih hasil yang beda. Siapa tahu hari ini kamu jatuh cinta sama yang satu, besok sama yang lain.”

Nahyun menutup dengan sederhana: “Please play our game,” katanya sambil tersenyum, sementara Ayako menambahkan dengan nada menggoda, “Good luck dating Chloe.”

Wawancara Eksklusif dengan Sang Developer

Di balik tawa, adegan pantai, dan deretan karakter menawan di Island of Hearts, ada dua sosok penting yang menghidupkan proyek ambisius ini: JianHao, sang sutradara sekaligus CEO Titan Digital Media, dan Vincent, penulis naskah sekaligus asisten sutradara. Keduanya bukan hanya ingin membuat game interaktif romantis, tapi juga sesuatu yang terasa “manusiawi” dan penuh warna.

Dari YouTube ke Dunia Game, Visi Gila Sang Sutradara

JianHao, CEO Titan Digital Media

JianHao mungkin dikenal banyak orang sebagai YouTuber sukses lewat Titan Academy, tapi di balik kesibukannya membuat konten, ia punya ambisi besar untuk membawa Titan Digital Media ke level baru. “Selama setahun terakhir, genre seperti ini mulai naik, dan kita pengin bikin versi kita sendiri,” ujarnya santai.

Proyek ini sebenarnya sudah muncul di akhir tahun lalu, tapi baru bisa dieksekusi setelah kerja sama dengan GCL dan 4Divinity terbentuk. “Begitu semuanya cocok, kita langsung gas,” katanya. “Kita udah punya semua yang dibutuhkan, tinggal ambil langkah pertama dan bilang ‘ayo kita fokus ke hal baru.’”

Bagi JianHao, berpindah peran dari YouTuber ke sutradara game ternyata bukan perubahan besar. “Sebenernya mirip banget sama yang kita lakukan di YouTube,” katanya. “Kita biasa bikin serial, vlog, video keluarga, jadi konsep storytelling-nya udah ada. Bedanya cuma sekarang karakternya bisa dikencani pemain!”

Kolaborasi Lintas Negara dan “Influencer Power”

Salah satu kekuatan terbesar Island of Hearts adalah jajaran pemainnya yang semuanya influencer ternama dari berbagai negara. “Sebagai Titan Digital Media, kita udah terbiasa kerja sama KOL (Key Opinion Leaders), tapi kali ini kita pengin sesuatu yang beda,” jelas JianHao.

Ia ingin proyek ini terasa global, bukan cuma konten lokal Singapura. Karena itu, mereka merekrut talenta dari berbagai negara di Asia. “Beberapa dari mereka punya persona besar banget di media sosial, dan itu menarik banget buat dijadikan karakter di dunia game,” katanya. “Dan jangan salah, mungkin jumlah karakternya lebih dari enam. Tapi… rahasia dulu ya,” tambahnya sambil tertawa.

Kerja sama antarnegara tentu punya tantangan, terutama soal bahasa. “Bahasa Inggris jadi hal yang cukup berat buat sebagian pemain,” ungkapnya. “Kita harus ambil satu take panjang, jadi kalau ada salah sedikit, ya ulang dari awal.” Tantangan ini membuat durasi syuting jadi lebih lama, tapi timnya tetap sabar karena hasil akhirnya sepadan.

Bukan Cuma Tentang Cinta, Tapi Tentang Keseruan

Menariknya, JianHao menegaskan bahwa Island of Hearts bukan game yang ingin terlalu serius. “Tujuannya bukan buat drama berat,” katanya. “Kita pengin bikin game yang seru, ringan, dengan cerita manis dan lucu yang bisa dinikmati semua orang.”

Ia percaya, pemain yang menamatkan game ini akan merasa seperti benar-benar menjalani sebuah petualangan. “Kalau kamu main sampai habis, kamu bakal ngerasa kayak baru pulang dari perjalanan bareng karakter-karakternya,” ujarnya.

Selain itu, mereka juga menyiapkan versi dub dalam berbagai bahasa, lengkap dengan subtitle agar lebih mudah diakses pemain dari berbagai negara. “Akan ada dubbing,” katanya, “dan kalau para cast bisa balik untuk isi suara karakter mereka sendiri di bahasa lain, itu bakal keren banget.”

Vincent Adalah Otak di Balik Cerita yang Penuh Warna

Vincent, Screenwriter

Sementara JianHao mengatur arah kreatif, Vincent menjadi orang yang merangkai semua cerita menjadi satu kesatuan yang menarik. Sebagai penulis naskah dan asisten sutradara, tugasnya bukan cuma menulis dialog, tapi juga menyesuaikan gaya bicara tiap karakter. “Tantangan terbesarnya itu waktu dan adaptasi,” katanya. “Sebagian besar pemain kita kan influencer, bukan aktor profesional, jadi kita harus bantu mereka menemukan ritme akting mereka.”

Vincent menjelaskan bahwa dalam game interaktif seperti ini, proses syuting harus dilakukan dalam satu pengambilan. “Biasanya nggak ada ruang untuk potongan,” ujarnya. “Kalau salah, harus ulang semua dari awal.” Itu membuat proses penulisan dan pengarahan jadi ekstra hati-hati.

Salah satu tantangan unik adalah menulis dialog untuk pemain yang bahasa Inggrisnya bukan bahasa utama. “Kayak Babyg, misalnya,” cerita Vincent. “Kita harus ubah beberapa kalimat di lokasi supaya lebih natural buat dia. Tapi dia hebat banget, bahkan di game dia sempat ngomong bahasa Spanyol!”

Menulis Karakter Berdasarkan Kepribadian Asli

Vincent dan tim melakukan riset mendalam sebelum menulis naskah. “Kita benar-benar mempelajari kepribadian tiap talent,” katanya. “Lalu kita lebarkan atau bahkan lebay-kan sisi itu biar jadi lebih hidup di game.”

Hasilnya adalah karakter yang terasa autentik dan relatable. Dari Lily yang pemalu, Gabby yang ceria, sampai Sophia yang “toxic tapi menggoda”—semuanya terasa hidup karena punya dasar kepribadian nyata dari para pemerannya. “Mereka bukan aktris profesional, tapi justru itu yang bikin interaksi mereka terasa natural,” tambah Vincent.

Dan tentu saja, suasana kerja mereka juga penuh tawa. “Nggak ada lembur kok!” ujarnya sambil bercanda. “Kita disiplin sama waktu, tapi tetap seru. Semua berjalan sesuai jadwal, dan itu penting banget buat menjaga energi para pemain.”

Sebuah Proyek yang Dijalani dengan Hati

Bagi JianHao dan Vincent, Island of Hearts bukan cuma proyek komersial, tapi juga bentuk eksplorasi baru bagi Titan Digital Media. “Kita udah lama di dunia YouTube, tapi bikin game interaktif seperti ini membuka peluang baru buat kami,” kata JianHao.

Vincent menutup dengan pesan untuk para pemain: “Kita kerja keras banget buat game ini. Ada banyak momen lucu, banyak kejutan, dan ya, aku juga muncul di dalam game… tapi kamu harus main buat tahu aku ngapain di situ.”

Dengan kombinasi antara humor, romansa, dan kepribadian yang otentik, Island of Hearts tampaknya bukan sekadar game tentang cinta, tapi juga tentang bagaimana kolaborasi lintas dunia digital bisa menghasilkan sesuatu yang segar, kocak, dan penuh hati.


Island of Hearts akan dirilis pada Februari 2026 untuk PC melalui Steam. Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.

Hi guys, kami akhirnya sudah punya akun X dan YouTube resmi! Langsung saja follow:
 
Follow @GamerwkID
 

Jangan lupa untuk cek channel TikTok kami!
@gamerwk_id
Tags: 4DivinityInterviewIsland of HeartsWawancara
ShareTweetShare
Previous Post

Seorang Leaker Yakinkan Kalau Leon Memang Ada di Resident Evil Requiem

Next Post

The Sims Mobile Akan Resmi EOS Awal 2026 Setelah 8 Tahun

Related Posts

Jadwal rilis Avatar Legends: The Fighting Game kini sudah diundur hingga mendekati akhir bulan Juli nanti
Berita

Avatar Legends: The Fighting Game Ditunda Rilisnya ke Juli 2026

June 4, 2026
Halaman resmi Persona 4 Revival di Xbox Store telah mencantumkan rating ESRB jelang beberapa hari sebelum pengadaan Xbox Games Showcase
Berita

Persona 4 Revival Resmi Dapatkan Rating Mature 17+

June 4, 2026
ILL akhirnya mendapat jadwal rilis resmi. Developer Team Clout mengonfirmasi bahwa game survival horror ini akan meluncur pada tahun 2027.
Berita

ILL Dipastikan Rilis 2027, Horor Sadis dengan Monster yang Ngeri

June 3, 2026
Silent Hill: Townfall akhirnya resmi mendapat tanggal rilis. Konami, Annapurna Interactive, dan Screen Burn Interactive mengumumkan.
Berita

Silent Hill: Townfall Dipastikan Rilis 24 September

June 3, 2026
Bandai Namco melepas trailer baru Ace Combat 8: Wings of Theve yang ikut memberi konfirmasi jadwal rilis pada awal Oktober 2026
Berita

Ace Combat 8: Wings of Theve Kembali Dipamerkan dan Konfirmasi Jadwal Rilis

June 3, 2026
Amazon Games bersama Crystal Dynamics dan Flying Wild Hog berbagi detail Tomb Raider: Legacy of Atlantis dengan jadwal rilis di 2027
Berita

Tomb Raider: Legacy of Atlantis Ditunda Rilisnya ke Awal 2027

June 3, 2026
Next Post
The Sims Mobile Akan Resmi EOS Awal 2026 Setelah 8 Tahun

The Sims Mobile Akan Resmi EOS Awal 2026 Setelah 8 Tahun

Discussion about this post

FACEBOOK KAMI

YOUTUBE KAMI

TWITTER/X KAMI

Follow @GamerwkID

UPDATE MOBILE GAMES

Pendiri Zynga, Mark Pincus, punya pendapat yang mungkin bakal memancing perdebatan di kalangan developer game.

Pendiri Zynga Sebut Developer Jangan Takut Meniru Game Lain yang Sudah Terbukti Sukses

by Taufik
June 4, 2026
0

Pendiri Zynga, Mark Pincus, punya pendapat yang mungkin bakal memancing perdebatan di kalangan developer game. Menurutnya, developer seharusnya tidak terlalu...

Menyusul rilisnya di Nintendo Switch, kini Pokémon Champions sudah dalam tahap persiapan untuk tiba di platform mobile

Pokémon Champions Tetapkan Jadwal Rilis untuk Versi Android dan iOS

by Fadhil
June 4, 2026
0

Menyusul rilisnya di Nintendo Switch, kini Pokémon Champions sudah dalam tahap persiapan untuk tiba di platform mobile.

Game mobile DIGIMON UP berhasil mencapai milestone pra-registrasi baru yang diikuti campaign susulan dengan lebih banyak reward menarik

DIGIMON UP Kembali Dipamerkan, Pra-Registrasi Sudah Tembus 500 Ribu Pemain!

by Fadhil
June 2, 2026
0

Game mobile DIGIMON UP berhasil mencapai milestone pra-registrasi baru yang diikuti campaign susulan dengan lebih banyak reward menarik.

TV TOKYO Holdings mulai memberi sinyal kalau franchise Naruto kemungkinan bakal mendapatkan beberapa game baru.

TV Tokyo Tegaskan Naruto Bakal Dapat Game yang Lebih Niat

by Taufik
June 2, 2026
0

Ada kabar menarik buat fans Naruto. TV TOKYO Holdings mulai memberi sinyal kalau franchise Naruto kemungkinan bakal mendapatkan beberapa game...

Akhirnya kami dapat kesempatan buat nyobain langsung Alpha Test global Honor of Kings versi global. Mari simak detailnya!

Preview Honor of Kings: World Global versi Alpha Test — Terasa Menjanjikan dan Penuh Potensi

by Taufik
May 26, 2026
0

Akhirnya kami dapat kesempatan buat nyobain langsung Alpha Test global Honor of Kings: World, game open-world terbaru dari TiMi Studio...

  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd