Dengan diumumkannya game Divinity terbaru pada ajang The Game Awards 2025 kemarin, tentu saja ada rasa penasaran mengenai apakah Larian Studios akan membawa semacam perubahan signifikan, terutama dari sistem combat. Menjawab rasa penasaran tersebut, Swen Vincke selaku pendiri dan CEO developer telah berbagi lebih banyak insight lewat sesi wawancara dengan media Bloomberg, yang mana dia memastikan kalau Divinity akan mengusung gameplay berbasis turn-based.
Vincke menegaskan kalau Divinity terbaru tetap mempertahankan format RPG strategis tersebut yang sudah jadi ciri khas dari karya mereka sebelumnya. Menurut dia, game ini akan menghadirkan semua elemen yang sudah dikenal oleh para fans, tapi kali ini dengan skala konten dan kualitas yang ditingkatkan. Dia menggambarkannya sebagai evolusi besar dari formula yang telah mereka kuasai sepanjang menjadi developer.
Game Divinity terbaru ini menandai kembalinya Larian ke dunia dark fantasy milik mereka sendiri, karena sebelum ini mereka sempat berkutat dengan Baldur’s Gate 3 yang sangat sukses hingga terjual lebih dari 20 juta kopi dan meraih berbagai penghargaan Game of the Year pada 2023. Berbeda dengan Baldur’s Gate 3 yang menggunakan aturan Dungeons & Dragons berlisensi dari Hasbro, Divinity memberi kebebasan penuh bagi Larian untuk membangun sistem game mereka sendiri dari nol. Vincke menyebut pendekatan ini akan membuat sistem game lebih mudah dipahami oleh pemain karena dirancang khusus untuk video game, bukan adaptasi dari permainan meja.
Larian Studios berencana merilis Divinity melalui fase early access mengikuti strategi yang telah mereka terapkan pada proyek-proyek terdahulu. Hanya saja Vincke mengisyaratkan kalau game ini kemungkinan tidak akan rilis pada 2026, apalagi mengingat tim mereka baru saja beralih ke engine berbeda dan sedang berupaya mempersingkat siklus pengembangan yang sebelumnya memakan waktu enam tahun untuk Baldur’s Gate 3. Saat ini Larian memiliki sekitar 530 karyawan di tujuh cabang kantor di seluruh dunia, dengan kepemilikan mayoritas tetap berada di tangan Vincke dan istrinya, sementara pihak Tencent Holdings memegang saham minoritas.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id












Discussion about this post