Harga RAM yang terus melonjak tajam mulai berdampak serius pada industri game, termasuk proses pembuatan judul-judul besar. Kenaikan ini dipicu oleh tingginya permintaan dari perusahaan AI yang menimbun stok, membuat konsumen dan pengembang harus menanggung biaya produksi yang semakin mahal. Bahkan, situasi ini disebut berpotensi mendorong kenaikan harga konsol seperti Xbox Series X di masa depan.

Dalam wawancara terbaru, CEO Larian Studios Swen Vincke mengungkapkan bahwa lonjakan harga RAM dan SSD kini menjadi tantangan serius. Ia menyebut kondisi ini belum pernah terjadi sebelumnya dan benar-benar merusak proyeksi perangkat keras di industri game. Menurut Vincke, harga komponen yang tak terkendali memaksa timnya mengambil keputusan sulit lebih awal dari rencana awal pengembangan.
Vincke menjelaskan bahwa Larian kini harus melakukan optimasi besar-besaran sejak fase early access, sesuatu yang sebenarnya ingin mereka tunda ke tahap akhir. Biasanya, mereka masih ada ruang untuk bereksperimen di tahap tersebut, namun tekanan biaya memaksa mereka menyesuaikan performa lebih cepat. Meski menantang, Vincke menegaskan hal ini adalah bagian dari realitas pengembangan video game modern.
Situasi ini jadi ironis karena Larian juga baru-baru ini menuai kritik terkait penggunaan AI dalam pengembangan proyek terbarunya. Vincke menegaskan bahwa AI hanya digunakan sebagai alat referensi awal, bukan untuk menggantikan seniman konsep. Ia menekankan bahwa seluruh hasil akhir tetap dibuat secara orisinal oleh tim artistik Larian.

Tak hanya isu AI, proyek terbaru Larian juga menuai kontroversi lain akibat trailer yang dinilai terlalu menjijikkan oleh sebagian pemain. Menanggapi hal tersebut, studio menegaskan bahwa mereka tidak berniat mencari sensasi atau sekadar mengejutkan audiens. Meski baru diumumkan, game terbaru Larian tampaknya sudah berada di tengah sorotan publik dari berbagai arah.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id













Discussion about this post