Larian Studios kembali jadi sorotan. Hanya dua tahun setelah kesuksesan besar Baldur’s Gate 3, studio asal Belgia ini resmi mengumumkan game Divinity terbaru dengan penampilan besar di The Game Awards. Ekspektasi langsung melambung, apalagi Divinity merupakan IP yang membesarkan nama Larian sejak lama.

Dalam wawancara dengan GamesRadar+, pendiri sekaligus CEO Larian Studios, Swen Vincke mengatakan setiap game punya identitasny sendiri. Menurutnya, mereka butuh waktu untuk menemukan arah Divinity baru ini. Namun kini, ia merasa fondasinya sudah semakin jelas dan solid.
Vincke juga mengakui bahwa ukuran tim Larian yang kini jauh lebih besar menghadirkan tantangan tersendiri. Mengarahkan ratusan orang agar bergerak ke visi yang sama tidak semudah saat menggarap Divinity: Original Sin. Meski begitu, ambisi tinggi membuat Larian siap mengambil risiko, termasuk gagal di beberapa aspek demi berinovasi.
Hal yang paling membuat Vincke optimistis adalah semangat timnya. Ia menyebut seluruh tim benar-benar antusias datang ke kantor dan mengerjakan Divinity baru ini. Kondisi tersebut berbeda saat Larian mengerjakan proyek berbasis Dungeons & Dragons, yang menuntut banyak penyesuaian pada sistem dan desain.

Kesuksesan Baldur’s Gate 3 memang mengangkat reputasi Larian, tetapi juga memaksa studio ini bekerja dalam batasan dunia D&D. Kini, dengan kembali ke Divinity, Larian punya kebebasan penuh untuk bereksperimen. Vincke menegaskan satu hal: mereka akan berusaha membuat game terbaik yang mereka bisa, dengan gairah yang kembali menyala. Info lanjut gamenya ada DI SINI.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id











Discussion about this post