Mencari kartu grafis atau GPU dengan kapasitas VRAM besar sekarang jadi makin susah. Kelangkaan memori global mulai berdampak langsung ke pasar GPU, dan bukan cuma soal harga yang naik, tapi juga stok di toko yang makin cepat habis.
Menurut laporan media Jepang ITMedia, salah satu retailer PC di Jepang bahkan sudah mulai membatasi pembelian GPU. Langkah ini diambil supaya stok yang ada bisa dibagi lebih merata ke pelanggan, terutama agar perakit PC tetap bisa menyelesaikan satu unit rakitan tanpa kekurangan komponen penting.

Pihak toko menyebutkan bahwa harga memori masih terus naik tajam. Walaupun mereka saat ini masih punya sejumlah stok GPU, situasinya jauh dari aman. Model GPU dengan kapasitas VRAM besar, seperti varian 16 GB, disebut semakin sulit didapat, dan belum ada kepastian kapan restok berikutnya akan datang.
Retailer lokal juga cukup pesimistis soal perbaikan kondisi dalam waktu dekat. Selama ini, harga GPU masih terasa relatif stabil karena toko menjual stok lama. Namun begitu stok tersebut habis dan harus membeli barang baru dengan harga dari pabrikan yang sudah naik, lonjakan harga ke konsumen hampir tidak terhindarkan.

Masalah terbesar ada di pasokan DRAM yang makin ketat. GPU dengan VRAM besar jelas butuh lebih banyak memori, dan saat jalur pasokan DRAM umum tersendat, model model high end jadi yang paling rentan terkena dampaknya. Ini bikin GPU kelas atas makin jarang muncul di rak toko.
Efek berantainya cukup panjang. Harga GPU dan memori yang naik diperkirakan bakal mendorong produsen PC besar seperti Lenovo dan lainnya untuk ikut menaikkan harga produk mereka. Memasuki 2026, gamer dan perakit PC tampaknya harus siap menghadapi periode yang cukup berat, di tengah permintaan AI yang terus melonjak dan industri memori yang kewalahan mengimbanginya.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id













Discussion about this post