Seorang developer indie bernama Eero Laine mendadak jadi sorotan setelah memutuskan untuk menarik game buatannya dari Steam karena AI. Game berjudul Hardest itu rencananya akan dihapus permanen pada 30 Januari 2026. Alasannya cukup unik, karena keputusan tersebut muncul setelah ia berdiskusi dengan pacarnya dan mulai menyadari dampak negatif dari penggunaan generative AI.
Hardest sendiri adalah game gratis bertema rock paper scissors yang dirilis pada 2025. Game ini dibuat Laine di bawah nama studio Rakuel dan sejak awal sudah mencantumkan keterangan bahwa asetnya dibuat dengan bantuan teknologi GenAI. Namun, setelah berjalan beberapa waktu, Laine merasa tidak lagi nyaman dengan keberadaan game tersebut.

Dalam pengumuman di halaman Steam, Laine menjelaskan bahwa ia membuat game ini dengan bantuan berbagai tools AI yang ia dapatkan dari kampus. Saat itu, semua terasa mudah dan seolah tidak ada konsekuensi, karena akses ke AI dan generator gambar tersedia gratis. Namun seiring waktu, pandangannya berubah total.
Laine menyebut bahwa AI sebenarnya tidak pernah benar-benar gratis. Menurutnya, penggunaan AI punya dampak besar terhadap ekonomi dan lingkungan. Ia juga merasa keberadaan game berbasis GenAI bisa dimanfaatkan perusahaan AI sebagai alasan untuk menarik investasi lebih besar, meski hasilnya tidak selalu memberi manfaat nyata bagi kreator atau pemain.

Ia menegaskan bahwa semua kode di Hardest dibuat sendiri, sehingga secara teknis ia bisa saja membuat game baru di masa depan dengan aset buatan manusia sepenuhnya. Namun membiarkan Hardest tetap ada dalam kondisi sekarang dianggapnya tidak etis dan tidak menghargai kerja keras kreator game lain. Karena itu, menghapus game dari Steam dianggap sebagai keputusan paling masuk akal.
Kasus ini kembali menyorot perdebatan panjang soal GenAI di industri game. Ada developer yang menolak keras penggunaan AI karena alasan etika dan kreativitas, sementara ada juga studio yang melihat AI sebagai alat bantu yang sah selama digunakan dengan bijak. Apa pun posisinya, keputusan Eero Laine menunjukkan bahwa diskusi soal AI bukan cuma soal teknologi, tapi juga soal nilai, tanggung jawab, dan pilihan pribadi.
Sumber: Wccftech
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id












Discussion about this post