gamerwk.com
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
gamerwk.com
No Result
View All Result

Nyobain Sea of Remnants – Berlayar di Dunia Bajak Laut yang Aneh tapi Menarik

Taufik by Taufik
February 3, 2026
in Android, iOS, Konsol, Mobile Games, PC, PlayStation 5, Review
0
Kami menghabiskan sekitar tujuh jam mencoba Sea of Remnants, proyek terbaru dari tim Joker Studio yang sebelumnya dikenal lewat Identity V.

Kami menghabiskan sekitar tujuh jam mencoba Sea of Remnants, proyek terbaru dari tim Joker Studio yang sebelumnya dikenal lewat Identity V.

Share ke FacebookShare ke TwitterShare ke Telegram

Kami menghabiskan sekitar tujuh jam mencoba Sea of Remnants, proyek terbaru dari tim Joker Studio yang sebelumnya dikenal lewat Identity V. Dari pengalaman hands-on ini, Sea of Remnants langsung terasa sebagai game yang berbeda jauh dari karya mereka sebelumnya. Baik dari cerita, pembangunan dunia, sampai gameplay-nya, semuanya punya arah baru, meski tetap membawa gaya visual dan kepribadian kuat khas tim pengembangnya.

Setelah menjelajahi dunia game ini cukup lama secara langsung selama 7 jam, jelas terlihat bahwa Sea of Remnants memadukan humor absurd dengan nuansa romantis yang halus, membuat setiap pelayaran terasa penuh rasa penasaran dan antisipasi. Gimana detailnya? Mari simak!

Bajak Laut, Boneka, dan Ingatan

Walaupun datang dari studio yang sama, Sea of Remnants tidak melanjutkan nuansa gelap dan penuh ketegangan seperti Identity V. Game ini justru membahas tema “diri dan ingatan” dengan pendekatan yang jauh lebih ringan, tapi tetap menyimpan lapisan filosofi di dalamnya. Di dunia ini, para bajak laut digambarkan seperti boneka. Ingatan mereka perlahan larut ke laut dalam bentuk cairan magenta yang mengalir keluar dari kepala mereka, namun kehilangan ini justru menjadi dorongan untuk terus melangkah maju.

Tim pengembang menekankan bahwa para bajak laut di Sea of Remnants tidak lagi berkutat pada pertanyaan eksistensial seperti “siapa diri saya”. Mereka hidup dengan prinsip menikmati momen saat ini dan tidak terlalu memikirkan hal yang terlalu berat. Setiap pelayaran membentuk sebuah siklus, berlayar ke ujung laut, menemukan kebenaran, memilih untuk melupakan, lalu kembali berlayar lagi. Struktur yang terus mengulang ini menciptakan rasa romantis yang unik, membuat dunianya terasa ringan tapi juga punya kedalaman emosional.

Eksplorasi Open-World yang Luas

Sea of Remnants membagi pengalaman bermain ke dalam dua ruang utama, yaitu Pirate City dan dunia lautan terbuka. Keduanya memberikan kontras yang jelas antara kehidupan sehari-hari dan eksplorasi jarak jauh, sekaligus memberi kebebasan bagi pemain untuk menentukan aktivitasnya sendiri.

Pirate City menjadi jantung utama game ini dan terasa sangat hidup. Tim pengembang menciptakan sekitar empat ratus NPC bajak laut dengan nama, latar belakang cerita, dan rutinitas harian masing-masing, ditambah ribuan karakter kecil lainnya. Hasilnya adalah kota yang terasa ramai dan imersif.

Saat berjalan di jalanan kota, pemain bisa melihat interaksi alami antar karakter, mendengar percakapan acak, dan menemukan kebiasaan kecil yang membuat setiap bajak laut terasa unik. Pirate City terasa seperti panggung teater boneka yang terus bergerak, penuh detail kecil, pesona, dan kepribadian.

Berbanding terbalik dengan suasana kota yang padat, dunia lautan terasa sangat luas. Pengembangannya sudah dimulai empat tahun lalu, dan skala pulau terus diperbesar dari waktu ke waktu. Setiap wilayah laut dirancang agar punya alasan eksplorasi yang berbeda.

Meski sesi preview hanya mencakup sebagian kecil peta, desain pulau, ekologi, dan event yang muncul menunjukkan bahwa ini adalah dunia yang benar-benar dipikirkan matang, bukan sekadar area kosong untuk diisi.

Ritme Eksplorasi yang Nyaman

Hal yang paling menonjol dari Sea of Remnants adalah ritme eksplorasinya yang terasa pas. Game ini tidak langsung membanjiri pemain dengan quest sejak awal atau memaksa memahami semua sistem sekaligus. Pemain diberi ruang untuk mengenal dunia secara perlahan dan alami.

Di kota, pemain bisa santai mencari harta karun, mengobrol dengan NPC, melihat-lihat toko, atau sekadar ikut minigame. Di pulau-pulau, pemain bisa mengumpulkan sumber daya, melawan monster, menyelesaikan quest, dan menemukan event acak. Semuanya terasa seimbang, tidak terlalu sederhana tapi juga tidak melelahkan.

Minigame yang Ternyata Niat

Salah satu kejutan terbesar datang dari kualitas minigame-nya. Mulai dari Sichuan Mahjong, game ritme, balapan minum bir, ular tangga, sampai permainan kartu gunting batu kertas, semuanya dibuat dengan perhatian detail.

Mahjong misalnya, mengalir mulus dari lempar dadu sampai mengambil dan mengklaim tile. Game ritmenya mengingatkan ke Rhythm Tengoku, sementara tantangan balapan bir yang terdengar konyol justru terasa seru. Yang paling penting, semua minigame ini opsional dan tidak memaksa pemain, membuatnya ringan, bisa diulang kapan saja, dan tetap menyenangkan.

Turn-Based yang Seru dan Bervariasi

Pertarungan di darat menggunakan sistem turn-based berbasis kecepatan, tanpa action point rumit atau statistik yang membingungkan. Karakter punya serangan dasar, skill, dan ultimate, sehingga mudah dipahami. Namun, seiring naik level, kedalaman sistemnya mulai terasa.

Pemain bisa mempelajari berbagai Shanties, yaitu buff dengan beragam tag. Jika syarat tertentu terpenuhi, Shanties ini membuka jalur class baru. Satu karakter bisa dikembangkan menjadi tank, damage dealer, support, atau peran utilitas lainnya. Kebebasan membentuk tim terasa sangat luas dan fleksibel.

Sorotan utama sistem combat ada di mekanik dadu. Setiap aksi menghasilkan poin peningkatan yang bisa digunakan untuk melempar dadu. Saat musuh membuka kelemahan atau punya atribut rentan, hasil lemparan dadu bisa menentukan jalannya pertarungan. Angka tinggi bisa memperkuat serangan atau memberi aksi tambahan.

Mekanik dadu ini juga muncul di eksplorasi open-world. Jika pemain menyerang musuh lebih dulu, lemparan dadu akan menentukan apakah pemain mendapat serangan pendahuluan. Jika angka pemain lebih tinggi dari musuh, seluruh kelompok musuh akan terkena serangan sebelum pertarungan dimulai.

Pengalaman membalikkan keadaan lewat lemparan dadu terasa menegangkan, seperti berjudi di sarang bajak laut. Unsur ini membuat pertarungan sederhana pun terasa dramatis dan penuh kejutan.

Ada Naval Combat Coy

Pertarungan kapal memang tidak mendominasi gameplay, tapi terasa sangat menarik. Pemain harus mengendalikan arah kapal, menjaga jalur pelayaran, dan menembakkan meriam secara bersamaan. Tantangannya aktif dan memuaskan.

Dalam sesi preview memang belum ada pertarungan bos besar, tapi tim pengembang sempat menunjukkan konten lanjutan. Sebuah kapal kecil melawan monster laut raksasa, lengkap dengan ombak besar, bayangan di bawah air, raungan keras, dan guncangan hebat. Sekilas saja sudah cukup untuk menaikkan rasa penasaran.

Kesimpulan

Berdasarkan pengalaman preview ini, Sea of Remnants adalah game yang patut diperhatikan. Game ini tidak menjual ukuran peta atau kerumitan sistem semata, tapi menawarkan dunia yang terasa hidup, aneh, dan penuh karakter. Eksplorasinya nyaman, minigame-nya mengejutkan, sistem pertarungannya unik, dan tema cerita yang memadukan romantisme dengan siklus lupa dan ingat memberi identitas kuat.

Jika kualitas di versi final bisa mempertahankan apa yang ditawarkan di preview ini, Sea of Remnants berpotensi menjadi dunia yang ingin terus dikunjungi. Berlayar, menemukan sesuatu, melupakan, lalu kembali berlayar lagi, berulang tanpa terasa membosankan.

Sea of Remnants akan dirilis pada Android, iOS, PlayStation 5, dan juga PC melalui Steam. Kamu bisa kunjungi situs resminya DI SINI untuk berbagai informasi lebih lanjut.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.

Hi guys, kami akhirnya sudah punya akun X dan YouTube resmi! Langsung saja follow:
 
Follow @GamerwkID
 

Jangan lupa untuk cek channel TikTok kami!
@gamerwk_id
Tags: Hands-OnNyobainPreviewSea of Remnants
ShareTweetShare
Previous Post

Review Dragon Quest VII Reimagined – Remake yang Nyaris Sempurna!

Next Post

Wawancara Sea of Remnants dengan Joker Studio – Lepas dari Bayangan Identity V dengan Cara Menarik

Related Posts

Call of Duty: Modern Warfare 4 bakal menggelar open beta pertamanya mulai Agustus mendatang. Open beta gratis.
Berita

Gratis, Open Beta Call of Duty: Modern Warfare 4 Dimulai Agustus

July 21, 2026
KLab telah menyiapkan selebrasi besar untuk anniversary ke-11 Bleach: Brave Souls yang siap berlangsung sebentar lagi
Android

Bleach: Brave Souls Bagi Detail Lengkap dan Ragam Kejutan Baru untuk Anniversary ke-11!

July 21, 2026
Drop Fake lewat kerjasamanya dengan Warner Bros. Interactive Entertainment resmi umumkan DCKO dengan rencana rilis di 2027
Android

DCKO Diumumkan, Game Fighting F2P Adaptasi Semesta DC untuk Mobile!

July 21, 2026
Unity Technologies resmi mengumumkan Unity 7, game engine generasi terbaru yang dijadwalkan meluncur pada kuartal pertama 2027.
Berita

Unity 7 Resmi Diumumkan, Rilis Awal 2027 dan Banyak Fitur AI

July 21, 2026
The Blood of Dawnwalker, RPG bertema vampir, dipastikan akan dirilis dalam bentuk disc yang berisi keseluruhan.
Berita

The Blood of Dawnwalker Dipastikan Punya Full Data di Disc, Tanpa Denuvo

July 21, 2026
Tidak lama setelah beroperasi lebih dulu di China, Final Fantasy XIV Mobile sayangnya akan dimatikan pada akhir September mendatang
Android

Final Fantasy XIV Mobile Akan Dimatikan di China dan Ikut Batalkan Versi Global

July 20, 2026
Next Post
Sea of Remnants bukan tipe game yang langsung ingin menjelaskan dirinya secara rapi sejak awal. Tapi ini letak serunya.

Wawancara Sea of Remnants dengan Joker Studio - Lepas dari Bayangan Identity V dengan Cara Menarik

Discussion about this post

FACEBOOK KAMI

YOUTUBE KAMI

TWITTER/X KAMI

Follow @GamerwkID

UPDATE MOBILE GAMES

Snowbreak Kembali Vakum Tanpa Kabar Soal Update Baru dan Perayaan Anniversary

Snowbreak Kembali Vakum Tanpa Kabar Soal Update Baru dan Perayaan Anniversary

by Fadhil
July 17, 2026
0

Snowbreak masih dirundungi banyak masalah sejak berakhirnya fase maintenance panjang yang membuat banyak fans khawatir soal masa depannya.

Neverness to Everness (NTE) terus mencatat performa yang luar biasa sejak dirilis pada 29 April lalu. Dapat 3 triliun Rupiah.

NTE Raup Pendapatan Lebih dari 3,3 Triliun Rupiah Hanya dalam Dua Bulan

by Taufik
July 17, 2026
0

Neverness to Everness (NTE) terus mencatat performa yang luar biasa sejak dirilis pada 29 April lalu. Setelah berhasil membukukan pendapatan...

BlackJack Studio resmi mengumumkan Langrisser: Sea of Sword untuk platform Android, iOS, PC, dan platform lain yang belum dikonfirmasi

Langrisser: Sea of Sword Diumumkan Sebagai Game Gacha RPG Baru untuk Franchisenya

by Fadhil
July 16, 2026
0

BlackJack Studio resmi mengumumkan Langrisser: Sea of Sword untuk platform Android, iOS, PC, dan platform lain yang belum dikonfirmasi.

Di artikel ini, kamu bakal nemuin panduan tier list Ragnarok The New World paling update dan terbaik untuk menjadi guide kamu.

Ragnarok The New World Tier List – Pilih Class Terbaik

by Taufik
July 16, 2026
0

Lagi cari tier list Ragnarok The New World terbaru buat tahu class paling kuat dan meta saat ini? Di artikel...

Developer Arknights Endfield menyampaikan permintaan maaf kepada komunitas pemain di Korea Selatan melalui Naver Lounge resmi.

Arknights Endfield Minta Maaf ke Pemain Korea Karena Animasi Gestur “Cubit”

by Taufik
July 16, 2026
0

Developer Arknights Endfield menyampaikan permintaan maaf kepada komunitas pemain di Korea Selatan melalui Naver resmi. Permintaan maaf ini muncul setelah...

  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd