Perusahaan investasi asal Arab Saudi, Electronic Gaming Development Company (EGDC), dilaporkan baru saja mengakuisisi sebagian saham Capcom. Langkah ini menambah daftar panjang investasi Arab Saudi di industri game global dalam beberapa tahun terakhir.
Berdasarkan laporan yang diajukan ke otoritas keuangan Jepang pada 13 Maret, EGDC kini memiliki sekitar 5,03% saham Capcom, setelah membeli total 26.788.500 lembar saham. Dalam pernyataannya, EGDC menyebut tujuan akuisisi ini murni untuk investasi, seperti mencari keuntungan dari kenaikan harga saham dan dividen.
EGDC sendiri merupakan perusahaan yang didirikan pada 2020 dan berada di bawah naungan MiSK Foundation, organisasi milik Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed Bin Salman. Nama EGDC sebelumnya sudah cukup dikenal setelah mereka mengakuisisi hampir seluruh saham SNK pada 2022, yang kini membuat mereka menguasai penuh developer seri The King of Fighters dan Fatal Fury.

Menariknya, ini bukan pertama kalinya Arab Saudi berinvestasi di Capcom. Pada 2022 lalu, Public Investment Fund (PIF) milik pemerintah Saudi juga sudah membeli sekitar 5% saham Capcom. Artinya, dengan tambahan dari EGDC, total kepemilikan dari entitas Saudi di Capcom kini semakin besar, meskipun kedua investasi ini berasal dari entitas yang berbeda.
Langkah ini juga sejalan dengan strategi Arab Saudi yang terus memperluas pengaruhnya di industri game global. Salah satu rencana besar yang sempat muncul adalah potensi akuisisi perusahaan besar seperti Electronic Arts, yang jika terealisasi bisa bernilai hingga puluhan miliar dolar.
Meski investasi ini dilihat sebagai upaya modernisasi dan ekspansi industri hiburan di Arab Saudi, langkah tersebut juga tidak lepas dari kontroversi. Pemerintah Saudi masih sering mendapat kritik terkait isu hak asasi manusia, yang membuat setiap investasi besar mereka di industri global, termasuk game, selalu jadi perhatian publik.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id












Discussion about this post