Masalah komponen PC ternyata belum selesai, bahkan sekarang mulai merambah ke sektor lain. Laporan terbaru menyebut kalau krisis CPU global justru lebih parah dibandingkan kekurangan RAM yang belakangan sudah lebih dulu terasa dampaknya di pasar.
Menurut laporan dari Digitimes, stok prosesor dari dua pemain besar seperti Intel dan AMD mulai sulit ditemukan untuk beberapa model tertentu. Bahkan bukan cuma mahal, tapi benar-benar tidak tersedia di pasaran untuk kebutuhan tertentu, terutama di segmen enterprise.

Dampak paling terasa saat ini ada di produsen PC skala besar yang membangun sistem untuk perusahaan. Banyak dari mereka sangat bergantung pada CPU Intel, sementara stok chip dari perusahaan tersebut sudah mulai terbatas sejak tahun lalu. Industri pun sekarang berharap banyak pada generasi baru berbasis proses 18A untuk menutup kekurangan ini.
Namun, perjalanan teknologi 18A sendiri tidak sepenuhnya mulus. Proses produksinya sempat mengalami kendala, terutama dari sisi yield atau tingkat keberhasilan produksi. Meski begitu, belakangan ini ada tanda-tanda perbaikan, bahkan CEO Intel sudah mulai membuka peluang penggunaan teknologi ini untuk pihak luar.

Di sisi lain, kondisi ini juga berpotensi berdampak ke pasar konsumen. Dengan harga komponen yang terus naik, termasuk RAM dan CPU, ada kemungkinan minat beli PC akan menurun sepanjang 2026. Beberapa analis bahkan memprediksi dampak terbesar akan terasa di kuartal kedua tahun ini.
Kalau situasi ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin gamer juga bakal ikut kena imbasnya. Selama ini krisis memori sudah bikin harga naik, dan sekarang CPU mulai menyusul. Dengan kebutuhan server AI yang terus meningkat, pasar komponen PC tampaknya masih akan menghadapi tekanan cukup berat dalam waktu dekat.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id












Discussion about this post