AMD memperingatkan kalau pasar PC dan gaming kemungkinan bakal mulai melambat di paruh kedua tahun 2026. Penyebab utamanya bukan karena kurangnya minat gamer, melainkan naiknya harga RAM dan berbagai komponen PC yang sekarang makin tidak terkendali akibat ledakan kebutuhan AI.
Dalam laporan keuangan Q1 2026, AMD sebenarnya masih mencatat hasil yang cukup kuat. Divisi Client dan Gaming mereka menghasilkan pendapatan sekitar 3,94 Miliar USD, naik 23% dibanding tahun lalu. Produk seperti Ryzen 9000X3D untuk desktop dan seri Ryzen AI untuk laptop disebut jadi pendorong utama pertumbuhan tersebut.

AMD mengatakan penjualan laptop dan desktop berbasis Ryzen masih sangat bagus, terutama karena banyak OEM besar seperti Dell, HP, dan Lenovo mulai memperluas lini produk mereka dengan Ryzen AI 300, Ryzen AI 400, sampai Ryzen AI MAX untuk laptop AI dan workstation. Bahkan penjualan PC Ryzen Pro di sektor bisnis disebut naik lebih dari 50% dibanding tahun sebelumnya.
Meski begitu, CEO AMD Lisa Su mengakui situasi bakal berubah di semester kedua tahun ini. Menurutnya, pengiriman PC kemungkinan turun karena harga memori dan komponen lain makin mahal. Fenomena yang sekarang dijuluki “RAMpocalypse” itu terjadi karena industri AI menyedot stok RAM dan komponen dalam jumlah besar untuk server dan data center.

Dampaknya disebut bakal lebih terasa di pasar gaming. AMD mengungkap kalau pendapatan gaming mereka sudah turun sekitar 15% secara kuartalan, dan diprediksi bakal turun lebih dari 20% lagi di paruh kedua 2026. Kondisi ini juga diperparah dengan naiknya harga konsol generasi sekarang seperti PlayStation 5 dan Xbox Series X yang sebelumnya sudah diumumkan oleh Sony dan Microsoft.
AMD menegaskan bahwa permintaan Ryzen kemungkinan masih tetap cukup kuat, tetapi kenaikan harga komponen membuat banyak konsumen mulai kesulitan masuk ke pasar PC gaming baru. Dengan RAM, storage, dan komponen lain terus naik gara-gara kebutuhan AI, industri gaming sekarang menghadapi situasi yang cukup berat. Kalau tren ini terus berlanjut, gamer kemungkinan harus siap menghadapi harga PC gaming dan hardware yang makin mahal sampai setidaknya beberapa tahun ke depan.
Sumber: via WCCFTech
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id












Discussion about this post