Keputusan Sony untuk menghentikan produksi game dalam bentuk disc mulai 2028 masih memicu pro dan kontra di kalangan gamer. Namun, analis industri game sekaligus Director of Research & Insights di Niko Partners, Daniel Ahmad, menilai perubahan ini nantinya bakal dianggap biasa saja, mirip seperti saat CD drive perlahan menghilang dari PC dan laptop.
Lewat unggahannya di X, Ahmad membandingkan situasi ini dengan keputusan Apple yang mulai menghapus CD drive dari MacBook pada 2008. Menurutnya, saat itu memang banyak yang mengeluh. Namun, seiring waktu keluhan tersebut menghilang. Bahkan sekarang, hampir tidak ada lagi orang yang mempermasalahkan laptop tanpa CD drive.
It’s more like Apple removing the CD Drive from its laptops starting in 2008.
There were definitely a high number of complaints at the time, but not a single person is complaining about it today. You couldn’t find many people complaining in the early 2010s either.
The first… https://t.co/BahlYTUABe
— Daniel Ahmad (@ZhugeEX) July 9, 2026
Meski begitu, Ahmad juga mengakui ada satu perbedaan yang cukup besar. Kali ini pemain diminta membeli konsol baru yang harganya kemungkinan jauh lebih mahal, padahal konsol lama dengan disc drive masih berfungsi dengan baik. Ia pun menilai langkah Sony menuju era digital sepenuhnya memang sudah tidak bisa dihindari. Kalau bukan terjadi di PS6, kemungkinan besar bakal terjadi di PS7.
Menurut Ahmad, kondisi pasar saat ini juga memang sudah berubah. Sebagian besar penjualan game di PlayStation dan Xbox sekarang berasal dari versi digital. Tapi, ia menilai perubahan ini bukan murni karena kebiasaan pemain. Sony juga punya alasan bisnis yang kuat karena penjualan game digital lewat PlayStation Store memberikan keuntungan yang lebih besar dibanding versi fisik yang dijual di toko.

Di tengah harga konsol yang terus naik karena mahalnya komponen seperti RAM dan storage, Sony disebut ingin lebih fokus ke pemain yang rela mengeluarkan uang lebih banyak untuk membeli game dan layanan digital. Di sisi lain, keputusan ini tentu membuat sebagian gamer yang masih suka mengoleksi disc merasa makin kehilangan pilihan.
Meski banyak kritik bermunculan, Ahmad merasa kecil kemungkinan Sony akan membatalkan kebijakan tersebut. Menurutnya, pembahasan sekarang seharusnya bukan lagi soal memilih disc atau digital, melainkan soal hak pemain atas game digital yang mereka beli. Mulai dari kepemilikan lisensi, fitur gifting, family sharing, sistem refund, sampai pelestarian game seperti yang terus diperjuangkan lewat gerakan Stop Killing Games.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id













Discussion about this post