Dalam beberapa bulan terakhir, harga chip DRAM melonjak tajam karena permintaan yang tinggi dari sektor kecerdasan buatan atau AI. Banyak produsen besar seperti Adata dan Corsair bahkan sempat menghentikan pesanan baru sementara waktu supaya bisa menyesuaikan harga. Kenaikan ini ternyata berdampak luas, termasuk ke perusahaan besar seperti ASUS yang punya berbagai produk seperti laptop.
Menurut laporan dari Liberty Times asal Taiwan, Co-CEO ASUS mengakui kalau kenaikan harga RAM bakal ikut memengaruhi harga produk mereka, mulai dari laptop, mini-PC, sampai handheld. Ia bilang kondisi ini sudah terjadi di seluruh industri, dan kalau situasi suplai serta permintaan tetap tidak seimbang, mau tidak mau harga produk juga akan ikut naik.
ASUS menjelaskan bahwa penyebab utama masalah ini adalah ketidakseimbangan antara permintaan dan produksi DRAM. Permintaan dari server AI meningkat drastis, sementara kapasitas produksi dari pabrikan RAM dalam beberapa tahun terakhir tidak banyak bertambah. Akibatnya, suplai jadi ketat dan harga terus menanjak.

Untungnya, ASUS sudah mengambil langkah antisipasi sejak awal tahun dengan memperpanjang periode stok mereka. Sampai akhir kuartal ketiga, mereka punya stok komponen sekitar dua bulan dan stok produk jadi di distributor juga sekitar dua bulan. Jadi total mereka punya empat bulan persediaan untuk menahan dampak langsung dari kenaikan harga ini.
Mereka juga bilang bakal terus kerja sama dengan pemasok RAM untuk mengatur strategi stok dan harga supaya tetap kompetitif. ASUS memperkirakan kuartal keempat nanti bakal jadi masa yang lebih tenang karena biasanya memang bukan musim ramai penjualan. Namun mereka tetap waspada karena faktor ekonomi global dan tarif impor bisa memengaruhi permintaan pasar.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id












Discussion about this post