gamerwk.com
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
gamerwk.com
No Result
View All Result

[BIC2026] Wawancara Eksklusif Dungeon Settlers dengan Logan Moon – Simulasi Strategi Terinspirasi DanMachi, Lizardman Jadi Icon, Hingga Fokus Combat

Taufik by Taufik
August 18, 2026
in PC, Wawancara
0
Di tengah banyaknya game simulation yang terus bermunculan, Dungeon Settlers mencoba mengambil jalur yang sedikit berbeda.

Di tengah banyaknya game simulation yang terus bermunculan, Dungeon Settlers mencoba mengambil jalur yang sedikit berbeda.

Share ke FacebookShare ke TwitterShare ke Telegram

Di tengah banyaknya game simulation yang terus bermunculan, Dungeon Settlers mencoba mengambil jalur yang sedikit berbeda. Game buatan CanOpener ini bukan cuma soal membangun settlement dan mengurus orang-orang di dalamnya. Pemain juga harus masuk ke dungeon, melawan monster, mencari resource, membawa hasilnya pulang, memperkuat settlement, melatih anggota tim, lalu kembali lagi untuk menjelajah lebih dalam.

Kami berkesempatan ngobrol langsung dengan Logan Moon, CEO CanOpener, studio indie kecil yang berbasis di Seoul. Logan cerita cukup banyak soal perjalanan Dungeon Settlers yang ternyata sudah dikembangkan selama lebih dari tiga tahun, inspirasi dari anime, alasan Lizardman malah dijadikan wajah utama game, respons gila pemain yang menghabiskan lebih dari 100 jam di demo, sampai alasan cukup berat di balik keputusan mereka merilis Early Access pada 4 September.

Terinspirasi Anime, Tapi Ingin Bikin Colony Sim yang Combat-nya Lebih Seru

Kalau melihat Dungeon Settlers sekilas, konsepnya memang terasa seperti campuran beberapa genre sekaligus. Pemain membangun settlement di tanah tandus, mengembangkan orang-orang yang tinggal di sana, lalu membawa mereka masuk ke dungeon untuk melawan monster dan menemukan berbagai hal misterius. Setelah selesai, mereka kembali ke settlement, melakukan berbagai persiapan, memperkuat anggota, dan mencoba masuk ke dungeon yang lebih dalam lagi.

Menariknya, salah satu inspirasi terbesar Logan justru datang dari anime Is It Wrong to Try to Pick Up Girls in a Dungeon? atau DanMachi. Yang membuatnya tertarik bukan cuma bagian karakter melawan monster di dungeon, tetapi bagaimana para petualang di anime tersebut tetap punya kehidupan ketika kembali ke permukaan. Mereka harus melakukan persiapan sebelum masuk dungeon dan juga punya hubungan dengan orang-orang di sekitar mereka.

Menurut Logan, konsep kehidupan di luar dungeon seperti itu menarik banget kalau dibawa ke sebuah game. “Mereka bukan cuma masuk dungeon buat melawan monster. Mereka juga punya kehidupan sendiri di atas. Mereka harus mempersiapkan diri sebelum masuk dungeon dan punya hubungan dengan karakter lainnya,” jelas Logan. Dari sanalah mulai muncul keinginan untuk membuat game yang tidak cuma berputar pada eksplorasi dungeon.

Logan sendiri juga memang suka memainkan game strategy. Masalahnya, ketika memainkan Windward dan berbagai colony simulation lainnya, ia merasa sistem combat di game seperti itu biasanya tidak terlalu dalam. Bagian mengurus colony memang kompleks, tetapi ketika sudah masuk pertarungan, kedalamannya terkadang tidak sebesar bagian simulasinya.

Karena itu, ia mulai berpikir bagaimana kalau konsep colony simulation dipadukan dengan combat yang jauh lebih serius. Bukannya menjadikan pertarungan sebagai aktivitas sampingan, combat justru dibuat sebagai salah satu bagian utama yang terus berhubungan dengan pembangunan settlement. Ide tersebut kemudian berkembang menjadi konsep utama Dungeon Settlers yang sekarang sudah dikerjakan CanOpener selama lebih dari tiga tahun.

Settlement dan Dungeon Tidak Bisa Jalan Sendiri-sendiri

Hal yang menurut Logan paling spesial dari Dungeon Settlers sebenarnya ada pada gameplay loop-nya. Pemain memang harus membangun settlement, tetapi untuk membuat settlement tersebut semakin bagus, mereka membutuhkan berbagai resource yang didapat dari dungeon. Sebaliknya, kalau ingin bertarung lebih baik dan menjelajah semakin jauh di dungeon, pemain juga harus terlebih dahulu memperkuat settlement.

Jadi keduanya sengaja dibuat saling membutuhkan. Resource dari dungeon bisa dipakai untuk mengembangkan settlement, sementara settlement yang semakin maju membuat anggota tim semakin siap menghadapi dungeon berikutnya. “Keduanya saling meningkatkan dan memperkuat satu sama lain. Menurut saya, inilah gameplay loop spesial dan bagian paling penting dari game ini,” ungkap Logan.

Settlement sendiri punya cukup banyak aktivitas yang bisa dilakukan. Pemain bisa mengurus berbagai kebutuhan, membuat tools dan weapon melalui blacksmith, mengembangkan tempat tinggal, sampai mempersiapkan anggota yang nantinya dibawa masuk dungeon. Jadi, waktu yang dihabiskan di luar dungeon tetap punya pengaruh langsung terhadap seberapa jauh pemain nantinya bisa bertahan ketika bertarung.

Anggota settlement juga bisa terus dilatih dan dibuat semakin kuat. Logan ingin ada rasa progression dan pencapaian ketika pemain melihat anggota yang awalnya biasa saja perlahan berkembang menjadi karakter yang bisa diandalkan dalam combat. Semakin jauh dungeon yang ingin dijelajahi, semakin penting pula persiapan yang dilakukan sebelumnya.

Tapi Dungeon Settlers juga tidak selalu memberikan situasi yang enak. Logan mengatakan pemain nantinya bisa menghadapi kondisi yang cukup kejam dan dipaksa mengambil keputusan sulit. Salah satu contohnya adalah ketika sebuah ekspedisi berjalan buruk dan pemain harus memilih meninggalkan salah satu anggota demi menyelamatkan anggota lainnya.

“Kadang kalian harus meninggalkan salah satu anggota supaya anggota yang lain bisa selamat. Itu salah satu keputusan sulit yang harus kalian ambil,” jelas Logan. Jadi, karakter yang sudah lama dilatih belum tentu akan selalu berhasil dibawa pulang. Ada kemungkinan pemain harus memilih siapa yang tetap dibawa dan siapa yang terpaksa dikorbankan demi keselamatan kelompok.

Kenapa Malah Lizardman yang Dijadikan Wajah Utama?

Salah satu hal yang langsung menarik perhatian dari Dungeon Settlers adalah pemilihan Lizardman sebagai karakter utama di key art. Pilihan seperti ini memang cukup jarang, apalagi game tersebut sebenarnya punya berbagai ras lain dan tidak cuma berisi karakter Lizardman.

Ternyata alasan CanOpener memilihnya cukup simpel. Ketika membuat key art, tim merasa membutuhkan karakter yang sekali lihat langsung memberi tahu orang kalau Dungeon Settlers adalah sebuah game fantasy. Kalau hanya menampilkan manusia, identitas fantasy tersebut mungkin tidak langsung terlihat.

“Kami butuh sesuatu yang bisa langsung menunjukkan kalau kami sedang membuat game fantasy. Karena Lizardman bukan manusia, kami merasa dia efektif untuk menyampaikan hal tersebut,” jelas Logan. Dari pertimbangan itulah Lizardman akhirnya dipilih menjadi karakter yang paling menonjol dalam key art Dungeon Settlers.

Jadi bukan karena Lizardman merupakan satu-satunya ras penting di gamenya. Pemilihannya lebih untuk memperkuat identitas visual Dungeon Settlers. Orang yang baru pertama kali melihat artwork-nya bisa langsung menangkap kalau game ini berada di dunia fantasy yang dihuni berbagai ras, bukan sekadar game membangun settlement biasa.

Relationship Belum Jadi Fokus Karena Combat Lebih Diutamakan

Dengan banyaknya anggota yang tinggal bersama dalam settlement, cukup wajar kalau muncul pertanyaan soal relationship system. Logan sendiri mengaku cukup sering ditanya apakah karakter di Dungeon Settlers nantinya bisa membangun hubungan satu sama lain, terutama karena bagian kehidupan para karakter juga menjadi salah satu inspirasi awal gamenya.

Logan sebenarnya ingin memperluas bagian tersebut. Hanya saja, dalam kondisi Dungeon Settlers sekarang, relationship system masih belum terlalu dalam. CanOpener memilih menggunakan waktu dan resource pengembangan mereka untuk membuat bagian combat lebih matang terlebih dahulu.

“Kami ingin pemain lebih fokus ke combat daripada hubungan antar karakter. Tapi mungkin ke depannya kami perlu melihat lagi seberapa banyak yang bisa kami kembangkan di bagian tersebut,” jelas Logan. Jadi, relationship bukan sesuatu yang benar-benar dibuang dari rencana, hanya saja saat ini belum menjadi prioritas utama.

Hal tersebut juga sesuai dengan arah Dungeon Settlers yang memang ingin membuat combat lebih menonjol dibanding colony simulation pada umumnya. Namun, Logan sendiri tidak menutup kemungkinan kalau sistem hubungan antar karakter akan mendapatkan perhatian lebih banyak setelah bagian utama game sudah semakin matang.

Ada Pemain yang Menghabiskan Lebih dari 100 Jam di Demo

Sebelum masuk Early Access, Dungeon Settlers sudah punya demo yang bisa dicoba pemain. Respons yang diterima CanOpener sejauh ini ternyata cukup positif. Menurut Logan, banyak pemain mengatakan kalau mereka melihat potensi yang besar dari Dungeon Settlers dan sekarang menunggu versi Early Access-nya dirilis.

Buat tim indie kecil yang sudah menghabiskan lebih dari tiga tahun mengembangkan satu game, respons seperti itu tentu cukup berarti. Logan sendiri merasa senang karena banyak pemain yang mengatakan mereka benar-benar menikmati Dungeon Settlers, padahal versi yang tersedia sekarang baru sebatas demo dan kontennya masih jauh dari lengkap.

Yang paling menarik, ternyata sudah ada pemain yang menghabiskan waktu lebih dari 100 jam hanya di versi demo. “Bahkan ada orang yang sudah memainkan game kami lebih dari 100 jam, padahal sekarang masih tahap demo,” ungkap Logan.

Angka tersebut cukup menarik karena Dungeon Settlers memang sangat bergantung pada gameplay loop yang berulang. Pemain membangun settlement, melatih anggota, masuk dungeon, mendapatkan resource, pulang untuk melakukan upgrade, lalu kembali lagi ke dungeon dengan persiapan yang lebih matang. Kalau loop tersebut sudah bisa membuat sebagian pemain bertahan sampai ratusan jam di demo, tentu menarik melihat seperti apa hasilnya ketika konten game semakin lengkap.

Early Access di September Ternyata Dipilih Karena Kondisi Tim

Dungeon Settlers akan memasuki Early Access pada 4 September, waktu yang cukup berani karena September biasanya menjadi bulan yang padat dengan berbagai rilisan game. Tapi ternyata CanOpener bukan sengaja memilih tanggal tersebut karena merasa percaya diri ingin berhadapan dengan banyak game lainnya.

Alasannya justru datang dari kondisi mereka sebagai studio indie kecil. CanOpener sudah mengembangkan Dungeon Settlers selama lebih dari tiga tahun dan selama periode tersebut mereka belum mendapatkan pemasukan dari game yang sedang dibuat. Di titik tertentu, mereka akhirnya tidak punya banyak ruang lagi untuk terus memperpanjang pengembangan tanpa mulai merilis gamenya.

“Kami tim kecil dan sudah mengembangkan game ini selama tiga tahun. Kami sudah tidak punya banyak ruang untuk menghabiskan waktu lebih lama lagi karena game ini belum menghasilkan pemasukan dan secara finansial memang sudah cukup berat,” ungkap Logan.

Karena kondisi tersebut, September akhirnya menjadi waktu yang dipilih untuk membawa Dungeon Settlers ke Early Access. Jadi, keputusan tanggal rilisnya bukan sekadar strategi mencari waktu yang bagus, tetapi juga karena realita yang harus dihadapi tim indie setelah bertahun-tahun mengembangkan game tanpa pemasukan.

Logan juga cukup terbuka soal kondisi Dungeon Settlers ketika Early Access dimulai. Menurutnya sendiri, jumlah konten yang tersedia masih belum cukup banyak. Artinya, CanOpener memang melihat Early Access sebagai bagian dari proses pengembangan, bukan sebagai game yang sebenarnya sudah selesai tetapi hanya menggunakan label Early Access.

Target Akhirnya Enam Region dan Modding

Ketika Early Access dimulai, pemain sudah bisa menikmati gameplay utama Dungeon Settlers. Salah satunya adalah melatih anggota settlement dan membawa mereka masuk ke pertarungan. Logan ingin proses membangun karakter tersebut memberikan rasa progression dan pencapaian ketika pemain melihat anggota tim semakin kuat dari waktu ke waktu.

Namun dari sisi konten, Logan sendiri mengakui masih banyak yang harus dikerjakan. “Kalau menurut saya, versi Early Access masih belum punya cukup banyak konten. Kami juga belum mendukung modding, jadi setelah Early Access kami akan mempersiapkan semua itu supaya gamenya bisa benar-benar lengkap,” jelasnya.

Salah satu pekerjaan terbesar CanOpener adalah menambah jumlah region. Saat Early Access, Dungeon Settlers baru punya dua region dungeon. Sementara untuk versi full release, tim menargetkan total enam region, yang berarti masih ada empat region tambahan yang harus mereka buat sepanjang pengembangan.

Nantinya pemain akan bisa melakukan perjalanan dari region pertama sampai region terakhir dan benar-benar melihat ending Dungeon Settlers. “Sekarang kami baru punya dua region sebagai dungeon, tapi di versi full release nanti totalnya akan ada enam region. Jadi kami masih akan membuat empat region lagi sampai gamenya benar-benar selesai,” jelas Logan.

Selain memperbanyak region, modding support juga menjadi salah satu hal yang ingin dipersiapkan CanOpener setelah Early Access. Untuk sekarang fitur tersebut memang belum tersedia, tetapi Logan sudah menyebutnya sebagai salah satu bagian yang ingin mereka kerjakan dalam perjalanan menuju versi penuh.

Dungeon Settlers akan rilis dalam tahap early access pada 4 September mendatang di Steam.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.

Hi guys, kami akhirnya sudah punya akun X dan YouTube resmi! Langsung saja follow:
 
Follow @GamerwkID
 

Jangan lupa untuk cek channel TikTok kami!
@gamerwk_id
Tags: BIC 2026Busan Indie Connect Festival 2026Dungeon SettlersInterviewLogan MoonWawancara
ShareTweetShare
Previous Post

Kingdom Hearts IV Dijanjikan 100% Tidak Akan Sampai Kena Tunda

Next Post

Hayden Panettiere, Pengisi Suara Kairi di Kingdom Hearts, Meninggal Dunia di Usia 36 Tahun

Related Posts

Tai Yasue dan Tetsuya Nomura dari Square Enix mengonfirmasi kalau jadwal rilis Kingdom Hearts IV sudah 100% dikunci untuk 2027
Berita

Kingdom Hearts IV Dijanjikan 100% Tidak Akan Sampai Kena Tunda

August 18, 2026
PlayStation telah mengadakan ajang State of Play terbaru yang berfokus pada detail lebih lengkap dari Phantom Blade Zero
Berita

Phantom Blade Zero Kembali Dipamerkan Lewat Showcase 18+ Menit yang Berlimpah Detail

August 18, 2026
Simak rangkuman wawancara eksklusif kami dengan Yongha Kim selaku director Blue Archive dari ajang Busan Indie Connect Festival 2026
Wawancara

[BIC2026] Wawancara Blue Archive dengan Director Yongha Kim – Bahas Masa Depan IP hingga Kecintaan Terpendam dengan Scene Indie!

August 18, 2026
Di BIC 2026, kami berkesempatan duduk bersama Yoshida dalam sebuah interview eksklusif untuk membahas peran barunya.
Industri

[EKSKLUSIF] Wawancara dengan Shuhei Yoshida – Dari PlayStation ke Advisor Dev Indie, AI, dan Masa Depan Industri Gaming

August 18, 2026
Monitor gaming yang selama ini masih relatif aman dari kenaikan harga komponen PC, sekarang mulai ikut kena imbas.
Berita

Harga Monitor Juga Mulai Terancam Naik Karena Biaya Produksi Tinggi

August 18, 2026
Square Enix akhirnya memperlihatkan trailer baru Kingdom Hearts 4 sekaligus mengungkap bahwa game ini ditargetkan rilis pada akhir 2027.
Berita

Kingdom Hearts 4 Dapat Trailer Baru, Rilis Ditargetkan Akhir 2027

August 15, 2026
Next Post
Hayden Panettiere, aktris yang punya karier panjang di TV, film, sampai video game, meninggal dunia di usia 36 tahun.

Hayden Panettiere, Pengisi Suara Kairi di Kingdom Hearts, Meninggal Dunia di Usia 36 Tahun

Discussion about this post

FACEBOOK KAMI

YOUTUBE KAMI

TWITTER/X KAMI

Follow @GamerwkID

UPDATE MOBILE GAMES

Artikel ini akan memberikan panduan lengkap dan mudah dipahami tentang cara redeem code JoJo's Bizarre Adventure: Golden Spirit.

JoJo’s Bizarre Adventure: Golden Spirit Redeem Code – Reward Gratis

by Taufik
August 14, 2026
0

JoJo's Bizarre Adventure: Golden Spirit adalah game mobile resmi JoJo yang menghadirkan karakter dari Phantom Blood sampai Stone Ocean dan...

Game monster-catching RPG open-world free-to-play Aniimo akhirnya punya tanggal rilis. Hadir bulan depan di banyak platform.

Game Monster-Catching Aniimo Rilis 16 September, Bisa Main Gratis

by Taufik
August 13, 2026
0

Game monster-catching RPG open-world free-to-play Aniimo akhirnya punya tanggal rilis. Game ini bakal meluncur pada 16 September 2026 untuk PS5,...

MINTROCKET sudah mengonfirmasi kalau DAVE THE DIVER akan rilis di Android dan iOS pada 17 September mendatang

Game Indie Populer DAVE THE DIVER Akan Rilis di Android dan iOS Bulan Depan!

by Fadhil
August 13, 2026
0

MINTROCKET sudah mengonfirmasi kalau DAVE THE DIVER akan rilis di Android dan iOS pada 17 September mendatang.

Granblue Fantasy rencananya akan membawa rerun kolaborasi Gintama dan My Hero Academia pada bulan Oktober mendatang

Granblue Fantasy Akan Hadirkan Rerun Event Kolaborasi Gintama dan My Hero Academia

by Fadhil
August 11, 2026
0

Granblue Fantasy rencananya akan membawa rerun kolaborasi Gintama dan My Hero Academia pada bulan Oktober mendatang.

Industri game mobile Jepang lagi masuk periode yang cukup berat. Data terbaru dari Teikoku Databank, sebut banyak yang bangkrut.

Banyak Developer Game Mobile Jepang Bangkrut, 2026 Bisa Yang Terparah

by Taufik
August 11, 2026
0

Industri game mobile Jepang lagi masuk periode yang cukup berat. Data terbaru dari Teikoku Databank menunjukkan sudah ada 10 perusahaan...

  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd