Capcom lagi nyiapin perubahan besar buat RE Engine, engine internal mereka yang dipakai sejak Resident Evil 7: Biohazard pada 2017. Lewat proyek baru bernama REX, Capcom pengen membawa engine tersebut ke tahap berikutnya sampai akhirnya menjadi apa yang mereka sebut sebagai “game engine generasi AI”, dengan AI yang lebih nyatu ke proses pengembangan game.
RE Engine sendiri sudah dipakai di lebih dari 27 game Capcom dan sekarang digunakan oleh lebih dari 2.000 developer mereka. Masalahnya, game AAA makin besar, jumlah data makin banyak, tool pengembangan makin berat, dan tim yang memakainya juga makin beragam. Ditambah lagi perkembangan AI yang sangat cepat, Capcom merasa engine mereka juga harus ikut berubah supaya proses bikin game nggak makin lama dan ribet.

Karena itu lahirlah REX, proyek besar buat terus meng-upgrade RE Engine tanpa harus bikin engine baru dari nol. Di dalamnya ada beberapa teknologi baru, mulai dari RE:Dox buat mempercepat pengolahan data, RE:UI buat bikin tool developer lebih ringan, RE:Log buat mempermudah pencarian error, RE:Flows buat bikin sistem gameplay dengan lebih gampang, sampai RE:Runtime yang fokus meningkatkan performa engine saat menangani banyak karakter dan object sekaligus.
Bagian AI-nya sendiri cukup menarik. Capcom pengen seluruh sistem RE Engine lebih gampang dibaca dan dipahami AI, jadi nantinya AI bisa memahami program, membantu bikin kode, melakukan test play, sampai otomatis mencari bug. Beberapa teknologi seperti RE dan RE bahkan sudah mulai dibuat open-source supaya bisa dilihat publik dan ikut dipakai sebagai bahan pembelajaran AI.
Meski begitu, arahnya bukan sekadar bikin AI mengambil alih semua pekerjaan developer. Target Capcom lebih ke “bikin game bareng AI”, dengan teknologi tersebut dipakai buat mempercepat bagian teknis dan pekerjaan yang repetitif. Harapannya, developer manusia bisa lebih fokus ke bagian kreatif dan pekerjaan yang memang butuh sentuhan manusia, sambil memangkas waktu yang kebuang buat proses teknis, testing, atau mencari error.
Pada akhirnya, Capcom pengen RE Engine jadi sistem yang lebih gampang dipakai siapa saja, baik developer lama, orang baru, tim luar Jepang, maupun AI. Jadi istilah “game engine generasi AI” di sini bukan berarti game Capcom nantinya otomatis dibuat generative AI, tapi lebih ke engine yang sejak awal dirancang supaya manusia dan AI bisa kerja bareng dalam proses pengembangan.
Sumber: Gamebiz.jp
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id












Discussion about this post