Undang-undang baru Jepang yang bertujuan menciptakan persaingan sehat di pasar game mobile kini menuai kontroversi. Aturan bernama Mobile Software Competition Act atau MSCA ini awalnya diharapkan bisa membantu developer game mobile, namun langkah balasan dari Apple justru dianggap mengurangi manfaat besarnya.
Isu ini mencuat setelah CEO Epic Games, Tim Sweeney, mengkritik kebijakan baru Apple di Jepang lewat unggahan di X pada 18 Desember. Ia menilai perubahan tersebut sebagai bentuk penghalangan serius terhadap hukum baru Jepang dan menyatakan bahwa Fortnite tidak akan kembali ke iOS Jepang tahun ini. Kritik serupa juga datang dari sejumlah developer lokal Jepang.
Sadly, Fortnite will not return to iOS in Japan in 2025 as promised. Apple was required to open up iOS to competing stores today, and instead of doing so honestly, they have launched another travesty of obstruction and lawbreaking in gross disrespect to the government and people… pic.twitter.com/7hu5eGMQX6
— Tim Sweeney (@TimSweeneyEpic) December 18, 2025
MSCA sendiri dirancang untuk membatasi dominasi perusahaan besar seperti Apple dan Google di ekosistem mobile. Salah satu poin terpentingnya adalah mewajibkan sistem operasi dibuka untuk toko aplikasi pihak ketiga. Bagi developer game mobile, ini penting karena selama ini mereka harus membayar komisi hingga 30 persen untuk setiap transaksi dalam aplikasi.
Namun Apple menanggapi MSCA dengan alasan keamanan dan privasi. Perusahaan tersebut menyebut toko aplikasi dan sistem pembayaran alternatif berpotensi membuka celah penipuan dan malware. Sebagai respons, Apple menerapkan biaya baru di Jepang, termasuk komisi 21 persen untuk pembayaran dalam aplikasi pihak ketiga dan 15 persen untuk transaksi yang dilakukan lewat situs web developer. Biaya ini oleh Sweeney disebut sebagai biaya tidak masuk akal.
Selain itu, Apple juga mewajibkan developer yang mendistribusikan aplikasi di luar App Store untuk mengirim laporan transaksi bulanan ke Apple lewat API khusus. Kebijakan ini dikritik karena dianggap seperti pengawasan terhadap semua transaksi yang terjadi di luar ekosistem App Store.
《続・スマホ新法についての考え方》… https://t.co/bWx7LM7Lfk
— うきょう@ゲームプロデューサー兼マーケッター (@ukyoP_san) December 19, 2025
Padahal, banyak developer Jepang awalnya berharap MSCA bisa menurunkan beban biaya dan pada akhirnya membuat harga microtransaction lebih ramah untuk pemain. Kenyataannya, dengan biaya tambahan, biaya operasional, dan ongkos pemeliharaan sistem baru, keuntungan meninggalkan App Store jadi terasa makin kecil, terutama bagi studio kecil dan menengah.
Produser game Jepang bernama Ukyo menyebut bahwa setelah berdiskusi internal, timnya menilai hampir tidak ada keuntungan nyata untuk keluar dari App Store saat ini. Biaya dukungan pelanggan, pengembangan awal, hingga biaya transaksi pihak ketiga justru berpotensi meningkat dan pada akhirnya bisa membebani pemain. Karena itu, ia menilai langkah paling aman saat ini adalah menunggu penyempurnaan aturan lewat keputusan pengadilan atau tindakan lanjutan dari otoritas persaingan usaha Jepang.
Sumber: Automaton
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id












Discussion about this post