CEO Microsoft Satya Nadella baru-baru ini memberikan komentar menarik soal NVIDIA dan hubungan perusahaan tersebut dengan industri game. Dalam sebuah wawancara bersama WindowsCentral, Nadella menyebut bahwa tanpa gaming, kemungkinan besar NVIDIA tidak akan pernah menjadi perusahaan seperti sekarang.
Komentar tersebut sebenarnya disampaikan dengan nada bercanda saat berbicara tentang CEO NVIDIA, Jensen Huang. Nadella mengatakan bahwa perkembangan teknologi GPU dan akselerasi grafis tidak akan terjadi tanpa dunia game. Ia bahkan menyinggung peran teknologi seperti DirectX yang membantu mendorong revolusi GPU sejak awal.

Memang tidak bisa dipungkiri bahwa NVIDIA awalnya berkembang lewat industri game. GPU pertama mereka, GeForce 256, dibuat untuk mengatasi keterbatasan rendering grafis di PC gaming pada masa itu. Sejak saat itu, perkembangan GPU untuk kebutuhan game terus mendorong inovasi yang akhirnya membuka jalan bagi teknologi komputasi modern, termasuk AI.
Namun situasinya sekarang terasa berbeda. Sejak booming teknologi AI beberapa tahun terakhir, permintaan terhadap chip AI NVIDIA meningkat sangat drastis. Fokus perusahaan pun semakin condong ke pasar enterprise dan data center, yang memberikan keuntungan jauh lebih besar dibanding pasar gaming.

Dampaknya mulai terasa di dunia gamer. Beberapa produk GPU konsumen mengalami keterbatasan stok, bahkan seri baru seperti RTX 50 SUPER disebut mengalami penundaan. Selain itu, harga komponen seperti memori juga ikut melonjak karena permintaan dari sektor AI yang sangat tinggi.
Untuk mengatasi situasi ini, NVIDIA disebut mulai mencari berbagai cara agar GPU gaming tetap relevan, termasuk lewat teknologi upscaling berbasis AI dan bahkan kemungkinan menghadirkan kembali kartu grafis lama seperti RTX 3060. Namun untuk saat ini, terlihat jelas bahwa dalam persaingan antara pasar gaming dan AI, prioritas utama NVIDIA lebih condong ke dunia AI.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id












Discussion about this post