Sasha Ariana, penulis dari game hits A Space for the Unbound, perlihatkan Project Giant Monster. Lewat pengumuman di Facebook, Sasha cerita kalau ia kembali bekerja bareng tim yang sama dari game sebelumnya untuk proyek game jam internal Toge kali ini. Tema yang dipilih pun jauh lebih liar, yaitu kaiju raksasa yang menyerang kota.
Dalam teaser ceritanya, Project Giant Monster mengisahkan dunia setahun setelah kemunculan monster Kalagigas yang pernah menghancurkan kota Ambasari. Sang pahlawan raksasa humanoid bernama Metasakti, yang sebelumnya berhasil menghentikan monster itu, kini menghilang entah ke mana. Ketika ancaman Kalagigas muncul lagi, pertanyaan besar pun muncul: apakah Metasakti bakal kembali menyelamatkan bumi?
Tim yang mengerjakan proyek ini juga sudah diumumkan. Dimas Novan bertindak sebagai sutradara sekaligus salah satu artist, sementara posisi programmer diisi Ahmad Fadillah dan Lukman Alfian. Visual dikerjakan oleh tim artist yang sama kuatnya, dan Sasha sendiri kembali sebagai penulis cerita. Musiknya digarap Masdito “ittou” Bachtiar. Walau masih dalam tahap awal, kombinasi talenta ini cukup menarik.
Belum ada detail resmi soal seperti apa gameplay-nya, tapi dari screenshot yang dibagikan, game ini terlihat membawa vibe yang mirip A Space for the Unbound: fokus kuat pada narasi, visual pixel art yang khas, dan kini dibalut tema kaiju yang bikin tampilannya makin unik. Premisnya juga terdengar seperti perpaduan antara drama manusia, misteri, dan aksi raksasa ala film Jepang klasik.

Project Giant Monster langsung jadi sorotan karena ekspektasi besar yang dibawa oleh A Space for the Unbound. Game sebelumnya itu sukses besar, menang banyak penghargaan, dan dipuji media lokal maupun internasional karena cerita dan presentasinya yang menyentuh. Dengan reputasi itu, wajar kalau game baru bernuansa kaiju ini jadi salah satu proyek indie Indonesia yang paling ditunggu.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id











Discussion about this post