Seorang programmer dan produser game Jepang bernama Itchie baru baru ini memicu diskusi menarik soal tutorial game. Lewat cuitan di X, mantan developer yang pernah bekerja di perusahaan seperti Square Enix dan SNK itu membagikan pengalaman pahit di awal kariernya. Ia menyadari bahwa asumsi developer soal pemain sering kali keliru, terutama ketika melihat angka pemain yang berhenti main di awal game.
Itchie bercerita bahwa saat mengembangkan game mobile, ia mendapati tingkat pemain keluar yang tinggi. Ia sempat mengira penyebabnya adalah tutorial yang kurang jelas, sehingga memutuskan menambahkan lebih banyak penjelasan. Namun setelah memeriksa data, ternyata pemain hampir tidak membaca instruksi sama sekali. Masalah utamanya bukan karena tidak paham, melainkan karena pemain terlalu lama menunggu sebelum bisa menyentuh kontrol. Setelah tutorial dipangkas sekitar 30 detik, tingkat pemain bertahan langsung meningkat.
ソーシャルゲームを作っていた頃、ユーザーの離脱率を見ながら、「チュートリアルでつまずいているのではないか」と考え、説明文を増やしたことがあります。…
— いっちー|ゲームプログラマー・プロデューサー出身のSS事業責任者&EM @辰巳電子工業 (@itchie_tatsumi) December 19, 2025
Menurut Itchie, ini jadi contoh kegagalan yang muncul karena developer terlalu menebak nebak pemahaman pemain tanpa benar benar mengukurnya. Alih alih menambah teks dan penjelasan, ternyata solusi yang lebih efektif adalah membuat pemain bisa langsung bermain secepat mungkin. Intinya, pemain ingin merasakan game lebih dulu, bukan membaca panduan panjang di awal.
Pendapat ini diamini oleh developer lain, Shimaguni Yamato. Ia mengatakan bahwa saran dari manajemen sering kali hanya satu, yaitu menambah penjelasan. Padahal menurutnya, jauh lebih penting memberi rasa seru sejak awal. Sistem game memang rumit, tapi pemain akan lebih rela mempelajarinya setelah mereka benar benar tertarik. Ia juga menyinggung Xenoblade Chronicles 2, game populer yang sering dikritik karena tutorialnya terlalu padat, sebagai contoh bahwa penjelasan sebaiknya dibagi kecil kecil dan muncul di tengah permainan.

Hiroyuki Matsumoto, CEO perusahaan outsourcing model 3D Flight Unit, bahkan menyampaikan pendapat yang lebih blak blakan. Menurutnya, pemain pada dasarnya hanya ingin langsung bermain dan memang tidak suka tutorial. Ia mengaku sering lupa penjelasan awal game, bahkan setelah bermain lama. Yang dibutuhkan pemain justru petunjuk sederhana, seperti penanda arah atau peringatan singkat sebelum memakai item penting.

Di sisi lain, banyak developer dan pemain justru memuji pendekatan Nintendo dalam memperkenalkan mekanik game. Nintendo dinilai piawai mengajarkan kontrol lewat gameplay tanpa terasa seperti tutorial. Bahkan belakangan, beberapa game mereka hampir menghilangkan tutorial sama sekali dan membiarkan pemain belajar sambil bermain, seperti di Mario Kart.
Pendekatan ini membuat banyak judul Nintendo dianggap punya tutorial ideal. Pemain menyorot The Legend of Zelda: Ocarina of Time hingga Donkey Kong Bananza sebagai contoh game yang mengajarkan mekanik secara alami. Diskusi ini memperkuat satu kesimpulan sederhana, pemain tidak suka diajari terlalu banyak di awal, dan tutorial terbaik adalah yang nyaris tidak terasa seperti tutorial.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id













Discussion about this post