Kabar buruk datang buat fans RPG. Electronic Arts resmi menutup BioWare, studio legendaris di balik Mass Effect dan Dragon Age, sementara proyek Mass Effect baru yang selama ini masih dikembangkan juga ikut dibatalkan. BioWare berdiri sejak 1995, jadi penutupan ini mengakhiri perjalanan studio tersebut setelah sekitar 31 tahun. BioWare sendiri sudah mengonfirmasi kalau studio mereka memang ditutup dan pengembangan Mass Effect berikutnya dihentikan.
Mass Effect baru tersebut kabarnya sudah dikerjakan oleh tim kecil yang tersisa, sekitar 50 orang, setelah BioWare sebelumnya beberapa kali kena pengurangan karyawan. EA sekarang juga melakukan PHK terhadap sekitar 400 karyawan secara total, termasuk sekitar 50 orang di BioWare, yang berarti kurang lebih 350 karyawan lainnya berasal dari berbagai bagian EA. Restrukturisasi ini datang setelah EA dibeli lewat kesepakatan senilai $55 miliar atau sekitar Rp990,3 triliun, yang ikut menaruh sekitar $18 miliar atau Rp324,1 triliun utang di perusahaan.
https://t.co/TicSujMWps
— BioWare (@bioware) October 21, 2026
Ancaman penutupan sebenarnya sudah lama menghantui BioWare setelah beberapa gamenya gagal memenuhi ekspektasi secara komersial. Salah satu kesuksesan besar terakhir mereka adalah Dragon Age: Inquisition pada 2014, yang memenangkan Game of the Year di The Game Awards dan akhirnya terjual sekitar 12 juta copy, menjadikannya game BioWare terlaris. Tiga tahun kemudian, Mass Effect: Andromeda mulai menandai periode sulit studio tersebut karena responsnya jauh di bawah trilogi original.
Masalahnya makin besar lewat Anthem, game live-service yang awalnya dirancang buat bertahan lebih dari sepuluh tahun. Proyek tersebut justru berakhir mengecewakan setelah menghabiskan biaya pengembangan besar, sementara rencana pengembangan jangka panjang dan overhaul besarnya dihentikan sekitar dua tahun setelah rilis. Setelah kegagalan Anthem, Dragon Age berikutnya yang awalnya juga dirancang sebagai live-service akhirnya diubah di tengah pengembangan menjadi game single-player.
Hasilnya adalah Dragon Age: The Veilguard, yang mendapat respons cukup bagus dari reviewer tetapi gagal memenuhi target pemain EA. Dalam tiga bulan pertamanya, game tersebut hanya menjangkau sekitar 1,5 juta pemain lewat penjualan dan EA Play, padahal EA berharap angkanya setidaknya dua kali lebih besar. Performa tersebut kemudian diikuti pengurangan besar di BioWare sampai tim yang tersisa akhirnya cuma fokus mengembangkan Mass Effect baru sebelum proyek itu sekarang ikut dibatalkan.
Penutupan ini jelas jadi akhir yang pahit buat studio yang selama lebih dari tiga dekade melahirkan beberapa RPG Barat paling berpengaruh, mulai dari Baldur’s Gate, Baldur’s Gate II, Neverwinter Nights, Star Wars: Knights of the Old Republic, Jade Empire, Dragon Age, sampai Mass Effect. Untuk sekarang, nasib IP Dragon Age dan Mass Effect setelah BioWare ditutup masih belum jelas, meskipun keduanya tetap menjadi properti milik EA.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id











Discussion about this post