Sebagai salah satu game terlama yang masih mendapat dukungan aktif dari Blizzard, Hearthstone sudah memfasilitasi para fans dengan pengalaman bermain yang semamin diperkaya lewat berbagai mode dan fitur baru. Melalui ajang BlizzCon 2026 yang berlangsung akhir pekan kemarin, tim kami telah berkesempatan mewawancarai Initial Designer Cora Georgiou dan Lead Designer Live Player Experience Ryan Hickman dari tim Hearthstone mengenai keyword Assemble, kehadiran Monk sebagai class baru, fitur The Journey, hingga rencana menghadirkan pengalaman bermain 2v2 di Tavern Brawl.

Assemble Biarkan Pemain Membuat Kartu Mereka Sendiri
Salah satu fitur baru yang paling menarik perhatian adalah Assemble, keyword yang akan hadir dalam expansion Reign of the Black Empire. Sistem ini memungkinkan pemain mengambil bagian dari dua minion lain dan menggabungkannya dengan satu minion dasar untuk menciptakan kartu dengan efek yang berbeda.
Cora Georgiou menjelaskan kalau pemain nantinya akan memiliki satu minion dasar serta dua minion lain yang bisa digunakan untuk mengambil bagian depan atau belakang dari text box mereka. Sebagai contoh, pemain bisa menggunakan Doomsayer sebagai minion dasar, lalu mengganti bagian awal efeknya dengan efek dari minion lain.
“Kalau bagian kedua Doomsayer mengatakan ‘Destroy all minions,’ lalu saya mengambil minion yang bagian pertamanya mengatakan ‘After you cast a spell,’ saya bisa mengganti ‘At the end of your turn’ pada Doomsayer dengan ‘After you cast a spell.’ Jadi Doomsayer yang sudah di-assemble akan mengatakan, ‘After you cast a spell, destroy all minions.'”

Dengan lebih dari 250 minion yang tersedia dalam pool yang telah dikurasi oleh tim developer, jumlah kombinasi yang mungkin dibuat sangat besar. Mereka juga telah berusaha menghapus beberapa minion yang dianggap bisa menimbulkan masalah dari sisi balance. Bagi Cora, salah satu daya tarik terbesar Assemble adalah bagaimana fitur ini memberikan kesempatan kepada pemain untuk benar-benar merasa seperti mereka sedang membuat kartu sendiri.
“Sangat menyenangkan bisa mewujudkan fantasi untuk membiarkan pemain menjadi pihak yang membuat kartu mereka sendiri. Dan menurut saya, ini mungkin adalah keyword paling ambisius yang pernah kami buat.”
Pengembangan fitur tersebut juga menjadi tantangan tersendiri bagi tim developer. Cora secara khusus menyebut John McIntyre, lead designer untuk expansion tersebut, yang menghabiskan banyak waktu untuk memperbaiki berbagai kombinasi yang ditemukan selama pengembangan.
“Kalau kalian menemukan sebuah kombinasi lalu mengatakan, ‘Format teksnya salah,’ atau ‘Menurut kami ini terlalu kuat,’ atau ‘Ada sesuatu yang tidak bekerja dengan baik,’ kalian bisa mengirimkannya kepadanya dan dia akan langsung memperbaikinya dan melakukan update.”
Cora bahkan mengaku tidak yakin bagaimana tim engineer mereka bisa membuat sistem tersebut bekerja. Tapi hasil akhirnya menurutnya merupakan salah satu fitur paling mengesankan yang pernah mereka buat.
Monk Akhirnya Hadir di Hearthstone
Selain Assemble, salah satu pengumuman besar lainnya adalah hadirnya Monk sebagai class baru. Tapi meski pengumumannya sudah dilakukan, Cora masih belum diperbolehkan membicarakan banyak detail mengenai class tersebut.
“Tuhan, saya berharap bisa. Ya ampun. Mereka benar-benar melakukan hal paling kejam kepada kami. Mereka bilang, ‘Oke, kita akan mengumumkan Monk.’ Lalu kalian tidak boleh mengatakan apa pun lagi tentangnya.”
Untungnya, pemain setidaknya sudah mengetahui kalau Monk akan hadir pada Maret 2027. Menurut Cora, timnya kemungkinan memiliki rencana khusus mengenai bagaimana mereka ingin memperkenalkan Monk secara bertahap tahun depan. Kehadiran Monk sendiri sudah lama dinantikan oleh sebagian pemain. Setelah Demon Hunter dan Death Knight ditambahkan ke dalam game, masih ada komunitas pemain yang terus bertanya kapan giliran Monk tiba.
“Ada fans Monk sejak awal yang terus berdiri dan mengatakan, ‘Kapan Monk akan hadir? Kapan giliran Monk?’ Dan rasanya tidak tepat kalau kami tidak memiliki ambisi untuk membawa Monk ke Hearthstone.”
Tim developer juga telah mengerjakan class tersebut selama cukup lama. Cora berharap mereka bisa kembali membicarakan Monk ketika waktunya sudah tepat pada awal tahun depan.
Menjaga Monk Tetap Spesial Tanpa Mengorbankan Balance
Penambahan class baru tentu membawa tantangan balance tersendiri, terutama untuk game yang sudah memiliki begitu banyak kartu dan sebelas class lainnya. Menurut Cora, salah satu hal terpenting adalah memastikan Monk memiliki identitas yang benar-benar berbeda dari class lain, sekaligus tetap berada pada tingkat kekuatan yang seimbang.
“Kalau kalian memperkenalkan sebuah class ke dalam game, kalian benar-benar ingin melakukannya dengan sangat sengaja. Identitas class yang terasa unik, yang belum pernah bisa dirasakan pemain sebelumnya.”

Pada sisi lain, tim developer juga harus memastikan pemain yang sudah lama menggunakan class seperti Mage atau Rogue tetap memiliki alasan untuk memainkan class favorit mereka.
“Jadi intinya adalah membiarkan Monk bersinar. Tapi kami juga akan memiliki banyak kartu lain dalam set ini. Kami akan memiliki banyak hal yang menarik. Memastikan Monk menarik dan mendapatkan sorotan, tetapi tetap berada dalam lingkungan kompetitif yang seimbang dengan 11 class lainnya, sehingga kami memiliki game kompetitif yang sangat beragam dan kuat.”
Cora juga percaya penuh kepada tim balance Hearthstone untuk memastikan Monk bisa diperkenalkan tanpa mengganggu keseimbangan permainan secara keseluruhan.
Hearthstone Bukan Lagi Sekadar Satu Pengalaman
Dengan Hearthstone yang kini telah memiliki Standard, Arena, Battlegrounds, berbagai event, serta mode lainnya, Ryan Hickman melihat game ini sebagai kumpulan berbagai pengalaman yang ditujukan untuk tipe pemain yang berbeda. Hal tersebut menjadi salah satu alasan tim developer memperbarui Journal dan memperkenalkan fitur baru bernama The Journey.
Ryan menjelaskan kalau The Journey hadir sebagai semacam buku interaktif yang memungkinkan pemain mengikuti cerita dari sebuah expansion. Saat melihat di dalamnya terdapat berbagai quest yang berkaitan dengan cerita, lengkap dengan ilustrasi dan sistem baru yang disebut vignette.
“Jadi secara harfiah ini seperti sebuah buku. Pada bagian kiri, kalian akan mendapati artwork yang keren dan indah serta pengaturan yang berkaitan dengan apa yang akan kalian alami dalam cerita expansion tersebut.”

Sementara itu, sisi kanan berisi Journey Quest baru. Setelah pemain menyelesaikan quest tersebut, progresnya akan diteruskan ke sisi kiri dan cerita akan berkembang. Fitur vignette juga memungkinkan tim mereka menyampaikan cerita dengan cara yang sebelumnya sulit dilakukan dalam Hearthstone. Karakter bisa muncul bersamaan di layar, berbicara dengan voice-over, dan pemain bisa memilih apakah ingin menggunakan autoplay, melanjutkan secara manual, atau melewati bagian tertentu.
“Sekarang kami bisa menceritakan lore di balik Yogg-Saron dengan cara yang sebelumnya tidak bisa kami lakukan. Dan itu benar-benar keren dan sangat menarik.”
Menurut Cora, pendekatan ini juga memberikan ruang lebih besar bagi tim developer untuk menceritakan kisah yang memiliki rentang waktu panjang.
“Dengan hadirnya The Journey, sekarang kami bisa menceritakan kisah untuk tema set yang mungkin sebelumnya tidak bisa kami lakukan karena terlalu banyak waktu yang berlalu, atau terlalu sulit untuk alasan tertentu.”
The Journey Tidak Berlaku untuk Expansion Lama
The Journey akan menjadi bagian permanen dari berbagai expansion mendatang. Setelah cerita Reign of the Black Empire selesai dan game memasuki expansion berikutnya, pemain akan mendapatkan Journey baru untuk mengikuti cerita tersebut. Tapi fitur ini sayangnya tidak akan diterapkan secara retroaktif ke expansion lama.
Cora mengatakan kalau timnya terbuka pada kemungkinan mengembangkan kembali cerita lama di masa depan, terutama karena Hearthstone sudah memiliki banyak karakter dan kisah yang masih bisa dieksplorasi.
“Kami memang sering kembali ke karakter-karakter tersebut dari waktu ke waktu. Menurut saya League of Explorers adalah contoh yang bagus. Kami sudah membuat beberapa set. Old Gods juga begitu. Kami terus kembali ke Old Gods.”
Karena itu, meskipun belum ada kepastian mengenai versi retroaktif The Journey, Cora melihat kemungkinan untuk kembali menghadirkan karakter lama dalam cerita baru.
“Saya tidak bisa mengatakan dengan pasti apakah kami akan melakukan sesuatu yang sepenuhnya retroaktif, tetapi saya rasa, berdasarkan apa yang sudah kami lakukan di masa lalu, sangat mungkin kalian akan melihat karakter dengan cerita yang sudah pernah kami ceritakan sebelumnya kembali muncul dan kami ceritakan lagi, mungkin dari sudut pandang yang sedikit berbeda.”
2v2 Tavern Brawl Jadi Eksperimen Berikutnya
Salah satu hal lain yang sedang dinantikan Cora adalah mode 2v2 Tavern Brawl. Terinspirasi dari Duos di Battlegrounds, mode ini memungkinkan dua pemain bekerja sama dalam pertarungan Hearthstone Standard.
Cora mengatakan kalau tim mereka sebenarnya sudah beberapa kali mencoba konsep serupa selama bertahun-tahun, tetapi belum menemukan formula yang benar-benar terasa tepat. Duos di Battlegrounds kemudian memberikan mereka inspirasi untuk mencoba kembali konsep tersebut.
Dalam mode ini, kedua pemain tetap memiliki board masing-masing. Tapi hasil pertandingan tetap terhubung. Jika satu pemain kalah, rekan satu timnya juga kalah. Sebaliknya, jika salah satu pemain menang, tim tersebut memenangkan pertandingan.
Hal tersebut membuat kerja sama menjadi sangat penting. Jika lawan rekan satu tim mulai membangun board yang kuat, pemain bisa mengirimkan AoE atau bantuan lainnya untuk membantu mereka bertahan karena kemenangan rekan satu tim juga menentukan kemenangan mereka sendiri.
“Jadi ini benar-benar pengalaman yang sangat intuitif dan elegan. Saya tahu untuk sekarang kami hanya mencobanya sebagai Tavern Brawl. Saya rasa ini akan sangat menyenangkan. Saya sangat berharap hasilnya bagus. Menurut saya ini sangat keren.”

Ryan yang turut mengerjakan mode 2v2 tersebut mengatakan kalau timnya akan menggunakan Tavern Brawl sebagai kesempatan untuk melihat bagaimana pemain merespons konsep ini. Mode tersebut akan berlangsung selama dua minggu, dengan satu minggu menggunakan format pre-constructed dan satu minggu lainnya memungkinkan pemain membuat deck mereka sendiri.
“Mereka akan mencobanya. Kami akan menjalankannya selama dua minggu, satu dengan format pre-constructed dan satu lagi dengan deck builder. Mereka bisa membuat deck mereka sendiri, merusak balance, dan bereksperimen.”
Feedback dari pemain nantinya akan menjadi bagian penting dalam menentukan masa depan mode tersebut. Ryan bahkan berharap konsep 2v2 bisa digunakan untuk berbagai aturan dan format lain di masa depan.
“Harapan saya adalah pada akhirnya kami bisa mengambil 2v2 dan menerapkannya ke berbagai aturan dan format berbeda, lalu bersenang-senang dengan banyak pengalaman kooperatif seperti itu.”
Selain 2v2, Ryan juga mengungkap kalau masih ada berbagai event baru yang akan hadir, termasuk Black Market yang sudah diumumkan dalam panel What’s Next dan Boss Fight yang sedang dipersiapkan. Dengan Assemble, Monk, The Journey, dan berbagai eksperimen mode baru seperti 2v2, Hearthstone tampaknya terus mencari cara untuk memperluas pengalamannya tanpa meninggalkan identitas dasarnya sebagai card game.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id
![[EKSKLUSIF] Wawancara Hearthstone dengan Cora Georgiou dan Ryan Hickman – Expansion Baru, Antusiasme Untuk Monk, dan Perombakan Besar di Sisi Cerita!](https://cdn.gamerwk.com/2026/09/Hearthstone-Interview-Blizzcon-2026-750x375.jpg)











Discussion about this post