Pasar RAM tiba-tiba berubah cukup drastis dalam beberapa hari terakhir. Harga RAM DDR5 di China dilaporkan turun tajam, bahkan disebut mengalami “kejatuhan total” di beberapa area. Ini cukup kontras dengan kondisi sebelumnya, di mana harga memori terus naik dan stok sempat terasa langka.
Menurut laporan terbaru, harga RAM di China turun lebih dari 30% dalam waktu singkat. Bahkan ada kasus di mana harga langsung turun lebih dari 100 yuan atau 250 Ribuan Rupiah dalam satu hari. Penurunan ini terjadi hampir di semua lini DDR5, bikin pasar yang sebelumnya panas jadi langsung berubah arah.
Meski terlihat seperti kabar baik, penurunan ini bukan berarti masalah kelangkaan sudah benar-benar selesai. Banyak analis menyebut ini lebih ke reaksi pasar yang panik, bukan karena suplai sudah stabil. Jadi situasinya masih belum sepenuhnya aman.

Salah satu pemicu utamanya diduga karena kemunculan teknologi baru dari Google bernama TurboQuant. Algoritma ini diklaim bisa mengurangi kebutuhan memori untuk AI secara signifikan, yang langsung mempengaruhi persepsi pasar terhadap permintaan RAM ke depan.
Dampaknya cukup besar, bahkan perusahaan memori besar seperti SK hynix, Samsung, dan Micron disebut kehilangan valuasi dalam jumlah besar dalam waktu singkat. Hal ini memicu aksi jual dari distributor dan retailer, termasuk stok yang mulai dilepas ke pasar karena khawatir permintaan akan turun.
Buat gamer, situasi ini jelas jadi kabar yang cukup positif karena harga RAM jadi lebih terjangkau untuk sementara waktu. Tapi tetap perlu diingat, kondisi ini bisa berubah lagi kapan saja tergantung perkembangan pasar memori ke depan, jadi belum tentu penurunan harga ini akan bertahan lama.
Sumber: WCCFTech
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id












Discussion about this post