Isu kelangkaan memori ternyata belum akan selesai dalam waktu dekat. CEO Phison Electronics, K.S. Pua, memperingatkan bahwa krisis DRAM dan NAND (atau RAM dan SSD) bisa berlangsung sampai 2030, bahkan berpotensi lebih lama. Dalam wawancara dengan media China, ia menyebut dampaknya akan jauh lebih besar dari yang banyak orang perkirakan.
Menurut Pua, kondisi pasar saat ini benar-benar didominasi penjual. Bahkan, beberapa foundry disebut meminta pembayaran di muka sampai tiga tahun untuk mengamankan kapasitas produksi. Praktik seperti ini disebut belum pernah terjadi sebelumnya di industri elektronik. Estimasi internal dari para produsen menunjukkan suplai memori bakal tetap ketat hingga akhir dekade ini.
《獨家專訪 #群聯 #Phison 執行長潘健成》
核心結論
1. 記憶體供需嚴重失衡將持續到2030年
AI為剛需,DRAM與NAND Flash極度缺貨。原廠要求預付3年貨款(電子業史無前例),賣方市場空前強勢。原廠內部預估缺到2030年,甚至10年不見盡頭。2. 消費電子將大量死亡… https://t.co/FvVnb8tT2I
— 駿HaYaO (@QQ_Timmy) February 14, 2026
Permintaan terhadap DRAM dan NAND diprediksi mencapai titik tertinggi baru tahun ini dan terus bertahan tinggi dalam beberapa tahun ke depan. Penyebab utamanya tentu saja ledakan kebutuhan AI dan data center. Pua bahkan menyebut banyak segmen konsumen bisa terdampak serius karena kebutuhan AI terhadap DRAM sangat besar, sampai-sampai menyedot pasokan dari pasar lain.
Ia juga memperkirakan mulai akhir 2026, banyak perusahaan sistem dan brand dengan margin rendah akan kesulitan bertahan karena tidak mampu mengamankan pasokan memori. Produk kelas bawah bisa menghilang dari pasar, menciptakan kekosongan sampai suplai kembali stabil. Situasi ini disebut bisa memicu semacam “musim dingin produk” di sektor teknologi konsumen.

Tekanan diperkirakan makin berat ketika infrastruktur AI generasi baru seperti Vera Rubin dari NVIDIA mulai meluncur. Platform tersebut disebut membutuhkan memori spesifikasi tinggi dalam jumlah besar. Bahkan, satu lini produknya saja dikabarkan bisa menyerap lebih dari 20% produksi NAND global. Permintaan enterprise disebut belum sepenuhnya diperhitungkan dan berpotensi meledak.
Bagi konsumen, ini tentu bukan kabar menyenangkan. Harga RAM dan SSD yang sudah tinggi bisa tetap bertahan lama, dan pilihan produk bisa makin terbatas. Dengan hyperscaler dan perusahaan besar terus membangun infrastruktur AI dalam skala masif, industri tampaknya harus bersiap menghadapi periode panjang ketatnya pasokan memori global.
Sumber: Phison CEO’s (via QQ_Timmy)
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id












Discussion about this post