Masalah rating game di Indonesia lewat sistem IGRS yang sempat muncul di Steam memang sempat bikin heboh. Banyak gamer mempertanyakan hasil rating yang dinilai tidak masuk akal, mulai dari game yang tiba-tiba dianggap tidak layak didistribusikan sampai rating usia yang terasa ngawur. Setelah ramai jadi perbincangan, Steam akhirnya menarik fitur tersebut dan mengembalikan sistem rating ke standar sebelumnya.
Dari sisi Steam sendiri, mereka sudah menyampaikan permintaan maaf secara resmi atas kegaduhan yang terjadi. Mereka juga menjelaskan kalau sebenarnya sudah menjalin komunikasi dengan pihak pemerintah Indonesia selama kurang lebih dua tahun untuk mengembangkan sistem rating ini. Namun dalam implementasinya, ternyata masih ada kendala teknis dan miskomunikasi yang berujung pada hasil yang tidak sesuai ekspektasi.
Sementara itu, Kementerian Komunikasi dan Digital atau Kemkomdigi langsung bergerak cepat menanggapi situasi ini. Mereka menyatakan sedang mendalami ketidaksesuaian antara rating usia dan konten game yang muncul di platform tersebut. Masalah ini dinilai cukup serius karena bisa membingungkan orang tua dalam menentukan game yang aman untuk anak.

Dalam prosesnya, Kemkomdigi melakukan investigasi secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi platform seperti Steam, tapi juga dari sisi developer sebagai pembuat konten. Tujuannya jelas, untuk mencari akar masalah apakah berasal dari sistem klasifikasi, data yang diberikan developer, atau proses distribusi informasi yang kurang tepat.
Kemkomdigi juga menegaskan bahwa sistem klasifikasi seperti IGRS sebenarnya punya peran penting sebagai alat perlindungan konsumen. Lewat regulasi yang sudah disusun sejak lama, pemerintah ingin memastikan ada panduan jelas soal usia yang cocok untuk memainkan suatu game, sehingga orang tua tidak perlu menebak-nebak lagi.
Sebagai langkah sementara, Steam sudah menurunkan semua rating IGRS yang bermasalah agar tidak menimbulkan kebingungan lebih lanjut. Ke depan, Kemkomdigi dan Steam masih akan terus berkoordinasi untuk memperbaiki sistem ini. Harapannya, kalau nanti IGRS kembali diterapkan, hasilnya sudah lebih akurat, transparan, dan tidak menimbulkan kegaduhan seperti sebelumnya.
Sumber: Press Release Komdigi
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id












Discussion about this post