Seorang nenek Jepang berusia 73 tahun memenangkan turnamen Tekken 8 antar penghuni panti jompo. Prestasi ini memicu perdebatan positif tentang manfaat sosial dan kognitif game bagi kelompok usia lanjut yang menunjukan bahwa esports tak hanya untuk generasi muda.

Yoshie Murabe (73), menggunakan Panda untuk mengalahkan Sadayuki Kato (73) di final turnamen Amigo Club Cup ke-11. Kompetisi ini diikuti lansia berusia 67 hingga 93 tahun dari berbagai panti jompo di tiga prefektur Jepang. Diselenggarakan oleh Care eSports Association, acara ini dilengkapi komentar langsung dan wawancara, menghadirkan nuansa turnamen profesional.
Meski Tekken 8 dikenal cepat dan kompleks, para peserta lansia mampu beradaptasi. Beberapa bahkan rela berlatih hingga malam demi meraih satu kemenangan. Bahkan peserta tertua, 93 tahun, sukses mengeksekusi Rage Art tepat waktu, bukti semangat tinggi di tengah keterbatasan.

Selain soal kompetisi, turnamen ini juga menjadi alat terapeutik yaitu memberi interaksi sosial, tujuan baru, dan kegembiraan bagi peserta lansia. Para pemain dan komentator saling memberi dukungan, menjadikan acara ini lebih dari sekadar permainan, melainkan wadah komunitas yang hangat.
Kesuksesan turnamen ini membuka peluang digelarnya ajang serupa di tingkat nasional. Care eSports Association bahkan mempertimbangkan menambahkan game yang lebih ringan seperti GeoGuessr. Prestasi ini mengingatkan pada Gamer Grandma, Hamako Mori, YouTuber gaming tertua yang diakui Guinness di usia 90 tahun.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id












Discussion about this post