Nintendo kembali jadi sorotan, tapi kali ini bukan karena game baru atau konsol terbaru, atau bukan soal gugat yang berbau bajakan. Nintendo dilaporkan resmi menggugat pemerintah Amerika Serikat terkait kebijakan tarif impor yang dianggap tidak sah dan merugikan perusahaan.
Gugatan ini berkaitan dengan tarif yang diberlakukan sejak awal 2025 melalui kebijakan pemerintah Amerika Serikat saat itu. Dalam dokumen gugatan, Nintendo menyebut bahwa tarif tersebut merupakan “unlawful imposition of tariffs” atau penerapan tarif yang tidak sah berdasarkan perintah eksekutif presiden.
Nintendo secara langsung menggugat sejumlah pejabat pemerintah AS yang terkait dengan kebijakan tersebut. Beberapa nama yang disebut antara lain Menteri Keuangan Scott Bessent, mantan Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem, Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer, Komisioner US Customs and Border Protection Rodney Scott, serta Menteri Perdagangan Howard Lutnick.

Dalam gugatan tersebut, Nintendo menjelaskan bahwa mereka menjadi pihak yang harus membayar tarif tersebut karena berstatus sebagai importer of record untuk berbagai produk yang masuk ke Amerika Serikat. Akibat kebijakan ini, perusahaan mengaku mengalami kerugian finansial karena harus membayar tarif tambahan atas barang yang diimpor.
Nintendo juga menuntut agar pemerintah AS mengembalikan seluruh tarif yang sudah dibayarkan, lengkap dengan bunga. Menurut dokumen gugatan, jika situasi ini tidak diselesaikan, perusahaan berpotensi mengalami kerugian yang lebih besar dalam jangka panjang.
Isu tarif ini memang sudah lama jadi pembahasan di industri game, terutama sejak Nintendo mengumumkan Switch 2 pada 2025 lalu. Saat itu, pre-order konsol tersebut di Amerika sempat tertunda dan harga beberapa aksesorinya ikut naik. Sampai sekarang belum ada tanggapan resmi dari pemerintah AS maupun Nintendo mengenai perkembangan terbaru dari kasus ini, tetapi banyak pihak mulai penasaran apakah produsen hardware lain akan mengikuti langkah serupa.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id












Discussion about this post