NVIDIA akhirnya buka suara soal kondisi pasokan GPU mereka yang mulai terasa seret. Dalam laporan keuangan terbaru, NVIDIA tidak menutup-nutupi bahwa suplai GPU berpotensi terganggu dalam beberapa bulan ke depan. Buat para gamer yang sudah sering kesulitan cari stok GPU, kabar ini jelas bukan hal yang menyenangkan.
CFO NVIDIA, Colette Kress, menyebut bahwa keterbatasan suplai akan menjadi “hambatan” bagi sektor gaming pada paruh pertama tahun fiskal dan seterusnya. Tahun fiskal NVIDIA sendiri berjalan dari 26 Januari sampai 26 April 2026 untuk kuartal pertamanya. Walau permintaan pasar masih kuat dan stok distributor disebut cukup sehat, NVIDIA mengakui volume produksi GPU akan lebih rendah mulai kuartal ini.

Dari sisi angka, performa finansial NVIDIA sebenarnya luar biasa. Pada kuartal keempat (27 Oktober 2025 – 25 Januari 2026), perusahaan membukukan pendapatan 68,1 miliar dolar AS, naik 73% dibanding tahun sebelumnya. Laba bersih bahkan melonjak 94% menjadi 42,96 miliar dolar AS. Divisi gaming sendiri menyumbang 3,7 miliar dolar AS, naik 47% berkat tingginya permintaan arsitektur Blackwell dan lini GeForce RTX.
Meski begitu, fokus utama panggilan investor NVIDIA jelas ada di sektor AI dan data center, bukan gaming. Dengan ledakan kebutuhan hardware AI saat ini, wajar jika prioritas produksi lebih banyak diarahkan ke sana. NVIDIA memang menyatakan sudah mengamankan kapasitas produksi untuk beberapa kuartal ke depan, tetapi arsitektur canggih mereka tetap mengalami tekanan suplai.

Situasi ini makin kompleks karena NVIDIA punya hubungan erat dengan TSMC sebagai produsen chip, serta para produsen memori. Namun, analis seperti Michael Burry menyoroti lonjakan kewajiban pembelian NVIDIA yang melonjak drastis dari 16,1 miliar dolar AS menjadi 95,2 miliar dolar AS dalam setahun. Disebutkan bahwa NVIDIA harus membuat kontrak pembelian besar yang tidak bisa dibatalkan demi mengamankan kapasitas produksi.
Di satu sisi, NVIDIA sedang berada di puncak berkat booming AI. Di sisi lain, tekanan rantai pasok global dan ketergantungan pada permintaan AI membuat situasinya cukup tegang. Jika permintaan tiba-tiba melambat, risikonya juga tidak kecil. Untuk sekarang, gamer tampaknya harus bersiap menghadapi kemungkinan stok GPU yang lebih terbatas dalam beberapa bulan ke depan.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id












Discussion about this post