gamerwk.com
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
gamerwk.com
No Result
View All Result

Nyobain Closed Beta Kedua Monster Hunter Outlanders – Ambisi Besar yang Terhalang Beberapa Aspek Game Gacha!

Fadhil by Fadhil
May 8, 2026
in Android, iOS, Mobile Games
0
Simak impresi lengkap kami setelah menjajal Closed Beta kedua untuk Monster Hunter Outlanders yang sudah lumayan memperlihatkan ambisinya dengan kualitas yang cukup

Simak impresi kami untuk Closed Beta kedua Monster Hunter Outlanders yang sudah lumayan memperlihatkan ambisinya dengan kualitas yang cukup

Share ke FacebookShare ke TwitterShare ke Telegram

Selama periode CBT2 yang berlangsung satu minggu, impresi kami seolah berubah total dari seorang veteran hunter yang skeptis menjadi tester dengan perasaan campur aduk. Monster Hunter Outlanders jelas menunjukkan usaha besar untuk merekonstruksi elemen inti dan identitas seri Monster Hunter; ketulusan dalam cara semua elemennya dipadukan benar-benar terasa. Namun, keputusan untuk memusatkan sistem combat pada “karakter” sedikit membawa game ini ke arah yang berbeda.

Sebelum masuk lebih jauh, ada satu hal penting yang perlu dijelaskan: server global CBT2 tidak memiliki fitur monetisasi sama sekali, hanya server China yang mengaktifkan sistem berbayar. Karena itu, server global pada dasarnya merepresentasikan batas maksimal pengalaman free-to-play, sehingga menjadi tolok ukur yang bagus untuk menilai klaim developer sebelumnya kalau “game ini tetap menyenangkan tanpa perlu mengeluarkan uang.”

Ragam Monster yang Bisa Diburu

Roster monster di CBT2 sebagian besar terdiri dari monster klasik dari Monster Hunter: World, dengan total sekitar 18 monster. Beberapa di antaranya adalah Great Jagras, Kulu-Ya-Ku, Pukei-Pukei, Barroth, Jyuratodus, Tobi-Kadachi, Anjanath, Rathian, Rathalos, Tzitzi-Ya-Ku, Paolumu, Diablos, Great Girros, Legiana, Radobaan, Odogaron, dan Kushala Daora. Elder Dragon seperti Nergigante sudah diperlihatkan secara resmi lewat trailer dan materi promosi, tetapi belum tersedia dalam test ini.

Selain varian standar, Outlanders juga memperkenalkan tipe mutasi baru bernama Radiant Species. Kalau kamu mengira ini cuma reskin kosmetik maka siap-siap dibuat terkejut, karena mekaniknya lebih mirip fase kedua yang diperkuat. Saat hunt berlangsung, monster bisa memasuki mode Radiant yang mengamuk, di mana bagian tubuh tertentu dipenuhi kristal bercahaya. Agresivitas mereka meningkat drastis, dan mereka mendapatkan kemampuan eksklusif.

Player harus memfokuskan serangan ke bagian tubuh yang bersinar dan menghabiskan Radiant gauge untuk memaksa monster keluar dari mode tersebut, sekaligus menjatuhkannya. Singkatnya, sistem ini menambahkan objective phase yang bisa dihancurkan selama hunt berlangsung, memberi lapisan strategi tambahan di luar sekadar adu DPS.

Mengenai Karakter dan Sistem Combat

Adventurer Berbeda dengan seri Monster Hunter tradisional, Outlanders menempatkan fokus combat pada karakter, bukan murni pada senjata. CBT2 menghadirkan enam jenis weapon: Great Sword, Long Sword, Lance, Dual Blades, Heavy Bowgun, dan Bow. Menariknya, karakter berbeda yang menggunakan senjata yang sama bisa terasa benar-benar berbeda, menciptakan konsep “senjata sama, pengalaman berbeda.”

Karakter (Adventurer) dan buddy dibagi menjadi tiga class: Assault, Disruptor, dan Support, yang masing-masing merepresentasikan DPS, debuff, serta buff atau healing. Selain protagonis, sebagian besar karakter memiliki kombinasi tetap antara satu role dan satu weapon.

Sang Protagonis Karakter utama buatan player adalah satu-satunya karakter yang bisa menggunakan semua weapon dan berpindah antara ketiga class secara bebas. Namun fleksibilitas ini ada harganya: gameplay weapon miliknya terasa relatif standar. Untuk semua enam weapon, desain combat cenderung mengikuti gaya grounded dan metodis ala Monster Hunter: World, tetapi kurang memiliki mekanik yang benar-benar mencolok atau flashy. Contohnya mencakup:

  • Long Sword masih menggunakan sistem Spirit Gauge klasik, di mana level gauge memberikan multiplier damage berbeda. Gauge dibangun lewat basic attack dan dikonsumsi oleh skill, sementara peningkatan level dipicu lewat counter atau combo finisher.
  • Great Sword memiliki charge attack standar dan True Charged Slash, tetapi menambahkan mekanik baru di mana tackle saat charging mempertahankan level charge saat ini. Menariknya, tackle saat melakukan True Charged Slash bisa dilanjutkan menjadi follow-up attack kuat dengan invincibility frame.
  • Dual Blades berfokus pada Demon Mode, memungkinkan serangan cepat dengan konsumsi stamina sambil membangun Demon Gauge yang memperkuat normal attack.
  • Lance menekankan defensive counterplay dengan guard counter dan shield charge.
  • Heavy Bowgun dan Bow menggunakan desain ranged yang disederhanakan, fokus pada core attack loop dan charging resource.

Ultimate protagonis juga terasa hampir sama di semua role, di mana masing-masing hanya menembakkan tipe proyektil berbeda tergantung role yang digunakan. Tempo monster menjadi salah satu area di mana Outlanders sangat berbeda dibanding game Monster Hunter utama. Begitu monster masuk combat, mereka nyaris tidak pernah berhenti. Tidak ada pola klasik seperti menyerang dalam burst lalu mundur sejenak untuk memberi ruang observasi sebelum serangan berikutnya.

Tempo tanpa henti ini sangat menghukum weapon lambat. Player Great Sword khususnya akan sering terganggu di tengah charge, dan hampir tidak punya opening alami untuk mendaratkan True Charged Slash tanpa perfect dodge atau guard counter. Player berpengalaman mungkin bisa beradaptasi, tetapi bagi pemain baru yang mencoba heavy weapon, hunt bisa terasa melelahkan meskipun damage efektif yang dihasilkan sedikit. Sebagian besar karakter non-protagonis mengambil inspirasi jelas dari mekanik Monster Hunter utama, lalu mendorongnya ke arah yang lebih ekstrem dan ekspresif.

Karakter Great Sword bernama Pyro mungkin adalah contoh paling dramatis. Selain damage yang sudah sangat tinggi, mekanik utamanya adalah charged slash bermagnet yang bisa “mengunci” target dari jarak cukup jauh. Bayangkan slinger burst cancel dari Monster Hunter: World, tetapi jauh lebih agresif. Dengan sekitar satu jam investasi, dia sudah bisa menghasilkan sekitar 5.000 damage per rotation, dengan setiap full-charge hit menghasilkan sekitar 2.000 damage sendiri. Kalau angka ini tidak diubah saat rilis nanti, status T0 tampaknya sudah hampir pasti.

Limited character pertama, Midori, jelas mengambil inspirasi dari Long Sword di Monster Hunter Rise. Normal attack membangun Spirit, Skill 2 melakukan sheath dan draw untuk meningkatkan warna sheath, sementara Skill 3 dengan red sheath menjadi sumber damage utama. Perfect dodge mengisi Spirit Gauge dengan sangat cepat untuk mempercepat level advancement, hitbox serangannya lebar, dan ritme gameplay-nya menjadi dodge → isi gauge → sheath → draw → slash. Karena tidak ada Helm Breaker, rotasi combat terasa lebih bersih dan langsung.

Sementara itu Pepper pada dasarnya adalah Aerial Heavy Bowgun dari Monster Hunter Generations yang dibawa ke level ekstrem. Ultimate miliknya meluncurkan dirinya ke udara, melakukan triple shot, charged cannon, dash, launch ulang, reset stamina, memulihkan charge skill, lalu mengulang loop dari awal lagi. Filosofi keseluruhannya sederhana: monster tidak akan bisa menyentuhmu, dan kamu tidak akan pernah berhenti menembak.

Secara keseluruhan, sistem combat terasa cukup terpolarisasi: karakter non-protagonis sangat kreatif dan ekspresif, sementara protagonis terasa jauh lebih hambar. Hal ini menciptakan gap yang cukup terasa dan sedikit mengurangi dampak keseluruhan sistem combat.

Sistem Progression yang Berbeda

Setiap Adventurer memiliki enam jalur progression: Level, Equipment, Illustrations, Buddy, Abilities, dan Insights.

  • Level meningkatkan stat dan scaling pasif.
  • Equipment mengikuti sistem armor klasik Monster Hunter (Head, Chest, Arms, Waist, Legs), dengan skill tetap menggantikan decoration slot yang membuat build lebih berfokus pada pemilihan armor piece dibanding kustomisasi mendalam.
  • Weapon ditingkatkan menggunakan material hasil hunt.

Ada satu hal yang cukup aneh, yaitu bagaimana material monster kecil justru sering lebih sulit didapat dibanding material monster besar. Monster seperti Hornetaur harus ditangkap satu per satu di open field, lalu player harus menunggu respawn timer sebelum bisa mengumpulkan lagi. Flow ini benar-benar berbeda dari loop hunt monster besar biasa, dan pemain baru kemungkinan perlu waktu untuk menyadari kalau kedua sistem farming ini bekerja dengan logika yang benar-benar berbeda.

Illustrations berfungsi mirip sistem artifact di game lain, lengkap dengan RNG stat roll. Dalam praktiknya, Illustrations adalah progression paling memakan waktu. Rarity tinggi punya drop rate rendah, item yang drop bisa saja punya main stat jelek, dan bahkan jika main stat sudah benar, upgrade substat masih bergantung RNG lagi. Loop-nya pada dasarnya menjadi: farm → evaluasi → reroll → ulangi lagi. Namun hasilnya memang terasa, karena set Illustration yang bagus memberikan peningkatan performa yang sangat nyata.

Abilities bisa di-upgrade menggunakan skill book. Satu kekurangan QoL yang cukup terasa adalah game saat ini belum memiliki sistem save loadout preset. Walaupun tersedia tujuh team slot, itu tidak terlalu membantu karena protagonis bisa bebas mengganti weapon, class, dan gear. Kalau ingin menggunakan elemen berbeda untuk monster berbeda, player harus mengganti semua equipment secara manual seperti weapon, armor, Illustration, hingga Buddy. Semakin dalam build variety yang dimainkan, semakin terasa merepotkan.

Insights bekerja seperti sistem constellation, membutuhkan duplikat karakter untuk dibuka. Ini jadinya membuka seluruh set Insight sebuah karakter membutuhkan banyak duplikat, yang otomatis membuat progression sangat terkait dengan sistem gacha.

Kekhawatiran Soal Monetisasi

Dalam satu minggu saja, impresi kami berubah cepat dari mengapresiasi fleksibilitas protagonis menjadi sadar betapa jauh lebih kuat dan menariknya karakter lain. Power gap-nya sangat terasa, dan pada akhirnya mendorong player menuju sistem gacha karakter.

Walaupun sistem Insight memberi sedikit fleksibilitas karena player bisa memilih Insight mana yang ingin dibuka, struktur keseluruhannya tetap mendorong pemain untuk menarik duplikat. Apakah player free-to-play bisa mengejar? Secara teknis bisa, tetapi grind-nya berat. Sistem gachanya sudah diatur seperti ini:

  • SSR pity berada di 90 pull
  • Featured character memiliki rate 50% saat pity
  • Jika kalah 50/50, SSR berikutnya dijamin menjadi featured character
  • Ada hard guarantee di 120 pull (sekali per banner)
  • Pity dibawa ke banner limited berikutnya

Bisa dibilang ini adalah struktur guarantee 50/50 yang cukup standar. Sistem carry pity antar banner juga merupakan fitur bagus karena memungkinkan player “menabung” menuju karakter target dari waktu ke waktu. Namun jika dilihat bersama sistem Insight yang membutuhkan duplikat untuk memaksimalkan potensi karakter, sehingga ini jadi biaya sebenarnya untuk mencapai performa maksimal menjadi jauh lebih tinggi.

Selama CBT2, player biasa non-hardcore bisa mendapatkan sekitar 60 pull dalam satu minggu, termasuk semua supply gratis yang diberikan. Angka ini kurang lebih menunjukkan seperti apa “free-to-play friendly” di game ini secara realistis.

Tapi sekitar hari kelima CBT2, sebagian besar player akan mencapai batas progression. Jalur growth bernama Proof of Mastery berhenti di tier Hunting Master IV, yang berarti grind tambahan tidak akan membuka difficulty lebih tinggi, material lebih bagus, atau gear yang lebih kuat. Tujuannya kemungkinan untuk mencegah player hardcore terlalu jauh meninggalkan player biasa, tetapi dalam beta terbatas waktu dengan konten yang juga terbatas, hal ini membuat paruh akhir CBT terasa cukup kosong dan membosankan.

Meski begitu, tidak semua mode di Outlanders bergantung pada progression pribadi. Mode Arena, Solo, Duo, dan Squad yang semuanya menggunakan karakter preset dan loadout tetap, sehingga leaderboard benar-benar menjadi kompetisi yang setara.

Pengalaman Solo dan Multiplayer Hunt

Game ini menyeimbangkan konten solo dan multiplayer dengan cukup baik.

  • Konten solo mencakup story, farming stage, dan solo trial.
  • Konten multiplayer mencakup free hunt, co-op hunt, duo/squad arena, dan guild system.

Beberapa bagian main story mewajibkan partisipasi multiplayer, dan aktivitas co-op memberikan insentif progression yang cukup besar. Dalam solo hunt, player tidak hanya mengontrol karakter utama, tetapi juga tiga AI teammate, termasuk mengaktifkan ultimate mereka secara manual, sehingga menambahkan lapisan tactical control tambahan.

Dalam multiplayer, kerja sama menjadi highlight utama. Contohnya, dua Pepper bisa menghubungkan updraft dari ultimate mereka untuk mempertahankan combo udara tanpa henti. Sistem co-op skill khusus juga memperkuat teamwork, memberikan reward berupa knockdown dan bonus damage untuk serangan terkoordinasi.

Kontrol, Impact, dan Perbandingan dengan Versi Konsol

Untuk menyesuaikan kontrol Monster Hunter yang kompleks ke platform mobile, game ini menyederhanakan input menjadi lima tombol: basic attack, tiga skill, dan ultimate. Hal ini sangat menurunkan barrier to entry. Bahkan mekanik rumit seperti Long Sword counter disederhanakan menjadi aksi satu tombol.

Sistem lock-on juga dioptimalkan untuk touchscreen, membuat targeting weak point jauh lebih mudah, terutama untuk ranged weapon. Dari sisi impact, walaupun tidak bisa meniru feedback controller console, game ini mengimbanginya lewat desain audiovisual yang kuat. Hit terasa berat, dan tiap weapon tetap punya identitas yang jelas.

Namun di luar combat, nuansa “game mobile” mulai terasa lebih jelas. UI yang terlalu ramai, pop-up reward berlebihan, dan notifikasi terus-menerus sedikit merusak immersion.

Sensasi Eksplorasi

Monster Hunter Outlanders tidak menggunakan seamless open world, game ini tetap mempertahankan struktur area terpisah khas seri Monster Hunter. Meski begitu, ini sama sekali bukan kompromi terhadap konten. Setiap zona dipenuhi banyak hal untuk ditemukan, dan eksplorasi tidak pernah terasa kosong atau sekadar filler.

Kejutan terbesar dari sisi eksplorasi adalah banyaknya minigame interaktif yang tersebar di map yaitu sekitar 10 jenis berbeda, yang masing-masing dengan mekanik unik. Hampir setiap perjalanan selalu menghadirkan sesuatu yang baru. Pada sisi wildlife observation dan koleksi, player bisa menggunakan kamera untuk memotret monster tertentu di alam liar, membangun field record yang memperkuat kesan dunia hidup. Selain fotografi, player juga bisa menangkap monster kecil di lingkungan sekitar, salah satu aktivitas eksplorasi terbaik di game ini. Ada juga minigame fishing yang memberi suasana santai sekaligus menyediakan material berguna.

Konten puzzle exploration bisa dibilang menjadi highlight terbesar desain field. Beberapa contohnya adalah Megalithic Stones yang mengharuskan player mencari sudut pandang tepat untuk menyusun pola tersembunyi, Zen Stone Balance yang menguji kesabaran dan presisi dalam menumpuk batu, serta Buried Treasure Hunt yang menggabungkan puzzle lingkungan dengan sensasi menemukan harta tersembunyi.

Minigame berbasis combat juga menambahkan variasi lain. Dalam Glowing Mayflies, player diberikan bow atau heavy bowgun untuk mengusir Glowing Mayflies. Sementara Rampaging Beasts jauh lebih kacau: player harus menyerang pilar target sambil menghadapi gelombang monster secara bersamaan, menjaga fokus di tengah kekacauan total. Mode ini juga berguna sebagai salah satu cara farming material Wilder.

Untuk interaksi NPC, player bisa menemukan Felyne yang kesulitan di field dan membantu mereka. Egg Heist Challenge klasik mengharuskan player membawa telur rapuh dari titik A ke titik B tanpa jatuh atau terkena serangan, menguji perencanaan rute dan movement yang hati-hati. Winged Treasure Hunt adalah aktivitas berbasis ritme, sementara Gliding Challenge memanfaatkan penuh mekanik terbang dalam game. Player harus melewati semua waypoint dalam batas waktu untuk mendapatkan skor sempurna, sehingga melewatkan satu saja berarti perfect run gagal.

Satu hal yang perlu dicatat: reward minigame umumnya berupa Rutacoins dalam jumlah kecil, jadi ini bukan metode farming currency yang efisien. Anggap saja minigame ini sebagai kejutan kecil di dunia game, sehingga menemukannya sendiri sudah menjadi reward tersendiri.

Kesimpulan

Monster Hunter Outlanders adalah game yang menunjukkan ambisi besar sekaligus keterbatasan yang jelas. Pada satu sisi, game ini berhasil mengadaptasi combat inti Monster Hunter ke format mobile dengan cukup baik, ditambah fitur menarik seperti sistem Radiant Species dan mekanik berbasis karakter.

Tapi di sisi lain, ada beberapa masalah yang cukup menonjol seperti:

  • Protagonis terasa kalah menarik dibanding karakter lain
  • Sistem progression berbasis gacha memberi tekanan jangka panjang
  • UI yang terlalu ramai merusak immersion di luar combat

Kalau kamu veteran hunter, ini bukan Monster Hunter yang kamu kenal, tapi lebih dekat dibanding kebanyakan adaptasi mobile lainnya. Layak dipantau, tapi jangan memasang ekspektasi terlalu tinggi. Kalau kamu pemain mobile, ini adalah salah satu action game mobile paling polished saat ini. Mudah dimainkan, kontennya banyak, dan layak dicoba, tapi perlu juga untuk pikir matang-matang sebelum serius masuk ke sistem gacha.

Apakah versi finalnya nanti bisa memperbaiki masalah-masalah ini? Tentu saja hanya waktu yang bisa menjawab.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.

Hi guys, kami akhirnya sudah punya akun X dan YouTube resmi! Langsung saja follow:
 
Follow @GamerwkID
 

Jangan lupa untuk cek channel TikTok kami!
@gamerwk_id
Tags: AndroidCapcomClosed BetaiOSMobileMonster Hunter OutlandersPreviewTiMi Studio Group
ShareTweetShare
Previous Post

Astrae Oratio Bagi Teaser Perdana, Game Terbaru dari Mantan Dev. Blue Archive

Next Post

Forza Horizon 6 Versi “Ilegal” Udah Bocor Duluan Seminggu Sebelum Rilis

Related Posts

Pemerintah Jepang menyiapkan lembaga baru yang bakal fokus membantu industri game, anime, manga, agar semakin berkembang di pasar global.
Anime

Pemerintah Jepang Siapkan Lembaga Khusus untuk Bantu Game Semakin Global

June 29, 2026
JOYCITY Corporation akan menghadirkan kolaborasi pertama Resident Evil: Survival Unit yang menggaet Monster Hunter
Android

Resident Evil: Survival Unit Umumkan Kolaborasi Besar Pertamanya dengan Monster Hunter

June 26, 2026
Silver Studio dan Elementa hari ini kembali berbagi update besar dari Silver Palace yang siap mengadakan Closed Beta terbarunya
Android

Silver Palace Kembali Buka Pendaftaran Closed Beta Terbaru untuk PC

June 26, 2026
Netmarble mengumumkan perubahan besar untuk Ni no Kuni: Cross Worlds. Server global yang saat ini berjalan akan resmi ditutup.
Android

Ni no Kuni: Cross Worlds Tutup Server, Akan Rilis Ulang Tanpa Kripto

June 26, 2026
Akses pra-registrasi BanG Dream! Our Notes kini sudah tersedia di platform Google Play Store dan App Store
Android

BanG Dream! Our Notes Sudah Tersedia untuk Pra-Registrasi di Android dan iOS!

June 25, 2026
Artikel ini akan memberikan panduan sangat lengkap dan mudah dipahami tentang cara redeem code Lumina Saga.
Android

Lumina Saga Redeem Code – Banyak Reward Gratis

June 24, 2026
Next Post
Kasus kebocoran game besar kembali terjadi, dan kali ini yang kena adalah Forza Horizon 6. Bahkan situasinya terbilang cukup parah.

Forza Horizon 6 Versi "Ilegal" Udah Bocor Duluan Seminggu Sebelum Rilis

Discussion about this post

FACEBOOK KAMI

YOUTUBE KAMI

TWITTER/X KAMI

Follow @GamerwkID

UPDATE MOBILE GAMES

JOYCITY Corporation akan menghadirkan kolaborasi pertama Resident Evil: Survival Unit yang menggaet Monster Hunter

Resident Evil: Survival Unit Umumkan Kolaborasi Besar Pertamanya dengan Monster Hunter

by Fadhil
June 26, 2026
0

JOYCITY Corporation akan menghadirkan kolaborasi pertama Resident Evil: Survival Unit yang menggaet Monster Hunter.

Silver Studio dan Elementa hari ini kembali berbagi update besar dari Silver Palace yang siap mengadakan Closed Beta terbarunya

Silver Palace Kembali Buka Pendaftaran Closed Beta Terbaru untuk PC

by Fadhil
June 26, 2026
0

Silver Studio dan Elementa hari ini kembali berbagi update besar dari Silver Palace yang siap mengadakan Closed Beta terbarunya.

Netmarble mengumumkan perubahan besar untuk Ni no Kuni: Cross Worlds. Server global yang saat ini berjalan akan resmi ditutup.

Ni no Kuni: Cross Worlds Tutup Server, Akan Rilis Ulang Tanpa Kripto

by Taufik
June 26, 2026
0

Netmarble mengumumkan perubahan besar untuk Ni no Kuni: Cross Worlds. Server global yang saat ini berjalan akan resmi ditutup pada...

Akses pra-registrasi BanG Dream! Our Notes kini sudah tersedia di platform Google Play Store dan App Store

BanG Dream! Our Notes Sudah Tersedia untuk Pra-Registrasi di Android dan iOS!

by Fadhil
June 25, 2026
0

Akses pra-registrasi BanG Dream! Our Notes kini sudah tersedia di platform Google Play Store dan App Store.

Artikel ini akan memberikan panduan sangat lengkap dan mudah dipahami tentang cara redeem code Lumina Saga.

Lumina Saga Redeem Code – Banyak Reward Gratis

by Taufik
June 24, 2026
0

Lumina Saga adalah MMORPG fantasi yang membawa kembali nuansa MMO klasik dengan fokus pada petualangan santai dan interaksi sosial tapi...

  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd