Kami mendapat kesempatan untuk mencoba Final Fantasy VII Revelation selama sekitar 90 menit lewat demo yang mengambil bagian dari Chapter 4, tetapi menariknya tanpa Tifa maupun Cloud di dalam party. Build yang kami mainkan memang lebih difokuskan sebagai demo eksplorasi, di mana dari Highwind pemain bisa terbang menuju tujuh area berbeda yaitu Wutai, Mideel, Costa del Sol, Gold Saucer, Gongaga, Junon, dan Grasslands.
Sayangnya, waktu bermain yang cukup terbatas membuat kami hanya benar-benar sempat menggali beberapa area saja secara lebih dalam. Dua lokasi yang paling banyak kami jelajahi adalah Wutai dan Mideel.
Selain Wutai, hampir semua area lain di demo ini pada dasarnya lebih terasa seperti tempat bermain yang dipenuhi berbagai minigame dan side quest, mulai dari snowboarding, chocobo racing, sampai berbagai aktivitas kecil lainnya. Wutai terasa cukup berbeda karena justru menjadi lokasi yang membawa konten cerita utama dalam demo, khususnya mengenai kepulangan Yuffie ke kampung halamannya.
Eksplorasi Sekarang Jauh Lebih Bebas.

Demo dimulai dari atas Highwind, lengkap dengan tur singkat untuk memperkenalkan kendaraan tersebut sebelum akhirnya pemain diberikan kebebasan penuh untuk terbang mengelilingi world map.
Karena ini merupakan build demo, seluruh progress di setiap region kembali di-reset menjadi 0%, seolah-olah kami baru pertama kali tiba di sana. Ada satu hal menarik yang langsung terlihat selama terbang, yaitu Ruby Weapon yang bisa ditemukan berkeliaran di world map. Sayangnya, kami tidak bisa keluar dari Highwind untuk langsung melawannya. Kemungkinan besar pertarungan tersebut memang baru akan terbuka setelah mencapai progress cerita tertentu.
Cara bepergian di Revelation juga tidak lagi hanya bergantung pada chocobo. Kehadiran Highwind dan parachute membuat pemain sekarang punya lebih banyak pilihan untuk bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya.

Highwind menjadi kendaraan utama untuk menjelajahi world map. Pemain cukup menahan R2 untuk mempercepat laju kapal. Setelah terbang cukup tinggi di atas suatu area, pemain bahkan bisa langsung melompat keluar dari Highwind dan menggunakan parachute untuk turun menuju lokasi yang diinginkan.
Ketika pertama kali melompat, karakter akan berada dalam kondisi freefall dan belum bisa diarahkan secara bebas sampai parachute akhirnya terbuka. Setelah terbuka, barulah pemain bisa meluncur menuju titik yang lebih jauh dan menentukan area pendaratan.
Ada juga mekanik yang disebut Chocolanding. Saat sedang turun menggunakan parachute, pemain bisa langsung memanggil chocobo di udara sehingga karakter bisa mendarat sambil langsung menaiki chocobo tanpa perlu menyentuh tanah terlebih dahulu.
Chocobo sendiri sekarang juga mendapatkan kemampuan baru. Khusus di Wutai misalnya, chocobo bisa melakukan boost untuk mendapatkan kecepatan tambahan atau melakukan lompatan yang jauh lebih tinggi. Jadi fungsinya sudah jauh lebih luas dibanding sekadar gliding seperti sebelumnya.

Semua perubahan ini terasa sejalan dengan bagaimana tim developer menggambarkan evolusi trilogi Final Fantasy VII Remake. Remake dibuat sangat fokus pada cerita dengan desain yang lebih linear, sementara Rebirth mulai bergerak ke arah open world tradisional dengan area yang luas dan terbuka.
Revelation mengambil arah yang cukup berbeda lagi. Alih-alih sekadar membuat world map menjadi semakin besar, desainnya justru beralih ke area yang lebih kecil dan terpisah, tetapi benar-benar memanfaatkan konsep verticality. Pemain tidak hanya dibuat bergerak ke depan atau menyamping, tetapi juga naik dan turun melewati berbagai lapisan area.
Konsep tersebut langsung terasa ketika dimainkan. Pemain bisa turun dari Highwind menggunakan parachute, melakukan boost dan lompatan tinggi menggunakan chocobo, sampai memanfaatkan berbagai alat lain untuk bergerak secara vertikal. Secara keseluruhan, kebebasan bergeraknya terasa jauh lebih menekankan eksplorasi melalui udara dibanding sekadar berjalan di daratan.
Mideel dan Side Quest yang Lebih Santai

Dalam build ini, Mideel digambarkan sebagai wilayah hutan yang cukup padat. Karena keterbatasan waktu, kami sendiri hanya sempat menjelajahi sebagian kecil areanya.
Salah satu side quest yang sempat kami coba di sini adalah “Her Chocobeau.” Premisnya cukup sederhana. Ada seekor chocobo yang kabur dari tempat tinggalnya, dan tugas pemain adalah mencari keberadaannya, menyelamatkannya dari masalah yang ditemuinya selama perjalanan, lalu membawanya kembali pulang dengan aman.
Menariknya, pemain juga bisa memilih karakter berbeda untuk menjadi pemimpin dalam quest tersebut. Memang bukan quest yang besar atau berhubungan langsung dengan cerita utama, tetapi jenis konten seperti ini terasa cocok dengan atmosfer Mideel yang lebih santai dan fokus pada eksplorasi.
Wutai Terasa Jauh Lebih Besar

Dari semua area yang kami coba, Wutai jelas menjadi bagian paling menarik dari demo Final Fantasy VII Revelation. Area ini tetap mempertahankan nuansa yang familiar dari versi original, tetapi sekarang dikembangkan menjadi sebuah negara warrior yang jauh lebih hidup dengan identitas visual ala feudal Jepang yang sangat kuat.
Salah satu mekanik baru yang langsung diperkenalkan di Wutai adalah Grappling Gun. Alat ini memungkinkan pemain berpindah dari satu rooftop ke rooftop lain atau langsung naik menuju bangunan yang tinggi dalam waktu singkat. Kehadiran Grappling Gun semakin memperkuat fokus vertical exploration yang memang menjadi salah satu identitas utama Revelation.
Wutai juga memiliki cukup banyak minigame dan side quest, termasuk quest sederhana untuk menangkap anak kucing. Meski begitu, daya tarik terbesarnya tetap berasal dari konten cerita utama.
Berbeda dengan area lainnya, bagian utama Wutai tidak bisa begitu saja dicapai dengan melompat menggunakan parachute. Pemain harus terlebih dahulu melewati scripted event yang kemudian membawa mereka masuk ke bagian cerita utama.

Dari sisi visual, identitas Jepang di Wutai juga dikembangkan dengan cara yang cukup menarik. Turtle Paradise misalnya, tidak hanya dibuat sebagai rekreasi langsung dari desain klasiknya. Bangunan tersebut sekarang punya sentuhan yang jauh lebih modern dengan penggunaan lampu neon, tetapi secara keseluruhan tetap terlihat sangat Jepang.
Begitu masuk ke bagian dalam, atmosfer tradisionalnya kembali terasa kuat. Ada pintu bergaya ninja hingga beberapa area tersembunyi yang bisa ditemukan pemain.
Secara keseluruhan, Wutai terasa punya desain yang cukup berlapis. Pemain bisa tetap berada di dalam kota untuk menjelajahi berbagai bangunan dan aktivitas, tetapi juga dapat keluar menuju daerah sekitarnya untuk melawan musuh maupun boss tanpa harus melewati transisi area yang terasa kaku.
Kami juga sempat bertemu dengan karakter baru bernama Xiakh, yang tampaknya merupakan teman masa kecil Yuffie.
Kehadiran karakter baru seperti Xiakh bersama berbagai konten yang sudah kami lihat membuat satu hal terasa cukup jelas: porsi Wutai dalam Final Fantasy VII Revelation sudah diperluas secara signifikan dibanding versi sebelumnya. Area ini tidak lagi terasa seperti sekadar tempat singgah dalam perjalanan, tetapi lebih seperti salah satu hub utama yang punya peran besar dalam cerita.
FITS Bikin Role Karakter Lebih Fleksibel

Final Fantasy VII Revelation juga memperkenalkan sistem baru bernama FITS, sebuah sistem outfit bergaya job yang dibagi menjadi empat class yaitu Warrior, Knight, Black Mage, dan Summoner.
Beberapa karakter memang punya affinity atau kecenderungan role masing-masing. Barret misalnya lebih mengarah ke Knight. Cid, Yuffie, dan Vincent lebih condong ke Warrior. Cait Sith menjadi Summoner, sementara Red XIII masuk ke Black Mage.
Namun sistem ini tidak benar-benar mengunci karakter pada class tertentu. Setiap karakter tetap bisa dipindahkan secara bebas ke seluruh FITS yang tersedia atau dikembalikan lagi ke style default masing-masing.
Kebebasan untuk mencoba kombinasi karakter dan FITS yang mungkin terasa tidak biasa justru menjadi salah satu sistem yang paling menarik dari demo ini. Pemain punya ruang cukup besar untuk bereksperimen dan tidak harus selalu mengikuti role yang secara default dianggap paling cocok untuk setiap karakter.
Cid dan Vincent Akhirnya Bisa Dicoba

Satu-satunya boss fight yang tersedia dalam build demo ini adalah pertarungan melawan Xuan Wu di Wutai. Pertarungan tersebut sekaligus menjadi kesempatan yang cukup bagus untuk melihat seperti apa combat kit baru milik Vincent. Setelah mencoba keduanya, arah desain Cid dan Vincent mulai terasa cukup jelas.
Cid pada dasarnya terasa seperti kebalikan dari Red XIII. Kalau Red XIII lebih banyak bertarung di darat dengan rangkaian combo panjang, Cid membawa konsep combo-heavy tersebut ke udara. Ia bisa terus menyambungkan serangan sambil mempertahankan posisinya di udara.

Cid juga bisa menutup jarak dengan musuh secara sangat cepat. Menggunakan tombak khasnya, ia dapat langsung melakukan dash menuju musuh dari jarak jauh sebelum melanjutkan serangannya dengan berbagai combo udara. Sementara itu, Vincent menjadi karakter yang mungkin paling dekat dengan Yuffie dari sisi konsep gameplay.

Hanya dengan satu tombol, Vincent bisa berganti antara pertarungan jarak dekat menggunakan melee dan mundur untuk menyerang musuh menggunakan senjatanya dari jarak jauh. Sistem tersebut terasa mirip dengan Yuffie yang bisa berganti antara menyerang secara langsung menggunakan senjatanya atau melemparkannya untuk menyerang serta menggunakan magic dari kejauhan.
Hal yang benar-benar membedakan Vincent tentu saja datang dari kemampuan transformasinya. Pada Level 1, Vincent dapat berubah menjadi Galian Beast, bentuk monster berwarna merah yang menghilangkan gaya bermain menggunakan senjata api dan menggantinya dengan serangan fisik seperti Berserk Dance serta magic berbasis api seperti Beast Flare.

Transformasi tersebut membuat Vincent seperti memiliki identitas gameplay kedua yang benar-benar berbeda di luar kemampuan berpindah antara melee dan ranged miliknya.
Final Fantasy VII Revelation Tidak Sekadar Mau Lebih Besar

Walaupun hanya dimainkan dalam demo yang cukup terbatas dan tidak terlalu berat dari sisi cerita, Final Fantasy VII Revelation sudah cukup jelas menunjukkan ambisinya. Game ini kelihatannya tidak sekadar ingin memperbesar world map dibanding Rebirth, tetapi justru lebih fokus memberikan kebebasan eksplorasi secara vertikal.
Berbagai opsi pergerakan seperti terbang menggunakan Highwind, turun dengan parachute, melakukan boost dan lompatan tinggi menggunakan chocobo, sampai Grappling Gun di Wutai semuanya mengarah ke konsep eksplorasi yang mendorong pemain untuk bergerak ke atas dan ke bawah, bukan hanya semakin jauh ke depan.

Wutai sendiri menjadi contoh paling jelas dari arah desain tersebut. Kota ini masih mempertahankan akar desain Jepang yang sudah dikenal dari versi original, tetapi sekarang juga mendapat berbagai sentuhan baru seperti arsitektur dengan lampu neon, sambil tetap menyisakan banyak area tradisional dan tempat tersembunyi di bagian dalamnya.
Sistem FITS juga terlihat cukup menjanjikan sebagai tambahan baru untuk kustomisasi karakter. Pemain diberikan kebebasan besar untuk membawa karakter keluar dari role yang biasanya mereka gunakan dan mencoba kombinasi yang lebih tidak biasa.

Satu boss fight yang tersedia memang belum cukup untuk melihat seluruh potensi combat Revelation, tetapi sudah cukup untuk memperlihatkan kalau Vincent dan Cid punya identitas bermain yang sangat jelas. Vincent menawarkan fleksibilitas seperti Yuffie melalui pergantian melee dan ranged, sementara Cid membawa gaya combo panjang seperti Red XIII ke dalam pertarungan udara.
Di luar berbagai sistem baru tersebut, secara visual demo Final Fantasy VII Revelation juga terlihat sangat bagus. Presentasinya tetap punya nuansa cinematic dengan banyak momen yang terasa besar dan penuh impact.
Vincent secara khusus menjadi salah satu karakter yang paling menarik perhatian selama pertarungan. Kemampuannya untuk berpindah antara melee dan penggunaan senjata api, lalu berubah lagi menjadi Galian Beast, membuat setiap encounter terasa cepat dan memuaskan. Gaya bertarungnya juga terasa benar-benar punya identitas sendiri dan bukan sekadar versi lain dari karakter yang sudah ada.

Waktu 90 menit jelas masih belum cukup untuk melihat semua yang ditawarkan game ini. Beberapa area seperti Costa del Sol, Gold Saucer, Gongaga, Junon, dan Grasslands hampir tidak sempat kami sentuh sama sekali.
Namun berdasarkan apa yang kami lihat dari Wutai dan Mideel, Final Fantasy VII Revelation tampaknya sedang memposisikan diri bukan sebagai sekadar “Rebirth, tapi lebih besar.” Game ini justru mencoba memikirkan ulang seperti apa eksplorasi terbuka dalam Final Fantasy VII bisa dikembangkan, terutama melalui kebebasan bergerak secara vertikal dan berbagai cara baru untuk menjelajahi setiap area.
Final Fantasy VII Revelation akan dirilis pada 8 April mendatang untuk PlayStation 5, Xbox Series, Nintendo Switch 2, dan PC melalui Steam. Kamu bisa kunjungi situs resminya DI SINI untuk berbagai informasi lebih lanjut.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id













Discussion about this post