gamerwk.com
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
gamerwk.com
No Result
View All Result

Potensi Emas yang Hancur, Inilah Cerita Lengkap Dibalik Kegagalan Balan Wonderworld

Fadhil by Fadhil
April 30, 2021
in Konsol, Nintendo Switch, Opini, PC, PlayStation 4, PlayStation 5, Xbox One, Xbox Series S, Xbox Series X
0
Mengintip lebih dalam mengenai alasan kenapa Balan Wonderworld bisa berakhir menjadi proyek gagal

Mengintip lebih dalam mengenai alasan kenapa Balan Wonderworld bisa berakhir menjadi proyek gagal

Share ke FacebookShare ke TwitterShare ke Telegram

Menjaga ekspektasi akan sebuah game rasanya sudah menjadi keharusan di era sekarang. Karena terlepas dari reputasi baik developer hingga pemasaran gamenya yang efektif, hasil akhirnya tidak akan selalu indah. Karena kami cukup lelah menyebut Cyberpunk 2077 sebagai contoh terbaiknya, bagaimana jika sekarang kita membahas soal game gagal lainnya yaitu Balan Wonderworld?

Dipasarkan sebagai game 3D platformer terbaru daru Yuji Naka yang merupakan salah satu kreator dari franchise Sonic the Hedgehog, ekspektasi akan Balan Wonderworld memang sangat tinggi menjelang perilisannya. Ini juga karena peran Square Enix yang sangat baik dalam memasarkan game tersebut sampai membawanya ke event presentasi game bergengsi seperti Nintendo Direct. Tapi seperti yang kamu ketahui, game ini berakhir sebagai proyek gagal, baik dari segi resepsi kritikus dan gamer hingga angka penjualan yang saking buruknya bisa dihitung dengan jari.

Kami memang belum sempat memainkan gamenya, tapi melihat review dan impresi orang-orang terhadap Balan Wonderworld rasanya sudah cukup untuk menilainya sebagai game yang buruk. Tapi belum lama ini saat sedang bersantai menjelajahi YouTube, di rekomendasi kami muncul sebuah video baru dari channel Austin Eruption yang memberikan pembahasan lengkap mengenai gamenya. Dia rela menghabiskan banyak waktu untuk menamatkan gamenya sampai 100% dan membaca novelnya.

Kami mengantisipasi kalau Austin merasa menderita dan mungkin akan mencerca gamenya di sepanjang video berdurasi 38 menit di atas. Prediksi kami tidak sepenuhnya meleset memang, tapi Austin memberikan gambaran lebih jelas mengenai konsep ambisius yang berusaha ditawarkan oleh Balan Wonderworld, dimana game ini diciptakan sebagai proyek impian Yuji Naka bersama Naoto Ohshima dan tim barunya di Balan Company. Setidaknya dari segi konsep dan perencanaan, game ini dipersiapkan dengan sangat matang, dimana kamu bahkan bisa melihat passion yang dipancarkan di beberapa tempat.

Lalu kenapa game ini bisa berakhir buruk? Sepaham dengan penjelasan dari Austin di atas, kami yakin kalau masalah utamanya memang terletak di Arzest. Mereka adalah tim developer yang bekerjasama dengan Balan Company untuk mengembangkan gamenya. Jika Balan Company sudah melakukan tugasnya dengan sangat baik dalam menciptakan konsep yang matang, peran Arzest lebih berfokus ke pengembangan gamenya sendiri (ini termasuk meracik mekanisme gameplay, grafis, dan segala macamnya).

Kami rasa memilih Arzest untuk memegang tugas yang sangat penting tersebut adalah keputusan buruk, apalagi jika dilihat dari track-record mereka yang kurang maksimal dan belum terlibat dalam proyek dengan skala game 3D besar seperti ini. Kami rasa pihak yang paling dirugikan adalah Balan Company, karena mereka baru saja memulai debutnya lewat Balan Wonderworld dan kini namanya malah dikenang sebagai salah satu game terburuk yang rilis sepanjang satu dekade terakhir.

Seperti yang kami sebut di atas, konsep gamenya sudah disiapkan dengan matang dan ini semakin dibuktikan lewat novelnya yang berjudul Balan Wonderworld: Maestro of Mystery, Theatre of Wonders. Novel ini memberikan penjelasan lebih dalam mengenai cerita utama dari gamenya, yang ternyata mengambil tempat setelah cerita keseluruhannya mulai mencapai titik serius. Jika diibaratkan, ini sama seperti menyajikan piring makanan tapi tidak ada isinya. Ada begitu banyak poin cerita penting yang memiliki banyak sekali momen menarik, yang sayangnya tidak sampai masuk ke gamenya.

Dengan melihat skenario di atas, bisa diambil kesimpulan kalau memilih developer untuk mengerjakan sebuah proyek game adalah keputusan riskan. Kami memang tidak tahu apakah karena adanya limitasi budget atau hal lain, tapi yang jelas Balan Company untuk mendapatkan dukungan dari developer yang lebih berpengalaman, khususnya untuk game 3D platformer. Semoga saja proyek Yuji Naka selanjutnya dapat berakhir menjadi game yang jauh lebih baik.

Balan Wonderworld sendiri sekarang sudah resmi dirilis di PlayStation 4, PlayStation 5, Xbox One, Xbox Series, Nintendo Switch dan juga PC.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.

Balan Wonderworld
Publisher: Square Enix
Developer: Arzest
Release Date: 2021-03-26
Console, PS4, PS5, Nintendo Switch, PC, Xbox One, Xbox Series
Game 3D platformer terbaru dari kreator Yuji Naka bersama tim barunya di Balan Company. Konsep platfomer dalam game ini memungkinkan pemain untuk berpetualangan di dunia mimpi, dimana mereka bisa mendapatkan akses ke 80 kostum yang memiliki desain unik dan kemampuan spesialnya sendiri.
Hi guys, kami akhirnya sudah punya akun X dan YouTube resmi! Langsung saja follow:
 
Follow @GamerwkID
 

Jangan lupa untuk cek channel TikTok kami!
@gamerwk_id
Tags: ArzestBalan CompanyBalan WonderworldNintendo SwitchPCPopCap GamesPS4PS5Square EnixXbox OneXbox Series
ShareTweetShare
Previous Post

BanG Dream! Versi Nintendo Switch Umumkan Jadwal Rilis Pasti, Jadi Game Berbayar!

Next Post

Konami Dipastikan Tidak Hadir di E3 2021, Siapkan Beragam Proyek Game Besar

Related Posts

Saros telah merilis update "Zenith" yang menambah beragam konten dengan fokus tantangan ekstra serta aksesibilitas untuk pendatang baru
Berita

Saros Rilis Update Besar yang Tambah New Game+ Hingga Mode Boss Rush

October 20, 2026
Tim Sweeney kembali menegaskan kalau dia benar-benar percaya generative AI bakal punya peran besar di masa depan industri game.
Berita

Tim Sweeney Yakin AI Bakal Bawa Industri Game Masuk “Era Keemasan” Baru

October 20, 2026
Simak review kami untuk Stupid Never Dies yang hadir sebagai game perdana solid dan penuh daya tarik dari GPTRACK50
Konsol

Review Stupid Never Dies – Roguelite Penuh Daya Tarik dengan Gameplay yang Tersandung!

Game gacha RPG Stella Sora besutan Yostar akhirnya mendapat rilis versi Steam bersamaan dengan anniversary pertamanya
Berita

Stella Sora Akhirnya Kebagian Rilis di Steam Minggu Ini!

October 19, 2026
Biaya RAM dan NAND storage PS6 saja kabarnya sudah lebih dari $680 per unit, atau sekitar Rp12,3 juta. Belum termasuk yang lain.
Berita

Biaya RAM dan Storage PS6 Doang Diklaim Tembus 12 Juta Rupiah

October 19, 2026
Epic juga langsung memanfaatkan momen ini buat sedikit menyindir Steam, dengan klaim launcher barunya 46% lebih cepat saat cold start.
Berita

Epic Games Pamer Launcher Hasil Vibe Coding dan Ejek Steam, Tapi Steam Langsung Dapet Update dan Lebih Kenceng

October 19, 2026
Next Post
Meskipun tidak akan hadir di E3 2021, Konami masih berfokus penuh pada beragam proyek game besar

Konami Dipastikan Tidak Hadir di E3 2021, Siapkan Beragam Proyek Game Besar

Discussion about this post

FACEBOOK KAMI

YOUTUBE KAMI

TWITTER/X KAMI

Follow @GamerwkID

UPDATE MOBILE GAMES

Digimon Alysion rencananya akan membuka akses pra-registrasi untuk menyambut persiapan rilisnya di platform mobile dalam waktu dekat ini

Game Kartu ‘Digimon Alysion’ Akan Segera Buka Akses Pra-Registrasi Dalam Waktu Dekat!

by Fadhil
October 16, 2026
0

Digimon Alysion rencananya akan membuka akses pra-registrasi untuk menyambut persiapan rilisnya di platform mobile dalam waktu dekat ini.

Gundam Blitz Order baru saja diumumkan oleh Bandai Namco sebagai game simulasi idle terbaru franchisenya untuk platform mobile

Game Simulasi Idle ‘Gundam Blitz Order’ Resmi Diumumkan Untuk Android dan iOS

by Fadhil
October 15, 2026
0

Gundam Blitz Order baru saja diumumkan oleh Bandai Namco sebagai game simulasi idle terbaru franchisenya untuk platform mobile.

Sad Cat Studios lewat kerjasamanya dengan Atari dan The Knights of U akan merilisa REPLACED di platform Android pada 8 Desember mendatang

Game Petualangan Cyberpunk REPLACED Akan Rilis di Android Akhir Tahun Ini!

by Fadhil
October 14, 2026
0

Sad Cat Studios lewat kerjasamanya dengan Atari dan The Knights of U akan merilisa REPLACED di platform Android pada 8...

Perilisan Azur Promilia di wilayah global dalam versi bahasa Inggris terpaksa harus ditunda ke musim panas 2027

Azur Promilia Umumkan Open Beta Untuk Versi Inggris di Musim Panas 2027

by Fadhil
October 14, 2026
0

Perilisan Azur Promilia di wilayah global dalam versi bahasa Inggris terpaksa harus ditunda ke musim panas 2027.

BLEACH Mirrors High kini telah mencapai milestone 700 ribu pemain untuk akses pra-registrasi yang menjanjikan beragam reward menarik

Pra-Registrasi BLEACH Mirrors High Tembus 700 Ribu Pemain yang Ikut Unlock Beragam Reward Menarik

by Fadhil
October 13, 2026
0

BLEACH Mirrors High kini telah mencapai milestone 700 ribu pemain untuk akses pra-registrasi yang menjanjikan beragam reward menarik.

  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd