Kami mendapat kesempatan untuk mengikuti sesi hands-off preview bersama Studio Co-Director sekaligus Game Director Hugo Martin untuk melihat langsung DOOM: The Dark Ages – Revelations. DLC terbaru ini akan melanjutkan kisah DOOM Slayer setelah dirinya dikhianati dan dibuang ke Purgatory untuk menerima siksaan.
Dari apa yang diperlihatkan selama sesi preview, Revelations terlihat jauh lebih brutal dibandingkan game utamanya. Setiap pertarungan terasa jauh lebih berdampak, gameplay semakin menekankan pergerakan vertikal, dan cerita akan membawa kita menyelami masa lalu sang DOOM Slayer lebih dalam lagi. Menariknya, DLC ini juga menghadirkan konten unik yang membawa level-level klasik DOOM versi retro langsung masuk ke dalam pengalaman bermainnya.
Kalau melihat semua yang diperlihatkan sejauh ini, Revelations benar-benar terasa seperti DLC berskala besar yang berpotensi mengubah pengalaman bermain The Dark Ages secara signifikan. Penasaran seperti apa isinya? Berikut semua hal menarik yang berhasil kami rangkum dari sesi preview tersebut.
DLC Besar yang Terasa Seperti Puncak Perjalanan 35 Tahun DOOM

Revelations diposisikan sebagai sebuah pengalaman premium berskala besar, bukan sekadar ekspansi biasa. Hugo Martin bahkan menggambarkannya sebagai puncak dari perjalanan 35 tahun sejarah DOOM. Durasi campaign sendiri diperkirakan mencapai sekitar 10 hingga 12 jam, tergantung tingkat kesulitan yang dipilih pemain. Menariknya lagi, ukuran kontennya disebut setara dengan gabungan dua DLC milik DOOM Eternal sekaligus.
Walaupun tetap mempertahankan konsep pick up and play yang menjadi ciri khas seri DOOM, tingkat kesulitannya kini dibuat lebih tinggi dibanding game utama. Memang tersedia berbagai slider yang memungkinkan pemain mengatur tingkat tantangan sesuai keinginan, tetapi seperti biasanya di seri DOOM, pada akhirnya pemain tetap harus benar-benar menguasai seluruh perlengkapan yang dimiliki, terutama ketika menghadapi boss dan berbagai mekanik khusus mereka.

Namun Revelations bukan hanya berisi aksi tembak-menembak tanpa henti. DLC ini juga menghadirkan jauh lebih banyak lore yang bisa ditemukan melalui berbagai collectible serta halaman cerita yang tersebar di sepanjang permainan. Kisahnya akan terus membawa pemain mengungkap sejarah rahasia DOOM Slayer.
Bukan hanya itu, kita juga akan diajak memainkan perspektif gameplay baru bernama Nightmare Levels. Mode ini terasa seperti penghormatan besar untuk DOOM klasik, tetapi bukan sekadar nostalgia semata. Gameplay retro tersebut benar-benar diintegrasikan ke dalam lore dan cerita mengenai sang Slayer sebagai Flynn Taggart.
Filosofi Pertarungan Baru dan Kehadiran Chain Spear

Filosofi pertarungan inti masih mempertahankan tempo permainan cepat khas DOOM. Pemain akan terus menggunakan senjata di tangan kanan dan kiri secara bersamaan, mulai dari berbagai senjata api, Shield Saw, hingga senjata baru bernama Chain Spear, lengkap dengan berbagai serangan melee yang sudah menjadi ciri khas seri ini.
Gameplay utamanya masih terasa familiar. Pemain akan melukai demon menggunakan berbagai senjata api, memanfaatkan kelemahan mereka menggunakan Shield maupun Spear, lalu bermain agresif dengan serangan melee untuk memulihkan berbagai resource. Walaupun sebagian besar senjata utama masih terasa familiar, perkembangan mekanik dan progres kekuatannya kini jauh lebih berfokus pada tangan kiri. Pemain bisa berganti dengan cepat antara Shield Saw dan Chain Spear sehingga membuka banyak kombinasi mekanik baru yang menarik.
Namun bintang utama DLC ini jelas adalah Chain Spear. Hampir seluruh sistem progresi kampanye hingga meta permainan di fase akhir dibangun mengelilingi senjata tersebut. Kalau memang ingin, pemain tetap bisa kembali menggunakan Shield Saw atau bahkan hanya mengandalkan Chain Spear saja sepanjang permainan. Namun ketika memasuki endgame, terutama untuk menghadapi konten dengan tingkat kesulitan tinggi seperti Master Arenas, menguasai Chain Spear menjadi sesuatu yang benar-benar wajib.

Chain Spear mengubah ritme pertarungan secara drastis dengan menghadirkan berbagai teknik mobilitas baru. Senjata ini memiliki dash dan grappling hook yang memungkinkan pemain bahkan mengitari musuh saat bertarung. Hasilnya, DOOM Slayer yang sebelumnya terasa berat kini berubah menjadi seperti tank terbang dengan momentum tinggi yang mampu berpindah dari satu musuh ke musuh lain secara sangat cepat.
Dari sisi mekanik, Chain Spear juga memiliki kedalaman yang cukup tinggi dan membutuhkan waktu untuk benar-benar dikuasai. Senjata ini menghadirkan berbagai kemampuan unik lengkap dengan pohon upgrade yang sangat luas dan harus terus dikembangkan sepanjang permainan.
Pemain bisa menusuk musuh, menghantam dari atas yang terasa mirip Sentinel Hammer di DOOM Eternal, melemparkannya dengan presisi layaknya sniper, hingga mengitari musuh menggunakan grappling hook. Kemampuan yang paling fleksibel adalah serangan slash. Serangan ini dapat menghancurkan armor musuh, memanfaatkan demon kecil sebagai sumber resource, sekaligus melakukan parry terhadap serangan melee maupun proyektil jika timing pemain benar-benar tepat.
Secara keseluruhan, Chain Spear terasa seperti versi Shield Saw yang lebih cepat, lebih agresif, tetapi juga memiliki risiko yang lebih tinggi. Tentu saja, senjata ini juga menghadirkan animasi Glory Kill tersendiri ketika digunakan melawan musuh berukuran besar. Menariknya lagi, di awal cerita armor milik Slayer juga berada dalam kondisi rusak. Seiring perkembangan cerita, pemain harus melakukan berbagai upgrade secara bertahap agar perlengkapannya kembali mencapai potensi maksimal.
Musuh Baru yang Siap Menguji Semua Kemampuan

Setiap arena pertarungan di Revelations didesain layaknya permainan catur dengan tempo super cepat. Berbagai demon baru dan lama dipadukan sedemikian rupa sehingga setiap pertarungan terasa seperti teka-teki yang memaksa pemain memanfaatkan seluruh senjata dan kemampuan yang dimiliki.
Salah satu ancaman baru yang menjadi prioritas utama adalah The Wizard. Musuh ini mampu memperkuat demon lain sehingga harus segera dieliminasi sebelum membuat situasi menjadi semakin sulit. Selain itu, Arch-Vile dan Pain Elemental juga kembali hadir sebagai bagian dari jajaran musuh yang akan dihadapi pemain.
Tidak hanya itu, beberapa musuh lama juga memperoleh varian baru yang jauh lebih agresif, seperti Specter Whiplash, Purple Hell Knights, hingga Zombie baru yang sangat tidak stabil dan dapat berubah menjadi jebakan peledak di lingkungan sekitar.
Struktur Campaign, Endgame, dan Banyak Rahasia Menarik

Struktur kampanye Revelations dibagi menjadi dua bagian besar, yaitu Base Game dan End Game. Pemain dapat mengelolanya dengan mudah melalui Automap yang kini menyediakan overlay berbeda untuk masing-masing jenis objektif. Menurut Hugo Martin, sekitar 60 persen pengalaman bermain terdiri dari Base Game Missions, sementara sisanya merupakan konten End Game.
Setelah seluruh misi utama selesai, pemain akan membuka lapisan End Game yang menghadirkan berbagai tantangan Master Level. Di fase End Game ini terdapat jalur-jalur unik yang dapat dibuka sepanjang level, termasuk:
- Praetor Suit Combat Encounters berupa arena tantangan dengan tingkat kesulitan ekstra tinggi.
- Slayer Trials yang menghadirkan level bergaya arcade lengkap dengan sistem skor dan puzzle.
- Endgame Resources yang membuka berbagai upgrade baru dengan kekuatan lebih besar.
- Retro Levels yang menghadirkan level klasik dari DOOM versi lama dan bisa dimainkan sepenuhnya.
Namun kontennya tidak berhenti sampai di situ. Setelah terus berkembang di End Game, pemain akan memperoleh Astral Key yang membuka akses menuju pertarungan brutal melawan Uber Boss. Mengalahkan boss tersebut akan memberikan Master Arena Key yang membuka empat Master Arena dengan tingkat kesulitan ekstrem. Hugo Martin menyebut arena ini sebagai tantangan tersulit yang pernah ada di seri DOOM.
Jika berhasil menaklukkan semuanya, pemain akan membuka gelombang besar konten pasca permainan di Ripatorium, termasuk seluruh upgrade penuh untuk Chain Spear, peta tambahan, hingga berbagai preset encounter yang membuat siklus bermain menjadi semakin adiktif dan memuaskan.
Slayer’s Hub dan Cerita yang Jauh Lebih Gelap

Seluruh pengalaman bermain Revelations berpusat pada Slayer’s Hub, sebuah area besar dengan visual memukau yang secara naratif berfungsi sebagai penjara bagi sang Slayer. Hub ini menghadirkan nuansa ala Metroidvania dengan banyak koridor tersembunyi, puzzle lingkungan, dan area-area baru yang terus terbuka seiring eksplorasi pemain.
Agar lebih mudah menjelajahi area sebesar ini, kini tersedia objective wheel baru yang mempermudah pemain melacak sekaligus menandai tantangan mana yang ingin diselesaikan terlebih dahulu.
Dari sisi cerita, Revelations menjadi salah satu bab paling penting sekaligus paling gelap dalam sejarah franchise DOOM. Kisahnya memperlihatkan bagaimana sang mesin pembunuh yang selama ini terlihat tak terkalahkan justru mengalami kejatuhan setelah seluruh perlengkapannya direbut. Dari titik terendah itulah ia kemudian memulai perjalanan untuk bangkit kembali dan mengubah dunia di sekitarnya.
Ripatorium 3.0 dan Soundtrack yang Tetap Menggelegar

Revelations juga menghadirkan versi Ripatorium paling lengkap sejauh ini melalui Ripatorium 3.0. Mode arena tanpa akhir ini dirancang agar pemain dapat langsung menikmati pertarungan tanpa harus memulai kampanye utama. Tersedia berbagai preset yang bisa langsung dimainkan, sementara encounter di dalamnya akan terus diperbarui agar pengalaman bermain tetap terasa segar.
Seluruh aksi brutal tersebut juga ditemani soundtrack heavy metal dari Finishing Move yang dipadukan dengan berbagai musik level klasik karya Andrew Hulshult.
Kesimpulan
Walaupun sistem pertarungan di The Dark Ages masih mempertahankan karakteristiknya yang berat, penuh tenaga, dan terasa sangat metodis, kehadiran Chain Spear benar-benar meningkatkan tempo permainan secara signifikan. Rasanya seperti mengendalikan sebuah tank terbang dengan momentum tinggi, terus meluncur menggunakan grappling hook dari satu demon ke demon lain dalam pertarungan yang brutal, cepat, tetapi tetap terasa berbobot.
Musuh-musuh yang diperlihatkan juga tampak jauh lebih mematikan dibanding sebelumnya. Agresivitas bukan lagi sekadar pilihan, melainkan menjadi keharusan. Untuk bisa bertahan hidup, pemain benar-benar harus menguasai seluruh perlengkapan yang dimiliki dan memanfaatkannya secara maksimal menghadapi berbagai tantangan berat yang menanti.

Di luar gameplay, arah cerita yang ditawarkan juga terasa sangat menarik. Melihat Slayer kehilangan seluruh perlengkapannya lalu dibuang ke Purgatory memberikan sudut pandang baru terhadap karakter yang selama ini dikenal sebagai mesin pembunuh tanpa rasa takut. Revelations memperlihatkan momen ketika dirinya benar-benar berada di titik terendah sebelum akhirnya kembali bangkit dengan cara yang sangat brutal. Kombinasi gameplay baru dan tambahan lore tersebut membuat Revelations menjadi salah satu DLC yang paling menarik untuk dinantikan.
DOOM: The Dark Ages – Revelations akan dirilis pada 7 Juli 2026. Kamu bisa kunjungi situs resminya DI SINI untuk berbagai informasi lebih lanjut.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id













Discussion about this post