gamerwk.com
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
gamerwk.com
No Result
View All Result

Preview Onimusha: Way of the Sword – Kembalinya Game Brutal Legendaris

Taufik by Taufik
June 11, 2025
in Konsol, PC, PlayStation 5, Review, Xbox Series S, Xbox Series X
0
Onimusha: Way of the Sword adalah entri terbaru dari seri aksi legendaris buatan Capcom yang sempat vakum cukup lama. Simak preview kami!

Onimusha: Way of the Sword adalah entri terbaru dari seri aksi legendaris buatan Capcom yang sempat vakum cukup lama. Simak preview kami!

Share ke FacebookShare ke TwitterShare ke Telegram

Onimusha: Way of the Sword adalah entri terbaru dari seri aksi legendaris buatan Capcom yang sempat vakum cukup lama. Lewat game ini, Capcom mencoba menghidupkan kembali nuansa khas Onimusha—pertarungan pedang yang cepat, atmosfer gelap, dan elemen supernatural—dengan sentuhan modern yang lebih dalam secara gameplay dan cerita. Bukan sekadar nostalgia, game ini hadir sebagai langkah baru yang ambisius dalam mengembangkan identitas seri.

Yang bikin menarik, Way of the Sword membawa pendekatan berbeda dengan menjadikan Musashi muda sebagai tokoh utama. Bukan karakter orisinal baru, tapi versi muda dari sosok samurai legendaris yang punya banyak ruang untuk dikembangkan. Dengan visual yang memukau, gameplay penuh risiko, dan cerita yang lebih personal simak review kami mengenai Onimusha: Way of the Sword!

Kisah Musashi yang Masih Muda dan Penuh Ego

Berbeda dari kisah Musashi yang sudah dikenal luas—seorang samurai legendaris dengan reputasi tak terkalahkan—Onimusha: Way of the Sword memilih untuk menampilkan sisi yang lebih mentah dan belum matang dari karakter ikonik ini. Musashi yang ada di game ini masih muda, arogan, dan punya keyakinan kuat bahwa satu-satunya jalan untuk menjadi pendekar sejati adalah lewat kekuatan dan keterampilan sendiri, tanpa bantuan apa pun.

Maka ketika ia secara tiba-tiba terikat pada Oni Gauntlet, sebuah artefak jahat yang memberinya kekuatan supranatural, reaksinya bukan kagum atau senang—malah jijik. Menurut Musashi, kekuatan yang datang bukan dari latihan dan kerja keras adalah sesuatu yang memalukan.

Namun seiring berjalannya cerita, Musashi menyadari bahwa melepaskan diri dari kutukan gauntlet ini bukanlah hal mudah. Perjalanannya untuk membuang artefak tersebut membawanya ke Kuil Kiyomizu-dera di Kyoto, sebuah lokasi bersejarah yang dipresentasikan ulang dengan indah sekaligus mengerikan karena telah dirusak oleh energi gelap bernama Malice—energi yang muncul dari kehadiran para iblis Genma.

Saat Musashi menyusuri kuil dan wilayah sekitarnya, ia tak hanya bertarung melawan makhluk-makhluk kegelapan, tapi juga menyaksikan penderitaan manusia: dari pembantaian sadis sampai manusia yang dipaksa melakukan tindakan tak terbayangkan karena pengaruh Genma. Kisah ini tidak hanya menampilkan pertarungan fisik, tapi juga perjuangan batin. Ini bukan sekadar cerita tentang mengalahkan iblis, tapi tentang menyelamatkan jiwa Musashi dan mereka yang sudah jatuh dalam bayang-bayang kegelapan.

Gameplay 

Secara permukaan, gameplay Way of the Sword masih membawa gaya khas Onimusha yang dikenal penuh aksi cepat dan stylish. Tapi kalau ditelusuri lebih dalam, sistem pertarungannya jauh lebih kompleks dan mengandalkan presisi, timing, serta pemanfaatan sumber daya yang cerdas. Seperti game-game sebelumnya, setiap musuh yang dikalahkan akan melepaskan jiwa berwarna yang punya fungsi berbeda: merah untuk pengalaman, kuning untuk penyembuhan, dan biru untuk kemampuan khusus.

Tapi jiwa-jiwa ini tidak tinggal lama di medan tempur, sehingga pemain harus terus menimbang—mau menghabisi musuh yang tersisa, atau buru-buru menyerap jiwa sebelum menghilang? Keputusan-keputusan kecil seperti ini membuat permainan terasa lebih aktif dan menegangkan.

Fitur guard juga mengalami pembaruan besar. Sekarang pemain bisa memblokir serangan dari arah mana pun, dan ini membuat pertahanan jadi lebih fleksibel. Tapi kalau terlalu sering mengandalkan guard, postur Musashi akan hancur dan membuatnya terbuka terhadap serangan musuh. Jadi, pemain didorong untuk tetap agresif dan cerdas saat bertarung, bukan cuma bertahan pasif. Di sisi lain, ada dua teknik bertahan baru yang keren banget, yaitu Redirect dan Deflect.

Redirect memungkinkan pemain melempar musuh ke arah objek lingkungan—seperti melempar Genma ke obor untuk membakarnya hidup-hidup. Sementara Deflect lebih fokus pada membalikkan serangan jarak dekat maupun proyektil. Yang menarik, Deflect yang berhasil beberapa kali akan memicu mode khusus di mana Musashi jadi lebih kuat dan menghasilkan jiwa biru dalam jumlah banyak. Ini bikin setiap pertempuran terasa seperti pertaruhan: penuh resiko tapi sangat memuaskan saat berhasil.

Boss Battle

Keseruan sebenarnya dalam Way of the Sword muncul ketika pemain mulai menguasai sistem klasik bernama Issen. Mekanik ini kembali lagi dengan tampilan lebih modern—serang musuh tepat saat mereka hendak menyerang, dan Musashi akan melancarkan counter brutal yang langsung membunuh musuh dalam satu tebasan. Tapi bukan cuma itu, kali ini hadir juga fitur Chain Issen yang memungkinkan pemain untuk menghubungkan serangan balasan secara beruntun, menciptakan efek sinematik penuh aksi saat satu ruangan musuh dihancurkan dalam hitungan detik. Rasanya luar biasa ketika berhasil, dan sistem ini bukan hanya efek visual semata—Chain Issen bisa sangat krusial saat dikeroyok dan butuh membersihkan medan dengan cepat.

Untuk pertarungan bos, sistem ini berevolusi menjadi sesuatu yang disebut Break Issen. Setiap bos sekarang punya bar kedua di bawah HP-nya yang mewakili stabilitas mereka. Dengan memanfaatkan Deflect, pemain bisa menguras bar ini sampai bos menjadi staggered, lalu memicu Break Issen. Yang menarik, saat bos dalam posisi rentan ini, pemain bisa memilih bagian tubuh mana yang mau diserang, dan tiap pilihan punya efek taktis tersendiri—ada yang memberi damage besar, ada juga yang memperbanyak jumlah jiwa yang dijatuhkan.

Salah satu pertarungan yang paling menonjol adalah melawan Sasaki Ganryu, musuh bebuyutan Musashi di sejarah Jepang. Dalam versi game ini, Ganryu juga memakai Oni Gauntlet dan pertarungan mereka bukan hanya soal teknik pedang, tapi juga benturan dua filosofi soal kehormatan dan takdir. Lalu ada Byakue, Genma menyeramkan yang makin kuat setiap kali berdarah. Tubuhnya dipenuhi ofuda—kertas jimat—yang menahan kekuatannya. Pemain harus cermat memantulkan serangannya tanpa terlalu banyak menyerang balik, karena kalau darahnya terlalu banyak keluar, kekuatan penuhnya bisa bangkit dan jadi mimpi buruk.

Visual 

Secara visual, Way of the Sword terlihat luar biasa, apalagi dalam hal memadukan keakuratan sejarah dengan elemen dark fantasy. Salah satu contoh terbaiknya adalah tahap Kuil Kiyomizu-dera, yang dibangun ulang dengan bantuan tim asli dari kuil tersebut. Bahkan beberapa bangunan diposisikan sesuai dengan lokasi aslinya dari zaman Edo, memberikan sentuhan otentik yang bisa bikin penggemar sejarah tersenyum puas.

Tapi atmosfernya tetap mencekam, karena kuil tersebut diselimuti kabut Malice yang jadi simbol visual dari penyebaran korupsi. Musuh-musuh yang dihadapi juga punya desain yang unik, mulai dari samurai jahat yang terlihat seperti versi bengkok dari Musashi, sampai Genma yang bentuknya tragis dan menyeramkan sekaligus.

Hal menarik lainnya adalah momen-momen saat Musashi menyerap Dark Mass—semacam fragmen memori jahat—yang menampilkan penglihatan masa lalu yang menghantui. Momen ini bukan cuma bikin bulu kuduk berdiri, tapi juga memberi kedalaman emosional terhadap dunia dan kisah yang disajikan. Ini bukan sekadar tempat untuk bertarung, tapi dunia yang punya sejarah, tragedi, dan banyak sisi kelam yang terus menunggu untuk diungkap.

Kesimpulan 

Dari semua yang sudah diperlihatkan sejauh ini, Onimusha: Way of the Sword tampak seperti mimpi yang jadi kenyataan untuk para penggemar lama seri ini. Capcom sepertinya benar-benar paham apa yang bikin Onimusha dulu begitu dicintai—aksi pedang yang cepat dan presisi, atmosfer gelap, dan karakter yang kuat—lalu mereka membawanya ke level baru dengan mekanik yang diperbarui dan cerita yang lebih dalam. Fokus pada Musashi yang masih muda dan idealis memberikan sudut pandang yang segar, sementara nuansa antara realisme sejarah dan horor gotik memberikan identitas yang kuat pada game ini.

Sistem Issen yang diperbarui, kombinasi skill berbasis jiwa, penggunaan lingkungan dalam pertarungan, dan desain bos yang kreatif menunjukkan bahwa ini bukan sekadar remake atau reboot biasa. Ini adalah bentuk penghormatan yang dibarengi inovasi. Kalau Capcom bisa mempertahankan kualitas ini di seluruh bagian game, bukan tidak mungkin Way of the Sword jadi salah satu game aksi terbaik tahun ini—dan sekaligus menghidupkan kembali franchise Onimusha sebagai raksasa yang lama tertidur.

Onimusha: Way of the Sword akan dirilis pada tahun 2026 untuk PlayStation 5, Xbox Series, dan juga PC. Kamu bisa kunjungi situs resminya DI SINI untuk berbagai informasi lebih lanjut.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.

Hi guys, kami akhirnya sudah punya akun X dan YouTube resmi! Langsung saja follow:
 
Follow @GamerwkID
 

Jangan lupa untuk cek channel TikTok kami!
@gamerwk_id
Tags: CapcomOnimusha: Way of the SwordPreview
ShareTweetShare
Previous Post

Wawancara Code Vein II dengan Keita Iizuka – Evolusi Besar Franchise Soulslike Andalan Bandai Namco!

Next Post

Review Stellar Blade PC – Pengalaman Main yang Makin Cantik!

Related Posts

Versi Network Test Mobile Suit Gundam: Battle Operation 3 bocor duluan di SteamDB yang sepertinya akan segera disusul pengumuman gamenya
Berita

Mobile Suit Gundam: Battle Operation 3 Tidak Sengaja Bocor Duluan di SteamDB

September 30, 2026
Idea Factory baru saja meresmikan brand IFChronicle yang sudah langsung menangani game petualangan misteri berjudul ICONOLOGY
Berita

Idea Factory Resmikan Brand Visual Novel IFChronicle Serta Game Pertama Tim Tersebut

September 30, 2026
SEGA/ATLUS kembali mengonfirmasi kalau Persona 6 akan mendapat versi fisik di platform PlayStation 5 yang juga dibarengi Nintendo Switch 2
Konsol

Atlus Kembali Konfirmasi Kalau Persona 6 Akan Dapat Versi Fisik Untuk PS5

September 30, 2026
Diablo Immortal akhirnya kedatangan event kolaborasi besar terbaru dengan serial komik Spawn garapan Todd McFarlane
Android

Diablo Immortal Sudah Mulai Adakan Event Kolaborasi Besar dengan Spawn

September 30, 2026
The Witcher 3: Wild Hunt – Remastered akhirnya resmi rilis di konsol dan PC, dan respons pemain kelihatannya langsung besar banget.
Berita

The Witcher 3 Tembus 120 Ribu Pemain Bersamaan Setelah Versi Remastered Rilis

September 30, 2026
Valve lagi nyiapin perubahan baru buat cara Steam nampilin diskon dan event ke pemain. Untungnya ini bukan dynamic pricing.
Berita

Steam Pakai Sistem Dinamis Buat Diskon Mulai 2027, Tapi Dipastikan Bukan Dynamic Pricing

September 30, 2026
Next Post
Simak review terbaru kami untuk Stellar Blade versi PC yang hadir dengan kualitas port solid baik dari sisi performa hingga visual

Review Stellar Blade PC - Pengalaman Main yang Makin Cantik!

Discussion about this post

FACEBOOK KAMI

YOUTUBE KAMI

TWITTER/X KAMI

Follow @GamerwkID

UPDATE MOBILE GAMES

Monster Hunter Outlanders kini sudah mendapat kepastian jadwal rilis untuk akhir Oktober di platform Android dan iOS

Monster Hunter Outlanders Akhirnya Dipastikan Rilis Bulan Depan untuk Android dan iOS!

by Fadhil
September 29, 2026
0

Monster Hunter Outlanders kini sudah mendapat kepastian jadwal rilis untuk akhir Oktober di platform Android dan iOS.

Opera GX telah mengumumkan kolaborasi spesial dengan Persona 5: The Phantom X yang memungkinkan pemain berburu reward in-game

Opera GX Umumumkan Kolaborasi dengan Persona 5: The Phantom X yang Membawa Beragam Reward Menarik

by Fadhil
September 25, 2026
0

Opera GX telah mengumumkan kolaborasi spesial dengan Persona 5: The Phantom X yang memungkinkan pemain berburu reward in-game.

Artikel ini akan memberikan panduan yang sangat lengkap dan mudah dipahami tentang cara redeem code Aniimo.

Redeem Code Aniimo – Banyak Reward Gratis

by Taufik
September 24, 2026
0

Aniimo adalah game open world action RPG yang cukup seru dengan eksplorasi dengan mengumpulkan berbagai makhluk serta memperkuatnya dan kamu...

Silver Palace akan kembali mengadakan Technical Test terbaru untuk proses optimalisasi sebelum perilisan versi finalnya

Silver Palace Kembali Buka Pendaftaran untuk Sesi Technical Test Terbaru

by Fadhil
September 23, 2026
0

Silver Palace akan kembali mengadakan Technical Test terbaru untuk proses optimalisasi sebelum perilisan versi finalnya.

Tidak lama lagi server global game gacha Heaven Burns Red akan kedatangan event kolaborasi terbaru dengan Persona 5

Heaven Burns Red Versi Global Siap Kedatangan Event Kolaborasi Persona 5 di Oktober 2026

by Fadhil
September 23, 2026
0

Tidak lama lagi server global game gacha Heaven Burns Red akan kedatangan event kolaborasi terbaru dengan Persona 5,

  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd