Game berbasis live-service memang begitu menggiurkan, apalagi jika memiliki genre shooter yang disukai oleh hampir sebagian besar gamer. Namun, bagaimana membangun konsep yang disukai tidak mudah dan para gamer saat ini sudah memiliki standar yang cukup tinggi. Atau hasilnya malah bisa berakhir dalam sebuah kegagalan. Apakah ini akan dirasakan oleh Concord?
Kami mendapatkan kesempatan untuk melakukan review game Concord selama beberapa hari. Apakah gamenya memang seburuk itu? Mari simak artikel selengkapnya?

Jalan Cerita & Lore yang Detail
Concord mengambil latar belakang alam semesta fiksi ilmiah. Latarnya dihuni oleh Freegunners, sebuah tentara bayaran antarbintang yang melakukan perjalanan melintasi galaksi untuk mencari “pekerjaan berisiko tinggi” dan bersaing dengan diri mereka sendiri. Setiap karakter memiliki jalan cerita dan arc masing-masing.

Ada cutscene Concord di awal permainan memperlihatkan lima anggota kru Northstar – Lennox, Haymar, Star Child, 1-Off, dan Vale – yang sedang menjalankan misi di Crater City untuk melarikan diri dari kru saingannya dengan menggunakan perangkat robotik yang disebut Blue Buddy, yang sepertinya mereka curi dari organisasi bernama The Guild. Meskipun dikejar dan sempat kehilangan Blue Buddy, para kru berhasil mendapatkannya kembali dan melarikan diri dengan kapal Northstar.
Game ini memiliki fitur yang disebut “Galatic Guide”. Di sini, pemain dapat melihat berbagai detail dari lore yang ada . Misalnya, kamudapat mengetahui lebih banyak tentang planet Silo dan apa yang terjadi di tempat tersebut. Sebagai seseorang yang menyukai film bertema luar angkasa, saya mengapresiasi bagaimana developer membangun lore yang detail ini, meskipun ceritanya tidak menarik.
Tidak Ada yang Istimewa dari Gameplay
Jika berbicara soal gameplay, tempo permainannya tidak secepat seperti game shooter moden seperti Apex atau Overwatch. Alih-alih memiliki game dengan tempo yang cepat, gamenya lebih klasik dengan gameplay yang lambat khas Destiny atau Helo dalam hal action dari menit ke menit. Perbedaannya, setiap karakter memiliki kemampuan evasion, atau double jump bahkan lebih.

Concord menampilkan pertarungan 5v5 di mana setiap pemain memilih dari daftar 16 hero yang tersedia, masing-masing memiliki kemampuan yang berbeda (1 skill, 1 ultimate) yang sesuai dengan gaya bermain dan strategi yang berbeda. Seperti beberapa hero yang sangat bagus saat menyerang, beberapa bagus saat bertahan, support, dll.
Misalnya hero bernama Roka, ia memiliki missile launcher sebagai senjata utama tetapi pada saat yang sama, ia memiliki mobilitas yang sangat baik dengan kemampuan untuk melakukan triple jump. Di sisi lain, ada hero bernama Emari. Dia adalah tank, gerakannya lambat, hanya bisa melakukan single jump. Namun dapat menggunakan shield dan menciptakan area armor.

Layaknya sebuah game hero shooter lainnya, setiap karakter memiliki peran masing-masing seperti DPS, support yang entah memberikan buff atau healing, dan juga tank. Namun ketika bermain, saya tidak menemukan fungsi dari berbagai role tersebut. Healing tidak berguna karena ada banyak heal diberbagai sudut map dan setiap karakter akan mudah mati. Tank tidak begitu berguna karena sangat lambat.
Pada akhirnya, setiap gameplay yang saya mainkan pada mode apapun, setiap pemain lebih memilih menggunakan karakter dengan role DPS, karena memang itu yang paling optimal digunakan untuk saat ini.

Saya pribadi tidak melihat hal unik yang diberikan di Concord jika dibandingkan dengan pesaingnya yang sudah ada. Kamu bisa melihat game seperti FragPunk yang mencoba sesuatu yang berbeda dengan Shard Cards System. Tapi Concord, dari segi gameplay, tidak memiliki keunikan yang berbeda sebagai nilai jual dibanding game hero shooter lainnya.
Mode Gameplay yang Gitu-Gitu Saja
Concord memiliki tiga mode utama untuk dimainkan, yaitu Brawl, Overrun, dan juga Rivalry. Jika kamu masih belum mahir, game ini juga memiliki tiga mode untuk mengasah kemampuan seperti Practice Range, Training, dan Time Trials.

Brawl: Ini seperti mode deathmatch. Jika kamu ingin fun atau mempelajari cara menggunakan hero, tetapi tetap ingin melawan pemain sungguhan, Brawl adalah pilihan yang tepat. Pemain masih akan bertarung 5v5, tetapi akan selalu respawn. Tim yang mendapatkan skor tertentu akan menang lebih dulu.
Overrun: Menangkap dan mempertahankan sebuah objektif. Ini seperti mode capture flag. Ada 3 objektif di peta yang harus direbut oleh pemain. Semakin banyak objektif yang kamu rebut, skor tim kamu akan terisi lebih cepat untuk mencapai skor tertentu dan memenangkan permainan.
Rivalry: Pertaruhkan semuanya dalam ronde kompetitif tanpa respawn. Mirip seperti mode Capture Flag, tetapi hanya satu objektif yang perlu ditangkap. Kamu harus menang dalam 4 ronde dan mengklaim kemenangan.
Desain Karakter yang Buruk
Mungkin ini adalah yang juga tidak kalah buruk selain gameplay. Setiap karakter yang ada di Concord tidak memiliki daya tarik. Sang developer mungkin mencoba “unik” dalam segi desain karakter. Tapi pada akhirnya malah membuat semuanya menjadi tidak menarik untuk digunakan dan malah terkesan aneh.

Saya sudah memberikan contoh karakter seperti Roka di atas, ia adalah karakter yang berbadan kecil dengan mobilitas tinggi bahkan bisa melakukan triple jump. Tapi ia menggunakan “missile launcher” sebagai senjata utamanya. Tidak masuk akal dan tidak cocok.
Jika kamu adalah wibu, jangan berharap kamu bisa menemukan karakter waifu disini.

Meski begitu, harus kami akui terlepas dari desain karakternya yang jelek. Kualitas visual yang ditawarkan oleh Concord terbilang sangat mulus, baik dari segi cutscene atau gameplay secara keseluruhan. Desain UI yang rapih dan optimal, map yang keren, serta tema luar angkasa yang di desain begitu menarik.
Kesimpulan
Concord adalah sebuah game hero-shooter biasa tanpa adanya kelebihan yang unik untuk bisa menyaingi para kompetitornya. Semua gameplay yang ditawarkannya sangat biasa, mode yang dimilikinya begitu-gitu saja, ditambah dengan desain karakter yang bisa dibilang tidak menarik.
Jika ini adalah sebuah game free-to-play mungkin saya tidak akan banyak protes. Faktanya, Concord adalah sebuah game premium dibanderol dengan harga $40. Harga tersebut menurut saya tidak sebanding dengan apa yang ditawarkan di game tersebut, karena ada begitu banyak game gratis yang mirip atau bahkan lebih baik.

Concord bisa dimainkan untuk PlayStation 5 dan PC melalui Steam.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id
The Review
5
PROS
- Visual yang smooth dan optimal
- Desain UI dan Map yang menarik
CONS
- Desain karakter yang sama sekali tidak menarik
- Role Tank dan Healer tidak terlalu berguna
- Tidak ada keunikan gameplay dibanding kompetitor
- Harga yang terlalu mahal untuk game yang biasa saja














Discussion about this post