gamerwk.com
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
gamerwk.com
No Result
View All Result

Review Death Stranding 2: On the Beach – Lebih dari Sekadar Jalan-Jalan Kirim Paket

Taufik by Taufik
June 23, 2025
in Konsol, PlayStation 5, Review
0
Buat yang penasaran apakah game ini worth dimainkan? Tenang, review Death Stranding 2 akan bahas semuanya secara lengkap.
Share ke FacebookShare ke TwitterShare ke Telegram

Sudah hampir setengah dekade sejak Death Stranding pertama kali hadir dengan konsep yang unik: jadi tukang kirim paket di dunia pasca-apokaliptik sambil melawan makhluk gaib dan trauma personal. Waktu itu, banyak yang bingung tapi juga terpukau—dan sekarang, Death Stranding 2: On the Beach datang buat membuktikan kalau Kojima belum kehabisan ide.

Sekuel ini masih soal koneksi, perjalanan panjang, dan makna di balik kesendirian, tapi dengan skala yang lebih luas, cerita yang lebih padat, dan sistem gameplay yang jauh lebih halus. Banyak sistem baru, kendaraan, dan cara eksplorasi yang bikin petualangan terasa lebih hidup. Buat yang penasaran apakah game ini worth dimainkan? Tenang, review Death Stranding 2 akan bahas semuanya secara lengkap—tanpa spoiler—dari sisi cerita, gameplay, visual. Mari simak!

Harapan Baru di Dunia yang Patah

Latar cerita Death Stranding 2 dimulai 11 bulan setelah peristiwa di game pertama. Dunia terlihat lebih tenang, tapi batas antara hidup dan mati masih kabur. Sam kini nggak lagi jalan sendirian—ia bergabung dengan organisasi baru bernama Drawbridge bersama Fragile, dan mereka mulai misi besar lintas benua untuk menyambung ulang jaringan koneksi global. Tapi kedamaian itu terganggu dengan kembalinya Higgs, musuh lama yang membawa ancaman lebih besar dan mengguncang keyakinan Sam tentang pentingnya koneksi itu sendiri.

Di sisi lain, Lou—yang dulunya bayi dalam inkubator BB, kini tumbuh jadi tokoh sentral yang punya peran besar secara emosional dan naratif. Kisahnya perlahan mengungkap rahasia tentang asal-usulnya dan misteri yang lebih dalam dari “The Beach”. Alur cerita terasa lebih rapih dan cepat dibanding game pertama.

Buat pemain lama, ritme dan gaya penceritaan Kojima yang unik sudah cukup familiar, jadi transisi antara gameplay dan cutscene terasa lebih halus dan tidak terlalu membingungkan. Hasilnya? Perpaduan antara aksi dan cerita yang jauh lebih kohesif dan berdampak emosional.

Visual Seperti Nonton Film tapi Bisa Dimainkan

Kalau dulu versi PS4 dan Director’s Cut di PS5 udah kelihatan memukau, Death Stranding 2 bener-bener melampaui standar itu. Detail visualnya gila—mulai dari pencahayaan, tekstur, sampai realisme lingkungan yang bikin kadang mikir, “Ini beneran dari engine game?” Cutscene-nya masih jadi kekuatan utama Kojima Productions, penuh sinematik yang bikin pengin taruh controller dan nonton aja. Main di layar 4K, apalagi di TV besar, rasanya kayak lagi nonton film kelas Oscar.

Model karakternya juga naik level—kulit, rambut, bahkan garis-garis halus di wajah bisa kelihatan jelas. Ekspresi mereka jauh lebih natural, bikin dialog dan momen emosional makin nendang. Lingkungannya juga lebih bervariasi, mulai dari pegunungan bersalju, hutan, padang pasir, sampai danau—semua punya atmosfer unik dan sering bikin pengin berhenti sebentar cuma buat nikmatin pemandangan.

Tambahan fitur kayak siklus siang-malam, bencana alam, dan efek cuaca bikin dunia terasa hidup. Gempa bisa bikin jatuh, hujan badai bisa membanjiri jalur, dan salju lebat bisa memicu longsor. Game ini bukan cuma cantik, tapi juga terasa dinamis dan hidup. Di PS5 dan PS5 Pro, performanya sangat stabil—framerate mulus bahkan di mode kualitas tinggi, dan loading nyaris nggak kerasa.

Audio yang Chill, Indah dan Penuh Makna

Musik selalu jadi bagian penting di Death Stranding, dan sekuelnya melanjutkan tradisi itu dengan sangat baik. Saat sedang berjalan sendirian di lanskap sunyi, musik bakal muncul di momen yang pas, mengangkat suasana dan memberi warna emosional ke perjalanan. Tiap area punya tema musik sendiri, bikin tiap pengiriman terasa unik dan berkesan.

Efek suara pun nggak kalah detail. Suara ban melindas ranting, arus sungai, langkah kaki Sam yang menggema—semua terasa nyata dan mendalam. Begitu musik mulai masuk, suara latar akan meredup perlahan, memberi ruang buat kita menikmati atmosfer dan emosi dari musiknya. Efek suara saat pertarungan juga mantap, apalagi di boss fight. Musik latar akan membangun ketegangan saat Sam mulai melawan, bikin momen klimaks terasa lebih intens. Kombinasi musik dan suara di game ini benar-benar bikin pengalaman main jadi lebih hidup dan personal.

Evolusi Gameplay Sang Pengantar Paket

Meski jumlah kendaraan lebih sedikit, semua sekarang terasa lebih fungsional. Ada Tri-cruiser, semacam sepeda motor kecil dengan desain unik dan kemampuan melintasi air serta tar. Cocok buat pengiriman ringan jarak pendek. Lalu ada Pick-up Roader, truk besar dengan desain modular yang bisa dipasang berbagai perlengkapan seperti Sticky Cannon, senjata otomatis, sampai armor tambahan. Bahkan bisa dipasangi ban salju buat daerah licin. Kapal baru bernama DHV Magellan juga muncul, memungkinkan pelayaran antar pulau tar, walau hanya bisa digunakan di fasilitas yang sudah terkoneksi lewat Chiral Network.

Fitur klasik kayak zip-line dan jalan tol balik lagi, dan kali ini ditambah sistem Monorail. Kita bisa bantu bangun rutenya dan gunakan buat transportasi jarak jauh—bisa bawa Sam, barang, bahkan kendaraan. Gameplay pengiriman masih jadi inti, tapi sekarang lebih variatif dan nggak monoton. Ada misi cari barang hilang, basmi BT, sampai hancurkan kamp musuh. Sistem asinkron sosial masih jadi highlight—bisa lihat struktur buatan pemain lain, kasih tanda bantu, atau pakai jalur yang udah dibuka pemain lain. Tanpa bertemu langsung, kita tetap merasa nggak sendirian.

Musuh lama kayak BT dan MULE masih ada, tapi yang baru kali ini adalah Ghost Mechs—mesin tempur besar pimpinan Higgs. Mereka berbahaya dan punya desain serta senjata yang berbeda-beda. Ada juga varian BT merah yang lebih agresif. Kita masih bisa pilih pendekatan diam-diam atau frontal. Senjata sekarang lebih jelas fungsi dan jenisnya: pistol, shotgun, sniper, peluncur granat, sampai senjata berat. Sistem switching peluru dari game pertama diganti, bikin manajemen senjata lebih simpel.

Boss fight terasa megah, sinematik, dan intens. Walau pertarungan terasa lebih mudah dari sebelumnya, tensinya tetap dapet. Mode cerita atau kasual juga tersedia buat pemain yang lebih fokus ke narasi. Kalau dulu rasanya 80% kirim barang dan 20% tempur, sekarang lebih imbang di sekitar 60:40 tergantung gaya main masing-masing.

Kontrol yang Lebih Ramah dan Praktis

UI sekarang jauh lebih ringkas. Setelah ambil misi, pemain langsung diarahkan buat nyusun rute, nyiapin perlengkapan, dan cek kendaraan sebelum jalan. Layout D-pad juga ditambah—sekarang ada shortcut buat manajemen kargo dan emoticon, bikin semua lebih praktis. Emang awalnya agak bikin pusing karena banyaknya opsi di satu menu, tapi lama-lama bakal terbiasa dan terasa natural.

Shortcut manajemen kargo jadi fitur penyelamat—tinggal satu tombol buat atur ulang barang atau tinggalin sementara sebelum bertarung, lalu diambil lagi setelah aman. Senjata favorit juga bisa ditandai, jadi otomatis muncul pertama kali saat dibutuhkan. Buat pemain lama, semuanya masih familiar. Buat pemula, ada tutorial pop-up yang lengkap dan arsip data log yang bisa diakses kapan aja—dari penjelasan gameplay sampai profil karakter.

Sekuel yang Lebih Matang, Lebih Manusiawi

Buat yang belum pernah main, Death Stranding 2 lebih ramah buat pemula. Banyak perbaikan di desain gameplay, alur cerita, dan tutorial yang bikin pengalaman main jauh lebih mulus. Tapi tetap disarankan buat main game pertama dulu atau setidaknya nonton rekap biar bisa nikmatin momen emosional dan cameo karakter penting dengan lebih maksimal.

Koneksi masih jadi inti ceritanya, tapi sekarang lebih difokuskan ke hubungan Sam dan Lou. Kalau dulu mereka jadi pemicu buat nyatukan Amerika, kali ini hubungan mereka jadi bahan bakar utama buat menyambung dunia yang lebih luas. Pertanyaan “Haruskah kita terkoneksi?” jadi semacam refleksi yang dilempar langsung ke pemain—dan jawabannya tergantung pengalaman masing-masing.

Kesimpulan

Death Stranding 2: On the Beach bukan sekadar kelanjutan, tapi lompatan penuh kepercayaan dari Hideo Kojima. Game ini mempertahankan jiwa dari seri pertamanya, tapi mengasah hampir semua aspeknya—dari visual dan gameplay, sampai narasi dan suasana. Buat veteran, ini adalah lanjutan yang sangat memuaskan. Buat pendatang baru, ini adalah pintu masuk yang lebih hangat. Dan buat semua pemain, game ini meninggalkan kesan mendalam yang sulit dilupakan.

Secara keseluruhan, game ini cocok untuk para gamer yang doyan memainkan game naratif, fans Kojima, penikmat petualangan yang kontemplatif. Tapi, game ini kurang cocok untuk kamu yang cari aksi cepat terus-menerus atau yang nggak sabar dengan gameplay bertempo lambat.

Death Stranding 2: On the Beach dijadwalkan rilis tanggal 26 Juni 2025, dan jadi salah satu rilisan paling ditunggu tahun ini. Dengan pendekatan yang makin fleksibel, dari opsi gameplay sampai narasi yang tetap bisa dinikmati tanpa harus jago combat, Kojima kayaknya makin yakin bahwa cara main game nggak harus satu arah.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.

Hi guys, kami akhirnya sudah punya akun X dan YouTube resmi! Langsung saja follow:
 
Follow @GamerwkID
 

Jangan lupa untuk cek channel TikTok kami!
@gamerwk_id

The Review

Death Stranding 2: On the Beach

10 Score

PROS

  • Visual luar biasa, sinematik banget dari awal sampai akhir
  • Musik dan atmosfer audio yang ngena dan emosional
  • Gameplay pengiriman lebih dinamis dan nggak ngebosenin
  • Pertarungan lebih halus dan fleksibel
  • UI dan kontrol ditingkatkan secara signifikan
  • Tema koneksi dibawa ke level yang lebih personal

CONS

  • Cerita bisa agak membingungkan kalau belum main game pertama

Review Breakdown

  • 10 0
Tags: Death Stranding 2: On the BeachKojima ProductionsReview
ShareTweetShare
Previous Post

Unboxing Death Stranding 2: On the Beach Collector’s Edition – Simple dan Berkualitas!

Next Post

Kembali Nyobain Shadow Labyrinth – Premis Unik yang Lumayan Seru!

Related Posts

Berikut ini adalah panduan mendapat senjata terkuat di Granblue Fantasy: Relink - Endless Ragnarok yaitu versi Transcended penuh Terminus
Konsol

[GUIDE] Cara Mendapatkan Senjata Terkuat di Granblue Fantasy: Relink – Endless Ragnarok

July 10, 2026
Di balik peluncuran Assassin's Creed Black Flag Resynced yang terbilang sukses, ada kabar pahit yang datang dari Ubisoft.
Berita

Baru Selesai Garap Assassin’s Creed Black Flag Resynced, 51 Karyawan Ubisoft Langsung Kena PHK

July 10, 2026
Bandai Namco telah melepas video presentasi gameplay penuh dari Dragon Ball Xenoverse 3 yang terlihat menjanjikan
Berita

Dragon Ball Xenoverse 3 Perlihatkan Lebih Dalam Combatnya di Trailer Baru

July 10, 2026
Assassin's Creed Black Flag Resynced akhirnya resmi dirilis dan mendapatkan ulasan negatif karena monetisasi yang bejibun.
Berita

Assassin’s Creed Black Flag Resynced Kena Hujat Karena Banyak Microtransaction

July 10, 2026
NIS America telah merilis versi demo untuk Disgaea Mayhem yang tidak lama lagi akan disusul rilis penuhnya untuk wilayah barat
Berita

Disgaea Mayhem Sudah Bisa Dimainkan Lewat Versi Demo!

July 10, 2026
Pocketpair memastikan harga Palworld tidak akan naik saat game tersebut resmi meninggalkan masa Early Access.
Berita

Pocketpair Pastikan Harga Palworld Tetap 200 Ribu Rupiah Meski Keluar dari Early Access

July 9, 2026
Next Post
Preview terbaru kami untuk Shadow Labyrinth yang dikemas sebagai game PAC-MAN terbaru dengan premis super unik

Kembali Nyobain Shadow Labyrinth - Premis Unik yang Lumayan Seru!

Discussion about this post

FACEBOOK KAMI

YOUTUBE KAMI

TWITTER/X KAMI

Follow @GamerwkID

UPDATE MOBILE GAMES

Artikel ini akan memberikan panduan lengkap dan mudah dipahami tentang cara redeem code Clash of Critters.

Clash of Critters Redeem Code – Banyak Reward Gratis

by Taufik
July 10, 2026
0

Clash of Critters adalah game koleksi monster yang menghadirkan lebih dari 100 Tatari dengan desain unik serta penuh karakter dan...

Artikel ini akan memberikan panduan sangat lengkap dan mudah dipahami tentang cara redeem code CookieRun Classic.

CookieRun Classic Redeem Code – Banyak Reward Gratis

by Taufik
July 9, 2026
0

CookieRun Classic mengajak pemain kabur dari Oven Penyihir bersama para Cookie lucu dalam game endless runner yang santai tapi tetap...

Setelah berhasil mencapai target pra-registrasi di 1 juta pemain, tidak lama lagi DIGIMON UP akhirnya sudah siap rilis di Android dan iOS

Game Mobile DIGIMON UP Dipastikan Siap Rilis Minggu Depan!

by Fadhil
July 9, 2026
0

Setelah berhasil mencapai target pra-registrasi di 1 juta pemain, tidak lama lagi DIGIMON UP akhirnya sudah siap rilis di Android...

Nintendo resmi mengumumkan bahwa Mario Kart Tour akan mengakhiri layanannya dalam waktu sekitar dua bulan lagi.

Mario Kart Tour Resmi Tutup September, Nintendo Tidak Siapkan Versi Offline

by Taufik
July 9, 2026
0

Nintendo resmi mengumumkan bahwa Mario Kart Tour akan mengakhiri layanannya dalam waktu sekitar dua bulan lagi. Lewat halaman FAQ resmi...

Square Enix baru saja mengumumkan kalau Final Fantasy VII Ever Crisis akan tutup server pada Oktober 2026 mendatang

Final Fantasy VII Ever Crisis Akan Tutup Server Setelah 3 Tahun Bertahan

by Fadhil
July 8, 2026
0

Square Enix baru saja mengumumkan kalau Final Fantasy VII Ever Crisis akan tutup server pada Oktober 2026 mendatang.

  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd