gamerwk.com
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
gamerwk.com
No Result
View All Result

Review Dragon Ball: Sparking! ZERO Versi Switch 2 – Sensasi Bermain yang Campur Aduk!

Fadhil by Fadhil
November 24, 2025
in Konsol, Nintendo Switch 2, Review
0
Simak review terbaru kami untuk Dragon Ball: Sparking! ZERO khusus untuk versi Nintendo Switch 2 dengan beberapa keterbatasan

Simak review terbaru kami untuk Dragon Ball: Sparking! ZERO khusus untuk versi Nintendo Switch 2 dengan beberapa keterbatasan

Share ke FacebookShare ke TwitterShare ke Telegram

Dengan kehadiran Dragon Ball: Sparking! ZERO di Nintendo Switch 2, pasti banyak yang langsung penasaran bagaimana game fighting dengan aksi over the top ini berjalan dengan hardware baru di konsolnya. Karena itulah lewat artikel ini kami telah mereview lebih dalam performa versi Switch 2 di berbagai mode gameplay, kompromi visual dan teknis yang harus dibuat, serta apakah port ini mampu menghadirkan pengalaman Dragon Ball yang memuaskan di konsol handheld terbaru Nintendo.

Bagi pemain yang baru mengenal serinya, Sparking! ZERO berbeda dari game fighting 2D tradisional. Ini adalah game fighting arena 3D di mana gerakan bebas dan aksi spektakuler menjadi fokus utama tanpa harus terlalu memikirkan frame data. Tujuannya bukan sekadar menunjukkan kemampuan kompetitif, tetapi menghadirkan kembali momen-momen anime yang ikonik seperti teleportasi di udara, transformasi saat bertarung, hingga serangan super sinematik yang dapat mengubah bentuk arena.

Game ini sangat mengedepankan fanservice dengan roster besar dari berbagai era Dragon Ball, mode cerita yang menampilkan kembali momen penting dalam serinya, serta presentasi yang membuat tiap pertarungan terasa seperti episode anime dengan budget besar. Gameplay-nya menawarkan sisi aksi memukau seperti karakter saling melempar lewat jarak yang jauh, menghancurkan gunung, dan bertransformasi di tengah kombo tanpa jeda. Animasi menangkap gaya anime dengan sangat baik, desain suara terasa kuat, dan pertarungan bergerak cepat dengan cara yang memuaskan. Dari semua game Dragon Ball modern, kami rasa inilah yang paling berhasil menggambarkan “anime yang hidup.”

Performa Teknis di Switch 2

Versi Switch 2 dari Dragon Ball: Sparking! ZERO berjalan di resolusi 1080p dalam mode TV dengan UI dan adegan 3D dirender pada resolusi tersebut, terkunci di 30FPS. Dalam mode handheld, UI tetap 1080p sementara adegan 3D turun ke 810p, juga dikunci pada 30FPS. Tidak ada opsi 60FPS, dan kualitas anti-aliasing tergolong rendah, membuat karakter terlihat bergerigi atau terlalu tajam saat bergerak. Bahkan pada 1080p di mode docked, gambar terlihat kurang bersih dibanding versi PS5 atau PC karena tekstur lebih rendah, pengurangan vegetasi, dan aliasing yang tampak jelas. Port ini tidak menawarkan 4K atau 60FPS, meski sudah mendukung HDR.

Kabar baiknya, performa tetap sangat stabil. Bahkan saat layar dipenuhi serangan Ki berskala besar, transformasi, ledakan, dan lingkungan destruktif, game tetap bertahan di 30FPS tanpa penurunan berarti. Baik mode handheld maupun docked menggunakan resolusi dinamis sesuai kebutuhan, namun perubahan kualitasnya tidak mudah terlihat selama gameplay. Stabilitas bukan masalah karena pembatas sebenarnya adalah frame rate yang dikunci di 30FPS yang memang terasa sangat kurang untuk game secepat dan seintens Sparking! ZERO.

Kualitas Visual dan Presentasi

Elemen visual yang paling mengecewakan datang dari cutscene pra-render. Banyak dari cutscene tersebut tampak beresolusi rendah, mungkin di bawah 720p, dan sangat terlihat saat dimainkan di layar besar. Jika digabungkan dengan tekstur lebih lembut dan efek yang disederhanakan, pengalaman mode docked terasa kurang tajam dibanding platform lain.

Sebaliknya, mode handheld sangat diuntungkan oleh kepadatan piksel yang lebih tinggi dan gaya shading anime. Kompromi visual jauh lebih sulit dilihat pada layar yang lebih kecil, membuat game terasa lebih bersih dan hidup saat dimainkan secara portable. Elemen gameplay seperti kehancuran arena, deformasi panggung, dan efek partikel besar tetap utuh, dan waktu loading sangat cepat berkat penyimpanan internal Switch 2. Mode handheld terasa seperti cara terbaik menikmati port ini, sementara mode docked tetap layak dimainkan tetapi tertinggal dalam kualitas visual.

Multiplayer dan Kontrol

Multiplayer lokal bekerja dengan mengejutkan baik, dengan pengembang berhasil mendukung split-screen hanya menggunakan satu Joy-Con per pemain. Mereka menyesuaikan kontrol khusus untuk penggunaan satu Joy-Con, dan meski tidak ideal untuk pemain kompetitif, kontrol ini berfungsi jauh lebih baik dari yang diharapkan untuk permainan kasual bersama teman atau keluarga.

Kontrol dengan Joy-Con terasa responsif dan nyaman secara keseluruhan. Ukuran tombol yang kecil tidak menimbulkan masalah, dan bahkan bermain dengan satu Joy-Con terasa mudah, intuitif, dan cocok untuk sesi santai. Namun, yang kurang memuaskan adalah haptic feedback. Getaran terasa sangat lemah di mana pukulan biasa hampir tidak memberi sensasi apa pun. Dalam game Dragon Ball yang seharusnya menghadirkan pukulan eksplosif, kurangnya efek getaran terasa jelas. Serangan besar tidak terasa berdampak di tangan, yang cukup disayangkan mengingat potensinya.

Mode Custom Battle hadir lengkap, memungkinkan pemain membuat aturan sendiri, menentukan matchup, dan membuat skenario bertema. World Library, yang berisi kreasi battle dari komunitas, juga tersedia dan bisa diakses tanpa langganan Nintendo Switch Online. Pemain bisa mengunduh kembali adegan pertarungan ikonik atau mencoba skenario buatan komunitas tanpa harus membayar NSO. Namun, seperti biasa, pertarungan online tetap membutuhkan langganan NSO.

Kesimpulan

Dragon Ball: Sparking! ZERO di Switch 2 memberikan dua pengalaman yang berbeda tergantung cara bermainnya. Dalam mode portable, game ini tampil mengesankan. Frame rate stabil, UI tajam, waktu loading cepat, dan gaya anime shader yang menyamarkan banyak penurunan visual membuat mode handheld terasa lebih cocok untuk menikmatinya. Intinya spektakel pertarungan Dragon Ball diterjemahkan dengan baik ke layar kecil.

Tapi saat beralih di mode docked, keterbatasan hardware menjadi lebih jelas. Output 1080p tampak lebih lembut dibanding platform lain, pengurangan tekstur dan vegetasi lebih terlihat, dan cutscene pra-render beresolusi rendah menjadi titik terlemah dari port ini. Meski tetap sepenuhnya dapat dimainkan dan seru, mode docked memang terasa jauh di bawah PS5 atau PC.

Dari sisi fitur, port ini bisa dibilang sudah lumayan lengkap. Split-screen berjalan mulus, kontrol satu Joy-Con menjadi tambahan cerdas, dan sistem Custom Battle serta World Library berfungsi tanpa syarat NSO. Selain kebutuhan NSO untuk mode online, tidak ada konten yang hilang. Port ini lebih dibatasi oleh kompromi visual dan hardware daripada pembuangan konten. Karena itu jika kamu mengutamakan pengalaman portable, versi Switch 2 ini sangat memuaskan. Tapi sebaliknya jika kamu mencari visual tajam dan frame rate tinggi di layar besar, port ini mungkin tidak sepenuhnya memenuhi harapan.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.

Hi guys, kami akhirnya sudah punya akun X dan YouTube resmi! Langsung saja follow:
 
Follow @GamerwkID
 

Jangan lupa untuk cek channel TikTok kami!
@gamerwk_id

The Review

Dragon Ball: Sparking! ZERO (Nintendo Switch 2)

7.5 Score

PROS

  • Performa yang lumayan stabil meski di adegan dengan visual intens
  • Mode handheld yang terlihat menawan dan mulus saat dimainkan
  • Tetap mendukung split-screen termasuk kontrol satu Joy-Con
  • Akses World Library yang terbuka meski tanpa Nintendo Switch Online

CONS

  • Gameplay yang hanya terkunci di 30 FPS
  • Mode docked yang terlihat kasar dibanding platform lain
  • Implementasi anti-aliasing yang kurang maksimal
  • Cutscene pre-rendered hadir dengan resolusi rendah

Review Breakdown

  • 7.5 0
Tags: Bandai NamcoDragon Ball: Sparking! ZERONintendo Switch 2Review
ShareTweetShare
Previous Post

PUBG: Black Budget Diumumkan dengan Fokus Gameplay Extraction Shooter

Next Post

Zenitsu Versi Infinity Castle Hadir di Hinokami Chronicles 2 Bulan Depan

Related Posts

FINAL FANTASY RESONANCE pada dasarnya adalah JRPG klasik yang terasa seperti surat cinta buat para penggemar Final Fantasy.
Konsol

Review FINAL FANTASY RESONANCE – Surat Cinta untuk Fans Final Fantasy Klasik

Saros telah merilis update "Zenith" yang menambah beragam konten dengan fokus tantangan ekstra serta aksesibilitas untuk pendatang baru
Berita

Saros Rilis Update Besar yang Tambah New Game+ Hingga Mode Boss Rush

October 20, 2026
Simak review kami untuk Stupid Never Dies yang hadir sebagai game perdana solid dan penuh daya tarik dari GPTRACK50
Konsol

Review Stupid Never Dies – Roguelite Penuh Daya Tarik dengan Gameplay yang Tersandung!

Simak review kami untuk Cyberpunk Edgerunners 2 yang kembali hadir sebagai tontonan brutal, penuh aksi, dan cerita emosional yang kuat
Anime

Review Cyberpunk Edgerunners 2 – Sekuel Brutal dan Emosional yang Pantas!

Biaya RAM dan NAND storage PS6 saja kabarnya sudah lebih dari $680 per unit, atau sekitar Rp12,3 juta. Belum termasuk yang lain.
Berita

Biaya RAM dan Storage PS6 Doang Diklaim Tembus 12 Juta Rupiah

October 19, 2026
Activision melalui wawancara dengan media The Game Business mengonfirmasi pengembangan subseri Call of Duty terbaru
Berita

Activision Konfirmasi Sedang Garap Subseri Call of Duty Terbaru

October 16, 2026
Next Post
Zenitsu Versi Infinity Castle Hadir di Hinokami Chronicles 2 Bulan Depan

Zenitsu Versi Infinity Castle Hadir di Hinokami Chronicles 2 Bulan Depan

Discussion about this post

FACEBOOK KAMI

YOUTUBE KAMI

TWITTER/X KAMI

Follow @GamerwkID

UPDATE MOBILE GAMES

Digimon Alysion rencananya akan membuka akses pra-registrasi untuk menyambut persiapan rilisnya di platform mobile dalam waktu dekat ini

Game Kartu ‘Digimon Alysion’ Akan Segera Buka Akses Pra-Registrasi Dalam Waktu Dekat!

by Fadhil
October 16, 2026
0

Digimon Alysion rencananya akan membuka akses pra-registrasi untuk menyambut persiapan rilisnya di platform mobile dalam waktu dekat ini.

Gundam Blitz Order baru saja diumumkan oleh Bandai Namco sebagai game simulasi idle terbaru franchisenya untuk platform mobile

Game Simulasi Idle ‘Gundam Blitz Order’ Resmi Diumumkan Untuk Android dan iOS

by Fadhil
October 15, 2026
0

Gundam Blitz Order baru saja diumumkan oleh Bandai Namco sebagai game simulasi idle terbaru franchisenya untuk platform mobile.

Sad Cat Studios lewat kerjasamanya dengan Atari dan The Knights of U akan merilisa REPLACED di platform Android pada 8 Desember mendatang

Game Petualangan Cyberpunk REPLACED Akan Rilis di Android Akhir Tahun Ini!

by Fadhil
October 14, 2026
0

Sad Cat Studios lewat kerjasamanya dengan Atari dan The Knights of U akan merilisa REPLACED di platform Android pada 8...

Perilisan Azur Promilia di wilayah global dalam versi bahasa Inggris terpaksa harus ditunda ke musim panas 2027

Azur Promilia Umumkan Open Beta Untuk Versi Inggris di Musim Panas 2027

by Fadhil
October 14, 2026
0

Perilisan Azur Promilia di wilayah global dalam versi bahasa Inggris terpaksa harus ditunda ke musim panas 2027.

BLEACH Mirrors High kini telah mencapai milestone 700 ribu pemain untuk akses pra-registrasi yang menjanjikan beragam reward menarik

Pra-Registrasi BLEACH Mirrors High Tembus 700 Ribu Pemain yang Ikut Unlock Beragam Reward Menarik

by Fadhil
October 13, 2026
0

BLEACH Mirrors High kini telah mencapai milestone 700 ribu pemain untuk akses pra-registrasi yang menjanjikan beragam reward menarik.

  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd