Dragon’s Dogma 2 sudah menjadi game yang bisa menghabiskan puluhan jam tanpa terasa. Dunia yang luas, berbagai kejadian tak terduga, serta kebebasan dalam memilih Vocation membuat selalu ada jalan lain untuk dilewati atau monster lain yang bisa diburu. Dark Arisen tidak mencoba mengubah formula tersebut. Sebaliknya, expansion ini membawa Arisen dan para Pawn ke tempat yang benar-benar baru lewat Norgan, wilayah bersalju yang dipenuhi musuh lebih kuat, medan berbahaya, dan banyak alasan untuk terus menjelajah.
Expansion ini juga menghadirkan cerita baru seputar Fallen Dragon, sekaligus cara baru untuk mendapatkan perlengkapan yang lebih kuat melalui sistem Relic. Dark Arisen mungkin bukan expansion yang mengubah Dragon’s Dogma 2 secara besar-besaran, tetapi setelah menghabiskan lebih banyak waktu di Norgan dan melihat bagaimana berbagai tambahan barunya menyatu dengan game utama, hal tersebut tidak terasa seperti sebuah masalah. Dark Arisen memberikan alasan baru untuk kembali ke salah satu action RPG terbaik Capcom, dan yang lebih penting, membuatmu punya banyak alasan untuk terus menjelajah.
Mengenai Game Originalnya
Dragon’s Dogma 2 adalah action RPG yang lebih mengutamakan petualangan daripada kenyamanan. Kamu berperan sebagai Arisen, sosok terpilih yang jantungnya telah dicuri oleh seekor Dragon, sebelum akhirnya terlibat dalam konflik yang lebih besar terkait takhta Vermund. Ceritanya memang menjadi dasar perjalanan, tetapi dunia game inilah yang sering kali menjadi daya tarik utamanya.
Dunia open world-nya mendorongmu untuk bepergian dengan berjalan kaki, sementara para Pawn akan terus menunjukkan berbagai penemuan, musuh, jalan pintas, dan tempat menarik di sepanjang perjalanan. Minimnya berbagai fitur praktis yang biasanya ada di game open world membuat rute yang sudah familiar sekalipun tetap terasa tidak terduga. Perjalanan sederhana bisa saja berubah menjadi pertarungan melawan Griffin, Ogre, atau sekelompok monster yang kebetulan muncul di saat yang paling tidak tepat.

Hal yang sama juga berlaku untuk combat. Setiap Vocation di Dragon’s Dogma 2 memiliki gaya bermain yang berbeda, sementara monster berukuran besar bisa dipanjat dan diserang secara langsung. Para Pawn juga menambah variasi lewat kemampuan dan perilaku mereka saat bertarung, sehingga memilih anggota party menjadi bagian penting dari cara kamu menghadapi dunia.
Dragon’s Dogma 2 memang bukan RPG yang biasa. Hal tersebut sebenarnya sudah menjadi bagian dari identitas seri ini sejak game pertamanya. Alih-alih menjadikan Dragon’s Dogma sebagai open world blockbuster yang lebih konvensional, Capcom justru semakin memperkuat ciri khasnya. Komitmen terhadap ide-idenya sendiri inilah yang pada akhirnya membuat Dragon’s Dogma 2 begitu berkesan.
Petualangan Baru di Norgan
Tambahan terbesar Dark Arisen adalah Norgan, wilayah bersalju yang berada di sebelah utara dunia original. Sudah lama ditinggalkan dan dipenuhi sisa-sisa konflik masa lalu, Norgan langsung terasa berbeda dari area hijau yang mendominasi sebagian besar Dragon’s Dogma 2. Wilayah ini juga jauh lebih berbahaya, dengan cuaca yang lebih keras, medan yang sulit dilalui, dan musuh-musuh yang lebih kuat sehingga kamu harus lebih berhati-hati saat menjelajah.
Norgan juga bukan sekadar tempat baru untuk menjalankan serangkaian quest. Wilayah ini memiliki gameplay loop sendiri yang berpusat pada pengumpulan Spoils untuk kemudian dinilai. Spoils tersebut bisa berubah menjadi Relic, yang memberikan senjata dan armor dengan stat lebih tinggi serta, dalam beberapa kasus, kemampuan baru. Hal ini membuat eksplorasi terasa lebih berarti karena selalu ada kemungkinan menemukan perlengkapan yang membuat perjalanan berikutnya menjadi lebih mudah.

Sistem ini terasa cocok dengan cara Dragon’s Dogma bekerja sejak awal. Kamu tetap menjelajahi wilayah berbahaya, melawan apa pun yang menghalangi jalan, dan mengikuti hal-hal yang menarik perhatianmu. Bedanya, Norgan memberikan hadiah tambahan untuk setiap kali kamu keluar jalur. Kamu tidak sekadar membersihkan kamp musuh karena quest menyuruhmu melakukannya. Kamu melakukannya karena mungkin ada sesuatu yang berguna di sana.
Lingkungan Norgan juga membuat wilayah ini terasa lebih dari sekadar versi bersalju dari map lama. Es bisa dihancurkan untuk menciptakan efek hazard ke musuh, sementara longsoran salju dan es yang jatuh bisa dimanfaatkan dalam pertarungan. Ada juga monster baru seperti Direwolf dan berbagai makhluk berbulu berukuran besar yang membutuhkan pendekatan berbeda. Semua ini membantu Norgan memiliki identitasnya sendiri tanpa hanya mengulang encounter dari game utama.

Kemudian ada Fallen Dragon. Penampilannya yang menyeramkan sebagai makhluk undead, ditambah fakta kalau dia tidak memiliki jantung, langsung menunjukkan kalau ancaman ini berbeda dari naga yang ditemui di game originalnya. Hubungannya dengan sosok misterius bernama Eir menjadi pusat cerita Forsaken Dominion, sehingga Norgan tidak hanya berfungsi sebagai tempat baru untuk dijelajahi.
Apa yang paling penting, Norgan berhasil menghadirkan kembali sensasi yang membuat Dragon’s Dogma 2 begitu menarik. Kamu tidak pernah benar-benar tahu apa yang akan ditemukan di balik tikungan berikutnya. Perpaduan antara eksplorasi, combat, dan berbagai bahaya lingkungan juga menciptakan banyak momen yang membuatmu jadi sangat penasaran.
Kurang Ambisius, Tapi Masih Sangat Solid
Satu hal yang cukup cepat terasa adalah Dark Arisen memang tidak mencoba mengubah Dragon’s Dogma 2 secara besar-besaran. Tidak ada Vocation baru, dan expansion ini juga tidak melakukan perubahan mendasar pada sistem combat. Sebaliknya, Capcom lebih memilih memperluas berbagai sistem yang sudah ada.
Menurut kami, itu bukan sesuatu yang buruk. Vocation yang tersedia di game utama memang sudah menjadi salah satu bagian terbaik Dragon’s Dogma 2, dan skill baru dalam expansion ini memberikan cara baru untuk memainkannya. Jadi, kamu tidak perlu mempelajari class yang sepenuhnya baru untuk mendapatkan pengalaman yang berbeda. Vocation yang sudah familiar pun terasa cukup segar untuk dimainkan kembali.

Sistem Relic juga membantu memberikan rasa perkembangan yang berbeda. Mencari perlengkapan yang lebih kuat tentu bukan hal baru dalam RPG, tetapi harus menjelajahi Norgan, mengumpulkan Spoils, lalu menentukan mana yang layak dinilai membuat proses tersebut terasa lebih menyatu dengan petualangan. Kamu akan terus terdorong untuk masuk lebih jauh karena upgrade berikutnya mungkin saja menunggu di luar jalur yang sedang kamu tempuh.
Tambahan besar lainnya adalah Lost Rites. Ada 12 tantangan dungeon unik yang tersebar di dunia original, dan masing-masing memiliki pendekatan tersendiri terhadap combat maupun eksplorasi. Dungeon ini juga menyimpan perlengkapan yang berkaitan dengan Arisen dari masa lalu, sehingga ada alasan tambahan untuk kembali ke area yang mungkin sudah pernah kamu datangi sebelumnya.

Dari sinilah cakupan Dark Arisen yang lebih terfokus justru menjadi kelebihannya. Expansion ini tidak membanjirimu dengan terlalu banyak sistem baru. Sebaliknya, ada perluasan pada bagian-bagian Dragon’s Dogma 2 yang memang sudah bekerja dengan baik. Norgan memberikan wilayah baru untuk dijelajahi, Relic membuat eksplorasi terasa lebih menguntungkan, skill baru menyegarkan Vocation yang sudah familiar, dan Lost Rites memberikan tantangan combat tambahan di dunia original.
Ada juga beberapa tambahan kecil seperti gaya rambut dan tato baru. Berbagai side content di Norgan juga memberikan alasan untuk menjelajah lebih jauh di luar cerita utamanya. Fitur-fitur ini bukan sesuatu yang bisa menjadi alasan utama untuk membeli Dark Arisen, tetapi semuanya membantu membuat Dark Arisen terasa seperti kelanjutan yang cukup berarti, bukan sekadar paket cerita pendek.
Pada akhirnya, expansion ini memahami apa yang membuat Dragon’s Dogma 2 menarik sejak awal. Game ini tidak perlu mengubah semua sistemnya untuk kembali terasa seru. Terkadang memberikan pemain tempat baru untuk dijelajahi dan alasan baru untuk bertarung sudah cukup.
Kesimpulan

Dragon’s Dogma 2: Dark Arisen adalah expansion yang terasa sangat cocok untuk game ini. Mereka tidak mencoba mengubah formula secara total, dan itu memang sesuatu yang tidak perlu mereka lakukan. Sebaliknya, Dark Arisen mengambil kekuatan terbesar Dragon’s Dogma 2 dan membangun petualangan baru di atasnya yang semakin menambah lapisan kesempurnaan baru.
Norgan menjadi tambahan yang sangat bagus untuk dunia game ini. Kondisi alamnya yang dipenuhi salju, berbagai encounter berbahaya, serta bahaya lingkungan membuat eksplorasinya terasa berbeda dari area-area sebelumnya. Relic Expedition Cycle juga memberikan alasan yang memuaskan untuk terus masuk lebih jauh ke wilayah tersebut, sementara skill baru dan berbagai encounter menantang membuat combat tetap terasa menarik meskipun menggunakan Vocation yang sudah familiar.
Keterbatasan terbesar expansion ini juga cukup jelas. Pemain yang mengharapkan perombakan besar-besaran atau cara bermain yang benar-benar baru mungkin akan merasa Dark Arisen terlalu konservatif. Tidak ada Vocation baru, dan sebagian besar pengalaman yang ditawarkan masih menggunakan sistem yang sama seperti game utama. Beberapa tambahan kecil, seperti opsi kustomisasi karakter, juga lebih terasa sebagai pelengkap daripada fitur expansion utama.
Tapi hal tersebut tidak mengurangi apa yang berhasil dicapai Dark Arisen. Dragon’s Dogma 2 sejak awal merupakan RPG yang sering kali membuat perjalanan terasa lebih berkesan daripada tujuan akhirnya, dan expansion ini memberikan tempat baru yang sangat bagus untuk melanjutkan perjalanan tersebut.
Tidak banyak game yang bisa menangkap sensasi sekadar berangkat bersama para Pawn dan melihat ke mana jalan akan membawamu seperti Dragon’s Dogma 2. Dark Arisen memahami hal tersebut dengan baik, dan berbagai tambahannya membuat sebuah petualangan yang sejak awal sudah menarik menjadi semakin seru untuk dijalani.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id
The Review
Dragon's Dogma 2: Dark Arisen
PROS
- Norgan hadir sebagai region yang cukup luas dan terasa unik
- Appraisal Relic membuat eksplorasi jadi terasa lebih rewarding
- Tambahan skill baru yang membuat Vocation lama jadi terasa fresh
- Jenis musuh dan boss baru yang memorable
- Dungeon Lost Rites yang sangat seru dan menantang
- Masih mempertahankan kekuatan utama Dragon's Dogma 2 di sensasi petualangannya
CONS
- Tidak adanya Vocation baru atau perombakan serius di sistem combat
- Beberapa perombakan lain tidak sesignifikan Norgan











Discussion about this post