gamerwk.com
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
gamerwk.com
No Result
View All Result

Review ELDEN RING: Tarnished Edition di Switch 2 – Portable Tapi Banyak Kompromi

Taufik by Taufik
August 26, 2026
in Konsol, Nintendo Switch 2, Review
0
Sekarang, untuk pertama kalinya Elden Ring akhirnya mampir ke platform Nintendo lewat Elden Ring: Tarnished Edition.

Sekarang, untuk pertama kalinya Elden Ring akhirnya mampir ke platform Nintendo lewat Elden Ring: Tarnished Edition.

Share ke FacebookShare ke TwitterShare ke Telegram

FromSoftware pertama kali merilis Elden Ring pada Februari 2022. Game ini membawa formula action RPG yang sebelumnya sudah mereka bangun lewat seri Dark Souls ke dunia yang jauh lebih luas dan terbuka. Eksplorasinya yang terasa rewarding, combat yang menantang, sampai kebebasan dalam membangun karakter sukses membuat Elden Ring mendapat banyak pujian, bahkan akhirnya menyabet penghargaan Game of the Year di The Game Awards 2022.

Perjalanannya kemudian makin besar lewat ekspansi Shadow of the Erdtree yang dirilis pada Juni 2024. Ekspansi ini menambahkan area baru, musuh, boss, sampai berbagai equipment ke dalam game yang dari awal saja sudah punya konten sangat banyak. Sekarang, untuk pertama kalinya Elden Ring akhirnya mampir ke platform Nintendo lewat Elden Ring: Tarnished Edition.

Versi ini langsung membawa base game Elden Ring dan Shadow of the Erdtree dalam satu paket, ditambah starting class baru, armor set baru, dan skin untuk Torrent. Elden Ring: Tarnished Edition akan dirilis untuk Nintendo Switch 2 pada 28 Agustus 2026.

Sebenarnya versi Switch 2 ini awalnya direncanakan rilis pada 2025, tetapi akhirnya ditunda sampai 2026 supaya developer punya waktu tambahan untuk melakukan penyesuaian performa. Setelah penantian cukup panjang, pertanyaan terbesarnya tentu simpel: apakah Switch 2 benar-benar kuat menjalankan dunia Lands Between yang sangat luas dan combat Elden Ring yang cukup demanding, baik dalam mode handheld maupun docked?

Kontennya Lengkap, Tapi Apakah Worth It?

Elden Ring: Tarnished Edition sudah mencakup base game, ekspansi Shadow of the Erdtree, dua starting class baru, empat armor set, dan tiga skin Torrent. Buat pemain baru atau mereka yang cuma punya Switch 2, jelas ini menjadi cara paling praktis untuk langsung mendapatkan hampir seluruh konten Elden Ring yang tersedia sekarang dalam satu paket. Ditambah bisa dimainkan secara portable, ini memang menjadi kelebihan paling jelas dari Tarnished Edition.

Untuk pengalaman utamanya sendiri tidak ada perubahan besar. Pemain tetap bebas menjelajahi Lands Between, mencoba berbagai senjata, Ashes of War, magic, Spirit Ashes, sampai membangun gaya bertarung sendiri melalui sistem attribute yang sangat fleksibel. Shadow of the Erdtree kemudian memperluas petualangannya dengan lebih banyak area, equipment, dan boss. Jadi kalau bicara soal jumlah konten, Tarnished Edition jelas sangat padat.

Masalahnya, lengkap belum tentu berarti punya value yang lebih bagus. Harga saat rilis tidak memberikan keunggulan yang benar-benar jelas dibandingkan edisi serupa di platform lain, apalagi versi Switch 2 harus menerima beberapa kompromi dari sisi visual dan performa. Buat yang sudah punya base game sekaligus Shadow of the Erdtree di platform lain, alasan paling kuat untuk membeli lagi pada akhirnya cuma satu, yaitu portabilitas.

Bisa Main Elden Ring di Mana Saja Memang Asyik

Bisa memainkan Elden Ring di mana saja jelas menjadi daya tarik terbesar versi Switch 2. Selama eksplorasi biasa atau menghadapi pertarungan yang tidak terlalu ramai, gamenya masih sangat playable. Serangan, dodge, block, sampai pergerakan kamera terasa responsif dan kami tidak menemukan input delay yang benar-benar mengganggu.

Sayangnya, pengalaman visual dalam mode handheld tidak terlalu meyakinkan. Subtitle, tampilan interface, tutorial, sampai deskripsi item sering terasa terlalu kecil. Ketika harus membaca penjelasan panjang atau membandingkan statistik equipment, mata lumayan cepat capek. Kualitas gambarnya sendiri juga terasa cukup basic, sementara pergerakan kamera yang cepat terkadang membuat gambar terlihat cukup kasar dan kurang nyaman kalau dimainkan lama.

Kenyamanan fisik juga menjadi masalah tersendiri. Elden Ring jelas membutuhkan input yang lebih presisi dan reaksi lebih cepat dibandingkan game action ringan atau JRPG turn-based. Pemain sering harus bergerak, sprint, sekaligus mengatur kamera dalam waktu bersamaan. Dalam beberapa kondisi, posisi tangan bahkan bisa berakhir menggunakan semacam claw grip supaya semua kontrol tetap bisa dijangkau.

Bobot Switch 2 sebenarnya masih cukup nyaman untuk sesi bermain singkat. Tapi kalau dimainkan lama, rasa capek perlahan mulai terasa. Hal ini makin kelihatan ketika harus mencoba melawan boss sulit berkali-kali. Jari dan pergelangan tangan mulai terasa kurang nyaman, dan pada akhirnya hal tersebut bisa ikut memengaruhi pengalaman bermain.

Performa Jadi Masalah Terbesarnya

Dalam gameplay biasa, Elden Ring versi Switch 2 secara umum masih mampu mempertahankan performa yang playable. Sayangnya, frame-rate drop cukup sering muncul dalam beberapa situasi. Penurunannya terasa ketika berada di sekitar efek visual berat seperti air terjun, menjelajahi area open world yang luas, sampai bertarung melawan beberapa musuh sekaligus. Jadi masalah ini bukan cuma muncul pada satu area atau satu jenis efek tertentu, tetapi cenderung terasa setiap kali gamenya mulai menampilkan scene yang lebih berat.

Frame-rate juga bisa turun cukup terasa ketika pertama kali memasuki arena boss, meskipun biasanya performanya kembali membaik tidak lama setelah itu. Yang lebih mengganggu justru fluktuasi selama pertarungannya berlangsung. Frame-rate drop semakin sering muncul ketika menggunakan Spirit Ashes, atau ketika boss mulai mengeluarkan serangan dengan banyak particle dan efek visual.

Kontrol memang masih terasa responsif dalam sebagian besar kondisi. Masalahnya, combat Elden Ring sangat bergantung pada kemampuan membaca pola serangan, mencari celah, dan melakukan dodge dengan timing yang tepat. Ketika performa mulai tidak stabil di tengah pertarungan intens, tingkat kesulitannya jadi terasa bertambah bukan karena desain boss, tetapi karena performa gamenya sendiri. Flow pertarungan pun jadi kurang mulus.

Jadi masalah utamanya bukan Elden Ring tidak bisa berjalan normal di Switch 2. Dalam banyak kondisi, gamenya masih bisa dimainkan dengan baik. Hanya saja, performanya justru mulai tidak konsisten ketika masuk ke pertarungan kompleks dan boss fight, kondisi di mana kestabilan frame-rate sangat dibutuhkan. Frame drop sesekali ketika eksplorasi masih bisa ditoleransi, tetapi jauh lebih susah diabaikan ketika harus mengulang boss sulit berkali-kali.

Docked Lebih Nyaman, Tapi Masalah Performanya Tetap Ada

Dalam mode docked, loading time bisa sekitar satu sampai dua detik lebih cepat, walaupun peningkatannya memang tidak terlalu besar dan tetap tergantung area. Secara keseluruhan, loading time masih cukup masuk akal. Memang tidak terasa super cepat, tapi setidaknya jarang sampai benar-benar merusak tempo permainan.

Yang lebih penting, bermain secara docked ternyata tidak menyelesaikan masalah frame-rate. Fluktuasi performa masih muncul ketika menjalani pertarungan berat, eksplorasi open world, dan boss fight. Frame-rate juga masih bisa turun lebih jauh ketika Spirit Ashes dan efek visual berat muncul secara bersamaan.

Setidaknya bermain secara docked menghilangkan masalah kenyamanan karena tidak perlu memegang Switch 2 dalam waktu lama. Tapi di sisi lain, kita juga kehilangan daya tarik utama versi ini, yaitu portabilitas. Begitu Switch 2 disambungkan ke televisi, kualitas visual maupun performanya tidak menawarkan keunggulan yang jelas dibandingkan Elden Ring versi platform lain.

Karena itu, buat pemain yang memang sebagian besar akan bermain di televisi dan sudah punya akses ke platform lain, versi Switch 2 kemungkinan besar bukan pilihan utama. Kelebihan paling khas dari versi ini tetap datang dari kemampuan membawa Lands Between ke mana saja tanpa harus terus bermain di depan televisi.

Ada Class, Armor, dan Skin Torrent Baru

Tarnished Edition menambahkan Heavy Knight dan Idus Knight sebagai dua starting class baru. Karena starting class pada dasarnya lebih menentukan attribute dan equipment awal, pemain tetap bebas mengembangkan karakter ke arah mana pun setelah permainan berjalan. Kehadiran dua class ini memberikan lebih banyak pilihan di awal buat pemain baru dan sedikit variasi buat pemain lama yang ingin memulai playthrough baru, tetapi tidak sampai mengubah pengalaman inti Elden Ring secara signifikan.

Ada juga skin Torrent yang bisa didapatkan selama permainan dan kemudian dipasang melalui Site of Grace. Skin ini hanya mengubah penampilan Torrent dan tidak memberikan perubahan pada attribute ataupun mekanisme berkudanya.

Menariknya, semua konten baru tersebut, termasuk dua starting class, empat armor set, dan tiga skin Torrent, tidak eksklusif untuk Switch 2. Pemain di platform lain juga bisa membelinya secara terpisah lewat Tarnished Pack berbayar. Jadi pemain lama tidak perlu membeli Tarnished Edition lagi hanya untuk mendapatkan konten tambahan tersebut.

Kesimpulan

Elden Ring: Tarnished Edition berhasil membawa base game, Shadow of the Erdtree, dan seluruh konten barunya ke platform Nintendo. Sebagai edisi lengkap, konten yang ditawarkan memang luar biasa banyak. Pemain Nintendo yang belum pernah menyentuh Elden Ring bisa mendapatkan hampir seluruh pengalaman game ini hanya lewat satu pembelian. Kontrolnya juga tetap responsif, sementara kemampuan bermain secara handheld memberikan alasan yang cukup jelas kenapa versi ini menarik.

Sayangnya, ini tetap bukan cara terbaik untuk menikmati Elden Ring. Mode docked tidak menawarkan peningkatan visual maupun performa yang signifikan dibandingkan platform lain, sementara mode handheld harus berhadapan dengan teks yang kecil, kualitas gambar yang cukup basic, frame-rate drop yang lumayan sering, dan kenyamanan yang mulai terasa kurang ketika bermain terlalu lama. Harga saat rilis juga tidak terlalu kompetitif, sehingga value keseluruhannya sedikit tertahan meskipun kontennya memang sangat lengkap.

Kalau Switch 2 adalah satu-satunya platform yang kamu punya, atau kemampuan memainkan Elden Ring secara portable memang jauh lebih penting sampai rela menerima penurunan visual dan performa yang tidak selalu stabil, Tarnished Edition masih layak dipertimbangkan. Tapi buat yang sudah punya platform lain, atau lebih mementingkan boss fight yang stabil, visual lebih jelas, dan kenyamanan untuk sesi bermain panjang, versi Elden Ring yang sudah tersedia di platform lain tetap menjadi pilihan yang lebih masuk akal.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.

Hi guys, kami akhirnya sudah punya akun X dan YouTube resmi! Langsung saja follow:
 
Follow @GamerwkID
 

Jangan lupa untuk cek channel TikTok kami!
@gamerwk_id

The Review

Elden Ring: Tarnished Edition

8 Score

PROS

  • Sudah termasuk base game dan Shadow of the Erdtree, jadi kontennya benar-benar banyak
  • Bisa menjelajahi Lands Between secara portable di mana saja
  • Class, equipment, dan skin Torrent baru kasih sedikit variasi tambahan

CONS

  • Teks terlalu kecil saat handheld dan kualitas gambar kurang maksimal, jadi agak susah dibaca
  • Frame-rate cukup sering turun saat combat berat, eksplorasi, dan boss fight, sementara mode docked juga tidak banyak membantu

Review Breakdown

  • 8 0
Tags: Elden RingELDEN RING: Tarnished EditionReviewSwitch 2
ShareTweetShare
Previous Post

Nyobain Dragon’s Dogma 2: Dark Arisen – Ekspansi Besar dengan Boss yang Mengerikan

Next Post

Overwatch Rush Akan Masuki Fase Soft Launch Sebentar Lagi, Termasuk di Indonesia!

Related Posts

Kami mendapatkan kesempatan buat main lebih dulu sekaligus review Captain Tsubasa 2: World Fighters. Mari simak!
Berita

Review Captain Tsubasa 2: World Fighters – Masif, Greget, Menggokil

Kami nyobain Dragon's Dogma 2: Dark Arisen lewat hands-on sekitar satu jam di PlayStation 5, ditambah sekitar 15 menit di Nintendo Switch 2.
Konsol

Nyobain Dragon’s Dogma 2: Dark Arisen – Ekspansi Besar dengan Boss yang Mengerikan

August 26, 2026
Transport Fever 3 Bagi Detail Paket Penjualan dan Kepastian Jadwal Rilis
Berita

Transport Fever 3 Bagi Detail Paket Penjualan dan Kepastian Jadwal Rilis

August 26, 2026
KRAFTON bareng developer Neon Giant resmi ngumumin kalau NO LAW bakal rilis pada 2027. Game shooter RPG open-world.
Berita

NO LAW Akan Rilis Pada 2027, Shooter RPG Open-World!

August 26, 2026
KRAFTON bareng developer Boundary resmi ngumumin game baru berjudul TARAE: The Unbound, sebuah game action RPG.
Berita

TARAE: The Unbound, Action RPG dengan Tema Eastern Dark Fantasy dari KRAFTON

August 26, 2026
KRAFTON bareng developer Piccolo Studio resmi ngumumin game co-op adventure baru berjudul Age Twisters yang seru.
Berita

KRAFTON Umumkan Age Twisters, Game Co-op yang Terlihat Unik

August 26, 2026
Next Post
Blizzard resmi mengumumkan kalau Overwatch Rush rencananya akan masuki fase soft launch di Asia Tenggara pada akhir Agustus

Overwatch Rush Akan Masuki Fase Soft Launch Sebentar Lagi, Termasuk di Indonesia!

Discussion about this post

FACEBOOK KAMI

YOUTUBE KAMI

TWITTER/X KAMI

Follow @GamerwkID

UPDATE MOBILE GAMES

Akses pendaftaran Closed Beta pertama untuk Astrae Oratio kini sudah dibuka sampai batas waktu 21 September

Astrae Oratio Akhirnya Buka Pendaftaran Closed Beta Pertama

by Fadhil
August 19, 2026
0

Akses pendaftaran Closed Beta pertama untuk Astrae Oratio kini sudah dibuka sampai batas waktu 21 September.

Salah satu asset memancing di NTE ternyata masih punya watermark Doubao, chatbot AI populer asal China buatan ByteDance.

NTE Ketahuan Pakai Gambar AI Gratisan, Watermark Masih Nempel

by Taufik
August 19, 2026
0

Neverness to Everness (NTE) baru saja kedatangan update 1.3 yang membawa area baru, termasuk spot memancing dan ikan-ikan baru yang...

Artikel ini akan memberikan panduan lengkap dan mudah dipahami tentang cara redeem code JoJo's Bizarre Adventure: Golden Spirit.

JoJo’s Bizarre Adventure: Golden Spirit Redeem Code – Reward Gratis

by Taufik
August 14, 2026
0

JoJo's Bizarre Adventure: Golden Spirit adalah game mobile resmi JoJo yang menghadirkan karakter dari Phantom Blood sampai Stone Ocean dan...

Game monster-catching RPG open-world free-to-play Aniimo akhirnya punya tanggal rilis. Hadir bulan depan di banyak platform.

Game Monster-Catching Aniimo Rilis 16 September, Bisa Main Gratis

by Taufik
August 13, 2026
0

Game monster-catching RPG open-world free-to-play Aniimo akhirnya punya tanggal rilis. Game ini bakal meluncur pada 16 September 2026 untuk PS5,...

MINTROCKET sudah mengonfirmasi kalau DAVE THE DIVER akan rilis di Android dan iOS pada 17 September mendatang

Game Indie Populer DAVE THE DIVER Akan Rilis di Android dan iOS Bulan Depan!

by Fadhil
August 13, 2026
0

MINTROCKET sudah mengonfirmasi kalau DAVE THE DIVER akan rilis di Android dan iOS pada 17 September mendatang.

  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd