gamerwk.com
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
gamerwk.com
No Result
View All Result

Review Enotria: The Last Song – Soulslike yang Fun dengan Style yang Unik Menawan

Taufik by Taufik
October 7, 2024
in PC, PlayStation 4, PlayStation 5
0
Kami mendapatkan kesempatan untuk melakukan review Enotria: The Last Song pada artikel ini. Apakah game tersebut hanya sekedar menantang?

Kami mendapatkan kesempatan untuk melakukan review Enotria: The Last Song pada artikel ini. Apakah game tersebut hanya sekedar menantang?

Share ke FacebookShare ke TwitterShare ke Telegram

Game soulslike memang selalu menyenangkan dan sebagian gamer sangat menyukai “tantangan” di game dengan konsep tersebut. Tidak mengherankan semakin banyak judul yang membawa konsep soulslike. Seperti misalnya Enotria: The Last Song besutan Jyamma Games yang menurut kami memiliki sebuah keunikan yang solid untuk dinikmati para fans game menantang.

Kami mendapatkan kesempatan untuk melakukan review Enotria: The Last Song pada artikel ini. Apakah game tersebut hanya sekedar menantang, atau memiliki keunikan tersendiri yang seru? Mari simak ulasan selengkapnya!

Jalan Cerita Agak Sulit Dipahami

Sebagai orang Asia, saya tidak begitu mengenal cerita rakyat Italia. Namun, saya bisa merasakan bahwa game ini berusaha keras memperkenalkan budaya Italia kepada pemain. Hal pertama yang menarik perhatian saya adalah desa Italia yang besar dan ramai, dengan musuh-musuh yang tampak seperti sedang menari atau melakukan pertunjukan. Tetapi saat mengeksplorasi area lain, suasana yang berbeda langsung terasa. Di balik desa yang cerah dan hidup, terdapat bawah tanah yang gelap dan menyeramkan, dipenuhi dengan tumbuhan. Kontras ini menunjukkan area yang benar-benar berbeda.

Game ini tampaknya memiliki cerita yang mendalam, meskipun banyak bagian dari cerita tidak disampaikan melalui cutscene melainkan melalui teks dalam game. Untuk memahami narasi sepenuhnya, pemain perlu membaca teks-teks ini. Beberapa misi sampingan dan bos opsional juga berperan penting dalam cerita. Sebagai contoh, saya melawan bos bernama Giangurgolo, Champion of Veltha, yang tampak seperti Chimera tetapi mengenakan armor lengkap. Meskipun dia adalah bos opsional, pertarungan ini sangat menantang dan menyenangkan, serta memiliki ceritanya sendiri.

Secara keseluruhan, game ini memiliki narasi yang unik, namun cara penyampaiannya mungkin sulit dipahami oleh beberapa pemain. Terutama bagi pemain dari Asia, banyak yang mungkin kesulitan memahami apa yang terjadi. Rasanya seperti pemain berkelana melalui game, menghadapi berbagai dewi dan perlahan-lahan mengungkap latar belakang cerita. Meski begitu, kamu bisa merasakan kerja keras sang developer dalam mencoba menyampaikan cerita rakyat Italia.

Eksplorasi yang Masif

Seperti yang sudah saya sebutkan sebelumnya, game ini menampilkan map yang sangat indah dan benar-benar menangkap esensi Italia. Selain desa yang sudah saya bahas, ada juga Colosseum Italia yang ikonik di mana saya melawan Giangurgolo. Lokasi lain yang menakjubkan adalah laut yang mirip dengan Laut Aegea, dikelilingi oleh bangunan-bangunan. Ada area lain yang belum saya eksplorasi, dikatakan dipenuhi dengan lampu-lampu jalanan kuno, memberikan nuansa artistik.

Lingkungannya tidak hanya indah, tetapi mapnya juga sangat luas. Game ini dipenuhi bos opsional yang tersebar di berbagai lokasi, memberikan kebebasan bagi pemain untuk menjelajah. Sebagai contoh, saya menemukan apa yang saya kira adalah bos utama pertama, hanya untuk kemudian menemukan bahwa map ini sangat besar hingga saya akhirnya bertemu dengan Zanni, The First Marks, yang sebenarnya adalah bos misi utama pertama yang sebenarnya.

Meskipun game memberi petunjuk tentang di mana menemukan bos utama, cerita mungkin membingungkan bagi beberapa pemain. Kamu mungkin terjebak melawan bos opsional, berpikir mereka adalah bagian dari misi utama, hanya untuk mengetahui belakangan bahwa mereka tidak. Menyenangkan memiliki peta yang luas untuk dijelajahi, tetapi di saat yang sama, hal ini bisa membuat pemain bingung siapa bos utama yang sebenarnya. Terkadang satu-satunya cara mengetahuinya adalah dengan menyadari betapa sulitnya bos tersebut.

Gameplay yang Fun Tapi Kurang Balance

Berbicara soal gameplay, ada tiga komponen utama dalam membangun loadout —topeng/mask, mantra/spell, dan senjata. Pertama, topeng adalah fitur yang sangat unik dan menjadi salah satu daya tarik utama game ini. Setiap topeng memiliki kekuatan dan kelemahan tersendiri, dan bisa mengganti hingga tiga loadout yang bisa disesuaikan kapan saja. Kamu bisa memasang inti utama dan keterampilan berbeda untuk menciptakan build yang benar-benar unik.

Dalam preview sebelumnya, saya berpikir bahwa gameplay akan memungkinkanmu beralih antara fighter ke wizard, tetapi ada satu mekanik kunci yang mendefinisikan keseluruhan pengalaman, yaitu parry. Meskipun sistem parry fun, itu bisa menjadi repetitif. Awalnya, saya menyukai sistem parry, rasanya sangat memuaskan. Namun, tanpa menguasai parry, game ini menjadi sangat sulit. Kebanyakan bos mengharuskan Anda sangat terampil dalam parry untuk memiliki peluang menang.

Masalahnya adalah meskipun game menyediakan banyak senjata dan skill, parry tampaknya bekerja melawan hampir segalanya, membuatnya terlalu dominan. Pada akhirnya, semua build saya menjadi fokus pada parry. Build pertama saya balance, dengan HP dan attack rata-rata, dan berfokus pada gaya bermain berbasis parry. Build kedua memiliki HP rendah tetapi serangan dan life steal tinggi. Build ketiga adalah build tank dengan HP tinggi tetapi damage rendah. Tidak peduli build mana, menguasai parry adalah yang paling penting.

Boss yang Sulit Diprediksi

Untuk game soulslike, saya percaya bahwa kesulitan melawan boss yang membuat pemain berjuang atau bahkan “menikmati” tantangannya adalah hal penting. Boss di game ini memang unik, menantang, dan menyenangkan. Yang membuat mereka menonjol adalah mereka tidak hanya berbentuk manusia, ada juga monster raksasa seperti Zanni atau Giangurgolo, Champion of Veltha, yang mengenakan armor penuh tetapi bergerak cepat, dan bahkan kepiting raksasa.

Musuh berbentuk manusia lebih gila lagi, beberapa bertarung seperti ksatria yang fokus pada serangan dan pertahanan, membutuhkan pemain untuk menghitung serangan mereka dengan hati-hati. Yang lain, seperti Maja, lebih bertindak seperti penyihir, menggunakan banyak serangan jarak jauh dan menciptakan efek AOE dari jarak jauh.

Meskipun boss-boss ini menyenangkan dan menantang, aspek yang paling membuat frustrasi adalah bahwa beberapa dari mereka tampaknya tidak mengikuti pola serangan yang dapat diprediksi. Gerakan mereka sering terasa random, seperti serangan Maja. Kadang-kadang dia akan menciptakan tiga AOE di sekitarnya, bahkan jika saya tidak berada di dekatnya, membuatnya sulit untuk memprediksi apa yang akan dia lakukan selanjutnya. Akibatnya, pemain lebih membutuhkan reaksi cepat daripada strategi.

Terakhir, masalah yang paling mengganggu adalah bug. Game ini memiliki beberapa bug yang sangat memengaruhi pengalaman bermain. Misalnya, health bar bos kadang-kadang menghilang, bos terjebak, atau pemain sendiri bisa terjebak saat masuk ke ruang bos. Hampir setiap pertarungan bos yang saya hadapi memiliki setidaknya satu bug, yang benar-benar merusak pengalaman secara keseluruhan.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, Enotria: The Last Song sebenarnya adalah game soulslike yang fun. Konsep gameplay dasarnya sangat bagus, tetapi pada akhirnya setiap pemain harus menggunakan parry untuk mengalahkan bos, yang membatasi variasi dan potensi game ini. Selain itu, penyampaian jalan ceritanya kurang baik yang membuatnya agak sulit untuk dipahami.

Namun, berbicara tentang hal-hal hebat, art style game ini luar biasa. Lingkungan dan desain boss kaya akan pengaruh Italia, meskipun saya tidak terlalu familiar dengan Italia, elemen-elemen tertentu langsung menunjukkan bahwa mereka terinspirasi dari negara tersebut, seperti Colosseum, Karnaval Venesia, dan lainnya. Musiknya juga melengkapi pengalaman, menambah nuansa otentik Italia pada keseluruhan atmosfer.

Enotria: The Last Song sudah resmi dirilis dan para gamer bisa main di PlayStation 4, PlayStation 5, dan PC melalui Steam. Kamu bisa kunjungi situs resminya DI SINI untuk berbagai informasi lebih lanjut.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.

Hi guys, kami akhirnya sudah punya akun X dan YouTube resmi! Langsung saja follow:
 
Follow @GamerwkID
 

Jangan lupa untuk cek channel TikTok kami!
@gamerwk_id

The Review

Enotria: The Last Song

6 Score

PROS

  • Art style dan musik yang unik
  • Desain bos yang beragam
  • Map luas untuk eksplorasi
  • Gameplay yang fun

CONS

  • Jalan cerita yang penyampaiannya kurang bagus
  • Parry terlalu powerful
  • Masih ada bug yang mengganggu

Review Breakdown

  • 6 0
Tags: Enotria: The Last SongJyamma GamesReview
ShareTweetShare
Previous Post

Team Ninja Ikut Bantu Pengembangan Game Atelier Resleriana Terbaru!

Next Post

Review Silent Hill 2 Remake – Pembuktian Fantastis Bloober Team!

Related Posts

Xbox bakal mulai membatasi waktu main lewat cloud gaming buat pelanggan Game Pass. Katanya karena hardware makin naik.
Android

Xbox Cloud Gaming Bakal Dibatasi Maksimal 15 Jam per Bulan

September 4, 2026
Sony ikut meramaikan hype GTA lewat hardware baru yang diperlihatkan dalam rangkaian State of Play berupa DualSense.
Berita

Sony Umumkan DualSense Edisi GTA 6 Seharga 1,5 Juta Rupiah

September 4, 2026
Pearl Abyss resmi ngumumin Charting the Unknown, DLC cerita pertama buat Crimson Desert yang ternyata nggak perlu ditunggu lama.
Berita

Crimson Desert Dapatkan DLC Eksplorasi Bawah Laut dan Naval Combat

September 4, 2026
Wawancara Final Fantasy Resonance – Pentingnya Membangkitkan Pesona Klasik yang Dirindukan Fans!
Konsol

Wawancara Final Fantasy Resonance – Pentingnya Membangkitkan Pesona Klasik yang Dirindukan Fans!

September 4, 2026
Konami kemarin malam resmi mengumumkan proyek game original barunya yang dikemas sebagai action adventure berjudul Rhapsody in Scarlet
Berita

Rhapsody in Scarlet Diumumkan, Game Action Adventure Original Terbaru dari Konami

September 4, 2026
Rev. NOiR bagi segudang detail baru yang dibagikan lewat ajang presentatiPlayStation State of Play serta Konami Press Start kemarin malam
Berita

Rev. NOiR Kembali Dipamerkan dengan Banyak Detail Baru!

September 4, 2026
Next Post
Berikut adalah review lengkap kami untuk Silent Hill 2 Remake besutan Konami dan developer Bloober Team

Review Silent Hill 2 Remake - Pembuktian Fantastis Bloober Team!

Discussion about this post

FACEBOOK KAMI

YOUTUBE KAMI

TWITTER/X KAMI

Follow @GamerwkID

UPDATE MOBILE GAMES

Blizzard kini sudah memulai fase soft launch untuk game mobile Overwatch Rush di beberapa wilayah Asia Tenggara termasuk Indonesia

Overwatch Rush Sudah Memasuki Fase Soft Launch di Indonesia

by Fadhil
September 4, 2026
0

Blizzard kini sudah memulai fase soft launch untuk game mobile Overwatch Rush di beberapa wilayah Asia Tenggara termasuk Indonesia.

Xbox bakal mulai membatasi waktu main lewat cloud gaming buat pelanggan Game Pass. Katanya karena hardware makin naik.

Xbox Cloud Gaming Bakal Dibatasi Maksimal 15 Jam per Bulan

by Taufik
September 4, 2026
0

Xbox bakal mulai membatasi waktu main lewat cloud gaming buat pelanggan Game Pass. Mulai November, setiap paket Game Pass cuma...

Tanpa diduga, Studiobside telah mengumumkan lanjutan CounterSide yang EOS minggu lalu lewat game baru berjudul COUNTERSIDE:A [ANTEXILIAN]

CounterSide Umumkan Game Barunya yang Diberi Judul COUNTERSIDE:A [ANTEXILIAN]

by Fadhil
September 2, 2026
0

Tanpa diduga, Studiobside telah mengumumkan lanjutan CounterSide yang EOS minggu lalu lewat game baru berjudul COUNTERSIDE:A .

Akses pra-registrasi untuk BLEACH Mirrors High kini sudah tersedia via platform Google Play dan App Store

Pra-Registrasi BLEACH Mirrors High Sudah Dibuka yang Janjikan Banyak Reward Menarik!

by Fadhil
September 2, 2026
0

Akses pra-registrasi untuk BLEACH Mirrors High kini sudah tersedia via platform Google Play dan App Store.

Baru sebulan sejak rilis, Suikoden STAR LEAP sudah siap mendapatkan update besar yang langsung dipuji pemain Jepang.

Baru Sebulan Rilis, Update Besar Suikoden STAR LEAP Dipuji Pemain Jepang

by Taufik
September 2, 2026
0

Baru sebulan sejak rilis, Suikoden STAR LEAP sudah siap mendapatkan update besar yang langsung dipuji pemain Jepang. Game free-to-play yang...

  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd