FINAL FANTASY RESONANCE pada dasarnya adalah JRPG klasik yang terasa seperti surat cinta buat para penggemar Final Fantasy. Berbagai elemen ikonik seperti Crystal, Airship, Chocobo, sampai Esper kembali hadir, lengkap dengan karakter-karakter legendaris dari berbagai seri Final Fantasy. Menariknya lagi, ini juga menjadi game Final Fantasy pertama yang menggunakan gaya visual HD-2D yang sudah cukup identik dengan Square Enix.
Ceritanya sendiri diadaptasi dari chapter pertama game mobile Final Fantasy: Brave Exvius, tapi sekarang dibangun ulang menjadi RPG konsol sepenuhnya tanpa mekanisme gacha. Salah satu daya tarik terbesarnya adalah bagaimana karakter-karakter Final Fantasy terdahulu dijadikan fondasi utama untuk sistem combat dan perkembangan karakter.
Ada banyak hal yang kami suka dari game ini, mulai dari cerita emosional yang tetap punya banyak momen lucu, musik yang luar biasa, sampai kebebasan membangun party lewat sistem Vision. Memang masih ada beberapa kekurangan, tapi secara keseluruhan game ini berhasil memberikan pengalaman yang selama ini dicari para penggemar JRPG tradisional dengan sistem turn-based.
Cerita Klasik Final Fantasy yang Cakep

Cerita dimulai di Grandshelt, sebuah kerajaan para kesatria yang hidup damai berkat perlindungan delapan Crystal dengan elemen berbeda. Kita mengikuti petualangan Rain, seorang komandan muda berbakat dari skuadron Airship Grandshelt, bersama Lasswell yang merupakan teman masa kecil sekaligus wakil komandannya. Keduanya mendapat tugas untuk memeriksa Earth Shrine setelah penghalang sihir di tempat tersebut mulai melemah. Sayangnya, mereka justru bertemu Veritas of the Dark, seorang kesatria misterius dengan armor yang sangat kuat. Rain dan Lasswell bahkan dibuat tidak berdaya sebelum Veritas akhirnya menghancurkan Earth Crystal.
Setelah berhasil selamat dari insiden yang membuat Airship mereka jatuh, Rain dan Lasswell kembali ke Grandshelt hanya untuk menemukan kerajaan mereka sedang diserang langsung oleh Veritas. Dari sinilah petualangan mereka semakin besar, membawa keduanya menjelajahi berbagai kerajaan untuk melindungi Crystal yang tersisa sekaligus menghentikan Veritas sebelum dunia benar-benar hancur. Mereka nantinya juga ditemani Fina, seorang gadis misterius yang punya hubungan dengan Crystal. Setelah kejadian di Earth Shrine, sebagian besar perjalanan mereka berfokus pada pencarian Crystal lainnya.

Meski punya konflik yang cukup serius dan taruhan besar untuk keselamatan dunia, ceritanya tetap berhasil memberikan banyak momen emosional yang terasa pas. Menariknya, game ini juga tahu kapan harus menyelipkan humor supaya suasananya tidak terlalu berat. Pertemuan dengan Gilgamesh dan berbagai kejadian konyol bersama Esper menjadi beberapa contoh yang cukup menghibur.
Perpaduan antara cerita serius dan momen santai seperti ini justru menjadi salah satu hal yang paling kami nikmati, karena membuat petualangannya terasa lebih hangat dan menyenangkan. Buat penggemar lama, melihat para karakter utama membawa semangat dan perasaan dari protagonis Final Fantasy terdahulu juga menjadi daya tarik tersendiri.
Visual HD-2D yang Cantik dengan Musik Ikonik

Dari sisi visual, FINAL FANTASY RESONANCE menggunakan gaya HD-2D yang menggabungkan pixel art dengan efek 3D. Menariknya, game ini punya tiga jenis cinematic, yaitu yang sepenuhnya menggunakan pixel art, perpaduan pixel art dan 3D, serta yang sepenuhnya menggunakan 3D. Sebagian besar adegan cerita masih disampaikan melalui pixel art, sementara perpaduan keduanya atau cinematic 3D biasanya digunakan untuk memperlihatkan efek pertarungan, seperti saat karakter mengeluarkan serangan spesial. Pendekatan ini membuat game tetap mempertahankan identitas pixel art tanpa kehilangan kesan dramatis dan imersif dari game modern.
Bahkan sejak awal permainan, opening cinematic yang sepenuhnya menggunakan pixel art sudah berhasil memperlihatkan betapa ekspresif dan dramatisnya gaya visual tersebut. Perpaduan visual 2D dan 3D juga terlihat ketika menjelajahi world map, di mana Airship berbentuk pixel art terbang melintasi pemandangan pulau dan lautan yang dibuat dalam 3D. Hasilnya terlihat sangat menarik dan membuat dunia game ini punya identitas visual yang kuat.

Meski menggunakan pixel art dan HD-2D, ekspresi serta reaksi para karakter tetap berhasil menyampaikan emosi dengan sangat baik. Desain menu juga terlihat bersih, gampang dibaca, dan nyaman digunakan, dengan kombinasi panel biru dan teal serta bingkai yang cukup elegan. Setiap karakter ditampilkan melalui portrait bergaya hand-drawn yang ditemani sprite pixel art dari Vision yang sedang mereka gunakan.
Detail kecil seperti ini membuat tampilan party terasa lebih personal. Efek pertarungannya juga tidak kalah keren, terutama dengan berbagai animasi serangan yang penuh warna. Bahkan critical hit saja bisa menghasilkan ledakan cahaya dan tulisan besar di layar yang membuat setiap serangan terasa lebih memuaskan.
Selain visual, musik menjadi salah satu aspek yang paling menonjol. Contohnya seperti tema Chocobo yang diputar ketika kita sedang menungganginya, membuat perjalanan di world map terasa semakin menyenangkan. Ada juga musik di Grandport yang benar-benar berhasil membangun suasana khas sebuah kota pelabuhan. Hal menarik lainnya adalah musik yang diputar ketika merekrut Vision, karena soundtrack-nya akan berubah mengikuti game asal karakter tersebut. Kombinasi musik dan visual seperti ini benar-benar memberikan pesona tersendiri pada dunia FINAL FANTASY RESONANCE.
Turn-Based Combat Klasik dengan Break System yang Seru

Untuk gameplay, FINAL FANTASY RESONANCE masih mempertahankan sistem turn-based command battle klasik, tapi sekarang ditambah mekanisme Break System yang membuat pertarungan terasa lebih strategis. Setiap musuh memiliki Break Gauge yang akan terus berkurang ketika diserang. Seberapa cepat gauge tersebut berkurang bergantung pada kelemahan elemen musuh dan skill yang digunakan. Ketika Break Gauge habis, musuh akan masuk kondisi Break yang membuatnya tidak bisa bergerak sekaligus menerima damage lebih besar. Menariknya, karakter yang berhasil menyebabkan Break juga langsung mendapatkan kesempatan untuk bergerak sekali lagi.
Kalau berhasil membuat seluruh musuh terkena Break, kita akan masuk ke kondisi Full Break yang disebut Sweeping Stagger. Dalam kondisi ini, kita bisa menggunakan Resonance Attack dari Vision yang sedang dipasang. Karena setiap Break juga memberikan extra turn, kita bisa menyusun strategi untuk melakukan Break secara berantai sampai akhirnya seluruh musuh masuk kondisi Full Break. Mekanisme ini terasa sangat memuaskan, terutama ketika menghadapi beberapa musuh kuat sekaligus dan berhasil mengatur serangan dengan tepat.

Resonance Attack sendiri tidak selalu berfungsi untuk menghasilkan damage besar. Beberapa di antaranya juga punya efek tambahan yang sangat berguna. Contohnya Crystal Braver milik Warrior of Light, yang bisa menyerang seluruh musuh sekaligus memberikan efek Regen kepada dirinya sendiri serta meningkatkan Defense dan Spirit selama tiga turn. Jadi, memilih Vision bukan cuma soal siapa yang punya serangan paling kuat, tapi juga bagaimana kemampuan mereka bisa mendukung strategi party secara keseluruhan.
Combat juga punya berbagai detail kecil yang membuat setiap pertarungan semakin menarik. Salah satunya adalah Magic Reflect milik Carbuncle yang bisa memantulkan berbagai jenis spell, termasuk spell dari party sendiri. Artinya, kita harus lebih berhati-hati ketika menggunakan magic dan tidak bisa asal menyerang.

Berbagai status ailment klasik juga kembali hadir, mulai dari Poison, Blind, Sleep, Silence, Paralysis, Petrify, Confuse, Charm, Berserk, sampai Instant Death. Beberapa status tersebut punya mekanisme khusus, misalnya Sleep dan Confuse yang akan hilang ketika karakter terkena serangan fisik, sementara Berserk meningkatkan Attack dengan konsekuensi karakter akan menyerang target secara acak.
Hal menarik lainnya adalah bagaimana Vision yang kita gunakan akan berdiri di belakang karakter selama pertarungan berlangsung. Ketika menggunakan kemampuan mereka, Vision tersebut akan maju untuk ikut menyerang musuh. Detail seperti ini membuat kita benar-benar merasa sedang bertarung bersama karakter legendaris dari berbagai seri Final Fantasy. Secara keseluruhan, sistem combat-nya juga punya beberapa kemiripan dengan Octopath Traveler, jadi pemain yang menikmati game tersebut kemungkinan bakal cukup cepat familiar dengan mekanismenya.
Vision Jadi Kunci Utama Build dan Progression

Salah satu sistem paling menarik di FINAL FANTASY RESONANCE adalah Vision, yaitu Crystal yang menyimpan pikiran dan perasaan karakter tertentu dari berbagai seri Final Fantasy. Ada banyak karakter ikonik yang bisa ditemukan, termasuk Cloud dari Final Fantasy VII, Tidus dari Final Fantasy X, Lightning dari Final Fantasy XIII, dan masih banyak lagi.
Ketika mendapatkan Vision baru, kita akan diminta menjawab tiga pertanyaan untuk melihat apakah perasaan kita cocok dengan karakter tersebut. Selama proses ini, game juga memutar musik dan cinematic yang berhubungan dengan karakter bersangkutan, sehingga proses merekrut Vision terasa seperti momen nostalgia buat penggemar lama.
Setiap Vision punya role berbeda, seperti Sentinel, Breaker, Commando, dan beberapa role lainnya yang memang dirancang untuk saling melengkapi dalam party. Menariknya, kita sama sekali tidak dipaksa menggunakan Vision dengan role yang sama seperti karakter utama. Misalnya, karakter dengan role Breaker tetap bisa menggunakan Vision Breaker, Commando, atau role lainnya. Rain yang merupakan Sentinel bahkan bisa menggunakan Onion Knight yang punya role Commando. Kebebasan ini memungkinkan setiap karakter memiliki gaya bermain yang benar-benar berbeda, tergantung bagaimana kita membangun kombinasi Vision mereka.

Sistem perkembangan karakter juga punya beberapa lapisan yang cukup dalam. Pertama ada Character Level yang bekerja seperti RPG pada umumnya, di mana karakter akan mendapatkan peningkatan stat dan membuka kemampuan umum ketika naik level setelah bertarung. Selain itu, ada Mastery Rank yang merupakan level terpisah untuk setiap Vision pada masing-masing karakter. Meningkatkan Mastery Rank akan memberikan tambahan stat pasif, ability, dan berbagai efek khusus yang bisa membantu selama pertarungan.
Vision yang baru didapat juga tidak langsung bisa mengeluarkan seluruh potensinya. Kita perlu melakukan Awakening menggunakan material bernama Magicite yang terbagi menjadi tiga ukuran, yaitu Magicite Shards, Magicites, dan Magicite Crysts. Semakin kuat kemampuan yang ingin dibuka, semakin besar pula Magicite yang dibutuhkan. Material tersebut bisa ditemukan melalui treasure chest, mengalahkan unique enemy, atau menyelesaikan quest. Jadi, eksplorasi punya hubungan yang cukup erat dengan perkembangan karakter karena semakin rajin menjelajahi dunia, semakin banyak pula kesempatan untuk memperkuat Vision.
Bagian paling menarik dari sistem ini justru terasa ketika kita mulai serius melakukan min-max build. Setiap Vision memang bisa dipasang secara bebas, tapi ketika sebuah Vision sudah mencapai Mastery Rank tertinggi, yaitu MR 9, kita bisa menggunakan skill miliknya, termasuk passive skill, meskipun karakter sedang menggunakan Vision yang berbeda. Dengan begitu, setiap karakter perlahan bisa mengumpulkan berbagai kemampuan dari banyak Vision untuk menghasilkan build yang semakin kompleks.

Contohnya, Rain bisa menggunakan Vision Warrior of Light sebagai Vision utama, tapi tetap membawa skill Steal dan Mug dari Zidane atau Restore MP on Stagger dari Tronn. Tentu saja kita tidak bisa memasang semua kemampuan secara bebas karena setiap ability membutuhkan AP. Misalnya, Stagger Power +20% membutuhkan 40 AP, sementara Focus Magic hanya membutuhkan 10 AP. Setiap karakter juga punya batas AP yang bisa digunakan, sehingga kita harus memilih kombinasi skill dengan cukup hati-hati. Dari yang kami rasakan, batas AP ini sepertinya juga akan terus meningkat seiring perkembangan cerita.
Secara keseluruhan, mekanisme ini terasa cukup mirip dengan job system yang memungkinkan kita membentuk karakter sesuai gaya bermain masing-masing. Mau membuat karakter yang fokus memberikan damage, mempercepat Break, atau menggabungkan berbagai passive skill dari Vision berbeda, semuanya bisa dicoba. Karena perkembangan karakter terasa sangat memuaskan, proses membangun party menjadi salah satu bagian yang paling bikin ketagihan.

Esper juga ikut menambah kedalaman sistem combat. Mereka bekerja seperti anggota party tambahan yang dipanggil oleh Fina, meskipun kita tidak bisa memberikan perintah secara langsung. Setiap Esper memiliki kemampuan dan keunikan masing-masing, dan mereka tersebar di berbagai lokasi dunia untuk ditemukan dan dibuka. Kehadiran Esper membuat kita punya lebih banyak opsi dalam pertarungan tanpa harus mengubah sistem dasar turn-based yang sudah ada.
Beberapa anggota party juga punya mekanisme unik tersendiri. Contohnya Jake, karakter dengan Physical Attack tinggi yang sangat cocok dipasangkan dengan Vision yang fokus pada serangan fisik. Gaya bertarung Jake cukup bergantung pada keberuntungan, di mana skill seperti Coin Toss bisa meningkatkan Luck Level miliknya.
Semakin tinggi Luck Level, semakin besar juga kemungkinan Jake menghasilkan critical hit. Menariknya, beberapa skill baru bisa digunakan setelah mencapai Luck Level tertentu, sementara skill lainnya justru akan mengurangi level tersebut. Jadi, kita perlu terus mengatur Luck Level selama pertarungan agar bisa memaksimalkan kemampuannya.
Eksplorasi yang Bikin Betah dan Selalu Ada Hal Baru

Eksplorasi dan progression juga menjadi bagian penting yang membuat FINAL FANTASY RESONANCE terasa menyenangkan. Begitu mendapatkan Airship, kita langsung punya kebebasan untuk terbang menjelajahi seluruh dunia. Ada banyak Sanctum of Light yang bisa ditemukan, serta berbagai side quest yang tidak cuma mempererat hubungan antar karakter, tapi juga berpotensi memberikan Vision baru dengan kemampuan yang kuat. Bahkan lokasi yang sudah pernah dikunjungi sebelumnya bisa menyimpan kejutan baru ketika kita kembali lagi nanti.
Kita juga bisa mengunjungi Colosseum di Grandshelt untuk mencari tantangan pertarungan yang lebih berat. Airship sendiri bisa dinaiki atau ditinggalkan langsung dari field map, meskipun ada batasan lokasi pendaratan. Kalau bayangan Airship berubah menjadi merah, artinya kita tidak bisa mendarat di area tersebut. Detail kecil seperti ini membuat proses menjelajahi world map tetap punya aturan yang perlu diperhatikan.

Mencari berbagai gua, dungeon, dan melakukan grinding menjadi salah satu bagian paling menyenangkan dari gameplay-nya. Karena sistem progression memberikan banyak reward yang terasa berguna, bahkan bertarung melawan musuh yang lebih lemah sekalipun tidak terasa membosankan. Setiap kali menemukan fitur atau mekanisme baru, game juga akan memberikan halaman tutorial singkat untuk menjelaskan cara kerjanya. Pendekatan ini cukup membantu pemain memahami berbagai sistem yang tersedia tanpa harus langsung mempelajari semuanya sejak awal permainan.
Beberapa Kekurangan yang Masih Terasa

Meski sebagian besar pengalaman bermainnya sangat positif, ada beberapa hal yang menurut kami masih bisa diperbaiki. Kekurangan paling terasa datang dari grinding Vision, terutama ketika kita mulai serius melakukan min-max untuk mendapatkan build terbaik. Memang semua Vision bisa dipasang secara bebas tanpa memaksa karakter bertahan dengan satu Vision tertentu. Namun, kalau ingin menggunakan passive skill dari Vision lain, kita harus menaikkan Mastery Rank Vision tersebut terlebih dahulu.
Artinya, kita harus terus melakukan grinding dari satu Vision ke Vision berikutnya untuk mendapatkan semua kemampuan yang diinginkan. Hasil akhirnya memang memuaskan karena setiap karakter bisa memiliki kombinasi ability yang sangat kuat, tapi proses menaikkan level Vision secara berulang terkadang mulai terasa seperti pekerjaan tambahan. Hal ini kemungkinan akan lebih terasa buat pemain yang ingin memaksimalkan seluruh Vision yang mereka miliki.
Selain itu, pilihan dialog yang tersedia juga terasa cukup minim dampaknya. Contoh paling jelas ada pada proses perekrutan Vision, di mana kita selalu diberikan tiga pertanyaan untuk melihat apakah perasaan kita cocok dengan karakter tersebut. Sayangnya, apa pun jawaban yang dipilih, kita tetap akan mendapatkan Vision yang sama. Alhasil, pilihan tersebut terasa kurang berarti karena tidak benar-benar memengaruhi hasil akhirnya.
Kesimpulan

FINAL FANTASY RESONANCE berhasil menghadirkan pengalaman JRPG turn-based tradisional yang sangat solid sekaligus penuh kecintaan terhadap seri Final Fantasy. Ceritanya punya banyak momen emosional yang berhasil diseimbangkan dengan humor, sementara gaya visual HD-2D menggabungkan pixel art dan 3D dengan sangat baik. Musiknya juga selalu terasa cocok dengan setiap lokasi dan situasi, membuat keseluruhan petualangan semakin berkesan. Ditambah lagi, kombinasi combat, Vision, dan eksplorasi berhasil menciptakan gameplay loop yang seru sekaligus punya kedalaman.
Kebebasan menggunakan Vision dengan berbagai kombinasi ability, ditambah Esper yang memberikan lapisan strategi ekstra selama pertarungan, membuat kita punya banyak ruang untuk membangun party sesuai keinginan. Sistem progression-nya juga terasa sangat memuaskan, terutama ketika mulai menggabungkan berbagai skill dari banyak karakter Final Fantasy untuk membuat build sendiri.
Beberapa kekurangan seperti grinding Vision yang cukup panjang dan pilihan dialog yang minim dampak memang masih terasa, tapi semuanya relatif kecil dan tidak sampai mengurangi keseruan game secara keseluruhan.
Buat kami, FINAL FANTASY RESONANCE benar-benar menjadi game yang luar biasa dan sebuah surat cinta yang sangat indah untuk seri Final Fantasy. Kalau sudah lama merindukan JRPG klasik dengan turn-based combat yang seru, game ini jelas menjadi salah satu pengalaman yang sangat layak dicoba, terutama buat penggemar lama Final Fantasy.
FINAL FANTASY RESONANCE akan dirilis pada 22 Oktober mendatang untuk PlayStation 5, Xbox Series, Switch, dan PC. Kamu bisa kunjungi situs resminya DI SINI untuk berbagai informasi lebih lanjut.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id
The Review
FINAL FANTASY RESONANCE
PROS
- Cerita penuh momen emosional yang tetap seimbang dengan humor dan adegan santai.
- Visual pixel art dan HD-2D tetap berhasil menyampaikan ekspresi serta emosi karakter dengan sangat baik.
- UI clean, enak dilihat, dan gampang dipahami.
- Musik luar biasa, termasuk tema Chocobo dan soundtrack perekrutan Vision yang berubah mengikuti asal karakter.
- Turn-based combat seru dengan gameplay loop yang bikin ketagihan.
- Banyak detail kecil dan mekanisme menarik yang membuat pertarungan tidak membosankan.
- Sistem progression memberikan kebebasan besar untuk membangun karakter dan party sesuai gaya bermain.
- Eksplorasi gua dan dungeon terasa rewarding, sementara perkembangan karakter membuat grinding melawan musuh lemah sekalipun tetap menyenangkan.
- Benar-benar terasa seperti surat cinta untuk Final Fantasy dan sangat cocok buat penggemar JRPG turn-based klasik.
CONS
- Grinding Vision bisa terasa melelahkan, terutama ketika ingin memaksimalkan build.
- Pilihan dialog kurang berdampak, termasuk pertanyaan saat merekrut Vision yang tidak memengaruhi hasil akhirnya.












Discussion about this post