gamerwk.com
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
gamerwk.com
No Result
View All Result

Review Ghost of Yōtei Complete Edition – Saatnya Untuk Nyobain Sekaligus Alasan Buat Main Lagi!

Taufik by Taufik
October 2, 2026
in Konsol, PlayStation 5, Review
0
Kami mendapat kesempatan untuk memainkan Ghost of Yōtei Complete Edition lebih awal untuk review. Mari simak artikelnya!

Kami mendapat kesempatan untuk memainkan Ghost of Yōtei Complete Edition lebih awal untuk review. Mari simak artikelnya!

Share ke FacebookShare ke TwitterShare ke Telegram

Kami mendapat kesempatan untuk memainkan Ghost of Yōtei Complete Edition lebih awal untuk review. Balik lagi menemani Atsu di Ezo, kali ini ada cerita baru lewat ekspansi Echoes of Sekigahara, tambahan untuk combat, sampai mode roguelike Most Wanted yang bikin kami sibuk mencoba berbagai build dan karakter.

Karena base game-nya sudah pernah kami review (yang bisa kamu baca DI SINI), pembahasan kali ini bakal fokus ke berbagai konten baru di Complete Edition. Mulai dari cerita yang menggali masa lalu Atsu, eksplorasi wilayah baru, sampai mode roguelike – Most Wanted. Apakah semua tambahan ini cukup menarik? Mari simak artikelnya!

Cerita yang Lebih Dekat dengan Atsu

Ekspansi Echoes of Sekigahara akan ngajak buat balik lagi liat masa lalu Atsu, dengan cerita yang bergantian menyorot masa ketika dirinya masih bertempur di daratan utama Jepang dan perjalanannya sekarang di Ezo. Kali ini, fokusnya ada pada bagian kehidupan Atsu sebelum perburuan balas dendamnya dimulai. Dari sini, kami bisa mengenal lebih jauh berbagai pengalaman dan orang-orang yang ikut membentuk dirinya.

Sosok yang jadi pusat cerita kali ini adalah Nagato, orang yang pernah bertempur bersama Atsu dalam Pertempuran Sekigahara. Kedatangannya di Ezo membawa masalah baru, dan Atsu pun dengan berat hati kembali bekerja sama dengannya untuk mencari seorang sekutu dekat yang diculik Vipers. Keduanya punya banyak kisah di masa lalu, jadi pertemuan ini jelas membawa persoalan yang lebih rumit dari sekadar bekerja sama lagi.

Pencarian tersebut membawa mereka ke Ashoro Foothills, wilayah baru di Ezo yang dikuasai Vipers, kelompok pemburu liar kejam yang setia kepada The Snake. Daerah yang dulunya dipenuhi satwa liar ini sekarang sudah rusak akibat ulah mereka. Tanpa spoiler, cerita ini mempertemukan masa lalu Atsu dengan masalah yang sedang dihadapinya sekarang, sementara hubungannya dengan Nagato menjadi penggerak utama sepanjang perjalanan.

Kami nggak bisa bahas terlalu jauh tanpa masuk ke spoiler, tapi hal yang kami suka adalah bagaimana ceritanya memperlihatkan sisi Atsu yang lebih manusiawi. Melihat kembali masa lalunya bikin kami lebih memahami dirinya di luar urusan balas dendam, dan momen-momen yang lebih personal ini jadi bagian yang menyenangkan dari ekspansinya. Bahkan, mungkin ada sedikit bumbu romansa di sepanjang perjalanan, tapi bagian itu kami biarkan untuk kalian temukan sendiri.

Kalau fokus mengikuti cerita utamanya, ekspansi ini bisa ditamatkan dalam sekitar 4 sampai 5 jam, kurang lebih mirip dengan ekspansi Iki Island di Ghost of Tsushima. Durasinya cukup pas buat yang tujuan utamanya memang ingin mengikuti babak baru cerita Atsu. Tentunya, eksplorasi wilayahnya dan mengerjakan berbagai konten opsional bakal bikin waktu main jadi lebih panjang.

Cara Membuka Echoes of Sekigahara

Kalau baru mulai main Ghost of Yōtei dari awal, kalian perlu menghabiskan setidaknya sekitar 10 jam di base game-nya sebelum bisa mengakses Echoes of Sekigahara. Meski begitu, sekadar bermain selama itu nggak otomatis membuka ekspansinya, karena ada beberapa bagian cerita yang perlu diselesaikan lebih dulu.

Kalian perlu menamatkan “The Old Inn”, “The Way of Dual Katana”, “The Tale of the Oni”, dan “The Kitsune’s Fate”, lalu ngobrol dengan Kojiro, sang bounty broker, setidaknya sekali. Setelah semua syaratnya beres, cek papan bounty untuk mencari Nagato the Handsome. Mengambil bounty itulah yang bakal membuka perjalanan kalian di Echoes of Sekigahara.

Massive Weapons, Armor dan Ability Baru yang Seru Dipakai

Complete Edition nggak cuma menambah konten cerita, tapi juga membawa beberapa tambahan gameplay. Salah satu yang langsung menarik perhatian kami adalah Massive Weapons, berupa senjata berat seperti palu, gada, kapak raksasa, dan sejenisnya. Sayangnya, senjata ini bukan jenis baru yang bisa disimpan secara permanen di loadout. Kalian cuma bisa mengambilnya dari musuh atau rak senjata di sekitar. Memang agak disayangkan, tapi menurut kami masih masuk akal, karena Atsu juga nggak mungkin terus-terusan membawa senjata sebesar itu ke mana-mana.

Massive Weapons bikin kami bisa menghajar musuh dengan cukup mudah, baik yang membawa shield maupun lawan berbadan besar yang biasanya alot dilawan. Kalian juga nggak perlu memikirkan matchup senjata ala rock-paper-scissors yang biasa berlaku saat combat. Finisher-nya pun cukup brutal, sampai bisa menghantam kepala musuh hingga hancur berlumuran darah. Buat kami, ini tambahan yang cukup keren.

Bukan cuma senjata, ada juga tambahan untuk armor, charm, dan ability. Salah satu yang paling menonjol adalah bagaimana Atsu sekarang bisa lebih mengandalkan serigala pendampingnya. Lewat ability bernama Call of the Wolf, kalian bisa memanggil serigala untuk menyerang musuh dan memberikan efek stagger. Selama musuh sedang sibuk menghadapinya, kalian punya celah untuk masuk dan mendaratkan beberapa hit.

Kami pribadi sangat suka tambahan ini, karena sebelumnya peran serigala di base game terasa belum cukup besar. Sekarang, kerja sama dengan serigala tersebut benar-benar jadi ability yang bisa diandalkan saat combat, jadi keberadaannya terasa lebih berguna. Sayangnya, saat mencobanya kami sempat menemukan bug. Terkadang Atsu malah stuck sampai serigalanya selesai menyerang, padahal seharusnya kami bisa ikut maju dan menyerang bersama. Hal ini terjadi dua kali dari lima percobaan, jadi semoga bisa dibereskan lewat patch.

Untuk armor, kami mendapatkan dua set baru dan cukup menyukai desain keduanya. Salah satunya membuka ability Call of the Wolf yang sudah dibahas tadi, sementara satu lagi merupakan pakaian yang pernah dikenakan Atsu pada masa dirinya masih bersama Nagato. Jadi, selain ability baru, ada juga gear yang berhubungan langsung dengan masa lalunya.

Soal upgrade, kalian nggak bisa langsung mengandalkan semua currency yang sudah di-farm di base game. Ada material baru bernama Viper Rations, yang pada dasarnya berupa daging, dan bisa didapatkan dengan mengalahkan Vipers serta mengerjakan side quest, termasuk clear camp musuh di wilayah baru. Artinya, ada grinding baru yang perlu dilakukan, sekaligus menambah waktu main. Kami pribadi cukup senang dengan hal ini.

Musuh Baru yang Bikin Harus Lebih Waspada

Dengan tambahan senjata, ability, dan armor, tentu ada musuh baru yang harus dihadapi juga. Kali ini lawannya adalah Vipers, kelompok pemburu liar yang setia kepada The Snake. Mereka membawa tantangan yang sedikit berbeda dalam combat di Echoes of Sekigahara, terutama lewat beberapa mekanik yang bikin kami perlu lebih memperhatikan situasi.

Ambil contoh para pemanahnya. Kena panah mereka nggak cuma mengurangi HP, tapi juga bikin kalian nggak bisa memakai Spirit untuk heal atau mengaktifkan ability. Kalian harus menekan tombol bawah pada D-pad untuk mencabut panah tersebut, dan prosesnya butuh waktu. Kalau salah timing, musuh lain bisa keburu menyerang sebelum panahnya berhasil dicabut. Menghindari serangan panah pun jadi jauh lebih penting di sini.

Kalian juga bakal cukup sering menemukan trap di sekitar camp musuh. Trap ini bisa membocorkan posisi saat kalian sedang mencoba stealth untuk melakukan assassination, atau bahkan membuat kalian nggak bisa bergerak. Jadi, selain memperhatikan posisi musuh, sekarang kalian juga benar-benar harus melihat tempat yang bakal diinjak.

Ashoro Foothills yang Cantik, Meski Aktivitasnya Masih Familier

Area baru yang bisa dieksplorasi kali ini adalah Ashoro Foothills, daerah yang dulunya dipenuhi satwa liar, tapi sekarang sudah dirusak oleh Vipers. Ada banyak aktivitas di map barunya, mulai dari mencari Hot Springs tambahan untuk menambah max HP sampai clear camp musuh yang kini juga menampung hewan seperti serigala dan beruang.

Ada juga dye hijau baru untuk kosmetik armor kalian. Kalian bisa mengatur tampilannya melalui NPC yang sama, meski tetap perlu farming Viper Rations untuk mendapatkannya. Buat yang suka mengutak-atik penampilan Atsu, tambahan warna ini ikut memberikan pilihan baru selama eksplorasi wilayah tersebut.

Ukuran map-nya terbilang cukup besar, lengkap dengan berbagai aktivitas, karakter baru, tempat tersembunyi, dan hal lain yang bisa ditemukan. Seperti biasa, pemandangannya sangat cantik, dan kami nggak bosan mengeksplorasinya. Entah itu sekadar menikmati suasana, clear camp musuh, atau berusaha menyelesaikan semua yang tersedia, selalu ada alasan untuk mampir ke berbagai sudut wilayahnya.

Setidaknya ada empat bounty baru yang bisa dikerjakan di Ashoro Foothills. Awalnya, bounty ini mungkin terlihat seperti side quest biasa. Namun, kalau ingin benar-benar menuntaskan cerita ekspansinya, kalian perlu menyelesaikan seluruh bounty yang ada di wilayah baru ini.

Satu hal yang agak mengecewakan adalah aktivitas sampingannya masih terasa sangat familier. Kami menikmati eksplorasi di Ashoro Foothills, tapi berharap kegiatan yang dikerjakan di sana bisa lebih beragam. Tambahan Hot Springs, camp musuh, dan bounty memang memberikan banyak kesibukan, tapi kehadiran beberapa jenis aktivitas yang benar-benar baru pasti bakal bikin eksplorasi wilayah ini terasa lebih seru.

Most Wanted, Alasan Baru Buat Ketagihan Combat-nya

Most Wanted menjadi salah satu tambahan besar di Complete Edition lewat mode roguelike. Kalian memilih bounty yang menargetkan salah satu anggota Yōtei Six, melewati wave musuh dan miniboss, lalu menghadapi boss. Difficulty-nya bakal meningkat seiring perjalanan menuju bounty Lord Saito. Perk yang didapat selama setiap run bakal membentuk build kalian, sementara Mon digunakan di luar run untuk membuka ability, upgrade senjata, charm, dan karakter.

Menurut kami, mode ini bisa terasa mudah sekaligus menantang. Ada pilihan difficulty Casual, Easy, Medium, dan Hard, tapi kami pribadi merasa tantangan terbesarnya justru ada di awal. Semakin sering dimainkan, perlahan semuanya terasa makin mudah. Penyebabnya, setiap bounty run tetap memberikan EXP dan Coin, baik berakhir sukses maupun gagal, sementara naik level bakal membuka perk dan ability baru. Kalian juga mendapatkan Coin untuk membeli Technique, jadi karakter terus bertambah kuat sekalipun run yang dijalani nggak berakhir sesuai harapan.

Gameplay-nya sendiri cukup seru, karena kami bisa menikmati aksi menebas musuh dengan sentuhan roguelike. Sebagai contoh, ada buff senjata api yang aktif otomatis setiap tujuh kill, ditambah berbagai efek lain yang membantu menjaga momentum selama bertarung. Kombinasi seperti ini bikin kami punya banyak hal untuk dicoba selama menjalani setiap run.

Most Wanted menyediakan empat karakter yang bisa dimainkan. Masing-masing punya katana, gear sendiri, Ultimate, dan Kill Streak:

  • Atsu: Mengandalkan dual katana dan alat untuk membutakan musuh. Ultimate-nya memanggil dua serigala untuk membantu menghabisi musuh di sekitar.
  • Oyuki: Menggunakan kusarigama, kunai, dan rifle, dilengkapi skill assassination serta bantuan dari sekutu Nine Tails.
  • Nagato: Membawa yari, pistol, dan busur, dengan serangan yang menjamin headshot serta panah peledak untuk menambah daya serangnya.
  • Jin Sakai: Kembali dengan keempat stance dari Tsushima, lengkap dengan Sticky Bomb, Dance of Wrath, dan Ghost Stance.

Buat yang kangen bermain sebagai Jin, di sinilah kesempatannya. Kehadirannya sebagai karakter yang bisa dimainkan memang khusus untuk Most Wanted. Kami pribadi merasa mode ini jadi alasan yang menyenangkan untuk menghabiskan lebih banyak waktu dengan combat-nya, terutama ketika kombinasi perk mulai terasa pas dan kami bisa menjaga kill streak. Bahkan run yang gagal tetap memberikan sesuatu untuk percobaan selanjutnya, jadi usaha yang sudah dikeluarkan jarang terasa sia-sia.

Meski begitu, tantangannya memang makin berkurang seiring terbukanya lebih banyak ability dan upgrade, sehingga ketegangan dari beberapa run pertama nggak benar-benar bertahan. Buat kami, daya tarik terbesarnya justru ada pada kesempatan bereksperimen dengan berbagai build dan karakter. Kehadiran stance Jin yang sudah familier juga jadi salah satu alasan paling menyenangkan untuk kembali memainkan mode ini.

Beauty of Yōtei, Cocok Buat Santai Sebelum Tidur

Awalnya, kami mengira Beauty of Yōtei bakal membiarkan kami berjalan-jalan di Ezo sambil menikmati pemandangan sesuka hati. Bayangan kami adalah eksplorasi beberapa tempat cantik, mengambil foto, lalu bersantai tanpa perlu memikirkan combat. Ternyata, bentuknya lebih mirip tayangan pemandangan berbagai lokasi dalam game yang ditemani soundtrack-nya.

Pemandangannya memang sangat cantik dan musiknya juga pas, tapi interaksi yang tersedia jauh lebih sedikit dari yang kami bayangkan. Ini tetap tambahan yang menyenangkan, meski sepertinya ekspektasi kami memang agak terlalu tinggi. Kami pribadi lebih melihatnya sebagai sesuatu yang bisa dibiarkan menyala saat bersantai sebelum tidur. Enak dilihat, menenangkan untuk didengarkan, dan jujur saja, lumayan ampuh bikin mengantuk.

Kesimpulan

Kami pribadi senang sudah kembali memainkan Ghost of Yōtei lewat Complete Edition. Melihat sisi Atsu yang lebih manusiawi bikin waktu yang dihabiskan bersamanya kembali terasa berarti, dan kami masih sering dengan senang hati teralihkan oleh berbagai hal saat eksplorasi. Tambahan combat-nya juga memberikan cukup banyak hal untuk dicoba, sehingga combat yang sudah familier tetap terasa menghibur.

Tetap ada beberapa hal yang mengganjal. Bug pada ability serigala cukup menyebalkan, apalagi ketika kami sedang ingin memaksimalkan penggunaannya, dan kami berharap Most Wanted bisa mempertahankan ketegangan di awal untuk waktu yang lebih lama. Beauty of Yōtei juga nggak sepenuhnya sesuai bayangan, meski kami tetap bisa menikmati suasananya yang menenangkan. Selain itu, wilayah barunya memang menambah banyak aktivitas, tapi belum menawarkan jenis kegiatan sampingan yang benar-benar baru.

Terlepas dari keluhan tersebut, kami tetap cukup puas dengan keseluruhan pengalamannya. Most Wanted menjadi mode yang bisa kami mainkan lagi kapan pun sedang ingin menikmati combat-nya, sementara cerita Atsu yang lebih personal memberikan sisi emosional yang terasa pas untuk perjalanan kembali ke Ezo. Kalau kalian menikmati base game-nya dan sedang mencari alasan untuk kembali, menurut kami ada banyak hal di sini yang bikin waktu kalian terasa sepadan.

Kami juga ngerekomendasiin Complete Edition sebagai titik awal buat yang selama ini masih menunggu alasan yang pas untuk mencoba petualangan Atsu. Udah dapet semuanya yang kini lebih komplit.

Ghost of Yōtei Complete Edition akan dirilis pada 2 Oktober mendatang eksklusif untuk PlayStation 5.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.

Hi guys, kami akhirnya sudah punya akun X dan YouTube resmi! Langsung saja follow:
 
Follow @GamerwkID
 

Jangan lupa untuk cek channel TikTok kami!
@gamerwk_id

The Review

Ghost of Yōtei Complete Edition

8 Score

PROS

  • Cerita lebih personal yang menunjukkan sisi manusiawi Atsu.
  • Area baru yang cantik dan asyik buat eksplorasi.
  • Massive Weapons yang brutal dan ability combat baru yang berguna.
  • Mekanik musuh baru yang bikin harus lebih waspada.
  • Most Wanted seru buat ngulik build dan mencoba berbagai karakter, apalagi ada Jin Sakai.

CONS

  • Masih ada beberapa bug dan animasi yang terasa kaku.
  • Aktivitas sampingan makin banyak, tapi jenisnya belum ada yang benar-benar baru.
  • Most Wanted bisa terasa kurang menegangkan karena upgrade bikin run makin gampang.
  • Interaksi di Beauty of Yōtei terbatas.

Review Breakdown

  • 8 0
Tags: Ghost of Yotei Complete EditionReview
ShareTweetShare
Previous Post

Wawancara DRAGON BALL XENOVERSE 3 – Bahas Tuntas Konsep Baru dan Rencan Jangka Panjang AGE 1000!

Related Posts

Simak review kami untuk Total War: WARHAMMER III - Lords of the End Times yang menghadirkan empat campaign Immortal Empires baru sekaligus
PC

Review Total War: WARHAMMER III – Lords of the End Times! Antara Standar dan Ambisius!

Football Manager 27 akhirnya punya tanggal rilis resmi dan dipastikan gamenya bakal meluncur secara global mulai 10 November 2026.
Berita

Football Manager 27 Resmi Rilis 10 November 2026, Ada Early Access 2 Minggu

October 1, 2026
Tiga seleksi game utama untuk semua pelanggan PlayStation Plus di bulan September 2026 akhirnya sudah diumumkan
Berita

PlayStation Plus Umumkan Lineup Game Utama Untuk Oktober 2026

October 1, 2026
Map GTA 6 disebut punya ukuran sekitar dua kali lebih besar dibanding GTA 5, sekaligus menjadi map terbesar.
Berita

Map GTA 6 Dua Kali Lebih Besar dari GTA 5, Punya Sistem Bencana Seperti Badai

October 1, 2026
Idea Factory baru saja meresmikan brand IFChronicle yang sudah langsung menangani game petualangan misteri berjudul ICONOLOGY
Berita

Idea Factory Resmikan Brand Visual Novel IFChronicle Serta Game Pertama Tim Tersebut

September 30, 2026
SEGA/ATLUS kembali mengonfirmasi kalau Persona 6 akan mendapat versi fisik di platform PlayStation 5 yang juga dibarengi Nintendo Switch 2
Konsol

Atlus Kembali Konfirmasi Kalau Persona 6 Akan Dapat Versi Fisik Untuk PS5

September 30, 2026

Discussion about this post

FACEBOOK KAMI

YOUTUBE KAMI

TWITTER/X KAMI

Follow @GamerwkID

UPDATE MOBILE GAMES

Developer Spiral AI ngumumin kalau RyzaChat: AI bakal mulai membatasi input dari pemain lewat update model AI pada Oktober.

RyzaChat AI Bakal Batasi Chat Pemain Demi Jaga Marwah Karakter dan Seri Atelier

by Taufik
October 1, 2026
0

Developer Spiral AI ngumumin kalau RyzaChat AI, game chatbot RPG berbasis Atelier Ryza, bakal mulai membatasi input dari pemain lewat...

Developer sekaligus publisher ODD No ngumumin kalau versi offline Link! Like! Love Live! bakal dihapus dari Google Play dan App Store.

Game Mobile Link! Like! Love Live! Versi Offline Bakal Dihapus Karena Developer Bangkrut

by Taufik
September 30, 2026
0

Developer sekaligus publisher ODD No ngumumin kalau versi offline Link! Like! Love Live! bakal dihapus dari App Store dan Google...

Diablo Immortal akhirnya kedatangan event kolaborasi besar terbaru dengan serial komik Spawn garapan Todd McFarlane

Diablo Immortal Sudah Mulai Adakan Event Kolaborasi Besar dengan Spawn

by Fadhil
September 30, 2026
0

Diablo Immortal akhirnya kedatangan event kolaborasi besar terbaru dengan serial komik Spawn garapan Todd McFarlane.

Monster Hunter Outlanders kini sudah mendapat kepastian jadwal rilis untuk akhir Oktober di platform Android dan iOS

Monster Hunter Outlanders Akhirnya Dipastikan Rilis Bulan Depan untuk Android dan iOS!

by Fadhil
September 29, 2026
0

Monster Hunter Outlanders kini sudah mendapat kepastian jadwal rilis untuk akhir Oktober di platform Android dan iOS.

Opera GX telah mengumumkan kolaborasi spesial dengan Persona 5: The Phantom X yang memungkinkan pemain berburu reward in-game

Opera GX Umumumkan Kolaborasi dengan Persona 5: The Phantom X yang Membawa Beragam Reward Menarik

by Fadhil
September 25, 2026
0

Opera GX telah mengumumkan kolaborasi spesial dengan Persona 5: The Phantom X yang memungkinkan pemain berburu reward in-game.

  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd