gamerwk.com
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
gamerwk.com
No Result
View All Result

Review Octopath Traveler 0 – Petualangan Penuh Kebebasan di Setiap Langkah!

Fadhil by Fadhil
December 3, 2025
in Artikel
0
Simak review terbaru kami untuk Octopath Traveler 0 yang hadir sebagai prekuel franchise dengan pendekatan uniknya sendiri

Simak review terbaru kami untuk Octopath Traveler 0 yang hadir sebagai prekuel franchise dengan pendekatan uniknya sendiri

Share ke FacebookShare ke TwitterShare ke Telegram

Sebagai franchise yang mengawali lahirnya style HD-2D hingga ikut diadopsi lebih banyak developer dari waktu ke waktu, Octopath Traveler terbukti mampu mempertahankan relevansinya lewat evolusi menarik yang mereka bawa di tiap seri barunya. Datang dari ekspektasi tinggi fans sejak rilisnya Octopath Traveler II yang luar biasa solid, Square Enix memutuskan kalau game selanjutnya akan dikemas sebagai prolog dengan judul Octopath Traveler 0, tapi menariknya seri ini ternyata adalah kreasi ulang dari game mobile yang sempat rilis beberapa tahun lalu dan masih didukung hingga sekarang.

Game tersebut tidak lain adalah Octopath Traveler: Champions of the Continent, sehingga bagi mereka yang sudah sempat memainkannya pasti akan mendapati banyak sekali kemiripan. Sementara itu bagi yang belum sempat memainkan game mobilenya karena beberapa alasan atau sengaja menghindari gacha, maka ini jadi kesempatan untuk menikmati cerita tersebut tanpa batasan microtransaction atau konten yang belum selesai. Hanya saja karena basisnya yang bersumber dari game mobile, pasti ada rasa khawatir mengenai standar kualitas yang ditawarkan, dan apakah Square Enix berhasil mengemasnya dengan baik untuk sebuah pengalam single-player.

Untuk menjawabnya, kami kebetulan sudah memainkan gamenya sejak minggu lalu dan harus diakui kalau Octopath Traveler 0 memang terasa sangat berbeda di banyak tempat, terutama pada bagian mana saja yang menurut kami lebih superior atau lemah dibanding seri-seri terdahulu. Daripada penasaran, langsung saja simak review lengkapnya di bawah ini!

Jalan Cerita

Karena dikemas sebagai prolog, idealnya ini adalah game yang wajib dilirik lebih dulu bagi para pendatang baru untuk terjun ke Octopath Traveler. Mengambil latar serupa dengan seri pertamanya di sebuah kontinen besar bernama Osterra, ini adalah dunia yang digambarkan dalam kondisi lebih memprihatinkan di bawah kekuasaan tiga sosok tiran yaitu Herminia, “the Covetous Witch,” Tytos, “the Hero,” dan Auguste, “the Playwright.” Masing-masing dari mereka diberkati dengan kekuatan dewa lewat cincin peninggalan Flamebringer, Aelfric yang tersebar di seluruh Osterra, dan pada suatu hari Tytos berusaha merampas salah satu cincin lain di sebuah desa terpencil bernama Wishvale.

Desa itu ternyata adalah kampung halaman dari sang protagonis di cerita ini, dan untuk pertama kalinya kamu diberi opsi untuk mengkreasikan mereka sebagai karakter custom. Jadi sebelum memulai petualangan besar, gamenya akan memberimu opsi untuk memilih gender, style rambut dan warnanya, jenis suara, bahkan hingga makanan favorit yang bisa kamu namai sendiri. Opsi ini nantinya akan diperluas setelah kamu mencapai progress lebih jauh di bagian intro dengan seleksi Job utama yang terdiri dari delapan jenis berbeda serta Mastery untuk skill khusus.

Gamenya tidak terburu-buru mendorong cerita ke momen yang lebih krusial, karena kamu akan dibuat menghabiskan waktu lumayan lama untuk membangun keterikatan dengan Wishvale serta orang-orang di dalamnya. Semua NPC yang bisa kamu ajak interaksi memiliki nama, bagaimana mereka memiliki keharmonisan antar satu sama lain, dan bahkan ada di antara mereka yang punya rencana untuk menikah di masa depan. Saat tiba waktu di mana desa tersebut mengadakan festival yang ikut ditutup dengan upacara penghormatan ke dewa, Tytos dan para pasukannya dari organisasi Scarlet Wings melancarkan invasi ke Wishvale yang berujung pada kehancuran total.

 

Pada akhirnya sang protagonis kehilangan kedua orang tuanya serta hampir semua orang di desa tersebut kecuali beberapa rekan dekatnya yang masih hidup, terutama Stia yang dalam game ini digambarkan sebagai heroine utama yang selalu berada di sisinya. Meski terkesan seperti spoiler besar, arah ceritanya memang sudah sangat mudah ditebak bahkan dari beberapa menit pertama. Karena itu kami merasa mungkin tidak akan merasakan keterikatan emosional yang cukup, tapi kenyataannya justru berbeda, di mana game ini berhasil menyajikannya dengan sangat baik, karena ada beberapa momen yang cukup untuk membuat kami ingin meneteskan air mata.

Ini adalah cerita yang langsung menetapkan temanya sejak awal yaitu balas dendam dan restorasi. Antara menjatuhkan kekuasaan dari ketiga tiran, atau berfokus membangun kembali Wishvale dari awal, keduanya bisa kamu jalani kapan saja tanpa adanya restriksi. Apalagi khusus untuk fokus ke motif balas dendam, kamu bisa memilih untuk menjatuhkan salah satu dari ketiga tiran lewat rute ceritanya masing-masing. Bergantung dari mana yang dipilih lebih dulu, kamu akan dibawa ke wilayah berbeda, bertemu dengan banyak karakter unik untuk direkrut, serta mendapat bonus influence antara stats Wealth, Power, dan Fame.  

Tanpa ragu kami bisa mengakui kalau Octopath Traveler 0 memiliki cerita yang lebih gelap dan brutal, tapi di saat bersamaan ada sisi penuh kehangatan yang bisa didapat dari upaya untuk membangkitkan kampung halaman. Saat kebanyakan game lain mungkin hanya bisa menaruh fokus pada salah satunya, Octopath Traveler 0 mampu menempatkan keduanya sebagai tema utama yang saling melengkapi satu sama lain. Daripada hanya berkutat pada penyesalan masa lalu dan balas dendam, tentu saja perlu ada akhir bahagia yang menanti petualanganmu, dan membangkitkan Wishvale ke masa jayanya adalah pilihan terbaik.

Progression yang Seru dan Sangat Bebas

Dengan basis cerita yang sudah memberi banyak opsi untuk merangkai petualanganmu, ini tentu berdampak langsung pada progression di gamenya yang jauh lebih bebas dibanding seri terdahulu. Selain dari beragam rute cerita yang bisa dijadikan fokus utama di awal, kamu bisa pergi ke mana saja untuk sekedar menikmati petualangan santai atau grinding tanpa batasan sama sekali. Ini jadinya memberi ilusi mirip game open-world, hanya saja pihak developer ikut memperhitungkan balancing di sisi level tantangan, dan bagaimana kamu bisa menjelajah sebagian besar map tanpa khawatir kalau karakter terlalu underlevel.

Untuk memperkuat karakter tentu saja kamu perlu terlibat dalam banyak pertarungan untuk meningkatkan level mereka, tapi bagian yang krusial juga ada di akses ke ragam skill baru. Setiap karakter bisa mempelajari skill utama yang terbagi antara Battle dan Support dengan mengonsumsi JP, semacam poin khusus yang bisa kamu dapat di setiap akhir pertarungan. Selain itu ada juga Action Skill yang bisa diakses langsung oleh karakter layaknya menggunakan equipment, tapi kamu tetap perlu mengonsumsi JP untuk membuka slot skillnya. Karena tidak terikat pada karakter spesifik, ini membuat Action Skill terasa fleksibel karena kamu bisa mentransfernya antar karakter semisal perlu mengatur kembali build mereka.

Selebihnya ada juga Support Skill yang bekerja sebagai bonus pasif dengan batas maksimal empat skill untuk tiap karakter. Demi mendapat akses ke skill ini, kamu perlu mempelajari skill baru sebanyak mungkin dengan minimal empat di awal sebelum bisa mendapat skill pertama. Untungnya game ini tidak membatasi Support Skill sebagai bonus pasif permanen, jadi kamu bisa tetap menonaktifkannya semisal ingin merasakan tantangan bermain lebih, apalagi karena beberapa bonus membuat pertarungan jadi jauh lebih mudah.

Lalu bagaimana dengan sistem Job? Ada perbedaan besar di sini yang mana kamu hanya bisa mengganti job dari sang protagonis, sementara untuk karakter party lainnya sudah hadir dengan job bawaan permanen. Meski sebagian pemain merasa kalau ini jadi semacam kekurangan, tapi kami tidak begitu keberatan karena gamenya sendiri sudah menghadirkan karakter playable yang jauh lebih banyak dan tidak lagi hanya sebatas delapan saja. Jadi keputusan ini diambil antara demi menjaga balancing, atau memastikan para pemain tidak dibuat pusing karena harus mengatur perkembangan Job untuk semua karakter yang ada.

Kurang lengkap membahas bagian ini tanpa Path Action, salah satu mekanik khas yang tetap dipertahankan sejak seri pertamanya. Khusus untuk Octopath Traveler 0 opsi yang ditawarkan relatif masih mirip dengan Champions of the Continent, yang mana kamu bisa menawar harga saat ingin membeli sesuatu, meminta item secara gratis, menantang NPC dalam pertarungan, serta merekrut mereka ke party atau mengundangnya sebagai penghuni baru Wishvale. Sukses dan gagalnya Path Action bergantung pada probabilitas yang sudah ditentukan sebelum kamu memilih opsinya, tapi karena sebagian besar selalu berada di persentase yang sangat tinggi, ini jadi mengurangi konsekuensi yang ada dan malah rugi jika tidak dimanfaatkan.

Combat Familiar dengan Rasa Baru

Sistem combat dari Champions of the Continent sebagian besar juga masih dipertahankan. Bagian paling mencolok sudah pasti ada di formasi delapan karakter sekaligus dalam combat, tapi penerapannya sudah disesuaikan sedemikian rupa agar tetap terasa balanced. Jika kamu mendapat akses ke delapan karakter sekaligus, setiap combat pasti akan sangat mudah bahkan di tingkat kesulitan tertinggi karena daya tempur party meningkat dua kali lipat.

Karena itu game ini sudah menyesuaikannya dengan formasi Front dan Back row spesifik, di mana hanya karakter yang berada di posisi depan saja yang bisa dikontrol secara aktif dalam pertarungan. Sementara itu sisa karakter di formasi belakang lebih berperan sebagai backup yang berada di posisi standby sembari memulihkan HP, SP, serta BP. Penerapannya menurut kami memang cukup cermat, karena ini memposisikan karakter cadangan sebagai semacam baterai yang sedang diisi ulang seiring jalannya pertarungan, dan saat ada karakter yang hampir sekarat di formasi depan, kamu bisa switch ke karakter dari formasi belakang yang berada dalam kondisi prima sembari memulihkan karakter dari depan yang hampir sekarat tadi.

Jadinya tidak hanya membuat pertarungan terasa begitu dramatis dengan sekian banyak karakter di satu layar, penerapan formasi ini terbukti sangat praktikal dan jauh lebih seru dibanding sistem switch serupa di kebanyakan JRPG lain. Selebihnya tidak ada banyak perbedaan signifikan, karena jika kamu sudah familiar dengan sistem combat di Octopath Traveler, maka kamu akan langsung terbiasa memainkan game ini bahkan tanpa melihat tutorial. Sistemnya masih dikemas dengan style turn-based klasik di mana kamu bisa mengeksploitasi kelemahan musuh serta menghancurkan lapisan pertahanan hingga mereka berada dalam status Break.

Setiap karakter dibekali beberapa senjata yang bisa diganti dengan bebas dan banyak opsi skill berbeda. Tapi daripada hanya mengandalkan para karakter utama, gamenya juga memungkinkanmu untuk merekrut banyak NPC random sebagai “Helper” saat terlibat dalam pertarungan. Kamu bisa menganggapnya sebagai bentuk dari skill tambahan, karena kamu hanya bisa memanfaatkan salah satu dari skill milik Helper yang bisa cukup membantu untuk menutupi kekurangan party.

Selebihnya BP kembali diterapkan lagi sebagai pendukung mekanik Boost untuk memaksimalkan efek dan kekuatan serangan hingga beberapa kali lipat. BP ditandai dengan ikon berupa titik berwarna merah dengan lima slot, di mana kamu bisa memulihkan satu BP di setiap akhir giliran. Untuk yang satu ini tidak ada perbedaan signifikan, tapi tahu kapan momen yang pas untuk menggunakannya memang bisa sangat krusial di pertarungan boss sulit, karena ada fase di mana boss bisa melakukan power up sehingga kamu perlu melancarkan serangan maksimal untuk mengeluarkan mereka dari fase tersebut dengan menghancurkan pertahanannya.

Membangun Kembali Wishvale

Ok sejauh ini apa yang ditawarkan Octopath Traveler 0 memang terasa hampir identik dengan Champions of the Continent, tapi setidaknya ada satu bagian yang membuat game ini tampil mencolok yaitu di kehadiran sistem town building. Berbeda dari implementasinya di Champions of the Continent yang lebih terasa seperti side quest sampingan dengan mekanisme linear, dalam game ini kamu akan diberi area luas yang dulunya merupakan tanah Wishvale sebelum dilanda kehancuran, dan bagaimana kamu bisa membangkitkan kampung halaman sang protagonis tersebut dari awal lagi.

Dengan bantuan teman masa kecilnya yaitu Stia yang memiliki background sebagai arsitek, di awal kamu akan membangun workshop, sebelum kemudian menambah rumah untuk dihuni penduduk, tavern sebagai Hub utama, sebelum kemudian memperluasnya dengan lebih banyak rumah serta fasilitas penting lain seiring jalannya progress. Sistemnya dikemas dengan interface yang lumayan sederhana, dan kamu tidak perlu terlalu pusing untuk menentukan desain karena layout areanya sudah disesuaikan sedemikian rupa agar cocok dengan game style 2D seperti ini. Artinya kamu tidak perlu mengatur ke mana objek atau bangunan mengarah, karena semuanya sudah pasti dibuat menghadap ke depan.

Selain bangunan dan fasilitas, kamu bisa menghiasi desa dengan beragam objek serta mendesain jalannya yang terbagi antara bahan alami serta modern. Untuk memperluas Wishvale, kamu perlu mengikuti misi utama Kindlers of the Flame yang juga akan membawamu bertemu dengan karakter original berbeda untuk direkrut ke party serta diajak pulang sebagai penduduk desa baru. Setiap karakter yang kamu tambah sebagai penduduk nantinya akan menetap di rumah yang sudah kamu buat, tapi karakter mana saja yang menempati setiap rumah juga bisa kamu atur secara bebas, kecuali untuk beberapa yang sudah memiliki tugas khusus di suatu fasilitas.

Secara keseluruhan sistemnya tidak begitu kompleks, dan kami rasa sebagian pemain akan mendapatinya sebagai implementasi yang kurang dieksplor lebih dalam. Kami sendiri justru malah lebih menyukai pendekatan ini, karena kamu tidak akan dibuat terlalu pusing untuk menciptakan desa yang indah, dan bagaimana gamenya telah menyusun progressionnya secara rapi sehingga kamu selalu tahu kapan waktu yang pas untuk memperluas Wishvale, termasuk penempatan terbaik untuk setiap bangunan dan fasilitas yang ada. Jika ada satu bagian yang mungkin sedikit rumit, maka itu lebih ke dekorasinya saja, karena dari preview yang diperlihatkan di mode building dan eksplorasi langsung bisa terkesan sangat berbeda, sehingga desain yang dirasa kurang sreg mungkin justru lebih bagus dari yang terlihat saat kamu bangun.

Kesan HD-2D yang Lemah

Penting rasanya untuk menambahkan poin yang satu ini, karena pasti ada sebagian fans yang tidak sadar sampai saat memainkan gamenya langsung. Kami menyinggung soal visual HD-2D yang menjadi style andalan franchise ini, dan bagaimana Octopath Traveler 0 sayangnya justru terasa seperti downgrade. Ini mungkin bisa dimengerti karena gamenya menggunakan basis asset dari Champions of the Continent, tapi perbedaan kualitasnya apalagi dengan Octopath Traveler II memang lumayan terasa. Ini mencakup detail dan pixel count, tekstur, hingga pencahayaan yang kesemuanya terasa lebih mirip atau bahkan sedikit di bawah seri original Octopath Traveler.

Karena itu bagi yang mengharapkan kualitas visual setara Octopath Traveler II atau semacam dobrakan baru untuk style HD-2D, sayangnya game ini memang jauh dari keduanya. Selain itu kami mendapati kalau ada momen di mana gamenya tersendat sesaat setiap kali ada transisi ke cutscene khusus. Meski terkesan sepele, ini mungkin bisa mengganggu kenyamanan bermain, apalagi karena pemicunya selalu konsisten terjadi di setiap kali adanya fase transisi tersebut.

Kesimpulan

Berbekal premis yang sangat menarik dengan menjadikan game mobile franchisenya sebagai seri prolog penuh, kami bisa membayangkan adanya tantangan besar di sisi pengembangan, dan Square Enix pada akhirnya mampu merealisasikannya dengan seri yang punya identitas kuat. Dengan cerita yang berkutat pada dua tema bersebrangan antara balas dendam dan restorasi, Octopath Traveler 0 mampu menggabungkannya menjadi satu paket yang memang sangat sejalan dengan cerita utamanya. Ini berujung pada game yang memberi kebebasan penuh akan arah motivasi sang karakter utama, tapi di saat bersamaan tidak menguncimu untuk mengakses semua konten yang ada.

Mereka yang sudah memainkan Champions of the Continent mungkin akan mendapati banyak kesamaan termasuk di sistem combat, tapi game ini tetap dikemas dengan format yang cukup fresh di beberapa tempat, apalagi lewat implementasi sistem town building yang memiliki rute ceritanya sendiri. Mengesampingkan kesan recycling dari seri yang sudah ada dan downgrade visual HD-2D, ini adalah seri yang cuku solid sebagai titik awal baru untuk terjun ke franchisenya.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.

Hi guys, kami akhirnya sudah punya akun X dan YouTube resmi! Langsung saja follow:
 
Follow @GamerwkID
 

Jangan lupa untuk cek channel TikTok kami!
@gamerwk_id

The Review

Octopath Traveler 0

8 Score

PROS

  • Cerita emosional dan lebih gelap yang engaging sejak awal
  • Alur progression yang sangat bebas dan seru layaknya main game open-world
  • Karakter playable yang berkali-kali lipat lebih banyak dari Octopath Traveler I & II
  • Implementasi sistem town building yang kreatif dengan fokus pada tema restorasi
  • Penerapan formasi delapan karakter dalam combat yang sangat praktikal

CONS

  • Banyak konten yang merupakan hasil recycle dari Champions of the Continent
  • Downgrade visual HD-2D yang lumayan terasa
  • Path Action yang minim konsekuensi
  • Perlu tambahan opsi pemulihan SP yang masih terlalu cepat habis

Review Breakdown

  • 8.0 0
Tags: Nintendo SwitchNintendo Switch 2Octopath Traveler 0PCPS4PS5ReviewSquare EnixXbox Series
ShareTweetShare
Previous Post

Tomba! 2 Special Edition Akhirnya Rilis Bulan Ini, Tambahkan Versi Switch 2!

Next Post

Takut Tertipu Karya AI, Developer Jepang Kini Tes Skill Artist Secara Langsung

Related Posts

Perusahaan lain main aman, Capcom justru masih berani mengambil risiko lewat pengembangan IP baru dan sukses lewat PRAGMATA.
Artikel

Hideki Kamiya Puji Capcom Berani Bikin IP Baru seperti PRAGMATA dan Sukses

July 8, 2026
Unboxing terbaru kami untuk The Adventures of Elliot: The Millennium Tales Collector's Box yang hadir dengan beragam item eksklusif
Artikel

Unboxing The Adventures of Elliot: The Millennium Tales Collector’s Box – Juga Hadir dengan Jam Tabletop Menawan!

July 2, 2026
Simak unboxing lengkap kami untuk Sid Meier’s Civilization VII Collector's Edition yang hadir dengan ragam item berkualitas
Artikel

Unboxing Civilization VII Collector’s Edition – Serasa Punya Harta Peninggalan Sejarah!

June 2, 2026
Spike Chunsoft mengonfirmasi kalau versi PC Danganronpa 2×2 juga akan tersedia di Epic Games Store
Artikel

Danganronpa 2×2 Nantinya Juga Akan Kebagian Rilis di Epic Games Store

May 21, 2026
Artinya, kalau semua berjalan sesuai jadwal semula dan lancar, gamer seharusnya sudah memainkan GTA 6 sejak lama.
Artikel

Take-Two Akui GTA 6 Sebenarnya Sudah Telat 18 Bulan dari Jadwal Awal

May 19, 2026
Microsoft cukup agresif mendorong fitur AI lewat Copilot ke berbagai layanan, sekarang Xbox justru memutuskan untuk menghentikan.
Artikel

Xbox Tinggalkan Copilot AI Buatan Microsoft, Disambut Positif Gamer

May 6, 2026
Next Post
Shift Up mengungkapkan Stellar Blade sukses besar di PC dan PS5, mencatat penjualan lebih dari 3 juta kopi dalam waktu singkat.

Takut Tertipu Karya AI, Developer Jepang Kini Tes Skill Artist Secara Langsung

Discussion about this post

FACEBOOK KAMI

YOUTUBE KAMI

TWITTER/X KAMI

Follow @GamerwkID

UPDATE MOBILE GAMES

Snowbreak Kembali Vakum Tanpa Kabar Soal Update Baru dan Perayaan Anniversary

Snowbreak Kembali Vakum Tanpa Kabar Soal Update Baru dan Perayaan Anniversary

by Fadhil
July 17, 2026
0

Snowbreak masih dirundungi banyak masalah sejak berakhirnya fase maintenance panjang yang membuat banyak fans khawatir soal masa depannya.

Neverness to Everness (NTE) terus mencatat performa yang luar biasa sejak dirilis pada 29 April lalu. Dapat 3 triliun Rupiah.

NTE Raup Pendapatan Lebih dari 3,3 Triliun Rupiah Hanya dalam Dua Bulan

by Taufik
July 17, 2026
0

Neverness to Everness (NTE) terus mencatat performa yang luar biasa sejak dirilis pada 29 April lalu. Setelah berhasil membukukan pendapatan...

BlackJack Studio resmi mengumumkan Langrisser: Sea of Sword untuk platform Android, iOS, PC, dan platform lain yang belum dikonfirmasi

Langrisser: Sea of Sword Diumumkan Sebagai Game Gacha RPG Baru untuk Franchisenya

by Fadhil
July 16, 2026
0

BlackJack Studio resmi mengumumkan Langrisser: Sea of Sword untuk platform Android, iOS, PC, dan platform lain yang belum dikonfirmasi.

Di artikel ini, kamu bakal nemuin panduan tier list Ragnarok The New World paling update dan terbaik untuk menjadi guide kamu.

Ragnarok The New World Tier List – Pilih Class Terbaik

by Taufik
July 16, 2026
0

Lagi cari tier list Ragnarok The New World terbaru buat tahu class paling kuat dan meta saat ini? Di artikel...

Developer Arknights Endfield menyampaikan permintaan maaf kepada komunitas pemain di Korea Selatan melalui Naver Lounge resmi.

Arknights Endfield Minta Maaf ke Pemain Korea Karena Animasi Gestur “Cubit”

by Taufik
July 16, 2026
0

Developer Arknights Endfield menyampaikan permintaan maaf kepada komunitas pemain di Korea Selatan melalui Naver resmi. Permintaan maaf ini muncul setelah...

  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd