gamerwk.com
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
gamerwk.com
No Result
View All Result

Review Phantom Blade Zero – Action RPG yang Tidak Pernah Gagal Membuatmu Terasa Badass!

Fadhil by Fadhil
October 26, 2026
in Konsol, PC, PlayStation 5, Review
0
Simak rangkuman review kami untuk Phantom Blade Zero yang hadir sebagai salah satu game action RPG paling dinanti tahun ini dari S-GAME

Simak rangkuman review kami untuk Phantom Blade Zero yang hadir sebagai salah satu game action RPG paling dinanti tahun ini dari S-GAME

Share ke FacebookShare ke TwitterShare ke Telegram

Ketika pertama kali melihat Phantom Blade Zero beberapa tahun lalu, hal yang paling menarik perhatian kami adalah gaya pertarungannya yang mengingatkan pada film-film kungfu klasik. Gerakan karakter dan musuh terlihat begitu luwes, dengan berbagai jurus yang membuat setiap pertarungan terasa seperti koreografi film bela diri impian.

Tapi setelah akhirnya berkesempatan menghabiskan lebih banyak waktu dengan game ini, kami menyadari kalau ada lebih banyak hal yang bisa dibahas selain aksi tersebut, mulai dari variasi senjata dan mekanik musuh hingga eksplorasi yang menyimpan berbagai rahasia.

Jalan Cerita

Phantom Blade Zero sengaja menyimpan banyak misteri pada bagian awal cerita. Premisnya mungkin terlihat sederhana, tetapi seiring berjalannya permainan, berbagai informasi tersembunyi mulai terungkap dan memperlihatkan konspirasi yang jauh lebih rumit dari dugaan awal.

Penyampaian ceritanya juga tidak hanya mengandalkan dialog dan cutscene. Game ini menggunakan berbagai pendekatan untuk mengungkap informasi, sekaligus memasukkan unsur budaya Tiongkok yang memperkuat identitas dunianya. Tapi pendekatan tersebut membuat bagian awal cerita terasa cukup samar. Bagi yang kesulitan menangkap petunjuk dan foreshadowing mungkin membutuhkan waktu untuk memahami situasi yang sebenarnya. Untungnya, sejumlah detail yang awalnya tampak sepele akan terasa lebih bermakna seiring perkembangan cerita.

Eksplorasi dan Side Quest Penuh Rahasia

Alih-alih menghadirkan satu dunia terbuka yang luas, Phantom Blade Zero menggunakan map dunia sebagai hub untuk mengakses berbagai area. Setiap area memiliki map tersendiri yang awalnya tertutup awan. Kamu perlu menjelajahi wilayah tersebut dan mengaktifkan Bell setempat untuk membuka map sepenuhnya. Bell juga berfungsi sebagai tempat menyimpan permainan, fast travel, menghidupkan kembali karakter, meningkatkan senjata dan talent, serta membeli material. Karena itu, menemukan Bell menjadi salah satu tujuan penting ketika memasuki area baru.

Struktur levelnya lebih tepat disebut action game dengan area semi-linear daripada open-world. Meski begitu, kamu tidak harus selalu mengikuti satu jalur. Ada jalan bercabang, rute tersembunyi, dan jalur yang menghubungkan bagian-bagian tertentu dalam satu area. Sayangnya, petunjuk pada map terkadang kurang jelas. Ketika menemukan beberapa jalur sekaligus, tidak selalu mudah mengetahui mana yang mengarah ke tujuan utama dan mana yang membawa kita ke area opsional.

Map juga tidak menyediakan fitur penanda buatanmu, sehingga lokasi menarik yang belum bisa diakses akan sulit ditemukan kembali. Dunia game ini juga berubah seiring perkembangan cerita. Area yang pernah dikunjungi bisa memiliki musuh, kondisi lingkungan, atau konten baru saat didatangi kembali. Hal ini membuat eksplorasi terasa lebih dinamis dan memberi alasan untuk mengunjungi tempat-tempat lama.

Selain jalur utama, ada banyak side quest, boss tersembunyi, dan rahasia yang bisa ditemukan. Bahkan ketika awalnya berniat mengabaikannya, rasa penasaran sering kali membuat kita menyimpang dari jalur utama. Beberapa side quest juga memberikan kemampuan atau item penting untuk eksplorasi dan pertarungan. Contohnya adalah palu berbentuk labu yang bisa menghancurkan lantai tertentu dan kepala singa yang mampu menyemburkan api. Tanpa kemampuan tersebut, ada area yang terlihat bisa dijangkau tetapi tetap tidak bisa diakses.

Material untuk meningkatkan senjata juga terkadang hanya bisa diperoleh dari boss opsional. Melewatkan pertarungan ini berarti kehilangan sejumlah hadiah berharga yang mungkin berguna untuk menghadapi boss berikutnya. Tapi side quest bukan hanya soal item dan material. Banyak di antaranya turut memperluas cerita utama dengan memperlihatkan hubungan antarkarakter, konflik pribadi, dan informasi tentang dunia yang tidak dijelaskan secara langsung dalam cerita utama.

Ada pula tantangan opsional seperti The Lady of Veil’s Rift yang berfokus pada pertarungan boss, serta konten patung kepala naga yang berkaitan dengan side quest Bloodline Awakening. Selain menawarkan pertarungan tambahan, konten ini juga memberikan cerita lebih lanjut. Cuplikan yang sebelumnya menampilkan bintang bela diri Donnie Yen pun berkaitan dengan Bloodline Awakening, sehingga menjadi alasan lain untuk menjelajahi konten di luar jalur utama. Side quest di sini terasa lebih berarti daripada sekadar aktivitas tambahan untuk memperpanjang durasi permainan. Kontennya terhubung dengan eksplorasi, perkembangan karakter, pertarungan, dan pembangunan dunia. Sayangnya, navigasi yang kurang jelas terkadang membuat kebebasan menjelajah justru berujung pada bolak-balik mencari jalan.

Sistem Combat dan Desain Musuh

Pertarungan merupakan salah satu aspek terbaik Phantom Blade Zero. Kamu tidak bisa asal menyerang atau terus bertahan sambil menunggu kesempatan. Kita harus memperhatikan gerakan musuh, menentukan waktu yang tepat untuk menyerang, serta menggunakan parry dan dodge secara efektif.

Ada dua mekanik penting yang perlu dikuasai, yaitu Precise Parry dan Precise Dodge. Kilatan berwarna biru menandakan serangan yang bisa ditangkis dengan timing tepat untuk memicu Ghoststep dan melakukan serangan balasan. Sementara itu, kilatan merah menunjukkan serangan yang tidak bisa ditangkis sehingga kamu harus menghindar. Precise Dodge yang berhasil juga bisa mengganggu ritme serangan lawan dan memberi kita kesempatan untuk mengambil alih pertarungan.

Setiap musuh, termasuk prajurit biasa, memiliki animasi dan pola serangan tersendiri. Salah satu contohnya adalah Shadow Guards, yang penampilannya mengingatkan pada pengawal kekaisaran Tiongkok kuno. Gerakan mereka juga terasa seperti koreografi film bela diri Hong Kong. Mereka bisa meluncur ke arahmu sebelum melancarkan serangkaian serangan cepat, bahkan beberapa di antaranya menggunakan senjata api. Animasi mereka begitu mulus dan keren sampai-sampai musuh biasa pun terasa seperti sedang tampil dalam film kungfu.

Dibandingkan game Soulslike tradisional, Phantom Blade Zero lebih menekankan rangkaian combo dan pergantian ritme antara menyerang serta bertahan. Karakter utama bisa membawa dua senjata utama, masing-masing dengan meter Sha-Chi tersendiri. Sumber daya ini memengaruhi kemampuan menyerang dan bertahan. Ketika meter habis, karakter tidak bisa menyerang maupun bertahan dan menjadi jauh lebih rentan. Dalam kondisi tersebut, damage yang diterima bahkan meningkat dua kali lipat.

Untungnya, kamu bisa langsung beralih ke senjata kedua untuk menggunakan meter Sha-Chi yang masih tersedia. Pergantian senjata pun bukan sekadar cara mengganti rangkaian serangan, melainkan bagian penting dari strategi bertarung. Kita perlu memperhatikan kondisi kedua senjata sekaligus menentukan kapan harus menyerang, menangkis, atau menghindar. Jika tidak mengatur pergantian senjata dengan baik, kita bisa berada dalam posisi yang sangat berbahaya.

Hal menarik lainnya adalah musuh biasa yang sudah dikalahkan tidak akan muncul kembali. Setelah membersihkan sebuah area, kamu bisa menjelajahi jalur lain tanpa harus menghadapi kelompok musuh yang sama berulang kali. Mengingat game ini mendorongmu untuk mencari jalan tersembunyi dan menyelesaikan side quest, keputusan ini cukup membantu mengurangi rasa lelah ketika harus kembali ke lokasi sebelumnya.

Meski begitu, absennya musuh yang muncul kembali bukan masalah besar. Kamu tidak harus menyelesaikan setiap sudut area sebelum melanjutkan cerita. Seiring perkembangan permainan, kita juga akan kembali ke wilayah lain dan menemukan musuh serta jalur yang belum pernah dijumpai. Musuh biasa pun tetap bisa memberikan tantangan pada tahap permainan selanjutnya, sehingga pertarungan tidak langsung terasa mudah hanya karena karakter semakin kuat.

Variasi mekanik musuh turut mendorongmu untuk menyesuaikan strategi. Boneka, Copper Men, dan phantom memiliki karakteristik yang berbeda dari musuh biasa. Karena bukan makhluk hidup, beberapa efek seperti bleeding dan lifesteal tidak berlaku pada mereka.

Copper Men, misalnya, biasanya menggunakan perisai yang sulit ditembus oleh senjata cepat dengan combo lincah, seperti pedang satu tangan dan beberapa pedang dua tangan. Kamu mungkin perlu beralih ke senjata berat dengan kemampuan menghancurkan pertahanan, seperti Great Sabre dan Guandao, atau menggunakan Phantom Edges tipe gauntlet untuk mematahkan guard mereka.

Artinya, kamu tidak bisa selalu mengandalkan satu senjata favorit untuk menghadapi semua lawan. Kita perlu memahami karakteristik setiap musuh dan menyesuaikan perlengkapan agar pertarungan berjalan lebih efektif. Sistem ini memang tidak mengubah seluruh dinamika pertarungan secara drastis, tetapi memberikan lebih banyak keputusan yang perlu dipertimbangkan.

Bagi kamu yang kurang terbiasa dengan game action berkesulitan tinggi, tersedia tiga pilihan tingkat kesulitan. Perbedaannya terutama terletak pada HP, damage, dan frekuensi serangan musuh, sedangkan jumlah musuh relatif tidak berubah. Bahkan pada tingkat kesulitan terendah, kamu tetap perlu memperhatikan gerakan lawan, mengatur timing pertahanan, dan memilih senjata yang sesuai. Jadi, menurunkan kesulitan memang bisa mengurangi tekanan, tetapi tidak serta-merta mengubah permainan menjadi hack-and-slash yang bisa diselesaikan dengan asal menyerang.

Boss Battle yang Memadukan Budaya Tiongkok

Jika animasi musuh biasa saja sudah cukup mengesankan, pertarungan boss menjadi ajang bagi Phantom Blade Zero untuk menunjukkan kualitas animasi dan kreativitas desainnya. Setiap boss memiliki pola serangan, mekanik, dan animasi tersendiri. Kamu harus mempelajari gerakan mereka, menentukan kapan harus melakukan parry atau dodge, serta menyesuaikan strategi ketika pertarungan memasuki fase baru.

Salah satu pertarungan yang paling berkesan adalah boss bertema barongsai. Alih-alih hanya menggunakan kostum barongsai sebagai desain visual, pengembang memasukkan berbagai elemen pertunjukan tradisional tersebut ke dalam mekanik pertarungan. Ada petasan, boneka kepala besar, gerakan melompati tiang, hingga mekanik Plucking the Green to Recover HP.

Elemen yang biasanya ditemukan dalam pertunjukan rakyat ini diubah menjadi rangkaian serangan dan mekanik yang harus dihadapi. Hasilnya bukan hanya pertarungan yang terlihat unik, tetapi juga pengalaman yang tetap mempertahankan ciri khas budaya barongsai.

Menurut kami, pendekatan seperti ini menjadi salah satu kelebihan Phantom Blade Zero. Pengaruh budaya Tiongkok tidak hanya terlihat dari arsitektur, pakaian, atau lingkungan, tetapi juga hadir dalam gerakan musuh dan mekanik pertarungan. Hal tersebut membuat identitas budaya game ini terasa lebih kuat karena kamu bisa mengalaminya secara langsung melalui gameplay.

Transisi antarfase boss juga cukup membantu. Berdasarkan pengalaman kami, setelah mengalahkan fase pertama dan memasuki fase kedua, kekalahan pada fase kedua tidak mengharuskanmu mengulang pertarungan dari awal. Pada percobaan berikutnya, pertarungan bisa langsung dilanjutkan dari fase kedua. Dengan begitu, kamu bisa berfokus mempelajari serangan baru tanpa harus mengulang bagian yang sudah dikuasai.

Lebih Dalam Soal Progression dan Kustomisasi

Selain mengandalkan kemampuanmu, Phantom Blade Zero menawarkan berbagai sistem progression melalui senjata, talisman, item konsumsi, dan Phantom Edges. Berbagai pilihan ini memungkinkanmu menyesuaikan perlengkapan dan gaya bertarung sesuai kebutuhan. Skill tree menjadi salah satu bagian penting dalam pengembangan karakter. Kamu bisa meningkatkan kemampuan menggunakan berbagai material yang diperoleh selama menjelajahi dunia. Remnants Dust merupakan salah satu sumber daya utama yang digunakan untuk meningkatkan status karakter, skill, dan senjata, sekaligus membeli material dari toko.

Material lain memiliki fungsi yang lebih spesifik. Blackstone digunakan untuk meningkatkan kekuatan serangan dan kemampuan menghancurkan guard, sedangkan Sha-Chi Amber berkaitan dengan jumlah Sha-Chi yang tersedia. Sementara itu, Complete Memory Flowers bisa meningkatkan HP maksimum dan digunakan untuk membuka skill serta talent di skill tree. Beberapa material juga harus dikumpulkan dalam bentuk fragmen. Kamu perlu menggabungkan empat fragmen untuk mendapatkan satu material utuh. Sistem ini memberikan tujuan tambahan saat menjelajah, sehingga menemukan fragmen tetap terasa seperti sebuah kemajuan meskipun belum memperoleh item lengkap.

Musuh juga bisa menjatuhkan aksesori yang memberikan efek tambahan dalam pertarungan. Awalnya, kamu hanya memiliki dua slot aksesori, tetapi kapasitasnya bisa ditingkatkan hingga enam slot dengan menggunakan Remnants Dust di Bell. Salah satu aspek yang paling mengesankan bagi kami adalah desain senjatanya. Phantom Blade Zero membagi senjata menjadi tiga kategori, yaitu satu tangan, dua tangan, dan dua senjata sekaligus. Tapi senjata dalam kategori yang sama tetap memiliki fungsi, skill, jurus penutup, dan gaya bertarung yang berbeda. Jadi, perbedaannya bukan sekadar tampilan atau angka damage.

Setiap senjata memiliki animasi dan identitas tersendiri. Kecepatan serangan, rangkaian combo, hingga jurus penutupnya bisa memberikan pengalaman bertarung yang berbeda. Karena itu, memilih senjata bukan hanya soal mencari statistik tertinggi, tetapi juga menentukan gaya bermain yang paling cocok. Variasi ini semakin terasa ketika berhadapan dengan musuh dan boss tertentu. Kamu perlu mempertimbangkan senjata yang paling efektif untuk menghadapi lawan, lalu mengombinasikannya dengan talisman, Phantom Edges, dan sistem progression lainnya.

Detail pada moveset setiap senjata benar-benar mengesankan. Tiga kategori senjata saja sebenarnya sudah cukup untuk memberikan variasi gaya bertarung, tetapi pengembang masih memberikan identitas tersendiri kepada setiap senjata. Bagi yang senang mempelajari moveset, bereksperimen dengan combo, dan mencari kombinasi terbaik, sistem ini menjadi salah satu daya tarik utama. Meningkatkan level senjata dan Phantom Edges membutuhkan Remnants Dust serta material forging. Material tersebut bisa diperoleh melalui eksplorasi, peti harta, boss, toko di Bell, dan pedagang yang berkaitan dengan side quest.

Perlu diperhatikan kalau beberapa material yang dijual oleh toko dan pedagang side quest memiliki stok terbatas. Kamu tidak bisa membelinya tanpa batas, jadi sebaiknya manfaatkan kesempatan untuk membeli material yang dibutuhkan sebelum stoknya habis. Pada pertengahan gamenya, Remnants Dust mulai lebih mudah dikumpulkan. Sebaliknya, material forging justru bisa menjadi hambatan utama untuk meningkatkan perlengkapan. Artinya, kebutuhan sumber daya ikut berubah seiring progres permainan. Jika pada awalnya kamu perlu menghemat Remnants Dust, nantinya ketersediaan material untuk upgrade akan menjadi perhatian yang lebih besar.

Peningkatan level senjata juga tidak hanya menambah damage dan kemampuan menghancurkan guard. Setiap lima hingga sepuluh level, senjata bisa memperoleh skill baru atau mendapatkan peningkatan pada skill yang sudah dimiliki. Level maksimal setiap senjata adalah 30. Memasuki pertengahan hingga akhir permainan, kamu juga bisa memperkuat senjata melalui sistem enchantment bernama Soul Temper. Sistem progression ini memberikan lebih banyak hal untuk dipelajari daripada sekadar meningkatkan statistik karakter. Tapi bagi yang lebih suka menggunakan satu senjata dari awal hingga akhir mungkin tidak akan merasakan seluruh kedalaman sistem yang ditawarkan.

Visual dan Musik yang Memiliki Identitas Kuat

Dari segi visual, Phantom Blade Zero memadukan estetika seni bela diri Timur dengan pengaruh steampunk. Hasilnya adalah dunia yang masih memiliki nuansa wuxia, tetapi dipenuhi detail mekanis dan unsur fantasi yang membuatnya berbeda dari game bela diri tradisional. Setiap wilayah juga memiliki lingkungan dan desain musuh yang disesuaikan dengan temanya. Salah satu contohnya adalah wilayah danau yang dijelajahi menggunakan perahu untuk berpindah antarpulau. Setiap pulau memiliki titik teleportasi yang memudahkanmu untuk kembali berkunjung.

Musuh di wilayah ini pun cukup unik karena sebagian besar merupakan manusia ikan. Mulai dari prajurit biasa hingga musuh elite berukuran besar, semuanya memiliki desain yang mudah diingat. Beberapa musuh bahkan menggunakan pancing sebagai senjata dan bisa ditemukan sedang memancing ketika tidak bertarung. Melihat manusia ikan memancing tentu menimbulkan pertanyaan: apakah mereka sedang menangkap ikan atau justru mencoba menangkap sesamanya? Detail kecil seperti ini memberikan sentuhan humor di tengah eksplorasi dan pertarungan.

Efek pertarungannya juga tidak kalah menarik. Animasi Shadow Guards yang terinspirasi film bela diri membuat setiap gerakan terlihat atraktif. Karakter utama pun memiliki sejumlah jurus yang membuatnya terlihat keren tanpa harus berusaha terlalu keras. Salah satu senjata favorit kami adalah Guandao yang diperoleh dari boss. Skill senjata ini memungkinkan karakter menghindari serangan secara otomatis sebelum melancarkan tebasan yang seolah membelah ruang. Yang membuatnya semakin keren, karakter utama berjalan santai mendekati lawan sambil menghindari serangan. Gaya bertarung yang berlebihan seperti ini cocok sekali dengan karakter utama yang seolah ingin memamerkan kemampuannya.

Musik juga menjadi salah satu keunggulan, terutama ketika boss memasuki fase kedua. Pada fase pertama, musiknya lebih mengarah ke gaya tradisional yang menggambarkan duel para pendekar di dunia jianghu. Ketika memasuki fase kedua, musik berubah menjadi lebih kental dengan pengaruh rock dan punk, sehingga suasana pertarungan terasa berbeda. Perubahan ini bukan sekadar pergantian musik latar. Perbedaan antara musik bela diri tradisional dan rock memperkuat perubahan suasana ketika boss memasuki fase baru. Perpaduan tersebut juga mencerminkan identitas Phantom Blade Zero yang menggabungkan seni bela diri Timur dengan estetika steampunk.

Performa di PC

Review ini dilakukan menggunakan dua perangkat PC. Desktop yang digunakan memiliki prosesor Intel Core i5-11400, kartu grafis RTX 3060 Ti, dan RAM 32 GB. Sementara itu, laptop yang digunakan dilengkapi Intel Core i7-14650HX, RTX 5050 Laptop GPU dengan VRAM 8 GB, dan RAM 16 GB.

Pada desktop, game berjalan tanpa masalah berarti. Laptop juga memberikan pengalaman bermain yang relatif lancar tanpa penurunan frame rate berkepanjangan. Meski begitu, sesekali terjadi stuttering singkat pada laptop. Gangguan ini tidak sampai merusak pengalaman bermain secara keseluruhan, tetapi tetap bisa mengganggu ritme pertarungan dan eksplorasi.

Mengingat Phantom Blade Zero sangat mengandalkan timing dan kecepatan reaksi, stuttering seperti ini cukup disayangkan. Semoga pengembang bisa memberikan optimasi tambahan setelah perilisan agar performanya lebih stabil pada berbagai konfigurasi PC.

Kesimpulan

Phantom Blade Zero berhasil memadukan seni bela diri Timur dengan elemen steampunk, sekaligus menawarkan sistem pertarungan yang menuntut strategi dan penguasaan senjatamu tidak cukup hanya mengandalkan serangan cepat, tetapi juga harus memahami mekanik musuh, mengatur Sha-Chi, dan menentukan senjata yang tepat untuk setiap situasi.

Pertarungan menjadi kekuatan terbesarnya. Precise Parry, Precise Dodge, pergantian senjata, serta karakteristik musuh yang berbeda memberikan banyak ruang untuk bereksperimen. Setiap senjata juga memiliki moveset dan identitas tersendiri, sehingga mencoba berbagai kombinasi terasa menyenangkan. Penggunaan budaya Tiongkok dalam animasi dan mekanik boss turut memberikan ciri khas yang membedakannya dari game action lainnya.

Eksplorasi dan side quest juga menawarkan banyak hal untuk ditemukan. Jalur bercabang, rahasia tersembunyi, serta perubahan area seiring perkembangan cerita membuat dunia game ini terasa lebih hidup. Tapi petunjuk map yang kurang jelas dan ketiadaan fitur penanda buatan terkadang membuat eksplorasi terasa merepotkan. Sistem progressionnya pun cukup mendalam, meskipun kamu perlu meluangkan waktu untuk memahami karakteristik senjata dan mengumpulkan material upgrade.

Dari segi presentasi, perpaduan seni bela diri Timur, steampunk, dan budaya tradisional Tiongkok menghasilkan dunia dengan identitas visual yang kuat. Musiknya juga mampu memperkuat suasana pertarungan, terutama ketika boss memasuki fase baru. Performa PC secara umum cukup baik pada dua perangkat yang diuji, meski stuttering sesekali pada laptop menunjukkan kalau optimasi tambahan masih diperlukan.

Jika kamu menyukai game action yang mendorong eksperimen dengan senjata, mempelajari pola serangan musuh, dan menghadapi boss dengan strategi berbeda, Phantom Blade Zero layak masuk daftar incaran. Tapi bagi yang kurang menyukai sistem pertarungan kompleks atau lebih nyaman dengan navigasi yang jelas mungkin membutuhkan waktu untuk beradaptasi.

Bagi kami, daya tarik terbesar Phantom Blade Zero bukan hanya pertarungannya yang memuaskan, tetapi juga bagaimana desain senjata, mekanik musuh, eksplorasi, dan presentasi audiovisual saling melengkapi. Game ini memang masih memiliki beberapa kekurangan, tetapi kedalaman sistem pertarungan dan kreativitasnya dalam mengangkat budaya bela diri membuatnya punya potensi besar.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.

Hi guys, kami akhirnya sudah punya akun X dan YouTube resmi! Langsung saja follow:
 
Follow @GamerwkID
 

Jangan lupa untuk cek channel TikTok kami!
@gamerwk_id

The Review

Phantom Blade Zero

9.5 Score

PROS

  • Combat jempolan yang membutuhkan timing presisi dan terasa impactful
  • Jenis senjata dan moveset uniknya yang memberi banyak ruang untuk eksperimentasi
  • Side quest dan boss rahasia yang membuat eksplorasi semakin rewarding
  • Ragam boss memorable yang ikut mengombinasikan budaya khas Tiongkok di desainnya
  • Kombinasi style wuxia dan steampunk yang terasa tidak pasaran
  • Kustomisasi combat mendalam lewat variasi senjata dan upgrade equipment

CONS

  • Navigasinya bisa cukup membingungkan, terutama karena tidak ada opsi untuk menambah marker custom di map

Review Breakdown

  • 9.5 0
Tags: PCPhantom Blade ZeroPS5ReviewS-Game
ShareTweetShare
Previous Post

Pokémon Hadir dalam Bentuk Wayang Kulit Resmi, Udah Bisa Ditonton Gratis!

Related Posts

Pasar PC lagi kena tekanan cukup berat. Pengiriman PC global pada Q3 2026 turun 21% dibanding tahun lalu. Karena RAM dan SSD.
Berita

Penjualan PC Global Anjlok 21 Persen, Harga RAM dan Storage Jadi Penyebab

October 23, 2026
Sudah ada konfirmasi kalau Azur Promilia akan rilis duluan di beberapa wilayah Asia pada 26 November mendatang
Android

Azur Promilia Siap Rilis Bulan Depan di Jepang, Korea, China, dan Taiwan

October 23, 2026
Tapi lewat DLC Rides & Relics, fokus gamenya sekarang mulai bergeser ke area outdoor dengan menghadirkan berbagai wahana.
Konsol

Review Two Point Museum: Rides & Relics DLC – Museum Rasa Taman Hiburan

October 22, 2026
Dua game Jepang yang sudah bertahan lebih dari satu dekade akhirnya ditutup permanen gara-gara celah keamanan serius di PHP.
Android

Dua Game Jepang Berusia Lebih dari 10 Tahun Tutup Permanen Gara-gara Celah Keamanan PHP

October 22, 2026
Is It Wrong to Try to Pick Up Girls in a Dungeon? Frontier Zero resmi diumumkan sebagai game adaptasi baru DanMachi yang akan rilis global di 2027
Android

DanMachi Dapatkan Adaptasi Game Baru yang Akan Rilis Tahun Depan di PC dan Mobile

October 22, 2026
Game petualangan misteri The Apothecary Diaries: The False Imperial Brother dari Koei Tecmo dan Gust akan rilis pada Maret 2027
Berita

The Apothecary Diaries: The False Imperial Brother Akhirnya Tetapkan Jadwal Rilis

October 22, 2026

Discussion about this post

FACEBOOK KAMI

YOUTUBE KAMI

TWITTER/X KAMI

Follow @GamerwkID

UPDATE MOBILE GAMES

Sudah ada konfirmasi kalau Azur Promilia akan rilis duluan di beberapa wilayah Asia pada 26 November mendatang

Azur Promilia Siap Rilis Bulan Depan di Jepang, Korea, China, dan Taiwan

by Fadhil
October 23, 2026
0

Sudah ada konfirmasi kalau Azur Promilia akan rilis duluan di beberapa wilayah Asia pada 26 November mendatang.

Sebagai salah satu kejutan untuk anniversary pertama Dispatch, AdHoc Studio berencana merilis gamenya di mobile pada Desember 2026

Dispatch Akan Kebagian Rilis di Android dan iOS Sebentar Lagi!

by Fadhil
October 23, 2026
0

Sebagai salah satu kejutan untuk anniversary pertama Dispatch, AdHoc Studio berencana merilis gamenya di mobile pada Desember 2026.

Game gacha BLEACH Mirrors High baru saja mencapai milestone final untuk akses pra-registrasinya di 1 juta pemain

BLEACH Mirrors High Capai Target Pra-Registrasi dan Janjikan Banyak Reward Menggoda!

by Fadhil
October 22, 2026
0

Game gacha BLEACH Mirrors High baru saja mencapai milestone final untuk akses pra-registrasinya di 1 juta pemain.

Dua game Jepang yang sudah bertahan lebih dari satu dekade akhirnya ditutup permanen gara-gara celah keamanan serius di PHP.

Dua Game Jepang Berusia Lebih dari 10 Tahun Tutup Permanen Gara-gara Celah Keamanan PHP

by Taufik
October 22, 2026
0

Dua game Jepang yang sudah bertahan lebih dari satu dekade akhirnya ditutup permanen gara-gara celah keamanan serius di PHP. Di...

Is It Wrong to Try to Pick Up Girls in a Dungeon? Frontier Zero resmi diumumkan sebagai game adaptasi baru DanMachi yang akan rilis global di 2027

DanMachi Dapatkan Adaptasi Game Baru yang Akan Rilis Tahun Depan di PC dan Mobile

by Fadhil
October 22, 2026
0

Is It Wrong to Try to Pick Up Girls in a Dungeon? Frontier Zero diumumkan sebagai game adaptasi baru DanMachi...

  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd