gamerwk.com
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
gamerwk.com
No Result
View All Result

Review Resident Evil Requiem – Dua Protagonis, Dua Rasa, Satu Teror Besar

Taufik by Taufik
February 25, 2026
in Konsol, PC, PlayStation 5, Review, Xbox Series S, Xbox Series X
0
Resident Evil Requiem menandai kembalinya seri ini ke akar horornya yang sudah lama dirindukan, mari simak review kami!

Resident Evil Requiem menandai kembalinya seri ini ke akar horornya yang sudah lama dirindukan, mari simak review kami!

Share ke FacebookShare ke TwitterShare ke Telegram

Resident Evil Requiem menandai kembalinya seri ini ke akar horornya yang sudah lama dirindukan, sambil tetap mendorong franchise ini ke arah yang jauh lebih berani. Struktur dua protagonis kembali dipakai, tapi kali ini bukan sekadar dua sudut pandang cerita yang berbeda. Keduanya benar-benar menawarkan pengalaman gameplay yang kontras secara fundamental.

Dengan wajah baru yang berdampingan dengan veteran favorit, sistem crafting yang dirombak, dan RE Engine yang kembali unjuk gigi, Requiem terasa seperti salah satu entri paling ambisius dalam sejarah seri ini. Apakah emang se-sempurna itu? Mari simak review kami!

Jalan Cerita Kembali ke Umbrella dan Akar Konflik

Cerita berlatar dua puluh delapan tahun setelah insiden Raccoon City dan kembali mengangkat narasi inti soal Umbrella dan bioweapon. Grace Ashcroft dikirim untuk menyelidiki kematian misterius di Midwest Amerika, berpusat di Wrenwood Hotel, tempat ibunya, Alyssa Ashcroft, terbunuh delapan tahun sebelumnya.

Alyssa adalah survivor Raccoon City sekaligus jurnalis yang membongkar eksperimen bioweapon Umbrella hingga menyeret perusahaan itu ke pengadilan.

Victor Gideon percaya Grace memiliki sesuatu yang unik, lalu menculiknya ke Rhodes Hill Chronic Care Center. Leon, yang bekerja di bawah DSO, secara terpisah melacak Gideon ke lokasi yang sama dan akhirnya bertemu Grace dalam penyelidikannya.

Apa yang sebenarnya diinginkan Gideon? Dan apa itu “Elpis” yang terus muncul dalam investigasi Leon? Jawabannya tersembunyi lebih dalam di kegelapan Rhodes Hill dan juga Raccoon City.

Dual Protagonist, Dua Karakter, Dua Atmosfer yang Berbeda Total

Seri ini kembali menggunakan struktur dua protagonis, tetapi kali ini pendekatannya jauh lebih berani. Kedua karakter tidak hanya menjalani cerita berbeda, melainkan menghadirkan pengalaman gameplay yang benar-benar kontras.

Grace Ashcroft adalah pendatang baru. Ia seorang analis teknis FBI yang dikirim ke Wrenwood Hotel yang sudah lama terbengkalai untuk menyelidiki serangkaian kematian misterius. Situasinya memburuk ketika ia diculik dan dibawa ke Rhodes Hill Chronic Care Center oleh Victor Gideon — adegan mengerikan dengan posisi terbalik yang sempat muncul di trailer.

Chapter Grace benar-benar penuh rasa takut. Ia bukan tentara, bukan survivor berpengalaman. Ia hanyalah orang biasa yang panik ketika mendengar suara aneh, berteriak saat dikejar monster, dan bahkan bisa tersandung saat mencoba kabur.

Mode first-person benar-benar meningkatkan ketegangan. Napasnya yang berat dan teriakan ketakutannya memenuhi ruang audio. Sementara dalam third-person, kerentanan fisiknya terlihat jelas — kakinya bisa goyah saat berlari, interaksinya dengan objek terasa canggung seolah ia hampir kehilangan keseimbangan. Rasa takutnya terasa nyata dan membumi.

Di sisi lain ada Leon S. Kennedy.

Leon S. Kennedy tampil sebagai veteran yang sudah dikenal semua penggemar. Langkahnya mantap, sikapnya tenang dengan aura “sudah pernah melewati ini semua”, lengkap dengan gumaman khasnya. Hanya dengan mengendalikannya saja sudah memberi rasa aman.

Chapter Leon tetap punya momen gelap dan tidak nyaman, tetapi nuansanya berbeda. Dengan arsenal penuh di tangan, horor perlahan berubah menjadi aksi. Ada sensasi memuaskan saat membersihkan ruangan dengan percaya diri.

Perpindahan antara Grace dan Leon bukan sekadar alat naratif. Setiap pergantian karakter benar-benar terasa seperti reset suasana. Ini membuat pacing tetap segar dan mencegah salah satu tone terasa terlalu lama.

Eksplorasi Soal Resource Management Klasik dengan Sentuhan Baru

Requiem tetap setia pada formula sandbox exploration dan manajemen resource yang menjadi ciri khas seri ini, tetapi struktur dua protagonis membuat pendekatan eksplorasinya terasa berbeda.

Gameplay Grace sangat terasa seperti Resident Evil 2. Ia memulai dengan delapan slot inventory, dengan beberapa item yang tidak bisa ditumpuk. Manajemen resource jadi krusial. Hip pouch tersebar di area eksplorasi, masing-masing menambah dua slot tambahan, persis seperti sistem klasik. Bahkan item penting untuk misi tetap memakan slot inventory, jadi tekanannya konstan.\

Dari sisi senjata, Grace memulai dengan handgun dasar, lalu mendapatkan versi yang sedikit lebih kuat, serta Requiem revolver yang diberikan oleh Leon. Sebagian besar alatnya didapat dari eksplorasi: botol kaca, pisau, lockpick, herbal, dan material crafting.

Setelah mendapatkan spesimen darah dan menyelesaikan puzzle pemodelan atom menggunakan mikroskop laser, ia membuka resep crafting. Dari sana, darah terinfeksi yang dikumpulkan lewat Blood Collector bisa digunakan untuk membuat peluru handgun dan revolver, item pemulihan, Molotov cocktail, botol asam, hingga Hemolytic Injector yang sangat kuat. Loop gameplay Grace lebih berfokus pada crafting dan konversi resource dibanding sekadar looting.

Leon berbeda total. Inventory-nya menggunakan sistem grid tujuh kali sebelas ala attaché case yang luas dan fleksibel. Sepanjang permainan ia mengumpulkan arsenal lengkap: handgun, Requiem revolver, shotgun, submachine gun, sniper rifle, dan granat.

Ia juga membawa kapak tangan yang bisa di-upgrade menggunakan whetstone. Kapak ini bisa dipakai untuk serangan jarak dekat maupun menangkis senjata musuh seperti gergaji mesin dan kapak musuh. Selama eksplorasi dilakukan dengan teliti, amunisi jarang menjadi masalah, dan kapak ini tidak mudah rusak hingga akhir permainan.

Gergaji mesin menjadi highlight tersendiri. Beberapa musuh menjatuhkannya dan bisa diambil untuk menghasilkan damage besar tanpa menghabiskan peluru. Namun harus hati-hati, mengambil gergaji yang masih menyala akan melukai karakter. Musuh zombie juga bisa menggunakan bahkan melempar gergaji mesin. Momen ini memang jarang, hanya muncul dua kali dalam playthrough, dan gergaji akan rusak setelah dipakai, tetapi sensasinya sangat memuaskan.

Sistem progress juga berbeda. Grace tidak memiliki jalur upgrade senjata, hanya bisa memasang aksesori kecil untuk meningkatkan damage. Perkembangannya datang dari peningkatan stat permanen. Steroid meningkatkan maksimal kesehatan, sementara Stabilizer meningkatkan damage senjata secara permanen.

Leon lebih mirip sistem Resident Evil 4. Ia mengumpulkan kredit dari membunuh musuh, lalu menggunakannya untuk membeli ulang amunisi dan meningkatkan senjata.

Desain Map & Perilaku Zombie, Horor Klasik dengan Twist Unik

Desain map mengikuti struktur semi-open sandbox klasik. Ruang-ruang saling terhubung dalam area yang lebih besar, dan setiap pintu selalu terasa seperti potensi kejutan baru.

Loop eksplorasinya klasik: eksplorasi, menemukan hambatan, mencari item kunci, membuka hambatan, membuka jalur baru, lalu menemukan hambatan lagi. Pencahayaan minim, erangan zombie di kejauhan, dan lingkungan yang membusuk benar-benar menghidupkan atmosfer khas seri ini.

Desain zombie kali ini sangat menarik. Pengembang memperkenalkan konsep bahwa zombie masih menyimpan fragmen kehidupan masa lalu mereka. Perilaku dan pola bicara mereka mencerminkan profesi sebelum terinfeksi.

Zombie penyanyi bisa mengeluarkan teriakan melengking sebagai serangan. Zombie koki berkeliaran di dapur sambil menggenggam pisau besar. Bahkan ada zombie yang bisa menggunakan senjata api.

Setiap pertemuan baru terasa seperti momen, “tunggu, mereka bisa melakukan itu sebagai zombie?”. Beberapa musuh elit dan bos juga memiliki peningkatan kecerdasan sederhana, membuat pengejaran terasa lebih disengaja dan menekan.

Puzzle Tetap Klasik dan Tidak Menghambat Flow

Di tingkat Casual, kompleksitas puzzle cukup ramah. Dokumen koleksi memberikan petunjuk yang cukup untuk menyelesaikan tantangan tanpa frustrasi berlebihan.

Tipe puzzle mengikuti pola klasik seri ini: mengaktifkan mesin dengan baterai, mencari kunci untuk pintu terkunci, memecahkan kombinasi brankas. Pacing-nya terjaga dengan baik. Item penting biasanya ditemukan tidak jauh dari lokasi penggunaannya, sehingga backtracking terasa minimal dan alur tetap lancar.

Visual RE Engine Kembali Pamer Kualitas

RE Engine kembali membuktikan diri sebagai mesin kelas dunia. Jalanan Wrenwood yang diguyur hujan terlihat sangat impresif dalam pergerakan, dengan pantulan genangan air, pencahayaan dinamis, dan detail lingkungan yang sangat rapi, bahkan di PlayStation 5.

Area gelap dengan pencahayaan senter dan permainan bayangan menciptakan ketegangan klaustrofobik yang meyakinkan. Model karakter, tekstur, dan animasi terlihat lebih tajam dibanding entri sebelumnya.

Ada satu catatan: versi PlayStation 5 mengalami penurunan frame rate yang terlihat di beberapa cutscene. Cukup sering untuk disadari, tetapi masih dalam batas wajar dan tidak mengganggu gameplay yang tetap mulus.

Audio desainnya luar biasa detail. Audio spasial, suara langkah kaki dengan jarak yang akurat, hingga ambience lingkungan benar-benar terasa hidup. Performa suara Grace menjadi salah satu kekuatan terbesar. Napas panik, gagap, dan teriakan spontan terasa autentik dan membuat pemain ikut tenggelam dalam rasa takutnya.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, Resident Evil Requiem terasa seperti kombinasi paling solid antara horor klasik dan aksi modern dalam seri ini. Struktur dua protagonis benar-benar memberi warna berbeda, dengan Grace yang penuh ketegangan dan rasa rentan, sementara Leon membawa rasa aman sekaligus aksi yang lebih agresif. Sistem eksplorasi, manajemen resource, dan crafting berjalan rapi tanpa terasa berlebihan, membuat alur permainan tetap konsisten dari awal sampai akhir.

Didukung performa RE Engine yang impresif, atmosfer yang kuat, dan desain zombie yang kreatif, Requiem berhasil terasa segar tanpa kehilangan identitasnya. Meski pertarungan bos tidak selalu menghadirkan momen yang sangat spektakuler, keseluruhan pengalaman tetap terasa sangat memuaskan dan layak disebut sebagai salah satu entri terbaik dalam seri ini.

Resident Evil Requiem dirilis pada 27 Februari untuk PlayStation 5, Xbox Series, dan juga PC. Kamu bisa kunjungi situs resminya DI SINI untuk berbagai informasi lebih lanjut.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.

Hi guys, kami akhirnya sudah punya akun X dan YouTube resmi! Langsung saja follow:
 
Follow @GamerwkID
 

Jangan lupa untuk cek channel TikTok kami!
@gamerwk_id

The Review

Resident Evil Requiem

10 Score

PROS

  • Dua protagonis menawarkan gaya bermain berbeda yang menjaga pengalaman tetap fresh
  • Rasa takut dan kerentanan Grace terasa sangat meyakinkan
  • RE Engine menghadirkan visual dan audio kelas atas
  • Konsep zombie yang mempertahankan memori masa lalu terasa cerdas dan menghibur
  • Sistem manajemen resource dan crafting seimbang untuk kedua karakter
  • Eksplorasi sandbox mengalir mulus dengan petunjuk puzzle yang cukup

CONS

  • Pertarungan bos kurang memiliki momen spektakuler khas seri ini, meninggalkan sedikit rasa kurang puas

Review Breakdown

  • 10 0
Tags: CapcomResident Evil RequiemReview
ShareTweetShare
Previous Post

Sebagian dari Team NINJA Rencananya Akan Digabung dengan Developer Atelier

Next Post

Review Tales of Berseria Remastered – Nilai Jual yang Cuma Menonjol di Harga!

Related Posts

Saros telah merilis update "Zenith" yang menambah beragam konten dengan fokus tantangan ekstra serta aksesibilitas untuk pendatang baru
Berita

Saros Rilis Update Besar yang Tambah New Game+ Hingga Mode Boss Rush

October 20, 2026
Tim Sweeney kembali menegaskan kalau dia benar-benar percaya generative AI bakal punya peran besar di masa depan industri game.
Berita

Tim Sweeney Yakin AI Bakal Bawa Industri Game Masuk “Era Keemasan” Baru

October 20, 2026
Simak review kami untuk Stupid Never Dies yang hadir sebagai game perdana solid dan penuh daya tarik dari GPTRACK50
Konsol

Review Stupid Never Dies – Roguelite Penuh Daya Tarik dengan Gameplay yang Tersandung!

Game gacha RPG Stella Sora besutan Yostar akhirnya mendapat rilis versi Steam bersamaan dengan anniversary pertamanya
Berita

Stella Sora Akhirnya Kebagian Rilis di Steam Minggu Ini!

October 19, 2026
Simak review kami untuk Cyberpunk Edgerunners 2 yang kembali hadir sebagai tontonan brutal, penuh aksi, dan cerita emosional yang kuat
Anime

Review Cyberpunk Edgerunners 2 – Sekuel Brutal dan Emosional yang Pantas!

Biaya RAM dan NAND storage PS6 saja kabarnya sudah lebih dari $680 per unit, atau sekitar Rp12,3 juta. Belum termasuk yang lain.
Berita

Biaya RAM dan Storage PS6 Doang Diklaim Tembus 12 Juta Rupiah

October 19, 2026
Next Post
Review Tales of Berseria Remastered – Nilai Jual yang Cuma Menonjol di Harga!

Review Tales of Berseria Remastered - Nilai Jual yang Cuma Menonjol di Harga!

Discussion about this post

FACEBOOK KAMI

YOUTUBE KAMI

TWITTER/X KAMI

Follow @GamerwkID

UPDATE MOBILE GAMES

Digimon Alysion rencananya akan membuka akses pra-registrasi untuk menyambut persiapan rilisnya di platform mobile dalam waktu dekat ini

Game Kartu ‘Digimon Alysion’ Akan Segera Buka Akses Pra-Registrasi Dalam Waktu Dekat!

by Fadhil
October 16, 2026
0

Digimon Alysion rencananya akan membuka akses pra-registrasi untuk menyambut persiapan rilisnya di platform mobile dalam waktu dekat ini.

Gundam Blitz Order baru saja diumumkan oleh Bandai Namco sebagai game simulasi idle terbaru franchisenya untuk platform mobile

Game Simulasi Idle ‘Gundam Blitz Order’ Resmi Diumumkan Untuk Android dan iOS

by Fadhil
October 15, 2026
0

Gundam Blitz Order baru saja diumumkan oleh Bandai Namco sebagai game simulasi idle terbaru franchisenya untuk platform mobile.

Sad Cat Studios lewat kerjasamanya dengan Atari dan The Knights of U akan merilisa REPLACED di platform Android pada 8 Desember mendatang

Game Petualangan Cyberpunk REPLACED Akan Rilis di Android Akhir Tahun Ini!

by Fadhil
October 14, 2026
0

Sad Cat Studios lewat kerjasamanya dengan Atari dan The Knights of U akan merilisa REPLACED di platform Android pada 8...

Perilisan Azur Promilia di wilayah global dalam versi bahasa Inggris terpaksa harus ditunda ke musim panas 2027

Azur Promilia Umumkan Open Beta Untuk Versi Inggris di Musim Panas 2027

by Fadhil
October 14, 2026
0

Perilisan Azur Promilia di wilayah global dalam versi bahasa Inggris terpaksa harus ditunda ke musim panas 2027.

BLEACH Mirrors High kini telah mencapai milestone 700 ribu pemain untuk akses pra-registrasi yang menjanjikan beragam reward menarik

Pra-Registrasi BLEACH Mirrors High Tembus 700 Ribu Pemain yang Ikut Unlock Beragam Reward Menarik

by Fadhil
October 13, 2026
0

BLEACH Mirrors High kini telah mencapai milestone 700 ribu pemain untuk akses pra-registrasi yang menjanjikan beragam reward menarik.

  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd