gamerwk.com
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
gamerwk.com
No Result
View All Result

Review Shadows of the Damned: Hella Remastered – Kembalinya Hidden Gem Suda51!

Fadhil by Fadhil
November 8, 2024
in Konsol, Nintendo Switch, PC, PlayStation 4, PlayStation 5, Review, Xbox One, Xbox Series S, Xbox Series X
0
Simak review terbaru kami untuk Shadows of the Damned: Hella Remastered yang merupakan rilis ulang dari hidden gem lama Suda51

Simak review terbaru kami untuk Shadows of the Damned: Hella Remastered yang merupakan rilis ulang dari hidden gem lama Suda51

Share ke FacebookShare ke TwitterShare ke Telegram

Nama Suda51 (Goichi Suda) dan Grasshopper Manufacture mungkin lebih dikenal luas lewat franchise No More Heroes, tapi nyatanya mereka punya library game action-adventure lain yang tidak kalah keren. Salah satu yang kebetulan telah kembali bangkit adalah Shadows of the Damned: Hella Remastered, dan bagaimana perilisan gamenya telah ikut melibatkan NetEase sebagai publisher utama yang memang sudah mengakuisisi developernya dari GungHo Online Entertainment.

Berdasar pada rilis original Shadows of the Damned dari 2011 lalu, apa yang membuat gamenya begitu menarik adalah keterlibatan Shinji Mikami (kreator Resident Evil) sebagai salah satu otak utama. Ini menjadikan gamenya sebagai kolaborasi kedua antara Suda dan Mikami yang sebelumnya sempat terlibat dalam Killer7, tapi kali ini ada pendekatan style ala game survival horror yang membawa pendekatan cerita lebih santai.

Gamenya sendiri mengikuti cerita seorang pemburu iblis asal Meksiko bernama Garcia Hotspur dalam petualangan berbahaya ke City of the Damned, semua demi bisa menyelamatkan sang pacar yang diculik oleh Lord of Demons. Dengan premis cerita sederhana dan gameplay action-adventure klasik yang dipertahankan, apakah gamenya terbukti masih seru apalagi untuk direkomendasikan ke para pendatang baru? Langsung saja simak bahasannya pada review berikut.

Upgrade Visual yang Pas

Kami bisa langsung melihat kalau peningkatan visualnya jadi kekuatan utama dari versi remaster ini. Meskipun kami tidak sempat memainkan seri originalnya dulu, upgradenya cukup membuat game ini lebih cocok untuk dinikmati para gamer di era sekarang. Gameplay dengan dukungan resolusi 4K ditambah 60fps sudah terasa sangat cukup untuk memberi pengalaman bermain maksimal. Salah satu perombakan terbaik ada di model karakternya, karena dengan resolusi yang lebih tinggi, kamu bisa melihat lebih banyak detail dari model musuh yang penuh tekstur, wajah karakter utama Garcia Hotspur terlihat jauh lebih baik dari versi lama, belum lagi Paula juga terlihat lebih seksi.

Kami juga ingin memberi highlight lain pada Johnson, rekan Garcia dalam wujud iblis kecil dengan kepala tengkorak yang menyala. Ada sentuhan efek pencahayaan pada model karakternya yang telah mendapat peningkatan besar, tidak hanya dalam cutscene cerita tetapi juga saat mengeksplor area gelap, di mana pencahayaan yang lebih baik menambahkan kedalaman lebih pada detail karakter hingga atmosfer sekitar, sehingga kamu bisa merasakan suasana yang benar-benar terasa seperti di neraka.

Salah satu aspek terfavorit kami adalah desain musuh garapan Q Hayashida sensei yang cukup dikenal sebagai artist manga Dorohedoro. Dengan adanya peningkatan dari penyanyi opera cantik Justine hingga sang penguasa iblis Fleming, kamu bisa mendapat kesan berbeda antara menyeramkan dan menawan, dan aspek-aspek inilah yang membuat gamenya terasa lebih menarik untuk sebuah action-adventure dengan tema supernatural.

Performa Mulus

Seperti yang kami sebut tadi, gamenya berjalan cukup konsisten di 60fps, bahkan selama adegan penuh aksi dan penuh efek visual sekalipun kami tidak sampai merasakan adanya penurunan frame rate. Hanya saja karena masih termasuk game lawas, ada saat-saat ketika model karakter memperlihatkan beberapa gerakan yang aneh atau kurang natural, dan ini sepertinya jadi masalah yang belum sepenuhnya diperbaiki dari versi terdahulu. Tapi selebihnya kami sendiri sangat menikmati sensasi bermain yang begitu mulus dari versi remasternya.

Gameplay Klasik yang Bisa Terasa 50/50

Karena game origunalnya dirilis di PS3 dan Xbox 360, skema gameplay memang lebih didesain untuk kontroler. Kami juga mencoba menggunakan mouse dan keyboard selama bermain, tapi keduanya malah tidak terasa cocok untuk game ini. Pertama karena tidak adanya kursor mouse, sehingga sulit untuk menentukan ke mana kamu harus membidik. Selain itu beberapa mini-game lebih mudah dimainkan dengan kontroler. Untuk itu kami hanya bisa berharap agar pihak developer bisa membuat opsi mouse dan keyboard yang lebih ramah bagi para pemain di masa depan.

Bahkan dengan berbagai peningkatan visual yang dibawa, game ini sebagian besar tetap tidak berubah dari seri original, karena gameplay yang dibawa masih sama persis. Petualangan menuju neraka ini terasa menyenangkan dan penuh humor, karena bagi yang belum tahu Shadows of the Damned adalah game dewasa yang berisi banyak konten berbary kekerasan, darah, dan seksual. Untungnya dalam versi remaster semua elemen ini masih dipertahankan, sesuatu yang mungkin sudah jarang dilihat dari kebanyakan remaster game lain.

Porsi puzzle juga tidak berbeda jauh, yang mana gamenya sedikit mirip dengan Resident Evil 4 atau Onimusha 3. Misalnya saja dengan level yang penuh lampu gantung, ini membawa kembali nuansa ala game lama dan tidak ada yang istimewa untuk dipecahkan, karena kamu hanya perlu mengayunkan lampu gantung untuk mengenai kristal. Tidak ada petunjuk spesifik pada level ini bagi pemain modern yang mungkin harus berpikir lebih keras untuk bisa menikmati puzzle yang tiba-tiba muncul dalam game action, tapi hal semacam ini memang sudah sangat awam di game klasik dulu.

Senjata utama dalam game ini mencakup Boner, Skullcussioner, dan Teether yang pada dasarnya adalah pistol, senapan, dan senapan mesin ringan (SMG). Skullcussioner hanya kami gunakan untuk membersihkan musuh dengan lebih cepat, dua senjata lainnya adalah yang paling kami andalkan. Dalam game ini kita memiliki skill khusus yaitu Lightshot yang bisa digunakan untuk memukau dan memurnikan musuh, tetapi setelah kamu mendapatkan upgrade menjadi Hotboner untuk membuat bom tempel pada musuh setelah kamu menembak, bom tersebut bisa memicu ledakan dengan AoE damage besar.

Senjata lainnya adalah Teether yang sangat efektif karena sebagian besar bos memiliki titik lemah untuk dikenai senjata ini. Setelah bos terkena stun, kami bisa memfokuskan semua serangan senjata pada titik lemah tersebut untuk memberikan damage maksimal. Semua pertarungan bos terasa sangat seru, karena tidak hanya karena tidak hanya didukung oleh aksi Garcia yang begitu percaya diri, tetapi mekanisme gameplay yang dibawa juga didesain dengan baik. Jadi para pemain harus menyusun strategi untuk mengalahkan setiap bos, mencari cara untuk melumpuhkan dan kemudian mengekspos titik lemah mereka. Ini membutuhkan pendekatan gameplay yang lebih strategis, bahkan meski kamu sudah dibekali dengan persenjataan kuat.

Kesimpulan

Shadows of the Damned: Hella Remastered bukanlah game yang bisa dibilang memenuhi standar kualitas di era sekarang, tapi game ini tetaplah hidden gem yang seru untuk dicoba. Ini seperti sebuah game lawas yang kembali bangkit dengan beragam perombakan penting agar bisa dimainkan oleh lebih banyak pendatang baru, tapi di saat bersamaan tetap menjaga banyak elemen klasik termasuk dari cerita penuh humor di neraka. Jika kamu sempat menikmati game lama Suda51 seperti Lollipop Chainsaw dan kemudian terjun ke game ini, maka kamu mungkin akan mendapat kepuasan bermain yang kurang lebih sama.

Tentu ada kelebihan dan kekurangan yang perlu diperhatikan, karena meski gamenya punya mekanisme gameplay seru yang mudah dipahami, beberapa pemain modern mungkin merasa ada yang kurang, karena mereka yang lebih menyukai gameplay dengan tempo lebih cepat dan penuh kejutan mungkin akan merasa cepat bosan. Tapi di sisi lain jika kamu menyukai style gameplay klasik seperti ini, maka kamu pasti akan bisa mengapresiasinya apalagi dengan beragam perombakan yang dibawa versi remasternya.

Tertarik dengan gamenya? Shadows of the Damned: Hella Remastered kini sudah tersedia untuk PlayStation 4, PlayStation 5, Xbox One, Xbox Series, Nintendo Switch, dan PC. Kamu bisa cek detail lengkap termasuk akses pembelian gamenya lewat website resmi mereka DI SINI.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.

Hi guys, kami akhirnya sudah punya akun X dan YouTube resmi! Langsung saja follow:
 
Follow @GamerwkID
 

Jangan lupa untuk cek channel TikTok kami!
@gamerwk_id

The Review

Shadows of the Damned: Hella Remastered

7 Score

PROS

  • Humor klasik yang masih menghibur
  • Upgrade visual yang pas
  • Masih mempertahankan banyak elemen klasiknya
  • Performa mulus dan sangat minim bug

CONS

  • Kurang disempurnakan untuk skema kontrol Mouse dan Keyboard
  • Pergerakan / kontrol karakter yang kurang natural
  • Beberapa elemen gameplay yang terasa cukup usang

Review Breakdown

  • 7.0 0
Tags: Grasshopper ManufactureNetEaseNintendo SwitchPCPS4PS5ReviewShadows of the Damned: Hella RemasteredSuda51Xbox OneXbox Series
ShareTweetShare
Previous Post

Horizon Walker Versi Global Akhirnya Rilis, Versi Tanpa Sensor Juga Dukung Bahasa Inggris

Next Post

Pengalaman Mampir ke Booth SEGA yang Makin Megah di Indonesia Comic Con 2024!

Related Posts

FINAL FANTASY RESONANCE pada dasarnya adalah JRPG klasik yang terasa seperti surat cinta buat para penggemar Final Fantasy.
Konsol

Review FINAL FANTASY RESONANCE – Surat Cinta untuk Fans Final Fantasy Klasik

Sekarang Outlast sudah jadi salah satu nama besar di genre horror, lengkap dengan dua game utama, DLC, sampai game multiplayer.
Berita

Outlast Dulu Sempat Ditolak Publisher, Mereka Lebih Pilih Tanam Modal ke 10 Game Mobile

October 20, 2026
Saros telah merilis update "Zenith" yang menambah beragam konten dengan fokus tantangan ekstra serta aksesibilitas untuk pendatang baru
Berita

Saros Rilis Update Besar yang Tambah New Game+ Hingga Mode Boss Rush

October 20, 2026
Tim Sweeney kembali menegaskan kalau dia benar-benar percaya generative AI bakal punya peran besar di masa depan industri game.
Berita

Tim Sweeney Yakin AI Bakal Bawa Industri Game Masuk “Era Keemasan” Baru

October 20, 2026
Simak review kami untuk Stupid Never Dies yang hadir sebagai game perdana solid dan penuh daya tarik dari GPTRACK50
Konsol

Review Stupid Never Dies – Roguelite Penuh Daya Tarik dengan Gameplay yang Tersandung!

Game gacha RPG Stella Sora besutan Yostar akhirnya mendapat rilis versi Steam bersamaan dengan anniversary pertamanya
Berita

Stella Sora Akhirnya Kebagian Rilis di Steam Minggu Ini!

October 19, 2026
Next Post
Berikut adalah rangkuman liputan kami dari booth SEGA di ajang Indonesia Comic Con 2024

Pengalaman Mampir ke Booth SEGA yang Makin Megah di Indonesia Comic Con 2024!

Discussion about this post

FACEBOOK KAMI

YOUTUBE KAMI

TWITTER/X KAMI

Follow @GamerwkID

UPDATE MOBILE GAMES

Digimon Alysion rencananya akan membuka akses pra-registrasi untuk menyambut persiapan rilisnya di platform mobile dalam waktu dekat ini

Game Kartu ‘Digimon Alysion’ Akan Segera Buka Akses Pra-Registrasi Dalam Waktu Dekat!

by Fadhil
October 16, 2026
0

Digimon Alysion rencananya akan membuka akses pra-registrasi untuk menyambut persiapan rilisnya di platform mobile dalam waktu dekat ini.

Gundam Blitz Order baru saja diumumkan oleh Bandai Namco sebagai game simulasi idle terbaru franchisenya untuk platform mobile

Game Simulasi Idle ‘Gundam Blitz Order’ Resmi Diumumkan Untuk Android dan iOS

by Fadhil
October 15, 2026
0

Gundam Blitz Order baru saja diumumkan oleh Bandai Namco sebagai game simulasi idle terbaru franchisenya untuk platform mobile.

Sad Cat Studios lewat kerjasamanya dengan Atari dan The Knights of U akan merilisa REPLACED di platform Android pada 8 Desember mendatang

Game Petualangan Cyberpunk REPLACED Akan Rilis di Android Akhir Tahun Ini!

by Fadhil
October 14, 2026
0

Sad Cat Studios lewat kerjasamanya dengan Atari dan The Knights of U akan merilisa REPLACED di platform Android pada 8...

Perilisan Azur Promilia di wilayah global dalam versi bahasa Inggris terpaksa harus ditunda ke musim panas 2027

Azur Promilia Umumkan Open Beta Untuk Versi Inggris di Musim Panas 2027

by Fadhil
October 14, 2026
0

Perilisan Azur Promilia di wilayah global dalam versi bahasa Inggris terpaksa harus ditunda ke musim panas 2027.

BLEACH Mirrors High kini telah mencapai milestone 700 ribu pemain untuk akses pra-registrasi yang menjanjikan beragam reward menarik

Pra-Registrasi BLEACH Mirrors High Tembus 700 Ribu Pemain yang Ikut Unlock Beragam Reward Menarik

by Fadhil
October 13, 2026
0

BLEACH Mirrors High kini telah mencapai milestone 700 ribu pemain untuk akses pra-registrasi yang menjanjikan beragam reward menarik.

  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd